AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Meredakan Kemarahan Ibu


__ADS_3

Ibu terlihat sangat shock,memdengar kalau Kiara adalah keponakanan Indra.Hatinya tiba tiba dipenuhi amarah pada Indra,yang setahunya telah dengan tega meninggalkan anak sulungnya itu setelah meminta restu untuk menikahi anaknya.Sampai sekarang beliau masih ingin tahu alasan Indra meninggalkan anaknya tersebut.N afasnya nampak memburu dengan raut wajah yang sangat sulit diartikan.Nampak kalau wanita paruh baya tersebut menahan amarahnya.Dipandanginya anak sulungnya itu dengan tajam lalu dengan ketus bersuara,membuat Kiara menelan ludahnya dengan kesulitan.Nafasnya bahkan tercekat karenanya.


"Keponakan Indra,yang telah dengan tega meninggalkan kamu itu kamu angkat menjadi anak asuh?Heh,terbuat dari apa hati dn pikiranmu?"


"Bu...."kata Santi lembut lalu mengelus lengan ibunya agar kemarahannya sedikit mereda."Dia tidak ada hubungannya dengan Mas Indra yang pergi,bu.Dia hanyalah seorang gadis yang penuh semangat mencapai cita cita tetapi kesulitan,apa kita yang bisa menolong akan diam saja?"


"Kenapa kamu begitu baik,nak?"


"Ibu yang mengajari aku sejak kecil untuk selalu berbuat baik dan membantu kalau aku bisa,kan?"


"Tapi Indra sudah menghancurkan hatimu,kalau kamu lupa,"kata ibu sedikit meninggi."Dia yang audah meninggalkan kamu kala kalian sudah siap unruk menikah,dan pamanmu sangat kegirangan ketika dia tahu kalau kamu ditinggalkan Indra.Masih ingat kamu masa itu?"


"Bu....itu masa lalu,bu,nggak ada hubungannya dengan Kia,"sahut Santi tetap lembut dan tangannya tetap mengelus elus lengan ibunya."Kia,kamu ke Oom gih,kerjain skripsi kamu.Bu...kita duduk dulu,yuk."


Kiara segera menidurkan bayi dalam gendongannya dengan hati hati lalu keluar dari ruangan itu menuju ke ruang keluarga di mana ada Brian dan duo tampan di sana,sementara Santi membimbing ibunya duduk di sofa yang ada di kamar triplets,dan tetap mengelus lembut lengannya.


"Ibu nggak habis pikir,hayi kamu terbuat dari apa?Kia itu keponakan Indra,yang telah mencampakkannya,dan dengan bahagianya kamu jadikan dia anak asuh,heh,kamu waras,nak?"bentak ibu.


Santi tersenyum.Walau bagaimanapun,ini adalah ibunya yang selalu mendidiknya untuk tetap berbuat baik,menolong orang lain kalau kita bisa menolong.Tapi lihatlah sekarang,ibu dwngan hatolembut itu marah dan terluka karena dia menolong orang yang ada hubungannya dengan Indra,yang dalam pemahaman keluarganya memang adalah lelaki yang tidak bertanggungjawab.S epert itu nilai Indra di mata keluarga Santi,jadi Santi hanya menghela nafas dengan lelah.

__ADS_1


"Bu....seandainya pun Kia bukan ponakan Mas Indra,saat bertemu dengan Santi dan Santi tahu di kesulitan sementara Santi bisa membantunya,Santi tetap akan menantunya,bu.Jadi ini tidak ada hubungannya dengan Mas Indra,"kata Santi lembut.


"Tetap saja ibu tidak suka,ya,kalau kamu masih saja berhubungan dengan keluarga laki laki tak tahu diri itu.Ibu nggak akan rela kalau kamu masih saja ada hubungannya dengan keluarga mereka.Apa kata Brian nanti kalau tahu semua itu."


Santi menghela nafas lagi.Kali ini dia harus memberitahu ibunya dengan lembut,agar wanita paruh baya tersebut tidak semakin marah.Pada kenyataannya memang wanita itu masih marah pada Indra,dan tidak mau lagi mengingat masa lalu yang menyakitkan itu.


"Mas Indra sudah lama meninggal dunia,bu,"kata Santi pelan,tetapi mampu membuat wanita paruh baya disampingnya terkejut bukan main.Ditatapnya.anaknya dengan tajam."Ya,bu...Mas Indra meninggal dunia karena sakit di luar pulau.Dia.pulang tinggal jenazahnya saja."


"Dan kamu percaya?"


"Tentu saja,bu,"sahut Santi.


"Santi melayat,bu,bersama Mas Brian ketika Mas Indra meninggal,"sahut Santi.Setitik air bening mengembun di sudut matanya.


Wanita paruh baya tersebut mengangkat dagu anak perempuannya dan menatapnya dengan intens.Menilik wajah sedih anaknya yang sudah ada airmata yng mengalir di pipinya.Dengan penuh kasih beliau menghapus airmata itu.


"Kapan dia meninggal?"tanya beliau sambil mengusap pipi anaknya.


"Sudah lama,bu,bahkan sebelum aku hamil triplets.Aku sudah melepaskan maaf untuknya,bu,aku tidak pernah mau menyimpan luka,meskioun jujur aku sangat terluka karena dengan tanpa alasan dia pergi meninggalkan aku.Aku sempat kelimpungan untuk menghindari Oom Priya waktu itu,untungya Tuhan kirimkan Mas Brian sebagai penolong ku waktu itu.Aku tak akan pernah melupakan kebaikan suamiku,bu.Bahkan dia dengan berbesar hatienweima aku apa adanya,maksudku,menwrima aku yang kala itu masih dalam mencintai Mas Indra,tetapi dia dwngan berbesar hati menerimaku dan berusaha untuk menggapai hatiku,dan itu berhasil,bu,aku bisa melupakan Mas Indra dan menerima dia sebagai kekasih hatiku.Dan sekarang kami saling memandang dengan adanya anak anak kami,bu,kami sangat berbahagia."

__ADS_1


"Tapi ibu nggak setuju kalau kamu menjadikan ponakan Indra sebagai anak asuhmu,enak saja,sudahenyakiri sekarang memanfaatkan pula,"ketus ibu.


"Kia anak baik,bu...Dia anak yang malang,sitinggal ayahnya pergienta kemana,saat usianya masih balita,dan sampai sekarang dia tidak tahu dimana dan siapa ayahnya.Semangat belajarnya luar biasa.Dia punya cita cita luhur,sayangya ibunya tidak bisa menuju semua kebutuhannya untuk kuliah.Aku Hany menambah sedikit agar dia bisa kuliah dwngan twnang tanpaikirkan biaya lagi,bu


Lagipula dengan aku mbantunya,berkatku juga mengalir deras,bu.Usaha kami maju pesat dan pemasukan kami meningkat dari tahun ke tahun.Aku hanya melanjutkan tangan Tuhan untuk menggapai anak itu,bu.Dia anak yang baik,setia dan selalu menghormati yang lebih tua.Dia swlalu semangat dalam belajar dan dia selalu mengutamakan ibadahnya,di samping semangatnya untuk menggapai cita citanya,itulah yangembuat aku memutuskan untuk membantu biaya kuliahnya,mwskioun nggak semua,bu,karena ibunya nggak mau lepas tangan.Ibunya wanita yang hebat,bu,ditinggalkan suaminya tapi dia tak pernah sekalipun mengeluh atau.menyalahkan Tuhan,tetapi dia malah semangat untuk bekerja,menghiduoi anaknya,menjadi single parent yang kuat dan hebat untuk anaknya.Itu yang membuatku memutuskan untuk membantunya."


Ibu nampak diam.Beliau sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Santi yang mau mbantu keponakan Indra,orang yang dianggapnya telah melukai harga diri keluarganya.Beliau masih sangat ingat dan masih marah dengan kelakuan Indra yangeninggalkan anaknya dan rasanya tak rela kalau ada bagian dari Indra yang malah ikut menikmati hasil kerja keras anaknya.


"Tetap saja ibu nggak suka,San,"katanya ketus.


"Bu...Mas Indra sudahwninggal,loh,apalagi yang membuat ibu masih marah padanya?Jangan menyimpan lua,bu,lepaskan pengampunan.Memang nggak mudah,bu,tapi akan sangat tidak baik kalau kita menyimpan luka,apalagi yang membuat luka sudah meninggal,bu,hanya akan menyakiti diri kita sendiri,.merugikan diri kita sendiri.Ibu nggak mau hidup bebas dari rasa marah ibu?Aku audahwlepaskan semuanya,bu,swhingga Tuhan menggantinya dengan yang lebih indah.Lepaskan pengampunan,maka hidup ibu akan jauh lebih bahagia.Itu yang selalu ibu ajarkan kepadaku,kan?"


Ibu menghela nafas lelah.Ya...selam ini beliau selalu mengajarkan anak anaknya untuk tidak menyimpan dendam,tetapi malah beliau sendiri yang masih menyimpan luka sampai sekarang.D dengan tersenyum bwliauenatap anak sulungnya,anak kebanggaan,anak yang selalu ikut merasakan sudah dan senang keldua orangtuanya,ikut embiayai sekolah adik adiknya dan ikut dalam setiap permasalahan yang dihadapi orangtuanya.Beliau memeluknya dwngan penuh kasih.


"Ibu akan berusaha untuk melepas semuanya.Ibu akan bwrusahawmbuang luka itu,ndhuk...Benar katamu,swua hanya menyakiti diri kita sendiri.Teeimakasih sudah mengingatkan ibu."


Keduanya beepwlukan,laluereka segera keluar dari kamar triplets dan menuju ruang tengah dimana Brian sedang mengajari Kia menyelesaikan skripsinya.


"Nak Kia...sambil diminum itu tehnya,kok masih utuh saja...Jangan hanya fokus dengan kerjaan,minum dulu biar seger."

__ADS_1


Santi tersenyum manis.Ibunya sudah mulai menerima Kia sebagai bagian dari mereka.


__ADS_2