
Minggu pagi,Indra sudah bersiap.Sejak semalam dia tidak nyenyak tidur,terus membayangkan reaksi kedua orangtuanya dan saudara saudaranya nanti pada Santi.
Santi tak kalah groginya.Sejak semalam dia juga hampir tak bisa tidur,mmebayangkan apa yang akan dia hadpi di rumah Indra.Kalau sambutan keluarga Indra seperti keluarganya,pastilah dia akan sangat bahagia.Sedari pagi dia sudah menyiapkan baju yang akan dikenakannya,yaitu blouse navy dengan taburan bunga warna navy dan celana panjang warna navy.Dia lalu berhias dengan make up yang natural,lipstik yang berwarna pink,disapukan lembut dan tipis dibibirnya,Rambuynya dibiarkannya tergerai dan dia memberi sedikit gelombang di ujung rambutnya,sehingga tampak cantik.
Indra datang jam 10 tepat,dan dia sudah siap.Lelaki itu tampak terpana dengan wanita dihadapannya.Sunhgub,wanita ini sangat luar biasa,meskipun tidak cantik,tetapi dia cukup manis dan menarik,apalahi dengan pakaian yang dipakainya.Huuiufttt.....Indra mendesah dalam hatinya.Sunhhuh sangat luar biasa.Yang ditatap nampak sangat grogi dan salah tingkah.
"Siap berangkat,dik?"tanyanya.
"Eh,ss...siap,mas,"katanya gugup."Ak...aku agak grogi ini..."
"Kan ada aku,"jawab Indra."Kita hadapi sama sama,ya,dik?"
"Kalau keluargaku menolak ku,tidak seperti keluargaku bagaimana?"tanya Santi ragu.
"Sudahlah,dik,kita tidak akan tahu sebelum kita mengeluh.Ayuk berangkat sekarang,nanti kalau kesiangan,di waduk panas loh,"kata Indra.
Santi tersengum.Bari dia ingat kalau Indra menceriakan tentang waduk di dekat rumahnya itu.
"Pakai motorku aja,mas,motormu biar di sini,"kata Santi.
"Boleh,kan motor kamu matic ya,"kata Indra lalu memasukkan motornya ke garasi danenerima kunci motor Santi lalu diapun memakai helm,pun Santi,gadis itu juga memakai helm,tas punggung warna hitam mengkilat melekat di punggungnya,lalu dia mengenakan jaket dan duduk di belakang Indra.Ahak grogi juga meskipun ini bukan yang pertama mereka berboncengan.T tetapi ini kan hari di mana dia kan bertemu dengan kedua orangtua Indra.Sungguh,meskipun Indra sudah menenangkannya,tetapi dia tetaperasa tidak nyaman juga,grogi.Apa yang akan dikatakan oleh kedua orangtua Indra nanti?Bagaimana kalau ternyata mereka menolaknya?Berbagai pertanyaan memenuhi kepalanya.Sepanjang perjalanan mereka tidak terlibat percakapan sama sekali.Indra membawa motornya dengan santai,dan tiga puluh menit kemudian,mereka berbelok,masuk ke dalam sebuah pekarangan yang lumayan luas.
Santi tambah grogi ketika mereka turun dari motor,tiba tiba saja,dari dalam rumahnya keluar banyak orang,m mengikuti sepasang suami istri yang sudH cukup tua,bahkan menurut Santi,mungkin seusia.ne ne knya.S anti melangkah berdampingan dengan Indra lalu menyalami tangan yang terulur dan mencium punggung tangan sepasang suami istri itu,lalu bersalaman dengan semua orang yang menyambutnya.S setelah acara penyambutan itu,kecuali kedua Sumi istri itu,semua orang meninggalkan tempat itu.Tinggalah kini Santi,Indra dan kedua orangtuanya.
"Nak Santi ini temn Indra dari mana,ya?"tanya ayah Indra.
"Mmm....eh....saya temennya temen Mas Indra,pak,"jawab Santi gugup
"Kan Indra sudah cerita,yah,kalau Santi ini temennya Sri,istrinya Mono,kok masih nanya lagi,"protes Indra.
"Oh,iya,ayah lupa...,"kata orangtua itu lalu tertawa pelan."Maklum orangtua,suka lupa.Nak Santi beneran mau jadi bagian dari keluarga kami,jadi pendampingnya Indra?"
__ADS_1
Wajah Santi sangat merona karena tersipu.Sungguh pertanyaan yang to the ponit dari ayah Indra ini benar benar membuatnya tersipu.Ibunya dari tadi hanya diam,mengamatinwajah Santi yang terlihat sangat manis menurutnya.
"I...iya kalau...kalau bapak...eh,bapak dan ibu ti...ti...tidak keberatan,sih,"jawab Santi makin gugup.Indra yang duduk disampingnya meraih tangannya dan menggenggamnya,seolah memberi kekuatan padanya.Wanita itu tambah tersipu ketika tangan kokoh itu menggenggamnya.Perasaanya campur aduk nggak karuan.
"Minum dulu,nak,"kata ibu ramah.
Santi mengangguk lalu .mengambil gelas dan menyesap tehnya hangat dengan hati hati.Ditaruhnya lagi gelas itu.
"Saya ini orangtua,nak,bodoh,tudak pengalaman,tixK mau kalau Indra terluka lagi,"kata ayah Indra.
"Yah,"kata Indra tercekat.
"Tidak apa,Ndra,lebih baik Nak Santi tahu daripada nanti sama saja dan kamu jadi makin terluka,lebih baik diberitahu,"kata ayah Indra.
Indra sudah gelisah dengan kelakuan ayahnya.Dia tahu,pasti ayahnya akan menceritakan masa lalunya dengan Ajeng.S anti yang melihat ekspresi wajah Indra jadi ikut penasaran,sebenarnya apa yang akan dikatakan ayah Indra.
"Nak,kalau Nak Santi tidak serius dengan anak saya,lebih baik tidak usah melanjutkan hubungan ini karena saya sangat takut kalau kejadian beberapa tahun yang lalu akan terulang dan anak saya akan kembali terluka,nak."
"Sebenarnya ada apa,sig,mas?"tanya Santi.
"Dulu....aku pernah berpacaran dan cukup lama,tapi setelah kami mau melamarnya,dia menolak dan ternyata dia sudah bersuami,suaminya pulang setiap 2 tahun sekali,dan aku hanyalah pelampiasannya saja.Sehak itu aku hancur,taj mau kenal wanita lagi,"kata Indra pelan,tapi cukup jelas di telinga Santi.
"Tapi saya tidak seperti itu,kab,mas?"tanya Santi.
"Itulah sebabnya sayaterima hubungan dengan dik Santi karena saya tahu kalau dik Santi tidak seperti itu.Tapi mungkin sekarang ayah yang trauma,karena kejadian itu membuat saya hampir gila,dik,untung saya masih ingat Tuhan,yang akan Menganti dengan yang lebih baik,swhingga saya bertahan sampai saat ini."
"Sebagai orangtua yang pernah melihat keterpurukan anaknya,pastilah saya khawatir,nak,"kata ayah Indra."Saya hanya tidak mau saja kalau nak Santi juga meninggalkan anak saya,dan kejadian lalu terulang lagi,saya yakin pasti akan lebih parah,nak."
"Saya tahu kekhawatiran bapak,tapi saya dan mas Indra sudah mencoba untuk saling melengkapi,pak,dan saya yakin kami pasti bisa."
"Syukurlah kalau begitu,ki sebagai orangtua hanya dapaterestui saja,nak.Mudah mudahan ke depannya nanti kalian akan sangat bahagia,"kata ayah Indra lagi."Kalau begitu saja ke belakang dulu,nak,ayo diteruskan minumnya."
__ADS_1
"Mmm....kami akan langsung pamit,yah,"kata Indra."Dik Santi ingin melihat waduk."
"Ah,ya... ya....ya...ajarkan dia melihat waduk,kalau belum terlalu sore,pulangnya mampirlah dulu kemari,pamit dengan keluarga besar."
"Ya,yah,"kata Indra lalu mereka berdua berpamitan pada kedua orangtua Indra.
Mereka menuju waduk,yang memang benar hanya sekitar seratus meteran saja dri rumah Indra.S setelah memarkir motornya mereka duduk di dangau yang ada di tepi waduk itu.Santi mengedarkan pandangannya.Pemandangan yang sangat indah tergelar di depan matanya,air waduk yang berwarna jernih,di sisi waduk yang jauh di sana nampak pepohonan yang hijau rimbun,entah pohon apa,di tengah tengah waduk ada beberapa perahu yang sedang dipakai untuk memancing g,beberapa orang sibuk di sebuah bangunan semi permanen,ada beberapa pasang mud mudi yang tengah duduk berdua dua,seperti mereka saat ini,beberapa penjual makanan dan minuman,beberapa kedai juga,lalundi salah satu sisi waduk ada jembatan yang sampai di tengah waduk.Indra dduk bersandar di sisi dinding dangai itu,d an merih tangan Santi.
"Sini,dik,kiya kan sudah memutuskan untuk serius menjalin hubungan dan itu bukan hanya sekedar berpacaran,kan?Sini,dduk sini,"kata Indra.
Santi yang tersipu akhirnya juga bersandar di dinding,di sebelah Indra.Mereka melihat keindahan wduk di depan mereka,hanyit dalam pikiran masing masing.
"Apakah ....apakah aah dan ibunya Mas Indra menerima aku?"tanya Santi ragu.
Indra tersenyum lalu meraih tangan kekasihnya.Digenggamnya lembut tangan itu lalu dibawanya ke bibirnya dan mengecup tangan Santi membuat wanita itu makin bersemu merah wajahnya."Aku..aku hanya takut saja."
"Seperti yang dik Santi lihat tadi,kan?Kalau kita serius,mereka hanya bisa merestuinya,karena bagi mereka,kebahagiaan kitalah yang utama."
"Ak....aku juga gak takut yadi dengan kakak Mas Indra yang berbaju biru,seperrinya dia tidak suka denganku,"
"Oooh,mbK Hindun,biasalah,memang tidak ada satu orangpun yang dia suka,dia itu istrinya kakak sulungku,berhatp ar semua warisan ayah tidak dibagi,fapi untuk ya saja.Matre dia itu."kata Indra.'Sudahlah,dik,kita bahas kita saja,yuk,ngapain bahas yang nggak penting."
"Apa mas Indra segitu yakinnya untuk menjadi pendamping ku?"tanya Santi.
"Tentu saja,dik?Apa dik Santi tidak yakin?"
"Kalau aku sih,asal Mas Indra yakin,aku oke saja,Kita jalani bersama,kita nikmati bersama,kita arungi bersama,saling mengisi,saling melengkapi,yaaaah....pokonya kita harus selalu bersama menghadapi semua."
"Dik Santi benar,"kata Indra lalu menarik tubuh kekasihnya itu untuk bersandar di dadanya,mereka menikmati angin sore yang makin kencang itu.Rbut Santi diterbangkan angin kian kemari,bahkan menutupi muka Indra,membuat mereka akhirnya memutuskan pulang,mampir sebentar ke rumah Indra untuk berpamitan dan pulang.
Kebahagiaan terpancar di mata mereka berdua,wajah mereka sangat cerah,secerah mentari sore yang akan mulai tenggelam di ufuk barat.
__ADS_1
Indra mengantarkan Santi ke rumahnya.Sepanjang nalan dari waduk mereka sngt akrab.Meskipun wajahnya merona merah,tetapi Santi dengan bahagianya memeluk pinggang kekasihnya,semwntar Indra menggenggam erat tangan kekasihnya yang melingkar di pinggangnya.Sama sama bahagia,sama sama bahagia,sama sama I gin menjalin kasih dan menjemput bahagia.