
Hari ini Santi ada kegiatan diluar kantornya.Managemen keuangan yang dipegangnya mendapatkan apresiasi dari beberapa perusahaan lain,yang ingin menimbulkan ilmu,untuk mencontoh manajemen yang sudah diterapkan oleh Santi.Mereka kagum karena arsip yang sangT detail dan rapi,yang dibuat oleh Santi dan anak buahnya.Hampir setengah hari mereka menimba ilmu,dan saat makan siang,merekapun bersama ke ruang perjamuan yang telah disiapkan.
Santi mengambil makanannya,piringnya lebih dipenuhi dengan sayuran,dengan sedikit nasi,lalu duduk di sudut ruangan yang dia rasa sangat nyaman.Dia menikmati makannya dengan tenang,sampai dikejutkan dengan bunyi ponselnya.Penasaran,diaelihat peneleponnya dan tersenyum melihat nama itu,Indra.Segera digesernya icon warna hijau itu.
"Hallo,"sapanya lembut.
"Hallo,dik,"jawaban Indra juga tak kalah lembutnya."Lagi di kantor,ya?"
"Oh,nggak Mas,lavi di hotel ini,"sahut Santi,membuat yangenelepon terkejut.
"Hotel?"teriaknya kaget.
"Eh,i...iya...lagi ada seminar di hotel,dan ini lagi makan siang,"sahut Santi gugup,menyadari keterkejutan Indra.
"Hhhhh,"keluh Indra lega."Kirain...."
"Pasti mikir yang nggak nggak,yaaaa,"seloroh Santi."Aku juga kalau nggak karena acara kantor nggak akan ke hotel,mas.Mas sudah makan?"
"Tadinya mau ajakin kamu makan,tapi karena kamu sedang sibuk,ya,sudah,mungkin lain waktu saja,ya,dik.Selamat makan,selamat bwrtugas,"kata Indra."Oh,ya,dik,besok kamu pulang jam berapa?"
"Kalau nggak ada jadwal lembur,paling jam empat,mas,tapi kayaknya nggak ada lembur,deh,secaa ini kan baru tengah bulan,belum akhir bulan,biasanya akhir bulan aku harus lembur."
"Besok aku ke rumah,ya?'
"Boleh,mas,silakan."
"Baiklah,dik,selamat siang,"kata Indra menutup teleponnya.
Santi menyimpan ponselnya ke saku blazernya,lalu melanjutkan makan.
Sebenarnya banyak yang memperhatikan Santi saat ini,tetapi Santi seolah tidak peduli dengan mereka,asyik menikmati makanannya.
Brian mendekatinya,lalu dudk di depannya dan mulai makan.S anti mengangkat kepalanya lalu tersenyum sopan pada Brian.Dia adalah kepala keuangan PT Abadi.
""Mbak Santi kok menyendiri di sini,sih?"tanya Brian,memecah kesunyian diantara mereka.
"Asyik aja,Pak Brian,"sahut Santi tersenyum."Saya ingin menikmati makanan ini,dengan sendiri begini.Pak Brian sendiri kenapa nggak bergabung dengan yang lain,malah di sini menemani saya."
"Yaaaah....ingin aja,mbak,"sahut Brian tersenyum."Mbak Santi ada waktu nggak besok sore?"
"Oh,maaf,besok sore kayaknya nggak bisa,deh Pak,"sahut Santi."Memangnya mengapa,pak?"
"Enggak....cuma mau memperdalam ilmu aja,"sahut Brian santai.
"Kan sudah saya bagikan di sini,pak,"kata Santi.
"Yaaaah pengin lebih detail aja,sih,tapi kalau nggak bisa ya nggak apa apa,"kata Brian."Kapan mbak Santi ada waktu?"
"Ntar,deh,aku cari waktu luang buat ketemu pak Brian,"kata Santi kalem."Saya sudah selesai,pak,bapqk masih mau lanjut makan?"
"Nggak akh,saya juga sudah selesai,"sahut Brian,lalu mereka melangkah beriringan ke meja yang dipenuhi dengan gelas air putih,mengambilnya dan meminumnya lalu melangkah beriringan ke ruang seminar.Hampor semua mata menatap mereka.Dewi,yang lama naksir Brian bahkan tak berkedip melihat orang yang disukainya itu berjalan santai di samping Santi.Bagi Dewi,Santi tak punya kelebihan apapun.Dari segi wajah,dia jelas jauh lebih cantik,dari kendaraan,dia ke sini naik mobil,sedangkan Santi hanya naik motor,dari segi tubuh,dia jauh lebih proposional,karean memang bentuk tubuhnya yang sempurna,dan Santi hanya biasa saja.Tetapi tetap saja dia iri karena Brian malah mendekati Santi daripada dirinya.
"Pak Brian,pak,"panggilnya,membuat Brian dan Santi menghentikan langkah mereka.
"Ya,mbak Dewi?"sahut Brian.
"Coba sini sebentar,ada yang mau aku omongin,"kata Dewi.
"Sana,pak,sepertinya ada yang penting loh sari mbak Dewi,"kata Santi lalu meninggalkan Brian yang bengong.
Setelah Santi kembali ke meja di depan ruang seminar,Brian mendatanvi Dewi yang menunggunya.Santi ak mpedulikan mereka tokb dia juga tak ada hubungannya dengan mereka.
Setelah istirahat',seminar dilanjutkan,dan Brian tak pernah lepas dari memandang Santi.Ada kekaguman di dalam hatinya,meskipun Santi bukan wanita yang cantik,getapi cukup manis juga.Wanita itu cerdas dan kata katanya tegas,sorot matanya tajam dan berwibawa.Brian suka itu.
__ADS_1
Jam dua siang,seminar itu selesai.Merekabubarkan diri.Santi membenahi bahan bahan semi arnya,menutup laptopnya danemasukkannnya ke dalam tas laptop,memberesi tasnya lalu beranjak keluar.Yednyata Brian masih ada di sana,menunggunya.
"Mbak Santi pulang naik apa?"tanyanya.
"Naik motor,mas,kenapa?"
"Ya,nggak apa apa,mbak,kirain nggak bawa kendaraan,saya bisa kasih tumpangan,kan dari sini saya harus melewati kantor mbak untuk sampai ke kantor saya,"kata Brian.
"Terimakasih tawarannya ,pak,tapi saya lebih suka naik motor,"kata Santi.
"Kenapa?Mobilnya kenapa?"
"Lebih asyik naik motor,pak,tapi kalauusim hujan,baru saya naik mobil,"kata Santi.
Dewi yang di belakangnya jadi tertegun.Dia kira Santi tidak punya mobil,twrnyata dia lebih suka naik motor."Mari,pak,saya duluan."
Santi meninggalkan tempat itu dengan motornya.Dia kembali ke kantor,dan mengerjakan kembali pekejaannya.Npak diaenverurkan keningnya.
"Ruth,"panhhnya pada asistennya.
"Ya,mbak?"
"Coba kamu panggil Selvie, ini kenapa laporan keuangan bagian pembelian ruwet begini,ya?
kata Santi melihat laporan keuangan bagian pembelian.
Ruth mendekati bosnya itu lalu ikut melihat berkas si tangan Santi.Dia juga imut terkejut.Ada perbedaan yang sangat signifikan dari laporan keuangan bagian pembelian dengan laporan dari gudang.Karean penasaran diapunenelepon Selvie,kepala bagian pembelian.Tak lama Selvie datang dan Santi menunjukkan hasil laporan bagian pembelian.S elviepun nampak kaget melihatnya.
"Maaf,San,yadi aku belum membacanya ,sih,"kata Selvie merasa bersalah.
"Sudah ada tandatangani,loh,Vie,"kata Santi.
"Iya....iya...,"sahut Selvie panik."Tadi itu aku dapat telepon kalau anakku sakit,jadi sewaktu Lia menyerahkan berkas untuk kutanda angani,langsung kutanda tangani tanpa membaca.Maaf,baru kali ini aku ceroboh,San."
It's oje,bestie,rapi coba kamu konfirm deh,sama bawahan kamu,karena ini bagian kamu,y yang tenang,janfan panik,karena kalau kita panik,pazti akan ada saja sedikit kekeliruan.One,Vie,kamu revisi dulu,yaa."
"Tapi apA,Vie?"tanya Santi.
"Jangan hari ini,ya,San,hari ini aku beneran pengin cslet pulang,deh,anakku sakit,"keluh Selvie.
"Kan sepuluh menit lagi pulang,Vie,emang sakit apa?"
"Belum tahu,San,"sahut Selvie cemas.
"Kok nggak ijin aja tadi?"
"Takut,San,HRD nya kayak macan gitu,"kata Selvie.
"Dijempul Bagus kamu?"
"Nggak,mas Bagus nu gguin anakku,aku mau nIk taxi aja,"kata Selvie.
"Mau naik motor?"tnya Santi.
"Ka
u .au anterin aku?Mau...mau...mau....,"kata Selvie semangat.
Mereka pulang naik motor.
Keesokan harinya,Selvie nggakasuk,karean anaknya masuk rumah sakit,jaxilah pekerjaan yang kemarin tertunda.Sepwrti biasa,Santi mengecek setiap laporan keuangan yang sudah diuun di mejanya,tanpa terasa sudah sore,diapun melangkah ke tempat parkir dan pulang.
Sampai di rumah,dia heran karsan ada motor,yang belum pernah dia lihat ada di halaman rumahnya.Pinru rumahnya juga terbuka lebar.Setelah dia parkir motornya,dia lalu masuk rumahnya,dan di ruang tamu dia tersenyum melihT Indra duduk ditemani tukang kebunnya.
__ADS_1
"Sudah lama,mas?"tanyanya.
"Belum,paling sepuluh menitan,ya,kan,pak?"
"Eh,iya,mbak Santi,baru saja kok,karenabak Santi belum pulang,yaaa saya temNi saja,kasihan kan kalau harus nunggu sendirian,"kata pak Dodo.
"Makasih,ya,pak,"kata Santi tersenyum lalu menoleh ke Indra."Aku ganti baju dulu,ya,mas?"
"Iya,iya,silakan,'kata Indra.
Santi masuk ke kamarnya,mandi,karean di kamarnya memang ada kamar mandinya,lalu berganti pakaian casualnya,TShirt Biru muda dan jeanz navy .Dia menyisir rambutnya lalu keluar.Indra yang melihat itu berdecak kagum.Meskipun tidak merias diri,Santi tetap menarik.Hadum parfumnya yang aroma melati,membuat Indra merasa sangat nyaman.
"Makasih,pak,sudah ditemani,pak Dodo boleh kbali,"kata Santi."Kok nggak datang setelah jam empat aja,mas?Jadi nggak enak kan nungguinnnya lama."
"Tadi habis tutup toko langsung ke sini,"kata I ndra.
"Sudah mandi?"
"Ya sudah ,dik,masak aku ceritakan detail,sih,"kaya Indra tertawa.Santi juga tertawa.
Indra memakai Tshit navy dan jeanz biru telur bebek,sepatu Kets hitam.
"Minum,mas,"kata Santi.
"Sudah hampir habis ini,"katanya."Kita bicara di sini atau keluar,dik?"
"Di sini ajalah,mas,males keluar,"kata Santi."Mas Indra sudah makan?"
"Tadi siang sudah,sekarang sih belum,"sahut Indra mengulum senyum.
"Gimana kalau kita makan dulu?Ntar ya,aku liat bi Minah masaknya selesai belum."
Santielangkah ke dalam,menuju ke dapur,dilihatnya pembantunya itu sudah menyiapkan hidangan di meja makan.
"Sudah masak,ya,bi?"tanyanya.
"Sudah,mbak,ini bibi masak spesial,karena ada calon tuan,"kata bi Minah menghod majika nya,membuat Santi tersipu.
"Bobik bisa aja,"katanya tertawa kecil."Bobik setuju,saya sama mas I dra?"
"Yaaaah terserah mbak Santi,bibi sih,tinggal terima aja,kan,tapi sepertinya dia orang baik,mbak."
"Ya elah bobik,kalau penjahatana mau Santi kenalan,bisa aja bi ik ini,sebentar,saya uandang dia ke sini,kasihan,katanya belum makan."
"Iya,mbak,bibik permisi ke belakang,"katanya lalu pergi ke belakang.
"Yuk,mas,makan dulu,bibik dah selesai masaknya,"kata Santi,lalu mereka melangkah beriringan ke meja makan.Santi duduk dan mempersilakan Indra duduk juga."Silakan,mas."
Indra mengambil nasi dan lauk pauknya lalu mulai menikmati hidangan itu,sesekali mereka bercakap-cakap lalu tertawa,tersenyum,saling lempar pandang,fan tersipu.Hampir setengah jam mereka makan,lalu merekaenuju ke depan lagi.Kali ini mereka tidak di ruang tamu,tetapi di teras.Dusuk berdampingan,meskioun masih ada jarak,membuat mereka berdebar juga.
"Dik...."kata Indra pelan,takut,ragu,minder jadi satu.
"Hmmm?"sahut Santi menatapnya lembut.
"Boleh tidak kalau aku akan mencoba menjadi pendamping yang kamu inginkan vinkan itu?Mungkin aku tidak sempurna,twtapi aku mberanikan diri untuk mencoba agar kita bisa saling memahami,saling menerima,saling melengkapi,tapi semua terserah dik Santi juga,sih,karena aku ha.ya begini adanya."
Muka Santi bersemu merah.Ada gurat bahagia di sana,saat menyadari kalau lelaki di depannya ini menawarkan perlindungannya.Indra nampak berdebar menunggu jawaban keluar dari mulut Santi.
"Baiklah,mas,kita mencoba untuk menjadi pasangan yang saling memberi,menerima,melwngkapi,memahami,menguatkan dan kita akan bersama melakukannya."
Indra bernafas lega.Dwmgan mberanikan diri dia menggenggam tangan Santi,membuat gadis itu terkejut dan memegang,baru kali ini I ada lelaki yang menggenggam erat tangannya,itu membuatnya sangat salah tingkah.
"Kita akanencoba menjadi yang terbaik,mudah mudahan Tuhanbuat kita berjodoh,dik,"kata Indra.
__ADS_1
"Aamiin,"lirih Santi.
Suasana menjadi sangat kaku,karena merekaasih Sam sama malu dan terkejut dengan kejadian hari ini.Jam delapan malam Indra pamit pulang.Ada yang mbuncah di dadanya,rasa bahagia yang belum pernah dia rasakan selama ini,karea. sampai di usianya ini,dia belum pernah sekalipun menjalin hubungan dengan wanita.Santilah yang pertama,pun bagi SantiIndralah yang pertama.Mereka jatih cinta seperti sepasang ABG,yang baru jatuh cinta.