AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Semua ada hikmahnya


__ADS_3

Santi duduk menemani Kiara di samping peti jenazah neneknya.Gadis cantik itu terus meneteskan airmata kesedihannya Entah sudah berapa banyak tissue yang dia habiskan untuk mengjapus airmatanya dan entah sudah berapa kali Santi menghiburnya,tetapi Kiara tetap menangis.


"Sayang,sudah,ya....kasihan nenek ntar nggak tenang ninggalin kalian kalau kalian terlalu bersedih seperti ini.Biarkan perjalanan pulang nenek lancar,tidak merasa ada beban,ya.. SudH,meskipun kita mau menangis darah sekalipun,kalau memang sudah waktunya nenek dipanggil Tuhan,ya,nggak ada yang bisa mencegah,sayang...Sudah,ya...sekarang sana kamu cuci muka dulu,tante mau ngomong dulu sama Oom kamu,kasihan dari tadi diam Mulu di halaman,nggak ada yang nemenin."


"Iya,tan...makasih,ya,tan...tapi Tante tetep di sini sampai selesai pemakaman,kan?"


"Tentu saja,sayang....sudah,kamu tenang aja,tante nggak akan ninggalin kamu,kok."


"Makasih,tan,tante emang terbaik."


Santi tersenyum tipis lalu meninggalkan Kiara dan menghampiri suaminya tercinta yang duduk sendirian di halaman sambil memainkan handphonenya nya.


"Yang,nggak apa apa,kan kalau kita nunggu sampai pemakaman selesai?Kamu nggak keberatan,kan?"


Brian mengangkat wajahnya,lalu memindai wajah istrinya dengan senyum manis yang tulus.


"Nggak apa apa,sayang,santai aja,"sahutnya.


"Tapi kamu sendirian di sini?Nggak mau ikut aku duduk di dalam?"

__ADS_1


Brian menggeleng pelan.Digenggamnya tangan istrinya yang ada di pahanya,lalu diremasnya penuh sayang.


"Aku nggak apa apa,sungguh,aku diam di sini sendiri,ntar. juga akan banyak pelayat yang dTang,yang,kamu tenang aja,ya....Nggak apa apa,aku di sini saja."


"Aku jadi nggak enak,karena meninggalkan kamu sendiri disini,yang,"kata Santi."Tapi melihat kesedihan keluarga ini,terutama Kiara,aku jadi nggak tega untuk nggak ada di dekat mereka,meskioun hatiku juga hancur di sini."


"Sudah,sayang,kamu janganikir yang nggak nggak....bersyukur saja,karena perpisahannya dengan Indra,mempertemukan kita dan akhirnya kita bisa bahagia,sayang


Semua peristiwa pasti ada sesuatu di bak knya.Semua ada hikmahnya,hmmmm?"


"Makasih,sayang,kamu memang selalu terbaik buat aku....'


Brian tertawa pelan,dan megusap kepala istrinya dengan sayang.


Santi nampak berkaca kacaatanya mendengar perkataan suaminya itu.Bagaimana dia tidak makin jatuh cinta pada suaminya kalau selalu ada kata kata yang mbuatnya selalu meleleh,karena manisnya.Diapun lalu tersenyum dan kembali ke dalam,mendekati Kiara dan ibunya.


"Makasih,ya,dek,"kata ibunya Kiara."Padahal Indra sudah sangat menyakitimu,tetapi kamu masih saja baik sama keluarga kami."


"Mbak nggak usah ngomong gitu....Kita ini saudara,mbak...Terlepas dari masalah aku da Mas Indra di masa lalu,kita SudH terlanjur jadi saudara,yang seharusnya saling menguatkan."

__ADS_1


Kata kata Santi yang sederhana,mampu membuat sesosok rapuh di dalam sebuah kamar menangis tanpa suara.Bagaimana tidak,waita yang sangat dicintainya dan dijaganya agar tidak merasakan kesedihan kalau dia tinggalkan itu telah melupakan semua perbuatan tidak memyenangkan yang telah dia lakukan demi membuat wanita itu agar membencinya.Dia pergi tanpa pesan,meninggalkannya dalam duka,tetapi sekarang dia melihat wanita itu begitu baik.Akh....kalau saja kata 'seandainya'bisa membalikkan keadaan,dia pasti akan sangat berterimakasih,kalau saja penyakitnya ini tak pernah ada.Kalau saja 'seandainya'bisa bisa menyihir keadaan,dia pasti ingin yang terbaik untuk wanita tercinta.Teyapi sekarang,bahkan kata 'seandainya'bisa sudah tak ada maknanya dalam hidupnya.Dia hanya tinggal menunggu waktu nya kembali.Dia bahkan kini sangat sedih,karena hanya empat puluh hari,dia kehilangan kedua orangtuanya.Tubuhnya hanya makin ringkih karena penyakitnya yang memang makin parah.T Ak ada lagi semangat untuk menjalani sisa hidupnya karena kepergian ayah dan ibunya.Dia merasa sekarang hanya sebatangkara,tak ada lagi yang bisa menguatkannya.K alaibsulu ibunya selalu ada untuknya,mendengar keluh kesah nya,meskioun tidak setuju dengan apa yang dilakukannya pada Santi,tetapi wanita tua itu tetap menyayanginya,bahkan makin menyayanginya setelah tahu penderitaannya.Ayahnya,yang walaupun sempat memarahinya karena kelakuannya pada Santi t api pada akhirnya menyerah untuk membujuknya kembali pada Santi,dan bahkan membiarkan kesalahpahaman Santi,samapai gadis itu dulu datang dan mohon Restu untuk menikah dengan pria sela tawanyain anaknya.Hati orangtua mana yang tak akan ikut hancur,menyaksikan kehancuran hati anaknya yang merelakan kekasihnya untuk diiki orang lain hanya karena merasa diri tak layak untuk memiliki kekasih hatinya? Hanya kesedihan dan kehancuran yang disaksikan oleh kedua orangtuanya selama Santi menikah dengan pria selain Indra.


"Mengapa hidupku sedemikian miris,Al,"bisiknya parau.


"Sudahlah,Ndra,semua sudah ada yang ngatur.Bukannya ini yang kamu inginkan?Dari awal aku selaluemintamununtuk jujur saja sama Santi,siapa tahu ada jalan keluar yang lain,tetapi inilah jalan yang sudah kau pilih,jadi jalani saja,bagaimana akhir dari jalan ini."


Mereka ada di kamar yang ada di pojokan rumah itu,menyaksikan semua pergerakan yang ada di rumah,melalui sebuah celh yang memang sengaja dibuat saat kepergian bapaknya empat puluh hari yang lalu.Kini mereka kembali menyaksikan kesedihan yang sama,saat jenazah ibunya di baringkan di ruang tengah,dikelilingi oleh keluarga besar,dan jangan lupakan sesosok wanita yang sangat menghancurkan hatinya ada di sana dengan wajah sedihnya.S emua terpantau dari kamar itu.Bahkan interaksi antara Santi dan Kiara juga ibunya,sanggup meluluhlantakkan hatinya.Bagaimana wanita yang sudah dia hancurkan hatinya itu masih demikian peduli dengan keluarganya,makin membuatnya luluh lantak.Kembali tangis tanpa suara iru menghiasi wajahnya yang sekarang tirua dan penuh airmata.


Acara pemakaman berjalan lancar,dan saat wanita itu hendak pergi,kbali Kiara merepotkan nya,dengan pingsan karena jenazah sang nenek tercinta dibawa pergi ke pemakaman.Santi aibuk menyadarkan Kiara dan dibantu beberapa tetangga yang akhirnyaembuat gadis itu sadar,lalu menangis meraung Raung dalam pelukan Santi.


"Kia....sudah sayang....nenwk tak akan kbali meskipun kamu menangis sekeras-kerasnya apapun,justru kita yang akan menyusulnya kelak,kalau sudah tiba waktunya,ya....Sekarang relakan nenek,agar tenang di sana.Kia nggak mau nenwk sedih,kan?Sekarang Kia masuk,cuci muka dan istirahat,ya....Tante pulang dulu,kasihan adik adik,karena ini sudah waktunya Tante pulang,ya....Kia pasti bisa."


"Makasih banyak,Tan....Tante swlalu ada buat Kia....Sampaikan makasih Kia juga buat Oom Brian karena sampai sejauh ini slaluengjinkan Tante buat dirwpotin keluarga aku."


"Jangan bilang gitu,akh....Oom kamu itu juga sayang sama kamu kali...Ya sudah,Tanrw pamit dulu."


Kiara melepas kepergian Santi dan Brian.Indra juga melihat kepergian Santi dan Brian yang berjalan berdampingan,sampai tak bisa dilihatnya lagi dari celah kamar itu.Ada rasa bajagiaemwlusup dalam hatinya,melihat keakraban Santi dan suaminya.Entah....dia begitu bahagia melihat kekasih hatinya nampak bahagia dengan orang lain yang lebih mampubahagiakannya daripada dirinya sendiri yang sekarang sedang menunggu waktu kapan pulang ke pangkuan Sang Pencipta.


"Semua ada hikmahnya,Al...,"katanya kemudian."Kalau Napak dan ibu mendahuluinya Ak,aku yakni n sepeninggalnya nanti tak ada yang

__ADS_1


merasa sedih.Tak ada yang membebani hatiku lagi,Al...Aku siap kapanpun aku harus pergi,karena satu satunya yang membebani pikirankupun sudah twnang sekarang di alamnya.Bapak dan ibu sudah kembali,tinggal aku yang akan menyusul mereka.Smua sudah direncanakan dengan baik olehNya...Aku hanya tinggal mengalir,mengikuti jalan yang sudah digariskanNya.Makasih selama UN kamu selalu ada buat aku.Sampai kapanpun jangan pernah kamu bocorkan rahasia ini pada siapapun,terlbih pada Kesempatan a dan ibunya.Aku nggak mau Santi menyesali keadaan.Berjanjilqh,Al...."


Albi hanya mengangguk pasrah karena dia mang sudah bosan untukbujk sahabatnya Indonesia agar memberitahukan saja pada Santi apa yang sebenarnya terjadi,tetapi rupanya sahabatnya Indonesia lebih memilih untuk diam danbiarkan Santai tetap berada dalam kesalahpahaman yang diciptakannya.Yah...seperti kata Indra....Semua ada hikmahnua.Di hal k setiap kejadian pasti ada sesuatu yang mengiringinya.


__ADS_2