AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
PERNIKAHAN


__ADS_3

Sepulang dari desa Santi,akhirnya mereka bergerak cepat,dengan mengurus dokumen dokumen yang diperlukan menikah di catatan sipil,Santi cukup menyerahkannya pada kedua orangtuanya,semenara Brian juga minta tolong pak RT untuk membantunya.T Ak ada yang tahu rencana pernikahan mereka,kecuali orang orang terdekat mereka.Semua sudah siap,baik gedung,catering,pernak pernik pernikahan,baju pengantin untuk pemberkatan nikah,baju untuk resepsi,semua selesai oleh EO yang cukup punya nama,jafilah,Brian dan Santi bekerja seperti biasa,tetapi persiapan pernikahan mereka telah selesai.Tinggal menyebar kartu undangan yang telah tercetak,dan menu ggu hari H.


Brian merasa sangat senangdan bangga karena a sudah sejak lama dia mencintai Santi,tetapi tidak pernah berani menyampaikannya,hingga dia tahu kesusahan Santi sebulan yang lalu dan seperti seorang pahlawan,dia menawarkan dirinya menjadi penyelamat dan di luar dugaannya,sang bidadari menerima tawaran itu,karena hatinya memang tengah patah dan terluka.Juga jeda waktu yang diberikan pamannya yang sangat mepet,membuat Santi mu rak mau menerima uluran tangan Brian,kalau dia tak mu sang Paman menikahi ya.Cinta?Oh,no,baby....cinta pertamanya untuk Indra dan malah dioatahkan dengan menyakitkan.Kini dua menerima Brian untuk menjadi penyelamatnya.Cinra bisa dia pelajari lagi nanti dan bisa dia pupuk pelan pelan,karena kalau dia memutuskan Brian menjadi suaminya,maka itulah keputusan finalnya,sekali seumur hidup.


Siang itu I,Sanfi seperti biasa makan bersama dua temannya di kantin,tetapi aa yang berbeda,ada yang akan Santi bicarakan dengan mereka,terutama Sri.Bagaimanapun dari Sri lah dia mengenal Indra.


"Sri...,"katanya sambil menarik soto di depannya."Waktuku hampir habis dan aku tidak bisa menunggu lagi."


"Sebenarnya mau Indra apa,sih denan membuatmu seperti ini?"keluh Sri jengkel."Lupa dia kalau yang disakiti itu seorang peri tak bersayap?"


"Apaan kamu,Sri,lebay deh,"kata Santi."Minggu depan saya menikah,Sri,Vie."


Sendok di tangan Sri sampai terlempar Karen kagetnya dan Selvie tersedak makann ya.Santi mengambil air putihnya lalu memberikannya pada Selvie dan menepuk nepuk punggung sahabatnya itu.Kata kata yang diucapkan pelan itu ,ternyata mampu membuat kedua temannya itu kaget setengah mati.Mata Selvie sampai berair,karena tersedak tadi.Sri mengambil sendok baru lagi dan Santi menatap kedua temannya itu dengan cemas.


"Kamu serius?"tanya Sri.


"Iya,sejuta rius malah,"kata Santi lalu menyuapkan satu sendok nasi soto ke mulutnya."Cuma bukan denan Mas Indra.Dua melarikan diri,Sri,samlai sekarang aku nggak bisa menemukannya,bahkan keluarganya cenderung memilih menyembunyikannya."


"Aku juga heran dengan itu,San,"kata Sri."Kamu tahu kalau aku juga mencari Indra dengan mas Mini?Tapi sama sekali kami juga tak bisa bertemu.Macam macam saja alasannya,hingga akhirnya kamipun bosan bertanya."

__ADS_1


"Trus sama sip nih mau nikahnya?"


"Temen seminar ku,"kata Santi."Ntar tolong kalian bagikan undangannya,ya,aku mulai besok sudah cuti."


"Gial,kamu ya,San,cepet banget move on ,"kata Selvie.


Santi ersenyum kect mendengarnya.Move on?Hellooooo,rasanya sakit di hati belum sembuh,tapi waktu nggak mau menunggu,dan ketakutannya diperistri pamannya mengalahkan logikanya.L ogika?Akh,peduli amat dengan logika,yang penting dia bebas dari pa.annya yang sangat membuatnya ketakutan itu.D an dia sudah memantapkan hatinya u tuk menerima Brian sebagai penggantinya Indra.


Dan keesokan harinya,gemparlah sudah perusahaan tempat Santi dan Brian bekerja,karena saat mereka mengambil cuti satu Minggu,diikuti dengan tersebarnya undangan pernikahan.Banyak yang merasa heran dengan pernikahan ini,tetapi bagi Dewi,rekan kerja Brian,dia tidak heran sama sekali,karena di sudah tahu sejak lama,me.ang Brian menci tai Santi,dan dia hanya bertepuk sebelah tangan menci tai Brian.Yang dia herankan adalah bagaimana mungkin Santi akhirnya mau dinikahi Brian,karena setahunya Santi tidak mencintai Brian.


Tapi untuk dua insan yang sedang mempersiapkan hari bahagia itu,apa artinya komentar komentar mereka.Anjing menggonggong kafilah berlalu.M ereka terlalu sibuk dengan persiapan pernikahan ini,meskipun bagi Santi ini hanyalah momen terlepasnya dia dari cengkeraman pamannya,tetapi bgi Brian ini adalah momen yang luar biasa,dimana dia bisa memiliki pujaan hatinya.Rasa bahagia ini Ak mungkin bisa tergantikan dengan apapun.


Hari yang ditunggu pun tibalah sudah,mereka bersanding di depan sebuah altar di Gereja,Santi yang mengenakan kebaya putih berhiaskan renda emas di sekelilingnya,menjuntai sampai ke lantai.S sedangkan Brian memakai setelan jas hitam yang bagus,dengan dSi maroon dan kemeja putih,nampak sngat gagah,dengan waah cerah,karena dia benar benar membuatnya vhafaokan pernikahan ini.


"Saudara Brian Eka Pramudya,apakah saudara mau menerima sudari Maria Santi Aryandari menjadi istrimu,menhasihinya sepenuh hatimu,menerima segala kekurangan dan. kelebihannya,melindunvinya dN memua bersama?"


"Ya,saya bersedia,"kata Brian mantap.


..."Saudari Maria Santi Aryandari,apakah saudari menerima saudara Brian Eka Pramudya sebagai suamimu,menerim segala kelebihan dan kekurangannya,berbakti kepadanya.sebagai pemimpi. dalam rumahtangga,saling menghargai,saling menerima?"...

__ADS_1


"Ya,saya bersedia,"jwab Santi.


"Sekarang kalian dua mempelai saling berhadapan dan ucapkan janji suci."


Brian menerima mic dan memegangnya dengan tangan kiri,sedang tangan kanannya menggenggam tangan Santi.


"Dihadapan Tuhan dN sidng jemaatnya,saya,Brian Eka Pramudya,menrimamu Maria Santi Aryandari sebagai istriku yang sah dalam Tuhan.Aku akan mengasihimu seperti aku mengasihi dirimu sendiri,membingmu dengan penuh kasih,melindungimu,msnsrimamu dalam keadaan sehat maupun sakit,kaya maupun miskin,susah mauoun senang ,menemanimu sampai akhir hayat ku."


Santi menerim mic dari Brian,memegangnya dengan tangan kiri,dan tangan kanannya menggenggam tangan Brian,lalu dengan suara yang dmsedikit bergetar dia mengucapkan janjinya.


"Di hadapan Tuhan dan sidang jemaatNya,saya Maria Santi Aryandari,menerima Brian Eka Pramudya sebagai suamiku yang sah dalam Tuhan,menerimamu dalam keadaan sehat maupun sakit,dalam kaya maupun miskin,susah maupun senang,mendMpingimu melalui hari hari yang telah diciptakan Tuhan untuk kita alami bersama sampai menua."


Seluruh sidang je.aat nampak hening mendengar janji suci yang diikrarkan oleh sepasang mempelai itu.Ad yang menitikkan air mata haru,ada yang tersenyum bahagia,ada yang biasa biasa saja.Yetapi di salah satu sudut Gereja,ada seorang dengan tubuh kurus kering,wajah pucat di balik masker,dengan topi yang hampir membenamkan seluruh wajahnya,dengan ditopang oleh seorang lelaki yang nampak gagah,tengah menangis di sana.D ialah Indra.Keadaan yang sangat menyedihkan itu tetap dia paksakan datang ke pernikahan Santi,kekasihnya yang dia putuskan beberapa bulan yang lalu.Dia nampak sangat bahagia karena akhirnya sang kekasih menemukan penyelamatnya,setelah sekian waktu dia tersiksa dengan keraguannya,kalau kalau Santi harus terpaksa menikah dengan pamannya,tetapi hari ini dia bernaas lega karena ada orang yang menggantikannya menjadi penyelamat sang kekasih.


"Kita pulang,Ndra?"


"Yah,aku lega sekali,akhirnya da tidak dipaksa oleh pamannya itu,aku sangat lega,no,meskipun setelah hari ini Tuhan memanggilku,aku aka. pulang dengan bahagoa karena kekasihku telah lepas dari ketakutannya.Ayo kita pulang."


"Aku tahu pasti hatimu sangat sakit,Ndra."

__ADS_1


"Sakit itu sudah aku jadikan temanku,da. sekarang aku tidak merasakannya lagi.Aku sangat bahagia sekarang,karena kekasihku pasti juga bahagia.Aku tahu pasti hatinya terluka karena kuputuskan sepulihak,tapi aku tak sanggup kalau dia nekad menikah denganku,dan akhirnya harus kehilangan aku lagi,karena kamu tahu sendiri kalau aku hanya bisa bertahan hidup beberapa bulan saja.Tetapi sekarang aku sangat bahagia,karwna dia pasti juga akan bahagia.Aku tahu,pasti dia akan bisa melupakan aku."


Mereka meninggalkan gereja di mana kedua mempelai masih melakukan prosesi pernikahan,saling bertukar cincin dan saling memeluk dan mencium.Indra yang meskipun dengan hati yang hancur,menyaksikan pernikahan kekasihnya yang dia sakit,dan meninggalkan tempat itu denan lega dan bahagia.


__ADS_2