AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Mengapa Aku Harus Begini


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan cepat.Sudah empat puluh hari sepeninggal ayah Indra,dan hari ini adalah acara emat puluh harinya.Di rumah keluarga Indra ada acara ibadah penghiburan,yang sesinya akan diadakan jam tujuh malam nanti.Sati juga diundang oleh keluarga besar Indra,sejak mereka tahu kalau Santi masih peduli dengan ibu mereka,jadi mereka pikir,kalau Santi pasti sudah melupakan perlakuan Indra di masa lalu.Santi pun sudah mberitahukannya pada Brian dan mengajak Brian untuk menghadiri acara itu.Mereka sudah memutuskan untuk datang.


Seperti biasa kalau mau ada acara pasti ada acara masak masak di kediaman keluarga Indra.Saking sibuknya,tidak ada seorangpun yang mpergatikan ibunya yang hanya duduk di ruang tamu.


Wanita tua itu duduk sendirian,tertunduk dan tak ada yang mpergatikan nya karena semua disibukkan dengan kegiatan memasak mereka,bahkan tetangga Kanan kiri juga ikut membantu dalam acara masak memasak kali ini.S semua orang sibuk sendiri,masak sambil bersenda gurau agar tidak terlalu terasa capeknya.Mereka bahkan melupakan seorang wanita tua yang rapuh,yang duduk di ruang tamu,menyendiri,kesepian,tanpa teman.


Selalu seperti inilah,setiap hari orqngtua itu selalu kesepian.Semua anaknya sudah berkeluarga dan sudah tinggal di rumah mereka masing masing,dan hanya akan berkumpul sekali waktu saja.Biasanya ada Indra,si bungsu yang selalu ada di rumah bersamanya,tetapi sejak beberapa waktu yang lalu,dia tidak mau tinggal bersama dengan keluarganya lagi,karena tidak mau merepotkan keluarganya.S ejak saat itu hanya ada wanita tua itu dengan suaminya di rumah itu,tetaoi sejak empat puluh hari yang lalu,sang suami sudah kembali ke pangkuan Illahi,meninggakan hiruk pikuk dunia dan segala penderitaannya,meninggalkqn belahan jiwanya seorang diri.T Ak ada yang lebih menyakitkan dari sakit kehilangan belahan jiwa.I itulah yang terjadi pada ibunya Indra.Sejak kepergian suaminya empat puluh hari yang lalu,dia sudah merasa menyerah,karena biasanya dia akan berdua dengan suaminya,tetapi sejak empat puluh hari yang lalu dia sendirian.Anak cuci menantu memanh datang menghibur,tetapi bila malam tiba,mereka kembali ke rumah masing masing,meninggalkan ibu dalam kesepiannya.


Sekarang,waktu telah menunjukkan jam sepuluh pagi,dan Kiara ke depan,menghampiri neneknya yang duduk di ruang tamu.Wanita tua itu nampak duduk terpekur,seertinya dia tertidur.Kiara mendekatinya dan duduk di sebelahnya.


"Nenek.....",kata Kiara,tetapi neneknya tidak mereson."Nek...."


Agi lagi neneknya hanya diam.Kiara lalu menepuk pundak neneknya,twtapi tetap tak ada respon.Dengan khawatir,Kiara mengguncang ngguncang tubuh neneknya,dan betapa terkejutnya dia karena neneknya terjatuh di kursi.Kiara berteriakemenggil pakdeya,dan segera orang orang berhamburan ke depan.


"Pakdhe....nenek....,"jerit Kiara,karena neneknya diam tak bergerak.


Segera pakdhenya mengguncang tubuh ibunya,dan menekan nadi di pergelangan tangannya dan di lehernya,dn ambruk lemas di sisi kursi tempat ibunya berbaring.


"Ibuuuuuuuu......"jeritnya pilu,disuaul jerit tangis semua orang yang ada di tempat itu.M ereka tak menyangka kalau ibu mereka yang tadi asih baik baik saja,malah sekarang ditemukan sudah meninggal dunia.Kiara segera menelpon Santi danengabarkan tentang neneknya yang meninggal.


""Hallo,Tante....",sapa Kiara.


(Ya,Kia,ada apa?")

__ADS_1


"Kia...Kia...m..mau ngabarin Tante,kalau...kalau...baru saja,nenwk me...meninggal Tan,"seru Kia laluenangis lagi.


(Apa?")


Terdengar suara terkejut dari Santi.Pasalnya tadi pagi Kiara dan neneknya yang menelpon dia untuk datang nanti malam pada acara ibadah penghiburan empat puluh hari bapak Indra.D ia seperti tak percaya dengan berita yang disampaikan oleh Kiara denganenangis terisak Isak itu.


(Tante ke sana sekarang,sayang,jangan khawatir.)


"Makasih,Tan...hati hati dijalan."


(Ya,sayang,kamu yang sabar,ya....nenek SudH tenang bersama Kakek.Xoba hibur keluarga yang lain,ya,sayang,tantw segera ke sana bersama Oom Brian.)


"Ya,tan...makasih sekali lagi."


Santi meletakkan hpnya di meja lalu keluar dari ruangannya menuju ke HRD,untuk minta ijin pulang cepat.Setelah dari HRD,dia mengambil tasnya,honya lalu sambil berjalan dia menghubungi suaminya.Dan minta dijemput untuk bersama sama pergi ke rumah keluarga sangantan untuk melayat ibunya Indra yang rencananya akan langsung dimakamkan sore itu juga,karena tidak ada lagi yang ditunggu.B Rian sama seperti Santi yang terkejut dengan berita kematian ibu Indra,pasalnya tadi pagi istrinya itu mengatakan kalau ibu Indra menelpon untuk acara ibadah penghiburan,tetapi malah siang ini berita kematian yang dia terima.Diapun sama seperti istrinya yang segera minta ijin pada HRD untuk pulang cepat,setelah itu dia segera menjemput istrinya danembawanya ke rumah sang mantan.


"Aku juga,sayang,kaget banget ketika Kiara meneleponku danemwneritahu kalau ibu meninggal,tetapi kita juga bisa apa,kalau Yang Empunya sudah berkehendak,kita sebagai umat ciptaanNya hanya bisa menerima dengan lapang dada,karena jodohrejwki dan ajal hanya keputusan Yang Kuasa.Mungkin ini sudah menjadi rwncanaNya yang tidak ingin ibu lebih lamaenderita kesedihan karena ditinggalkan bapak."


"Kamu beneran sekali,yang,mungkin memang begitu.Kamu jangan terlalu sedih,ya?"


"Nggak sayang,aku nggak terlalu sedih,kok,meskipun aku dah anggap ibu seperti orangtua aku,tetapi aku juga sadar kalau ang mungkin ini adalah waktunya beliau kembali pulang pada Bapa."


"Kamu memang yang terbaik,sayang,aku makin cinta sama kamu."

__ADS_1


"Makasih,sayangku...Aku juga cinta sama kamu,semakin cinta karena cinta yang kau berikan padaku begitu liar biasa.Makasih,ya...."


"Aku akan selalu berusaha untukenxintqi kamu dalam sisa hidupku,sayang,dan aku berharap kita menua bersama,nahagia dengan anak anak kita,bahkan kalaiingkin dengan menanti dan cucu kita...."


"Aaahhhhh....sweet bangeeeeet....."


"Love uuuuuuu...."


"Love you more,sayang...."


Merekapun sampai di rumah Indra yang sudah didirikan renda dan banyak kursi untuk para pelayat.Santi dan Brianasuk ke dalam rumH dan disambut oleh kelurga besar Indra dan ketika di akan bersalaman dengan Kiara,gadia itu malahenangis sesenggukan dalam pelukannya.


"Kia sayang,sudah,yaaaaa....Mungkin dengan begini nemek sudah tidakerasa sedih lagi karena beliau sudah berkumpul dengan Kakek di tangan Tuhan.Kia yang sabar,ya,sayang....Kelak kitapun akanenyusulerwkahamya tinggal kapan waktu kita.Tetapi katian adalah sebuah kepastian di akhir hidup setiap ciptaana,sayang,kamu yang Saba rd, sudah,jangan nagis lagi,kasihan yang lainnya,ya..."


"Makasih banyak tanreku sayang....Sekarang ini hanya Tante yang bisa nguatin aku."


"Oom kamu sudah tahu?"


"Sudah,tetapi tetep aja nggak mau pulang."


"Hhhhhh,"desah Santi sedih.Apa maksud Indra dengan sua ini.Kemarin ayahnya meninggal dia tidak pulang dan hari ini ibinyaeninggal dengan a juga tidak pulang.Santi tidak habis pikir.


Tanpa mreka sadari,dari balik sebuah pintu ada seseorang yangenangis tanpa suara.Ya,Indra ada di dalam sebuah kamar,dwngan keadaannya yang sangat menyedihkan.Dia tidak bisa menghampiri jenazah sang bunda karena takut akan ketahuan oleh orang orang,terlebih oleh Santi.Dia tidak mau Pengorbanannya selama ini akan sia sia kalau sampai Santi tahu bahwa dia meninggalkan Santi karena dia sakit parah.

__ADS_1


"Mengapa aku harus begini,Tuhan?"keluhnya sedih."Mengapa tak Kau ambil aku terlebih dahulu sebelum ayah dan ibuku?"


Dia kbalienangis tanpa suara dengan kesedihan yang ******* ***** hatinya yang rapuh.


__ADS_2