
Aku sebenarnya agak enggan ketika Mono datang dan mengatakan kalau dia akan mengenalkan aku pada teman istrinya.Entah ini unrik yang beberapa kali Mono mencoba mengenalkan aku pada seorang wanita,tetapi belum pernah sekalipun aku iyakan,karsna jujur hati ini sangat terluka karena ulah seorang wanita.Aku pernah berpacaran dengan seorang gadis yang cantik,berkepribadian yang sangat ceria,supel,mudah bergaul,selalu tampak tersenyum,tidak pernah aku melihatnya bersedih.Menurutku kami saling mencintai,karena dia sudah tidak asing lagi dengan keluargaku,sering berkunjung ke rumah,mengakrabkan diri dengan kedua orangtuaku dan kakak kakakku.K keluargaku juga menerimanya sebagai bagian dari diriku,dan tentu saja aku sangat senang dengan itu.
Namanya Ajeng,yang menurutnya nama itu berarti seorang gadis yang cantik dan terhormat,entahlah mengapa dua berpikir begitu,aku tak peduli.
Tetapi setelah tiga tahun kami menjalin hubungan manis,dan aku akan datang melamarnya pada kedua orangtuanya,dua menolak,dwnga. alasan yang tidak jelas.Dua berkata hanya ingin pacaran saja,tidak untuk ke jenjang yang lebih serius.Aku terpana.
"Jeng,mengapa kamu hanya ingin berpacaran dan?Tidakkah bagi wanita,akan sangat menyenangkan kalau pacarnya mau menikahinya?"tanyaku dengan hati yang hancur.
"Lah....itu wanita yang lain,Ndra,bukan aku,"sahutnya kala itu."Kamu tahu,Ndra?Aku nggak mau terikat,bikin ribet hidup aja."
"Tapi,Jeng,"bantahku."Stpo Indra,udah,ya,bosan aku dengar kamu,aku nggak mau menikah denganmu,Ndra."
"Mengapa?"
"Karena....karena....karena aku ini sudah punya suami,Ndra,"sahutnya gugup.
Deg....
__ADS_1
Jantungku bagai berhenti berdetak.Kata katanya yang diucapkan lirih itu di telingaku seperti Guntur di siang bolong,mwnggelegar dan menghancurkan hatiku.Hadis dihxapanku,yang selalu membuat hari hariku berwarna,menvatakan kalau di sudah bersuami....
"Aku hanya kesepian saja,Ndr,dan butuh teman untuk kuajak ngobrol,jalan bareng,yaaaah....sekedar berbagi rasa...Suamiku kerja di kapal pesiar,pulang tiap 2tahun sekali,dan yang aku kenalkan padamu sebagai orNgtjaku itu adalah membantuku,yang selalu menanti aku."
"Tega kamu,Jeng,"kataku waktu itu.
"Maaf,Ndra,kalau kamu masih mau jadi pacarku,oke,kalau kamu mau berhenti pun oke,nggak masalah,aku bisa cari orang lain,yang nggak pernah punya komitmen untuk menikah."
Betapa hancur hatiku dengan sikapnya yang seenaknya.Harga diriku hancur berkeping keping.Dia yang sudah kutempatkan di takhta tertinggi di hatiku,menghancurkan aku dalam sekejap,memporak porandakan takha yg telah kususun rapi itu.
"Aku nggak mau berurusan denganmu lagi,"kataku marah.
Dengan santainya dia bilang putus lalu meninggalkan aku.Aku sangat terluka,aku tak percaya kalau dia akan menghancurkan hatiku seperti ini.
Sejak saat itu aku tertutup dengan wanita,aku tidak mau lagi menjalin hubungan dengan makhluk ciptaanNya yang berbentuk wanita.Aku tidak pernah lagi mau melihat bahkan melorik makhluk yang bernama wanita.Cukup sekali aku dihancurkan,dan ini sangat sakit,rasanya aku hampir tak kuat lagi.Sakit hatiku sangat parah.Tidak hanya aku yang terluka,oranhtuaku,keluargaku,semua terluka,bahkan kakakku,ibunya Kiara,menangis ketika aku menceritakan padanya penyebab hancurnya hu unganku.Dia pasti tahu sakitnya,karena dia juga ditinggalkan begitu saja oleh suaminya,ayah Kiara,tanpa tahu penyebabnya.
Setelah hari itu,aku menyibukkan diriku dengan toko bahan bangunanku.Karena aku kerjakan dengan yekaun akhirnya tokoku maju,aku bisa membangun ruko di atas tanah yang kubeli.
__ADS_1
Mono yang datangengjafapkan akuau dikenalkan dengan seorang wanita mapan.
"Bro,kalai yang satu ini,kamu nggak akan nyesel,deh,"kata Mono meyakinkanku."Ini temannya Sri,cuma beda bagian,sih,kalau Sri kan bavian produksi,nah dia bagian keuangannya,kata Sri malah dia manager keuangannya.Orangnya cukup lumayan,nggak jelek amat,sih,tapi kalau kamu mau,nih"
"Aku takut,Mon,"kataku waktu itu.
"Takut kenapa?"
"Aku ini apalah,Mon,cuma penjualan bahan bangunan dan diaanager,idah kayak bumi Ama langit aja perbedaannya."
"Elah,Ndra....Dia nggak nyari yang sam kayak dia,dia cuma terdesak karena kedua orangtuanya ngasih dia waktu setahun. uat nyari suami,atau dia akan dijodohkan."
Aku pun akhirnyaemviyakan dan jadilah perkenalan itu.Pertam kali bertemu,aki sudah tahu kalau wanita yang dikenalkan padaku Bernam Santi itu sangat dewasa,mapan dan mandiri.Di juga tidak centil,tenang,tapi kalau tersipu mbuat aku gemas sendiri.Aku menjalani hari hariku dengannya,merasa nyaman dengannya dan nyambung diajak ngobrol,meakioun aki cuma penjual bahan bangunan dan dia adalah seorang manager,etapi dia tidak pernah mempermasalahkannya.Dia tidak pernah membicarakan oru.Kami hanya membicarakan hal hal untukasa depan hubungan kami.Aku tahu akuulai jatuh cinta padanya,dan dia sepertinya juga begitu.Lebih mengejutkan lagi ketika aku bertemu dengan orang yang akan dijodohkan dengannya adalah pamannya sendiri,yang sebenarnya masih cukup muda,kaya,pinya usaha mebel yang cukup besar.Apalah artinya aku ini dibanding dengan pamannya itu,tetapi dia menerima aku danenolak perjodohan itu.
Aku mantap untuk menjadikannya ratu di hatiku.Aku merasa dia jauh dari Ajeng,meskipun. secara wajah Ajeng jauh lebih cantik,twtapi secara kepribadian,dia lebih unggul dibanding Ajeng.
Aku sudah bertekad untuk mbawanya bertemu dengan kedua orangtuaku,karena beberapa hari yang lalu aku sudah ke rumah orangtuanya.Kedua orangtuanya sepertinya mau menerima aku,tetapi lagi lagi pamannya itu dTang dan marah marah.Aku bangga karena Santi lebih memilih aku daripada dijodohkan dengan pamannya itu.
__ADS_1
Dan tadi aku sudah mengutarakan niatku,dia tersedak ketika aku mengatakan niatku.Ingin sekali aku menepuk nepuk bahunya agar berhenti batiknya,tetapi dia sudah bisa melihat guasai diri.Dia tersipu dan aku sangat has melihat wajahnya yang tersipu,dengan rona merah di pipinya.Aaaah....aku hanya. Isa mendesah bahagia.Akupun pulang,dan akan kembali ke rumah,untuk memberitahukan kedua orangtuaku tentang niatku ini.A ku masih berharap kalau aku bisa meraih bahgia itu.Ku tinggalkan wanita yang masih berdiri di beranda rumahnya dengan wajahnya yang bersemu merah itu dan aku sangat bahagia.A ku sangat berharap bahwa ini adalah hubnuganku yang terakhir dengan seorang wanita.Aku sangat mencintainya,entah dengan dia,sebesar apa cintanya padaku,yang jelas dia jugaenerima cintaku.Dengan bahagia yang meluap aku pulang.