AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Menebar Kasih


__ADS_3

Brian dan Santi masih duduk di tepi ranjang mereka.Masih dalam suasana hati yang saling memahami,saling mencari kepercayaan masing masing.


"Yang...Mbak Diah kan butuh orang yang akan fokus buat belanja kebutuhan dapur resto,karena selama ini kan hanya serabutan yang belanja.Kata mbak Diah,dia butuh orang yang fokus untuk belanja,jadi aku akan merekrut orang untuk itu,agar resto tambah berkembang lagi.Yang di cabang sih nggak masalah,karena baru berkembang,tapi yang dihandle mbak Diah agak kerepotan.Menurutmu gimana,yang?"


"Aku sih ngikut aja,yang...Asalkan itu untuk kemajuan resto kita,nggak masalah,mungkin mbak Diah emang benar benar butuh.Tapi coba cari yang benar benar bisa dipercaya,masalahnya ini belanja,berhubungan dengan kualitas barang yang akan dibeli untuk resto dan berhubungan dengan uang."


"Iya,sih...,,,"sahut Santi lalu menatap suaminya itu dengan tatapan memohon."Kalau mamanya Kia,gimana?"


"Kan di sudah kerja?"


"Dia dipecat dan butuh kerjaan,yang....Aku merekrutnya hanya untuk menolong,loh, tidak ada maksud apa apa,percaya sama aku,yang."


Brian menggenggam tangan istrinya tercinta lalu mengecup nya dengan penuh perasaan,membuat hati Santi menghangat karena perlakuan suaminya yang menurutnya sangat manis itu.


"Aku sangat percaya sama kamu,sayangku...Sangat sangat sangaaaaaaaat percaya kalau istriku ini memang sangat baik dan berhati malaikat.Aku bersyukur karena Tuhan memberikan kamu sebagai anugrah dalam hidupku ,yang.Lakukan apa yang menurutmu baik.Dengan kamu meminta pendapatku saja,aku sudah merasa sangat dihargai,yang."


"Terimakasih,sayang....Ingat ,kamu adalah kepalaku,jadi apapun yang akan aku lakukan,aku pasti harus membicarakannya denganmu."


Mereka bertatapan lama lalu saling memeluk dengan erat dan penuh cinta.Suasana seperti ini yang sangat disukai Brian.Istrinya itu selalu menghormati dirinya,terlepas dari gaji yang lebih banyak istrinya,tetapi wanita itu selalu menghargainya.Selalu dengan binar bahagia menerima nafkah yang dia berikan dari gajinya,meskipun dia tahu,itu nggak sebanding dengan gaji sang istri.Itulah yang membuat Brian semakin jatuh cinta berkali kali dengan sang istri,apalagi dengan kenyataan,dia bisa memiliki lima anak yang luar biasa,hanya dengan dua kali kelahiran.Anugrah mana lagi yang bisa dia ingkari?Bukankah semuanya begitu luar biasa?Entah kebaikan apa yang telah dia lakukan sehingga dia menerima anugrah seluar. biasa itu.Atau ini sebagai ganti penderitaannya selama dia harus hidup sendirian di panti?Entahlah....Dia tidak akan terlalu memusingkannya.Y ang dia tahu,sejarang hidupnya seakan penuh warna dan sangat lengkap.Dia sangat bersyukur karena semua yang terjadi dalam hidupnya.Entahlah apa yang akan dia alami kalau saja waktu itu dia tidak bertemu dengan Santi yang tengah putus asa,pasti akan lain cerita hidupnya.Tetapi sekarang dia sudah menerima semua kebaikan yang luar biasa dari Tuhan,dan dia juga akan berusaha untuk berbagi kebaikan .Mereka masih hnyut dalam rasa yang dalam,sampai tersentak karena ketukan di pintu yang sangat berisik.S iapa lagi pelakunya selain duo tampan mereka.Santi yang lebih dulu melepas pelukan lalu berjalan ke pintu.


"Ada apa,kak?Kok berisik banget,sih?"


"Mama....ada kak Kia dan Mamanya,"sahut Satriya .


"Huum...kak Sur cari dimana mana Mama nggak ada,ternyata si kamar."


"'Oooh....makasih Kak Satriya,Kak Surya...Sekarang Kak Kia di mana?"


"Di teras,Ma,"sahut Surya.


"Loh,kok di teras?Nggak disuruh masuk,sayang?"tanya Santi kaget.

__ADS_1


"Nggak mau,Ma,"sahut Satriya."Kata Kak Kia,nunggu Mama di teras aja."


"Ooh,baiklah....Mama ke teras dulu,ya,kakak kakak bilang bibi buatin minum,ya?"


"Iya,Ma..."


Santi berlalu ke depan dan tersenyum ramah melihat Kurni,kakak Indra,ibunta Kia yang duduk dengan Kia di teras.Mereka lalu saling berpelukan dan cipika cipiki lalu duduk.


"Kenapa nggak masuk aja,sih,mbak?"


"Nggak apa apa,dik,enakan di teras,lebih lega,udaranya juga sejuk."


"Mbak Kurni apa kabar?"


"Kurang baik,sih,dik,"sahut Kurni sedih.


"Kenapa?"


"'Oooh...",desah Santi lalu berpaling pada Kia."Kia,kamu tolong tengok triplets,ya...Takutnya terbangun nanti."


"Iya,Tan...Kia masuk dulu,Ma,"kata Kia lalu berlalu ke dalam.Bibi keluar dwngan twh panas dan beberapa toples camilan dan menghidangkannya.


"Makasih,bi,"kata Santi diangguki bibi."Diminum dulu,mbak..."


Kurni mengangguk lalu mengambil cangkir teh tersebut dnenyesapnya pelan.Rasa teh yang segarpunengalir melalui kerongkongannya.


"Sebenarnya Santi ada sedikit penawaran buat mbak Kurni....itupun kalau mbak Kurni nggak keberatan,sih..."


"Apa,dik?Sebenarnya aku kemari karena ingin meminta bantuan,"sahut Kurni lalu menaruh lagi cangkirnya dan menatap penuh permohonan pada Santi.


"Apa,mbak?Kalau aku bisa bantu pasti aku bantu,"sahut Santi.

__ADS_1


Kurni menghela nafas sejenak Ada rasa sungkan pada mantan pacar adiknya ini,apalgi dengan kejadian yang sudah terjadi dengan hubungan Santi dan adiknya,dia semakin erasa insecure untuk sekedar meminta bantuan,tetapi dia tak tahu lagi harus minta tolong pada siapa.Masalahnya,kalau di tidak bekerja,darimana dia dan Kia bisa makan?Dan orang yang diharapkannya bisa menolong hanya Santi,itu yang terbersit dipikirannya.


"Aku sudah hampir dua minggu ini di-PHK,dik,dan sekarang uang pesangonnya semakin menipis untuk memenuhi kebutuhan sehari hari...Kalau aku nggak kerja,darimana kami dapat makan?Kalau biaya kuliah Kia,aku yakin,sudah dik Santi penuhi,aku sangat berterimakasih untuk itu,tetapi sekarang aku butuh kerjaan,dik...Apa dik Santi bisa menolong?"


Santi tersenyum cerah.Pucuk dicinta ulam pun tiba,begitu kira kira pepatahnya,karena dia butuh tenaga yang bisa dipercaya,dan akan minta kakaknya Indra itu,tetapi sebelum dia minta tolong,justeu kalanya Indra se diri yang datang memintanya,pas sekali,kan?


"Aaah....itu....itu aku bisa bantu,mbak,tapi....kalau.bukan di kantor mbak Kurni mau?"


"Ya ampun,dik?Bukannya aku juga bukan orang kantoran?Kemarin aja aku cuma tukang buang benang loh di perusahaan garment ,nggak di kantornya."


"Tapi.....ini bukan pabrik,mbak,tapi restoran...."


"Duuh....Aku....Aku nggak pede sik kalau harus masak buat restoran...tapi kalau cuci piring aku bisa... "


"Husyi....Mbak Kurni ini...masa iya aku minta mbak Kurni cuci piring?Aku kan punya sebuah resto,mbak,yaaaa....lumayan besar,sih...Nah...Aku buruh orang buat belanja kebutuhan resto itu.Mbak Kurni jangan takut,aku gaji sama dengan yang lain,kok,juga ada mobil pick up dn sopirnya,jadi mbak Kurni tidak usah susah payah untuk transportnya."


"Ini....ini beneran,dim?Aku diterima kerja ini?"


Santi mengangguk dan tertawa kecil karena wajah syok Kurni yang lucu.Bagaiman Kurni tidak syok?Dari pekerjaannya yang hanya tukang buang benang,sekarang tiba tiba disuruh jadi tukang belanja,disiapkan mobil dan sopirnya....Duuuuh....Kurni hampir pingsan karenanya.Padahal dari rumah tujuannya agar Santi mencarikan dia pekerjaan,ya,tukang sapu juga nggak masalah,tetapi lihatlah sekarang,wanita baik hati itu malah memberinya pekerjaan untuk jadi tukang belanja.


"Nanti mbak Kurni datang aja ke resto aku,Kia tahu kok lokasinya,temui managernya,namanya Diah,bilang kalau aku yang meminta mbak Kurni buat belanja,gitu,ya,mbak."


Kurni berdiri dari kursinya lalu mbwrsimpih si kaki Santi mbuat Santi kaget dan refleks berdiri lalueraih bahu Kurni untuk berdiri.


"Mbak Kurni apaan,sih?"tanya Santi.


"Kamu sungguh luar biasa baik,dik,"kata Kurni dan sekarang dia malah sudah meneteskan airmata,membuat Santi kebingungan."Terimakasih banyak buat kebaikanmu..."


"Mbak Kurni jangan bilang begitu....Aku juga nggak tahu harus merekomendasikan siapa buat jadi tukang belanja,karwna ini berhubungan dengan kualitas dan uang,jadi aku buruh orang yang benar benar bisa dipercaya,tadinya aku mau datang ke rumah mbak Kurni,tapi malah mbak Kurni yang datang kemari."


"Sekali lagi terimakasih,ya,dik....Aku akan jaga kepwrcayaanmu ini dengan sepenuh hatiku.Terimakasih sekali lagi,dik..."

__ADS_1


Santi tersenyum lalu memeluk Kurni.Mereka sangat senang sore ini,karena Santi tidK perlu bersusah payah mencari orang dan Kurni juga mendapat pekerjaan.Aaah....indahnya menebar kasih bagi saudara.


__ADS_2