AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Akhir perjuangan cinta


__ADS_3

Albi menunduk karena dia tak bisa lagi meredam airnya yang dari tadi sudah merebak.Airmata itupun meluncur deras di pipinya.Tak ada yang bisa menyembunyikan kesedihan melihat kondisi Indra yang mengenaskan.Tubuhny yang kurus kering,seperti tinggal tulang yang terbalut kulit,wajah tirus,pucat tanpa cahaya,t anpa sinar harapan di matanya,seperti tidak ada harapan lagi,menyerah tanpa semangat.Kalau Albi begitu hancur hatinya melihat kondisi Indra begitupun dengan Dewa.Kakak sulung Indra itu lebih hancur hatinya karena kondisi adiknya.R rahasia yang dia sembunyikan dengan istrinya tenntang penyakit adiknya.


"Mas,apakah ada yang tahu kondisi Indra selain kita?"tanya Albi parau,karena tangis yang ditahannya.


Saat ini Indra sedang tertidur pulas setelah disuntik dengan obat oleh dokter,karena sudah hampir tiga hari Indra tak bisa tidur.Entah,mungkin rasa sakit yang di deritanya yang membuatnya tak dapat tidur,irulah sebabnya Dewa minta pada dokter untuk memberikan obat penenang pada adiknya itu.


"Tidak ada yang tahu,Al,hanya aku,istriku dan kamu yang tahu kondisi Indra yang sebenarnya.Keluargaku tahunya Indra merantau dan tak mau pulang lagi karena merasa tak enak sudah meninggalkan Santi kala itu.Setidaknya itu yang selama ini mereka yakini.Hanya kota yang tahu kebenarannya,dan memang sebenarnya buatku sangat berat karena dengan begini,aku terbeban dengan kesalahpahaman keluargaku pada Indra.Aku nggak mau kalau seandainya nanti dia sudah tidak bisa bertahan,keluargaku malah menyalahkan dia karena ini.Entahlah,Al....Aku pusing sekaligus,"keluh Dewa pasrah."Indra terlalu mencintai Santi,Mas,"kata Albi."Sebenarnya,seandainya dia memberitahu Santi tentang penyakitnya aku yakin Santi mau dengan tulus membantunya,setidaknya mencari pengobatan yang terbaik agar dia smbuh.Tetapi pikiran Indra tidak seperti apa yang aku pikirkan,Mas.Dia tidak mau kalau sampai dia menikahi Santi,mereka punya anak,lalu dia meninggal dan Santi jadi janda,anaknya jadi anak yatim.Karena itu dia menyakiti hati Santi dwngan meninggalkannya tanpa penjelasan,sehingga membuat Sa nti frustasi.Sebwnarnya aku juga nggak setuju dengan jalan pikiran Indra,twtapi dia tidak mau dibantah,apa yang sudah dia putuskan,iru yang dia lakukan.Mas Deqa pikir selama membantunya salam persembunyian aku nggak tersiksa?Aku takut seandainya aku sedang bekerja,tiba tiba bertemu dengan Santi dan menanyakan IU ndra,aku tak tahu harus menjawab apa.Aku sudah sangat keterlaluan mbohongonya,aku rasa saat dia tahu kebenarannya,orang yang sangat dia benci pastilah aku,Mas.Secara aku yang sejak pertama kali membantu kebohongan Indra.A ku yang Pertam kaliengatakan kalau Indra pergi ke Kalimantan,untuk menghindari Santi,karena Indra sudah tidak mau berhubungan Dengan Santi lagi.Aku yang menyaksikan airmata dukanya,sakit hatinya dan keputusan asaannya karena Indra.Entahlah,Mas,apa aku bisa berhadapan dengannya lagi nanti,karwna seperti yang Mas Dewa tahu,aku berusaha untuk selalu nvhindae darinya.Aku juga imut terlluka,Mas,melihat Indra seperti ini.Tapi apa yang dapat kita lakukan?Luka ini dia buat sendiri.Dia sendiri yang menoreh luka di hatinya dan di hati Santi."


"Aku juga nggak habis pikir,Al,apa yang sebenarnya ada dalam benak Indra.Sebagai seorang lelaki,aku pasti tahu rasanya saat orang yang kita cintai menjadi milik orang lain.Sakit tak berdarah lebih parah daripada luka bacokan,Al,"kata Dewa sambil tersenyum pahit."Pasti hari hari dilalui IU ndra dengan kepahitan Al."


Albi menghela nafas panjang.Dia sudah tak terhitung melihat luka di mata Indra saat melihat kekasih hatinya bahagia,tegapi itu yang diinginkannya.Saat Santi akhirnya menikah,saat itulah saat paling membahagiakan sekaligus menghancurkan Indra secara bersamaan.Bahagia karena akhirnya kekasihnya tidak harus menerima pernikahan perjodohan dengan pamannya,tetapi hancur,karwna ternyata bukan dia yang jadiempelai prianya.S emua rada itu semakinperparah kondisi kesehatannya.Apalagi ketika melihat Santi yang berbagai akhornya hamil,menjalani kehamilan dengan bahagia,yang selalu bisa disaksikan oleh Indra,dan puncaknya ketika Santi melahirkan dua malaikat kecil yang ganteng ganteng.Sungguh saat itulah yang palingembuat seorang Indra hancur dan sekaligus bahagia secara bersamaan.Entah bagaimana rasanya,hampir tak dapat dibayangkan.A lbi yang setiap saat mendampingi sahabatnya itupuntak tahu bagaimana rasanya,hanya yang ia lihat selalu ada luka di mata sahabatnya itu walaupun bibirnya selalu twrsenyumanis m bahagia kalau menceritakan atau bahkan menyaksikan sendiri kebahagiaan Santi.Dia juga bahagia karena ternyata anak anak Santi terlahir sehat dan ibunya pun sehat,sampai sekarang kedua anak itu tumbuh dengan baik.Indra selalu mengikuti semua kegiatan dan apa yang Santi lakukan dengan keluarga kecilnya.Harinya jadi trenyuh dan terharu jala ayahnya meninggal,justru Santi dwngan ditemani Brian suaminya yang datang dan menenangkan kelurganya.Padahal dia sudah pesimis kalau Santi masih mau menginjakkan kakinya di rumahnya,tetapi itulah yang dilakukan Santi.Bahkan acar acara ibadah penghiburan tiga hari,tujuh hari bahkan yang hampir dilaksanakan adalah empat puluh hari,Santi selalu ada di antara saudara saudaranya dan tidakemunjujkan kebencian sama sekali.Itulah yang membuatnya tidak menyesal telah merelakan Santi hidup bahagia meskipun bukan de Ngan dirinya.Dia rela hancur melihat kebahagiaan Santi dwngan orang lain dan salah paham dengannya,meskioun mungkin sampai mati,dia rela.


"Uuuuuh...."lenguh Indra,membuyarkan lamunan Albi dan Dewa.Mereka melihat ke arah Indra yang mengerjap nverkapkan atanya,seolah sedang membiasakan diri dengan cahaya yang masuk ke matanya."Al.....hauuussss...."


Albi segera berdiri dan meraih gelas di atas meja di samping bed nya,lalu mengarahkan sedotan ke mulut Indra dan membantunya minum.Hampir setengah gelas masuk ke kerongkongannya yang kering lalu di mengisyaratkan dengan tangannya tanda cukup.Albi menruh gels ke tempat semula.

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu,Ndra?Sudah lebih baik?"


"Berapa lama aku tidur,Al?Rasanya sudah sangat lama aku tidur,"kata Indra pelan."Mas Dewa belum pulang?Bagaiman kalau orang rumH nanti mencari Mas Dewa?Pulanglah,Mas,aku si Aini ditemani Albi.""Tidak,Dik,"sahut Deqa,menggelwng gelengkan kepalanya."Aku akan di sini,menwmani kamu,samapi kamui pulang."


"Aku sudah nggak apa apa,Mas,pulanglah,kaaihan kalau Mas juga ikut si sini menemani aku,siapa yang akan bekerja?Biarlah Albi yang menungguikui sepulang diaa kerja.T okh si Aini aku tidak sendiri,ada banyak perawat yang siap siaga menolong pasien saat dibutuhkan.Sungguh,Mas,aku nggak apa apa.Kamu juga harus istirahat',Al,kamu besok harus kerja kan?Aku akan tidur lagi.Tidurlah,Al.Mas Dewa,pulqnglah,aku sama Albi aja."


Dewa nampak ragu.Diaemng besok harus bekerja,karwna hari ini yadi dia sudah bolos.Sudah dua hari dia ijin untuk mwnani Indra di rumH sakit ini,semwntara Albi akan datang jam limaan,swpulang dia kerja,dan akan kembali meninggalkan Indra jam setengah delapan pagi untuk kembali bekerja.Karwna keras kepalanya Indra,siang hari tidak ada yang menjaganya,hanya dititipkan pada perawat jaga,padahal di rumah banyak saudara saudaranya yang menganggur di rumah,twtapi mereka tidak mau memberitahukan hal ini pada keluarga mereka.Albi menatap Dewa dan mengangguk.


"Nggak apa apa,Mas,biar Albi yang nemenin Indraa malam ini,Mas Dewa pulang aja.Sudah dua hari.Mas Dwqa ada di rumah sakit,tajutnya malah pada curiga,Mas.Mas pulang aja,nggak apa apa,aku sanggup njagain Indra sendiri.Sudah sering aku hanya berdua dengan dia,Mas."


"Titip Indra,ya,Al....makasih sudah selalu ada buat dia selama ini.Kamu emang sahabat terbaiknya.Aku pulang dulu,"kata Dewa menghapus air matanya dan air mata adiknya,lalu dengan senyum samar,dia melangkah menuju pintu keluar dari bangsal itu.Tetapi belum juga dia keluar dari bangsal itu,dia mendengar Albi berteriak memanggil Indra,membuatnya berbalik dan kembali berlari menuju bed adiknya itu.


"Ndra....Ndra...."pekik Albi sbolenghoyang goyangkan tubuh ringkih Indra.Tetapi tak ada gerakan sari tubuh ringkih kurus kering itu."Ndra,jangan buat aku ketakutan,Ndta."


"Dik....bangun Dik....Mas belum pulang,Dik....bangun....bangun.....Albi,pqnghil dokter...."

__ADS_1


Albi yang gugup segera berlari keluar mwmnagiil dokter,padahal di tas bed Indra ada tombol yang bisa dipencet untukwmanggil dokter,tetapi karena panik,,diaalh bwrlri dengan tergesa ke ruang piket perawat.Twrgopoh gopoh dokter,perawat dan Albi berlari ke ruang rawat I ndra.Di sana Dewa masih mengguncang guncang tubuh adiknya sambil terus meneriaki namanya.


"Mohon bapak bisa keluar sebentar,biarkan kami yang mencoba menangani pasien"kata dokrwr itu ramah,twtapi berwibawa."Silakan tinggi si luar,Pak."


Dengan lesu Dewa keluar,lalu menghempaskan bobot tubuhnya ke bangku panjang di depan ruang rawat adiknya itu.Sepulih menit kemudian,pintu terbuka,menampilkan wajah sedih dokter yang menangani adiknya.Dwwa segera berdiri menyambut dokter tersebut.


"Dokter.....,"katanya.


"Mmm....maafkan kami,Pak....Mas Indra sudah menyerah pada tkdirnya....Kai audah berusaha sebaik mungkin,twtapi Sang Pemilik sudah menghendakinya pulang....Saya turut berduka,Pak."


Dokter itu menepuk lengan Dewa lalu berlalu dengan wajah sedih.Ya,meskioun bukan keluarganya,twtapi sebagai seorang dokter dia juga ikut merasakan apa yang dirasakan keluarga pasien,apalagi paieannya ini sudah lama divonis hidup hanya tiga bulan lagi,tetapi karena semangatnya,dia bahkan bisa bertahan sampai dua tahun,tetapi hari ini,di audh menyerah.Tak ada kata pamit pada sahabat yang selalu menemaninya setiap waktu.Tak ada kata pamit pada kakak yang menyayanginya kecuali pelukan erat yang masih terasa hangatnya di badan Dewa,laki laki itu pergi.Yaaaa...Indra sudah pergi dengan tenang.Pergi meninggalkan dunia ini,meninggalkan kekasih hati yang sekarang sudah bahagiameakioun masih dalam kesalahpahaman tentang perpisahan tanpa alasan yang jelas mereka.Deqa merosot si bawah bed Indra begitu juga Albi yang nampak sangat bersuka,jaruh terduduk di bawah bed yang sama.Sahabatnya sudah pergi.Semuanya sudah berakhir.Pwejuangan Indra untuk melihat kekaihnua bahagia sudah berakhir dengan kebahagiaan sang pujaan hati,twtapi kepedihan buat dirinya sendiri.Sungguh,Albi merasa sangat sedih saat ini.


"Selamat jalan,kawan,selamat jalan sahabatku. I nilah akhirnya....semoga kamu bahagia di alam sana,sepeeti apa yang telah kau lakukan untuk seseorang di sini.Inilqh akhirnya....Akhir dri perjuanganmu membuat kekasihmu menemukan Kebahagiaanya.Selamat jalan kawan...Doaku menyertai perjalanan pulangmu.Damailah kau di surga.Aku akan selalu penuhi janji untuk tidak memberitahu Santi apa yang sebenarnya.Biarlah rahasia ini kita bawa sampai mati."


Dewa berdiri lemas.Sitariknya Albi untuk berdiri dan ereka berpelukan dengan tagis kesedihan.Ya....inilah akhir dari perjuangan cinta I ndra untuk Santi.

__ADS_1


__ADS_2