AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Menebus salah


__ADS_3

I ndra menggenggam erat tangan wanita di depannya dan membelai rambutnya,menyibakkan rambut yang jatuh ke wajahnya di belakang telinga,sementara sang wanita hanya menu duk,tersipu,dengan jantung yang berdebar tidak karuan.


"Dik,"kata Indra memecah keheningan.Snti mendongak menatapnya,etapi kemudian mengalihkan pandangannya dari mata Indra."Mengapa mengalihkan pandanganku?"


"Aku nggak bisa menatap mata Mas Indra lama,takut makin jatuh cinta sama Mas Indra,"sahut Santi.


Indra tergelak,lalu meraih kepala wanita itu dan merengkuhnya ke dalam pelukannya.


"Aku ini kekasihmu,loh,calon suamimu,ya pasti Angga lah kalau kamu makin cinta sama aku,bukan hanya aku ya ng sangat mencintaimu,"kata Indra di sela tawanya.


Santi tersenyum dalam dekpn kekasihnya,da damai di hatinya,meskipun jantungnya berdebar sangat kencang,mungkin lebih kencang dari peset tempur.


"Mas Indra beneran nggak marah,kan?Aku bener bener lupa deh,kalau sudH sibuk dengan auditku.Maaf,ya,mas,gara gara aku,kita agal main ke rumah.Tapi Mas Indra nggak ngabarin bapak dan ibu,kan?"


"Tentu saja tidak,"shut Indra."Aku pikir aku akan memberi mereka kejutan dengan membawa calonenantu ke rumah.Mereka masih sangat trauma dengan diriku,dik."


"Sampai segitunya,ya,mas?Menyakitkan Sekai gitu?"


"Sangat,dik,tapi sudahlah nggak perlu dibahas.Kamu sudah makan?"tanya Indra.


"Nggak nafsu banget makan,mas,"kaya Santi."Ingin rasanya aku cakat cakar tuh muka yang sok lembut dan nggak punya dosa,malah mengatakan ngataiku.Heran,terbuat dari apa perasaanya."


"Sudah....,lupakan saja,tokh menurutmu bosmu sudah tahu,kan?"


"Sudah,kita lihat saja besok Senin,akan seperti apa hebohnya perusahaan itu.Pasti Bu El akan marah besar.Kasihan Selvie,itu sebabnya aku melapor kalau Selvie yang menikam kasus ini,biar dia tidak selalu jadi kambing Hitam,kasihan sekali."


Indra mencoba mencerna perkataan kekasihnya.Mereak tetap pada posisi semula,Indra yang duduk tegak di sofa dan Santi yang bersandR manja di dadanya.M ereka lama terdiam,sampai Santi bangun dari posisinya.


"Mas,giman kalau kita keluar saja?"tanyanya.


"Kemana?"


"Yaaaah....kemana gitu,nonton atau apalah gitu,"kata Santi.


"Oooo,mau menebus salah,nih?"goda Indra membuat Santi tersipu.


"Tahu aja,mas,"sahutnya malu."Gimana?mau nggak?"


"Mmmm....tapi aku belum mandi loh,dik,"kata Indra.


"Mandi di sini aja,kan masih ada baju Mas Indra yang di sini?Aku ambilin,ya?"


Santi lalu berdiri dan melangkah masuk kamarnya lalu sebnetar kemudian dia keluar membawa baju Indra yang dulu digunakannya waktu meminjam baju pak Dodo.Diterimanya baju itu lalu diapun melangkah ke kamar mandi.Santi merapikan tempat itu dan masuk lagi ke kamarnyatempat-tempatus kemudian dia telah keluar lagi dengan tas punggungnya.Meletakkan itu lalu dia duduk menunggu Indra.Tak lama menunggu Indra sudah masuk ke ruang tamu dan sudah terlihat rapi.Mereka lalu keluar.


"Mas Indra bisa nyetir?"tanya Santi hati hati,takut menyinggung perasaan Indra.


"Bisa sih,kenapa?"


"Kita bawa mobil aja kalau gitu,gimana?"Ini sepertinya mendung gini,takutnya kalau hujan,mas."


"Boleh saja,dik,"kata Indra."Mana kuncinya?"


Santi memberikan kunci mobilnya pada I Dea lalu diapun menunggu di halaman.Indra berhenti lalu membuka pintu untuk Santi dan kembali ke belakang setir untuk kemudian mereka meninggalkan rumah Santi.


Sepanjang perjalanan,mereka mengobrol akrab.Mereka menuju sebuah mall yang cukup bagus lalu markir mobilnya di sana dan berjalan bersisian masuk ke mall itu.

__ADS_1


"Mau belanja apa,sih,"tanya Indra."Makan dulu aja,yuk,kamu kan belum makan dari siang,takut maag loh kalau keseringan."


"Boleh,mas,mau makan apa?"


"Kamu mau apa?"


"Ngikut ajalah,mas,penting perut terisi,kalaj bisa nggak usah nasi juga sih,"kata Santi.


"Steak?"


"Nggak buruk juga,sih,oke,kita makan steak aja,mas,"kata Santi.


Mereka bergandengan menuju resto yang menjual steak dan memesan da sirloin steak dan dua orang juice.Lalu mereka duduk di sebuah meja dengan empat kursi.Saat menunggu itulah,mata Santi tertumbuk pada sosok seorang gadis yang dikenalnya.


"Mas,"katanya pelan.


"Hmmm?"


"Itu Kia,ya?


"Mana?""Itu,yang pakai baju biru,dengan gadis yang pakai baju putih,"kata Santi menunjuk.


"O,iya,itu Kia dan Cemara,ngapain mereka di sini?"


"Ajak ajak mereka sekalian makan,mas,aku yang traktir,deh,itung itung pendekatan calaon keponakan,"kata Santi.


"Kamu nggak terganggu?"


"Mengapa juga harus terganggu?Panggilereka,sebwlum jauh,aku tambah pesanan lagi,"kata Santi lalu melambai dan seorang pelayan mendekatinya,dan dia menambah pesanannya,ditambah dengan dua porsi kentang Krispy,l aku mengembalikan lagi ponsel pada yang punya.Pesaan mereka datang,dan .T Ak lama kemudian Indra datang dengan kedua keponakannya itu."Tante Santi,"kata Kiara ramah,karena dari sekian keponakan Indra,memang hanya Kiara yang sudah akrab dengannya.


"Ini Cemara,Tan,"kata Kia lagi."Ini kakak sepupu aku."


"Ooo....mau belanja,ya?"tanya Santi lalu menerima.a uluran tangan Cemara yang menyebutkan namanya."Cemara kayaknya jarang ke tempat Oom Indra,ya?"


"Lagi sibuk,Tan,"sahutnya tersenyum.


"Sibuk apa?Kuliah?"


"Nggak kok,tan,sibuk nyari kerjaan,"sahutnya.


"Emang lkamu luusan apa?"


"SMK,Tan,jurusan perkantoran."


"Mmmm....kenapa nggak kuliah?"


"Gantian ,Tan,adik adik juga perlu sekolah,"sahut gadis itu sambil tersenyum.


"Cemara ini empat bersaudara,dik,dan hanya ayahnya yang bekerja,jadi mungkin memang harus ada yang mengalah kan,"kata Indra.


"Gitu,yaaa....,"gumam Santi manggut manggut."Oke Cemara,masukkan nomor kamu ke hp Tante,ntar kalau ada lowongan,entah di kantor Tante enah di kantor temen Tante,nanti Tante bisa langsung kabari kamu."


Santi mengangsurkan ponselnya pada Cemara dan gadis itu mengetik nama dan nomor teleponnya di sana.S setelah memasukkan kontaknya ,gadis itu mengembalikan ponsel pada pemiliknya.


"Hp Tante bagus,deh,"kata Cemara.

__ADS_1


"Hp buat kerja,Ra,"kata Santi,memasukkan hpnya ke tas punggungnya.


Merekapun makan bersama dengan asyik sambil sesekali bercanda,tampak akrab,sepweti sebuah keluarga yang sangat rukun.Setelah makan,merekapun berjalan berempat,mau belanja.


"Kia dan Cemara mau cari apa?Cari saja yang kalian perlukan,nanti tunggu Tante di kasir,ya?Tante mu belanja buat rumh dulu,"kata Santi,lalu Mereka berpisah.Kiara dan Cemara menuju rak tempat shampo,sabundan sejenisnya,sexangkan Indra mendorong troli mengikuti Santi ke bagian kebutuhan dapurnya.Macam macam bahan makanan masuk ke troli,setelah semua selesai mereka menuju kasir,bersamaan dengan Kiara dan Cemara yang juga menuju kasir.


"Mbak,ini nanti jadiin satu aja bayarnya,tapi untuk tempatnya tetap terpisah,ya,"kata Santi pada kasir yang bertugas,dan dengan tersenyum ramah kasir itupun mengiyakannya.


Selesai membayar,mereka keluar dari mall.


"Kalian naik apa?"tanya Santi.


"Motor,tan,"sahut Kiara."Makasih,ya ,Tan udah ditraktir sibelanjain pula.Tante terbaik deh pokoknya."


"Gombal,"kata Santi terkekeh.


"Beneran,loh,Tante yang terbaik,ya,Ra?"


"Iya,tan,Cemara juga makasih banyak,ya,Tan,dan Cemara tunggu Kerjaannya,tan,"kata Cemara.


Merekapun berpisah.Santi dan Indra menuju rumah Santi.Mereka sangat menikmati malam ini.Indra menggenggam erat tangan kekasihnya itu dan Santi menyandarkan kepalanya di bahu Indra.


"Ini yang kamu namakan menebus salah,dik?Kamu terlalu memanjakan Kia.Setiap ketemu kamu,dia pasti akan mendapat sesuatu,"kata Indra.


"Ya nggaklah,masTadinya mau Nebus salahnya dengan nonton atau apalah gitu,tapi makan bersama tdipu asyik juga,loh.Cemara aja yang nampak canggung tadi,padahal Kia baik baik saja,ya,"kata Santi,masih asyik bersandar di bahu kekasihnya.


"Sebenarnya kau nggak usah melakukan itu,dik,aku nggak apa apa kok,kamu nggak salah,karena tuntutan pekerjaan kamu,jadi berhenti merasa bersalah,ya?Tokh lain kali kita bisa agendkan lagi,dik."


"Iya,mas,maaf,ya,"kata Santi.


Mereka sampai di rumah dan Bi Minah membantu menurunkan belanjaan Santi dan membawanya ke dapur.


"Mas Indra mau makan lagi?"tanya Santi.


"Nggaklah,dik,habis makan juga,"sahut Indra."Duduk sini dik,aku juga sudah mU pulang,ini sudah jam sembilan,loh."


Santi duduk di samping IndraMereka saling menggenggam tangan mereka.Saling beradu pandang,sampai akhirnya Santi menunduk karena malu,dan Indra hanya terkekeh melihatnya.Dia sangat senang melihat Santi tersipu begitu,baginya itu sangat menarik.


"Mas harap,kamu selalu baik baik saja,ya,jangan hiraukan orang yang tidak suka.Kita tidak bisa membuat orang menilai apa pada diri kita,tapi kita bisa mengendalikan diri kita untuk berbuat yang terbaik untuk kita,"kata Indra bijak.


"Iya juga,ya,masaku aja yang terbawa emosi tadi.Tapi besok Senin pasti heboh deh,perusahaan,secara ini kedua kalinya ada kejadian seperti ini."


"Ya sudah,mas pulang dulu,ya?"


"Hati hati,ya,mas,atau bawa mobil aja?"


"Nggak usah,dik,bawa Motor aja."


"Ya udah,ati hati ya,sampai di rumah langsung istirahat',jangan kecapekan,"kata Santi.


"Kamu kali yang istirahat',secara yang kerja kamu,loh,aku cuma tiduran tadi."


"Tiduran sambil nunggu itu malah lebih capek dari yang ditunggu,mas,"kata Santi lalu melepas Indra di beranda.


Indra melangkah ke garasi,menvambil motornya lalu segera meninggalkan tempat itu.Pak Dodo segera menutup gerbang dan menguncinya lalu diapun masuk kembali ke rumah.Santimerebahkan diri di atas ranjangnya.P pikirannya mulai kembali ke kantor,apa yang akan terjadi besok,yang jelas Selvie tidak ada dalam posisi bahaya,karena dia melaporkan penisnya atas nama Selvie.Malam pun kian larut dan akhirnya diapun terlelap ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2