AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Lima anak kesayangan


__ADS_3

Setelah berbagai masalah yang datang dalam hidup rumahtangga mereka,kini mereka semakin saling mengasihi.Santi yang telah kembali bekerja di kantor,selalu meluangkan waktu meski hanya beberapa menit untuk menanyakan kabar kelima anaknya,baik melalui suster mereka maupun melalui bibi.Dia juga selalu menyempatkan diri untuk mengantar si kembar ke sekolah mereka,yang membuat duo tampan itu makin merasa diistimewakan oleh sang Mama.Setiap hari mereka pasti menyempatkan sarapan bersama dengan penuh hangat dan canda.Meskipun sibuk dengan pekerjaan kantornya,Santi selalu meluangkan waktu untuk memasak sarapan untuk keluarganya.Dan menu sarapan pagi favorit duo tampan itu adalah nasi goreng seafood,bertabur irisan telur dadar tipis.M enu yang tidak pernah membuat mereka bosan,walau harus setiap hari menyantapnya karena memang nasi goreng buatan sang Mma sangat istimewa.Begitupun Brian yang selalu meluangkan waktu menemani keluarganya menghabiskan waktu sarapan mereka.Sekalu saja ada cerita yang mengalir dalam momen momen manis itu.Seakan tak habis rasa yang luar biasa itu selalu menanti setip hari hari mereka.


Begitu juga dengan pekerjaan dan juga resto mereka,semua berjalan lancar.Bahkan sekarang mereka sedang mencoba keberuntungan dengan membuka resto di kota tempat tinggal orangtua Santi.Karena Merry dan Wahyu yang hanya ibu rumahtangga,maka Santi mencoba membuka peluang untuk kedua adiknya itu dengan membukakan resto di sana.D ia juga merekomendasikan dua orang karyawannya yang masih lajang,yang sudah sangat profesional dalam memasak untuk menghandle dulu resto yang dibukanya di kotanya itu.T entu saja kedua saudaranya itu sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya.


Hari ini,seperti biasa duo tampan itu duduk di meja makan,menanti dengan sabar sajian nasgor seafood seperti biasa dan sang Papa duduk dengan secangkir kopi yang uapnya masih terlihat mengepul.Santi memberikan dua piring nsgor itu kepada dua jagoan tampannya.


"Silakan dimakan,sayang...Jangan lupa berdoa dulu,yak..."


'Terimakasih Mama tersayang..."sahut keduanya bersamaan,membuat Papanya mendongak melihat mereka.


"Eeh....apa tadi?Mama tersayang?Enak saja....dia kesayangan Papa,ya,"kata Brian posesif,membuat Santi tertawa dan mengusap lengan sang suami.


"Diiiih....Papa nih nggak ada ngalah ngalahnya ya sama anak..."kata Satriya dengan mulut mengerucut lucu.


"Sudah...sudah...ayo dimakan,sayang sayangku...Papanya mau makan apa ini?Mau sama dengan dua kesayangan atau mau roti isi saja?"tanya Santi melerai.


"Mau roti isi,Mama sayang,"Rajuk Brian membuat kedua kembarnya menghentikan suapan mereka.


"Stop,ya,Pa....,"kata Satriya tidak suka."Ini kesayangan kami."


"Istri Papa,jangan lupa itu...,"sahut Brian santai,tetapi menuai protes dari dua bocah tampan di depannya.


"Mama aku!"


"Kesayangan aku!"


Teriak Satriya dan Surya bersamaan,mbuat sang Mama hanya menggeleng gelengkan tak percaya dengan ketiga lelakinya itu.


"Sayang....,"Katanya dengan pasrah,l alu meletakkan dua tangkuo roti isi di depan suaminya yang tersenyum menang dri kedua anaknya.


"Tuuuuh....Papa bilang juga apa?Dia kesayanganku,buktinya,dia memanggilku sayang,"ledek Brian makin memggoda kedua putra tampannya itu.

__ADS_1


Huuaaaaa.....


Huuaaaaa.....Huuaaaaa....


Santi terduduk pasrah dengan ta gisan kencang keduanya.Brian bahkan hanya tertawa tawa nakal melihat mereka membuat sang istri makin jengkel saja.D itepuknya lengan sang suami yang jahil memggoda kedua putra mereka.


"Hai....hai....hai....Nggak malu nih,kakak kakak,kalau sampai triplets denger?"tanya Santi menghapus airmata si kedua pipi chubby mereka."Masak,jagian Mama nangis,iiih...Nggak.banget,deh..."


"Papa...Papa nakal,mama sayang,"sahut Satriya di sela isakannya.


"Iya,mama sayang....Mama kan miliknya kami,ya...,"Rajuk Surya.


"Hmmmm....bener,sayang sayangnya Mama....Mama memang milik lima anak Mama,tapi....Mama juga miliknya Papa...,jadi....Mmmmm...gini,nich,sayang....Kakak Satriya sayang nggak sama adik Surya?"


"Sayang banget,Ma. ..,"sahut $atriya,dan itu membuat Surya memberikan pelukan hangat.


"Surya juga sayang kakak,"sahut Surya,sambil memeluk kakaknya itu.


"Naaah....seperti itulah rasa sayang Mama pada kalian semua...Tidak ada yang lebih istimewa,semuanya sama,baik itu sayang Mama ke kakak Satriya,kakak Surya,Keenan, Kirana,Karisma,Papa,semua sama besarnya."


"Jadi Papa nggak lebih besar,Ma?"tanya Satriya yang sudah tidak lagi terisak."


"Nggak lebih besar dari kami,kan,Ma?"tanya Surya juga.


Santi tertawa mendengar pertanyaan keduanya lalu kembali ke tempat duduknya,setelah keduanya tampak tenang.Dia lalu menyesap teh panas,yang sudah berubah jadi hangat karena drama yang dibuat suaminya.


"Nggak ada yang lebih besar,sayang...Seeeemuanya saaaaama,"kata Santi dwngan ekspresi jenaka,membuat kedua anaknya tertawa terbahak bahak dan suaminya tersenyum bangga.


sebeBagaimana dia tidak akan bangga?Istrinya itu selalu punya cara untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam rumahtangga mereka,s eberat apaun Maslah itu,apalagi ini cuma Maslah kecil yang tercipta di meja makan.


"Tuh,Pa...Dengerin Mama,kita juga disayang sama besar seperti Papa.Ibaratnya kasih sayang Mamavtuh semangka,ya dibelah enam,sama besar,"sahut Satriya.

__ADS_1


"Huuum...Kakak benar,"sahut Surya.


"Eeeh....semangka dibelah enam?Banyak amat,kak?"sahut Brian membuat Santi menatapnya mengingatkan untuk tidakbuat drama baru,arau mereka akan kesiangan.


"Iya,Papa...Enam....Satu untuk Satriya,satu untuk Surya,satu untuk Kee,satu untuk Karis,satu untuk Kiran,sisanya untuk Papa."


"Diiih....Papa cuma dapat sisa nih?"


"Sama besar Papa,tapi Papa harus ambil yang terakhir,dulukan kami anak anak Papa,"kata Surya diangguki oleh Satriya,dan itu sukses membuat Santi dan Brian melongo dwngan hasil analisa kedua anak mereka.


"Pintarnya anak anak Mama,ya sudah ,segera selesaikan makannya ,Mama sudah selesai ini,sudah mau berangkat.Bareng Mama atau Papa?"


"Bareng Mama aja,ya,Ma,papa nggak apa apa kan?"


"Yeee....harusnya Papa yang bareng Mama."


"Yang,jangan mulai lagi,ya....Ini sudah hampir jam tujuh loh,aku nggak mau telat."


"Iya...iya...maaf,sayang... Nggak akan aku ulangi lagi,deh....Oke boys....kalian bareng Mama,Papa akan ikuti dri belakang."


Samti lalu berdiri dan segera masuk ke kamar triplets,memastikan ketiga bayinya sudah tidur lagi lalu ke kamarnya,mengambil tas dan perlengkapannya,lalu menuntun kedua anak kabarnya dan menaikkanereka di kursi depan,samping kursi supir,lalu dia sendiri segera dusun si belakang setir danulai menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya,menumi sekolah ai kembar.Sepainya di sana,diaenurunkan ai kembar lalu menemui gurunya dn berpesan kalau hari ini dia sendiri yang akanemjemput si kembar.Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju perusahaan tempat selama ini ia berkarir.Dia sampai di perusahaan dan segera masuk ke kantornya.


Siang harinya,dia menyempatkan waktu untuk menjemput si kembar.Duo tampannya masih setia menunggu ditemani satpam sekolah,danelompat lompat girang ketika melihat mobil mamanya memasuki halaman sekolah.S setelah mengucap terimakasih pada satpam sekolah,Santi mbawa anak anaknya pulang.Sepanjang perjalanan dia sangat terhibur dengan celoteh kedua putranya tentang sekolah mereka hari ini.Mereka sampai di rumah dan setelah mencuci kaki dan tangannya dia masuk ke kamar triplets.Ketiga bayi yang berusia empat bulanan itu nampak aktif dwngan gerakan tangan dan kaki mereka.Dengan gemas dia menciumi ketiganya bergantian.Sateiya dan Surya yang audah selesai berganti pakaian juga bergabung dengan mamanya,dan mereka bersama sama ada di ranjang besar triplets,ranjang yang sangat besar yang bisa menampung mereka semua.


"Aku mau dekat Kee,Ma,"kata Surya.


"Sini,nak..."sahur Santi lalu bergeser supaya Surya bisa berbaring di sebelah Keenan."Kakak mau dekat siapa?"


"Kakak mau di antara Karis dan Kiran,Ma,"jawab Satriya.


"Oh...oke,kak,sini,"jawab Santi.

__ADS_1


Jadilah formasi merke yang sangat akrab.Keenan,Surya,Karisma,Satriya,Kirana lalu Sang Mama.Mereka berenam di atas ranjang besar itu.Bi Minah yang masuk tersenyum haru.Bagaimana tidak?Majikannya tengah tiduran dwngan lima anak kesayangannya.Pemandangan yangembuat siapapun akan meleleh melihatnya.


__ADS_2