AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Melepaskan Maaf


__ADS_3

Kiara tersenyum sumringah ketika mendengar ibu mengajaknya minum.S edari beliau tahu kalau dia keponakan Indra tadi,s ikap beliau langsung berubah.K iara bukan tidak merasakannya,tetapi dia juga tahu diri,kalau sebenarnya oomnya sudah menoreh luka yang dalam pada keluarga ini.Dia juga sadar,k kalau memang perbuatan oomnya sudah sangat keterlaluan,dan memang pantas kalau keluarga Santi sangat marah pada oomnya dan juga berimbas pada keluarganya.G Adis cantik itu nampak berkaca kaca matanya karena terharu dengan tindakan sederhana Bu Danu.


"Terimakasih,bu,"kata Kiara lalu menyesap teh di cangkirnya dan meletakkannya kembali.


"Lebih pantas kamu panggil nenek,nak,"kata Bu Danu lagi.


"Eh....?Ne...nenek?"gagap Kiara.


"Iya...Kan kamu panggil Tante sama tantemu itu,jadi aku lebih pantas dipanggil nenek,kan?"


Kiara kehilangan kata kata.Airmata sudah merembes membasahi pipinya,dan dengan penuh kasih Bu Danu menghapusnya.Itu menambah deras airmata yang mengalir,bahkan diiringi isakan isakannya.


"Kenapa Kia menangis,nak?"tanya Bu Danu sambil menarik gadis itu dalam pelukannya.


Kiara membalas pelukan Bu Danu dengan erat dan tambah terisak Isak di dalam pelukan wanita paruh baya tersebut.Brian yang ada di situ hanya tersenyum haru,melihat mertua yang serasa ibu kandung itu memeluk gadis yang tadi dijutekin itu dengan erat.


Santi duduk disebelah suami tercinta sambil sesekali menyeka matanya karena air yang merembes dari matanya.Brian tersenyum melihat istrinya lalu memeluk istri tercintanya itu.


"Kenapa?"bisik Brian.


"Nggak,yang....terharu sekali melihat ibu yang mau menerima Kia.Tadi aja juteknya minta ampun,"kata Santi dalam dekapan suaminya.

__ADS_1


"Eeeeh....lha kok kalian malah peluk pelukan di depan anak kecil"celetuk ibu yang membuat Brian dan Santi langsung melepas pelukan mereka.


"A...anak kecil?"tanya Santi.


"Lha Kia kan masih kecil?"


"Haaaa?Kia masih kecil?Sudah gadis kali,bu....Sudah mau skripsi itu....Sudah pantas kali buat cari suami,"kata Brian lalu kembali memeluk istrinya membuat ibunya memukul pelan lengannya.


"Lepas....kalian ini nggak tahu orang lagi terharu kok malah cari kesempatan dalam kesempitan."


Santi yang semula ikut hanyut dalam keharuan jadi terkekeh melihat ibunya yang murka pada suaminya.Brian hanya tertawa menanggapi kekesalan ibu mertua rasa ibu kandungnya itu lalu berpindah tempat ke samping ibu mertuanya dan memeluknya dengan penuh kasih


"Huh....alasan saja.Dasar Papa manja kamu,"kata ibu tapi tak urung beliau pun memeluk menantu yang sudah menganggapnya ibu kandung itu.Tindakan mereka malah membuat Kiara dan Santi tertawa tawa,hingga duo tampan datang dan ikut menghambur ke pelukan nenek dan papanya.


"Neneeeeeek...."teriak mereka heboh dan makin membuat tawa Santi dan Kiara lebar saja.Empat orang hanyut dalam pelukan hangat penuh kasih sayang.


Sungguh,ini adalah keluarga impian Brian yang selama ini berpikir kalau dia hanya kan menghabiskan hidupnya seorang diri,tetapi lihatlah betapa Tuhan itu begitu baik padanya.Dia diberi keluarga dengan paket komplit,sudahlah kedua mertuanya yang sangat menyayanginya,dua adik iparnya yang menerimanya dengan baik,dan dua pasangan iparnya yang juga menganggapnya kakak sendiri,ditambah lima anak yang sangat membuat harinya berwarna.Nikmat mana lagi yang dia dustakan.Tak ada yang melebihi anugerah yang dia terima dalam hidupnya.Semua terasa indah.


"Indah sekali,"celetuk Brian dalam pelukan anak anak dan mertuanya.


"Apanya yang indah?"tanya Bu Danu lalu melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Bu...hidup dengan saling mengasihi itu ternyata lebih indah,kan?Ibu kan yang mengajarkan itu sama Mamanya si kembar,dan diturunkan pada si kembar,masa,gurunya nggak mau maafin orang..."


"Kamu tidak tahu sakitnya,nak..."keluh Bu Danu lalu mulai terlihat agak kesal kalau mengingat perlakuan Indra pada anak sulungnya itu."Sakitnya sampai sekarang itu masih sangat terasa,seperti baru kemarin saja dia menoreh luka itu."


Kiarat tertunduk Kelu.Dia tahu tidakudah untuk maafkan Oomnya itu.Bagaimanapun oomnya memang bersalah,itu yang ada di benak Kiara Sampai saat ini.Dia juga masih berpikir kalau oomnya memang meninggalkan Santi karena ada orang ketiga dalam hubungan mereka.Bu Danu lalu tertunduk dan kedua cucu kembar nya bergelayut manja di kanan dan kirinya.


"Kakak kakak ke belakang dulu,gih,sarapan,lalu nanti diantar pak Dodo ke sekolah,nanti terlambat loh..."kata Santi membuat duo tampannya turun dari samping neneknya dn melangkah masuk.Tak lama mereka keluar dengan susternya dengan menggendong tas ransel di punggung mereka.Mereka dwngan sopan berpamitan pada Bu Danu,papa Mama mereka dn juga Kiara.Sejurus kemudian kedua anak kembar itupun telah berangkat sekolah.Tinggallah mereka,tetapi sebentar kemudian Brian juga beranjak untuk ke kantor,semwntara Santi masih dalam masa cuti.


Bu Danu nampak masih agak masam mukanya karena percakapannya dengan Santi tadi.Beliau masih tidak bisa membuang luka hati yang terasa sakit itu.K iara duduk diam di depan laptopnya dibantu Santi yang sesekali memberinya petunjuk dan pengarahan. Gadis itu masih sedikit takut dwngan Bu Danu.Santi juga merasakan aura itu,makanya dia berusaha menenangkan ibunya.


"Bu...sampai kapan ibu akan terluka?Santi aja sudah melupakannya.Apalagi sekarang Mas Indranya sudah pulang,bu,nggak ada lagi guna ya kita tetap memelihara luka dalam hati.L uka itu membuat ibu nggak bisa dengan leluasa menikmati hidup,kan?Ibu selalu ada dalam sakit dan kecewa,kan?Santi bisa mengatakannya karena Santi juga pernah merasakannya,bu...Santi juga terluka dan juga sakit,taoi Santi nggak mau larut dalam luka dan sakit,Santi harus maju,Santi harus sembuh dan Santi.harua lepas dari luka itu dan puji Tuhan,bu,Santi diberi ganti dwngan yang sekarang,yang lebih baik,yang lebih sayang sama Santi dan bahkan sayang sama seluruh keluarga Santi dan juga selalu mendukung semua keputusan Santi asal tidak keluar dari jalur,bu...Apa ibu nggak mau sebahagia Santi ?Apa ibu hanya akan berkutat dengan luka dan kecewa yang sama?Lepaskan pengampunan,bu,dan ibu akan hidup dengan bebas dari luka dan kecewa...Ibu akan sangat bahagia,kalau ibu berhasil memaafkan dan melupakan apa yang telah dibuat almarhum,bu.Lagipula buat apa ibu simpan luka,orangnya saja sudah nggak ada di dunia ini,nggak lucu,kan,bu?"


"Ibu....IU hanya sangat kecewa,ndhuk..."


"Santi sangat tahu,bu,karena Santi yang lebih dulu merasakannya sebelum ibu.Tetapi Santi nggak lantas hanyut dalam luka dan membabi buta membenci semua keluarga Mas Indra,untuk apa?Mereka bahkan juga nggak tahu kenapa Mas Indea dwngan tega ninggalin Santi.Apalagi Kiara,d ia sma sekali nggak tahu apa apa,bahkan dia sendiri yang sibuk mbantu Santi mencari Mas Indra,bu...Maafkan saja ,Bu...lupakan saja,dan mari kita hidup dengan penuh damai dn menjalani hari hari kita tanpa bayang bayang Mas Indra lagi.Bisa,kan,bu?"


Bu Danu menarik nafas panjang.Beliau menatap anak sulungnya itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan twtapi akhirnya beliau tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah,ndhuk,aku akan melupakan semua,lagipula sekarang kalian sudah sangat bahagia.Kia,maafkan nenek yang sudahwmbuatmu tidak nyaman,ya...Benar kata tantemu,mari kita hidup dengan damai..."


Kiaraeninggalkan laptopnyaenghambur ke pelukan Bu Danu dan Santi yang melihatnya hanya mampu tersenyum sambil menghapus airmatanya yang tidak permisi meleleh di pipinya.Senyum kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2