AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Mono dan Sri marah


__ADS_3

Hari ini sudah tujuh hari semenjak kepergian I ndra,dan siang ini,di jam isitrahat Kiara datang ke kantor Santi untuk mengundang Tante kesayangannya itu untuk acara nanti malam.S aat Santi akan ke kantin,dia diberitahu resepsionis kalau ada yang mencarinya,dan dia meninggalkan dua sahabatnya yang seperti biasa akan selalu makan bersamanya itu untuk menyimpan orang yang mencRinya.Setelah bertemu Kiara dan tahu maksud kedatangannya,Santi kembali bergabung dengan dua temnya yang sudah menunggu di kantin perusahaan.


"Siapa yang nyari?"tanya Sri di sela makannya."


"Kiara,"sahut Santi pendek.


"Siapa Kiara?"tanya Luna.


"Ooh...keponakannya Mas Indra,mantan aku dulu."


"Ada urusan apa dia nyari?Bukannya Indra yang ninggalin kamu?"tanya Luna lagi.


"Mmm....cuma ngasih khabar aja kalau ntar malam di rumahnya ada ibadah penghiburan,"sahut Santi santai.


"Ibadah penghiburan itu bukannya kalau ada yang emeninggal,y a,San?Mag siapa yang meninggal?"


"Tadinya sih bapak5,tryus epat puluh hari kemudian disusul ibu,dan yang baru seminggu ini Mas Indra,"sahutSanti.


Uhuuuk....


Uhuuuk....


Uhuuuuuk....


Sri tersedak makanannya.Segera Santi mengulurkan gelasnya yang berisi jus jeruk kepada temannya itu,yang segera diteguk sampai tandas.


"Hati hati,akh...."kata Santi."Nggak ada juga yang mau rebut menu kamu."


Santi lalu melambai dan seorang waitres datang.Dia memesan dua jus jeruk lagi.


"Kamu apa apaan,San?"bentak Sri membuat Santai mengerutkan keningnya.


"Apa?"tanyanya nggak ngerti dwngan maksud Sri.


"Kamu bilang siapa tadi yang meninggal?"


"Bapak dan ibunya Mas Indra,dan baru seminggu yang lalu Mas IU ndea meninggal,emang kenapa?"


"Heh,kenapa kamu bilang?Kamu lupa Indra itu siapa?"

__ADS_1


"Siapa?Mantan aku,kan?"


"Kamu tulalit banget sih,San?Oya bener Indra itu mantan kamu,trua bagiku dan Mas Mono,Indra itu siapa?"


"Loh....loh....loh....Maksud kamu,kamu nggak tahu gitu kalau Mas Indra sudah meninggal?"tanya Santi terkejut


"Kalau nggak ada yang ngasih tahu darimana kami tahu,dodol....,"kata Sri jengkel."Kamu tahu darimana?"


"Mbak Ruri telpon aku jam sepuluh malam,ngabarin kalau ternyata Mas Indra sakit di perantauan,lalu dibawa berobat ke sini,tetapi ternyata sudah tak tertolong lagi.Minggu kemarin aku dan suami aku melayat."


"Kamu lupa ngabarin aku?" sewot Sri merenggut.


"Maaf,bestie....Aku tuh dah kalit banget gitu....Nggak kepikiran ngabarin siapa siapa,suami aku aja aku tinggalin di halaman,loh,"kata Santi.


"Kamu belum move on?"tanya Luna.


"Bukannya belum move on,say...tepatnya penasaran aja,sakit apa Samapi badannya iru kurus kering banget gitu loh,seperti yang tinggal tulang gitu...heran nggak coba?Trus selama dia merantau nggak ngasih khabar juga sama keluarga besar dia,malah pas kedua orangtuanya meninggal dia nggak dateng juga loh,tahu tahu aja jam sepuluh malam aku ditelpon iparnya,diberotahu kalau dia sudah meninggal.Kaget banget kan akunya?Untungnya suami aku iru the best banget.Saat aku sedang bimbang mau dateng atau nggak,dia malah dengan bijaknya nganterin aku.Ahhhh....suami aku jempolan deh...."


"Lebay....,"cebik Luna lalu mereka tertawa bersama,tetapi tidak dwngan Sri.Wajah Sri nampak mendung,matanya juga berkaca kaca,seolah dia sedang ada dalam kesedihan yang dalam.


"Are you oke,bestie?tanya Santi menyentuh tangan Sri.


Sri tidak menjawab,malah langsung memeluk Santi danenangia terisak Isak di pelukan Santi,membiat Santi dan Luna saling ng pandang dan mengediklkan bahu mereka.S ri lalu melepas pelukan danemghapus air matanya.


"lLah...baru nyadar kamu?"


"Santi,seandainya saat itu kamu benar benar menikah dengan Indra,paati sekarang kamu sudah nangis guling guling karena ditinggal mati,kamu jadi janda,"kata Sri.


"Eh....belum tentu juga,ya,Sri,nasib siapa yang tahu?"


"Tapi....,"kata Sri langsung diserobot Santi.


"Tapi aku bersyukur juga,karena dengan dia meninggalkan aku tanpa pesan dn kejelasan,aku bertemu dengan Mas Brian,dan sekarang kami sangat bahagia.Seharusnya aku berterimakasih ya sama Mas Indra?Kalau dia tidakeminggalkan aku,manaungkin akuenerima Mas Brian?"


"Itu yang aku sebutallah adil sama kamu.Eh,namti acaranya jam berapa?Aku mau ngamuk di sana."


"Kamu tuh ya...,"kata Luna mencebik tak suka."Kenapa mau marah di sana?"


"Ya iyalah,Lun....Kami itu bersahabat cukup lama,bahkan Mas Mono sama Indra itu sudah seperti saudara,eh,ada hal seperti ini kamu nggak tahu?Mereka lupa apa?"

__ADS_1


Santienari nafas panjang.Memang keluarga Indra dan keluarga Sri audah seperti saudara,tetapi mengapa sampai keluarga I ndra lupa mengabari Sri?Akh,mungkin karena ribet,adi nggak kepikiran.Dia sendiri.uga sampai lupa tidak memberitahu Sri tentang berita kematian bapak dan ibu Indra.Entahlah,mungkin saat itu pemikirannya pada ngebug karena kejadiannya juga riba tiba,twrlwbih keatian Indra,yag sangat mengejutkan hampir seluruh kelurgan besar.Santi sendiri juga shock mendengar beritanya.


"Acaranya nanti jam tujuh,Sri,aku mungkin pulang kerja nanti,pulang mandi ganti baju langsung berangkat ke sana.Tadi pagi aku sudah membicarakan ini dwngan Mas Brian."


"Suami kamu emang keren abis ,San....",kata Luna."Sayang stok nya cuma satu ya?Kalau ada lagi yang kayak gitu rasanya mau deh nuker suami aku dwngan modelan kayak sua.i kamu."


"Huuuushhhh...."tegur Santi."Jangan sembarangan ngomong,pamali....masing masing orang pasti ada kekurangan dan kelebihannya.Bersyukurnya aku diberi suami yang paket komplit begitu."


"Ini malah pada ngomongin suami sih?"


"Loh kan emang bener suami Santi keren abis.Siapa coba yang mau nganter istrinya ke acara mantan?"


"Halah....lebay...lagian mantan juga sudah meninggal,mau dicari apanya lagi?Tapi Brian emang te o pe bangt.Nggak nyangkal aku kalau itu."


"Jadi gimana,Sri? Ntar kamu berangkat sendiri apa barengan Kam"


"Aku berangkat sendiri ajah,kamu jangan lupa bawa ea batu."


"Buat apa?"


"Buat ngrendem kepala Mas Mono yang mungkin nanti berasap.Aku yakin nyar dia ngomel nggak habis abisnya kalau dengar berita heboh ini.Apalagi ini sudah lewat tujuh hari.Dasar ku juga nggak ingat kami,San."


"Ya maaf....waktu itu malem malem hubinginya,nggak kepikiran juga,apalagi suasana heboh habismana Kia pingsan berulang ulang pula.Okeyantar ketemu di sana."


Merekapun kembali masuk ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan merwka.


Dan seperti yang audah dikatakan Santi tadi siang,sorw ini Santi dan Brian langsung berangkat sepulang dari kantor.Mereka datang lebih awal,karena Santi inginembamtupersiapkan acara hari ini.Dia juga sudah minta ijin pada suaminya untuk membantu.Dan lagi lagi suami idamannya itupun dengan berbesar hati mau mengantarkannya.


Saat Santi sedang sibuk dengan beberapa ibu,dari depan terdengar suara ribut ribut,seperti seorang yang sedang marah marah.Apontan Santi berlari ke depan,siikiti oleh ibu ibu itu.Dan betapa kagetnya Santi melihat Mono maraharaj pada Mas Dewa,sambil mlenunjuk nunjuk ke arah kakak Indra tersebut.Semwntara Sri susuk berpelukan dengan Mbak Ruri tetapi wajahnya juga nampak marah.


"Kita ini keluarga,Waasak kamu lupakan aku dengan masalah sebesar ini.Bapak meninggal kami dilupakan,ibu meninggal kami dilupakan,dan Indr meninggal pun kami dilupakan,apa maksudnya,Wa?Kami sudah tidak mau bersaudara dengan kami lagi?Kamu sudah bosan dengan kami?"teriak Mono marah.Nafasnya bahkan tersengal sengal karena kata kata yang diucapkannya dalam satu tarikan nafas tadi terlalu panjang.Wajahnya audah merah seperti kepiting rebus.Dewa hanya menunduk.


"Maaf,Mon...kami benar benar kalut saat itu.Kamu tahu sendiri,ibu yang keluar masuk eumah sakit,tegapi malah ayah yang lebih dulu meninggal.Belum hilang kesedihan kami,wmptpuluh berikutnya ibu menyusul bapak.Dan yang paling membuat kami hancur dalah kepergian Ik ndta yang mendadak.Kamu pikir saja sendiri Mon,aku bahkan nggak bisa mikir.Maaf,ya,bukqn berarti Ki nggak memghargai.Tapi kami benar benar blank."


"Kamu juga San,"bentak Mono mbuat Santi dan Brian kagwt.


"Eh?Kenapa aku?"


"Ya....kami itu kenapa nggak ngasih tahu Sri?Bukannya kalian satu kantor, swa atu area,meakipun bukan satu ruangan?Nggak bisa gitu apa cerita ke Sri?"

__ADS_1


"Lah...Aku sendiri juga blank,Mas....maaf,audah....audah....semua audah twrjadinggak bisa diulang lagi.Kami minta aaf kalau karena keteledoran kami Mas kecewa."


Mendengar kata kata Santi,Mono dan Sri luluh.Mereka duduk di kursi.Mealipun raut wajahnya masih merah,tetapi Mono sudah bisa dijajal bicara baik baik,meakioun ketua jawabannya.Yaaa....Mono dan Sri marah,karena peristiwa sepenting itu mereka seperti dilupakan.Tetapi memang benar kt Santi,semua sudah berlalu,,tak bisa diulang.


__ADS_2