AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Minggu Minggu yang penuh persiapan


__ADS_3

Kegembiraan anak anak itu. makin lengkap,ketika ayah mereka pulang.B Rian juga bAngga ketika duo tampannya menunjukkan hasil kerja keras mereka.D dengan senyum lebar dia memuji hasil kerja keras mereka,meskioun sebenarnya orang orang dewasalah yang banyak mengerjakannya,semwntara mereka hanya mengabulkan sesuatu atau membantu megang kertas atau mengambilkan gunting dan lem,tetapi mereka sangat bangga ketika kedua orangtua mereka memuji hasil kerja mereka.


Keesokan harinya,mereka mengawali hari dengan sarapan bersama.Saat sarapan itulah Santi nampak meringis menahan sakit,membuat Brian dan yang lainnya cemas dan khawatir.Brian segera mendekati istrinya dan mengelus perutnya yang memang sangat besar itu,sehingga istrinya nampak sangat kepayahan hanya sekedar untuk berjalan saja.


"Apakah sakit,sayang?Ni baru Minggu ketiga puluh,kan?"


"Iya,Pa...kata dokter Mina memang akan mengalami kontraksi palsu,karena yang di perut kan tiga,nggak seperti dulu...Huuuuuffffft...."


Santi menghembuskan nafas panjang.Lalu dia menghirup nafas lgi dan mengeluarkan lewat mulutnya,begitu berulang ulang,sampai rasa nyeri di perutnya memudar dan terasa kembali nyaman.


"SudH,sekarang istirahat' aja,yuk,aku antar ke kamar,"kata Brian.


"Ke teras aja,Pa,aku bosan di kamar.Biar di teras aja.Nanti tolong antarkan anak anak ke sekolahnya,ya,biar nanti siang Pak Dodo yang jemput."


"Pasti,sayang....Ya sudah,ayo ke teras,biar aku bersiap untuk mengantar anak anak dan berangkat kerja.Kalau ada apa apa jangan sungkan telpon aku,ya?Kamu nampaknya sudah sangat kepayahan gitu."


"Biasa aja kali,Pa,kan memang anak nya tiga,jadi agak sedikit sesak,tapi nggak terlalu kepayahan juga,semua berjalan seperti biasa,kok.Papa nggak usah terlalu takut gitu,kita pernah melalui ini saat hamil yang pertama."


"Iya,tapi dulu kan hanya dua,sayang,lha ini tiga,lho,"sanggah Brian.


"Rasanya sama saja,Pa,cuma lebih begah aja,tapi emang kalau mereka bertiga bergerak,terasa sedikit nyeri."


"Apa perlu kota ke arah sakit,sayang?"


"Nggak perlu,sayang,aku nggak apa apa,kok,kamu berangkat saja,nanti kesiangan."


Brian lalu mengelus perut buncit istrinya dan berinteraksi sebentar dwngan anak anaknya,lalu mencium kening istrinya dan berangkat.

__ADS_1


Sepanjang hari ini,Santi sudah beberapa kaliengalami kontraksi palsu,tetapi dia berkonsultasi dengan dokter Mina lewat telpon dan sepanjang tidak terlalu sakit,dokter Mina menganjurkan agar Santi rileks dan bersantai sja,kalau suntik di kamar bisa jalan jalan ringan di seputar rumah.Dan di sinilah Santi sekarang.Dia ada di halaman belakangbrumahnyaemamdangi tanaman bunganya yang sedang bermekaran.Suasana sejuk dan aroma bunga bunga yang wangi,mbuat wanita hamil itu rileks.Dia dusuk di gazebo yang ada di belakang rumahnya dan bibi yang melihatnya segera menghampirinya dengan segelas air putih hangat dan beberapa toples camilan.Dia meletakkannya di samping Santi.


"Masih nendang nendang terus,ya,mbak?"tanya bibi.


"Ya begitulah,bi...mereka aktif sekali...sama seperti saat si kembar dulu,selalu menunjukkan keberadaannya kalau kota tidak mengelusnya."


Santi tersenyum lalu mereguk air putih hangat itu hingga setengahnya dan menaruh kembali di nampan.Dia lalu mengelus elus perutnya yangemang nampak sangat besar.


"Apa akan lahiran normal?"


"Kata dokter Mina sih,sebaiknya operasi saja,bi,tapi aku kok lebih cenderung lahiran normal,ya,bi..."


"Kita berdoa saja,mbak...Akh...rasanya.baru kemarin bibi menani mbak Santi melahirkan Satriya dan Surya,sekarang bibi sudah akan menani lagi mbak Santi lahiran lagi...Apa semuanya sudah disiapkan seperti saat mau lahiran Satriya dan Surya,mbak?Kalau belum bibi bisa mbantu mbak Santi."


"Belum,bi,karena kupikir masih agak lama,tapi kalau bibi maubamtu,ya nggak apa apa,kopenya ada di gudang,bi,teus perlengkapan bayinya ada di kamar mereka,bibi bisa minta bantuan mbak mbak ya,bi...Aku masih ingin di sini sebentar lagi."


"Baik,bi..."


Bibi berlalu ke dalam,semwntara Santi masih sajaenikmati pemandangan taman belakang rumahnya ini,yang mang npak sangat indah.Bahkan di salah satu sudutnya ada bermacam macam anggrek yang dipelihara Brian,yang dibuatkan ruamah kaca.Kata Brian anggrek anggrek tersebut bisa sijual mahal,dan mang di taman anggrek itu ada dua orang yang sibuk merawat,merwka pegawai yang dipekerjakan Brian untuk khususemgurus anggrek anggreknya.Santi menatap kagum anggrek anggrek yang tengah bermekaran itu.Ada ras twnang yang menelusup ke dlam hatinya dwngan pemandangan di depannya.


Setelah puas dengan istirahatnya si taman belakang rumahnya,sia belum diri dwngan agak kesulitan dan melangkah pelan untuk masuk ke dalam.Langkah kakinya yang pelan itu mbuat dua jagoannya menoleh ke arahnya dan segera berlari dwngan heboh ke mamanya.


"Mama,Sat bantu,Ma..."


"Surya juga bisa bantu...."


Kedua anak itu laluerih tangan Santi di kanan dan di kiri.Mereka menuntun Santi lalu membawanya ke kamar.Sampai di kamar,Santi susuk di tepi ranjang lalu meringis kesakitan.Lagi,anak anaknya bergerak aktif di dalam perut.

__ADS_1


"Adik adik....tenang,ya...Ayuk,bobok aja,Mama biar juga bisa bobok..."kata Satriya lalu mengelus perut ibunya,dan seperti tahu pembicaraan kakaknya,bayi bayi dalam kandungan itupun berhenti bergerak,mbuat senyum muncul di bibir Santi.


"Terimakasih,kakak..."


"Sekarang,Mama tidur,ya...Ki akanemjagaama dan adik adik..."kata Surya lalu dusuk di sebelah mamanya dan Satriya ada di sebelah yang lain.M erek memijit kaki dan tangan Mamanya.Santiemgambil posisi miring dengan perut yang diganjal dengan guling agar dia mersa nyaman,karwna tak ada posisi nyaman untuk wanita hamil ini.


"Kakak bantuin bibi aja,siapin barang barang yang akan dibawa untuk menyambut kelahiran adik adik.Mama mau tidur sebentar."


Kedua anaknya ittupun segerawninggakan mamanya alu ke kamar sebelah,si Mama bibi tengah sibuk dibantu mbak mbak ,untuk mengemas baju baju nbayike dlam koper.


"Perkiraan kapan ibu lahiran,bi?"


"Kalau normalnya sih,masih sebulan lagi,tapi kita juga. Nggak tahu,kakn?"


"Iya juga,ya,bi...Apalagi perutbak Santi sudah sangat besar,kasihan sekali kalau melihatnya,"


"Yang bisa kita lakukan hanya mempersiapkan semuanya,ini sudah siap,tinggal nanti baju baju mbak Santi saja.Jadi sewaktu waktu baby mau keluar,kita audah tidak kebingungan lagi.Dulu kelahiran Satriya dan SURYA juga sangat mendadak.Waktu itu merwka akan berangkat bekerja,tahu tahu ketubannya sudah pecah,dan sepnajang perjalanan bukaaannyanterus bertambah,jadi hanya sebentar di rumah sakit,langsung lahir deh kedua bocah tampan itu.Mudah mudahan kelahiran kali ini kyluga dimudahkan seperti dulu.Apalagi sekarang kn ada tiga..."


"Iya,bik...Akh...tak sabar rasanya ya...kita akan nambah teman lagi di sini.Tapi aku hanya minta tambah stu teman saja,bi,karwna Satriya dan Surya sudah lebih mandiri,jadi kami gantian ngurus dedeknya sakja,daripqda nambah tiga,dan sepertinya mbak Santi dan Pak Brian setuju u


untuk itu.Mereka juga akan mbamru mengasuh kelima ank mereka.a"


"Iya,kedua majikan kita iru memang luar biasa.Mereka tidak pwrnahmbedakan status kita,tetapwnghormati kita meskipun kita hanya para pegawainya saja.Itu yqngwmbuatbaku kerasan dan betah ikut mbak Santi sampai sekarang."


Mereka telah selesai mpersiapkan barng barang yang akan dibawa saat kelahiran triplets,dan sekarang mereka hanya berbincang di kamar triplets itu,sambilenjaga Satriya dan Surya yang juga ada di sana.Semwntara Santi juga tidur siang itu.Wanita hamil itu nampak tidur nyenyak,karwna semalam dia tidak bisa tidur dwngan nyaman,karwna sebentar sebentar dia harus ke kamar mandi,buang air kecil.Memangbswmnjak kehamilannya menginjak delapan bulan,dia jadi sering buang air kecil,dan tidurnya juga kurang nyaman.Biasanya kalau sudah begitu,Papa Brian akanenyediakan siriwnjsi sandaran agar tidur istrinya nyaman.Sepwrtingulanv masa masa kehamilan kembar Sulu,dimana Santi akan tidur nyenyak dalam dekapan suaminya.


Bagi Brian,ini adalah anugrah yang sangat luar biasa.Bagaimana dia yang hanya sebatangkara di dunia,diberi kenikmatan yang luar biasa dari Tuhan.Sudahlahendapat istri yang cantik dan selalu ada buatnya,mendapatkan dua.nak kbar yang tampan dan sekarang mereka sedangwnanti kelahiran triplets yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.Sungguh,anugrh yang luar biasa telh diberikan unruk Brian.

__ADS_1


__ADS_2