AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Hari hari indah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang,mereka sangat bahagia.Sesampai di rumah Santi,mereka duduk di beranda.


"Aku mandi.senemyar,ya,mas,ayau mas Indra juga mau.mandi,bisa di kamar mandi dekat.dapur,"kata Santi.


"Percuma mandi tanpa ganti baju,dik,"sahut Indra.


"Pinjam pak Dodo aja,"kata Santi."Aku ngomong pak Dodo,biar diantar ke kamar mandi,mas."


Indrapunelangkah mengikuti Santi masuk ke dalam rumah.Santi ke kamar pak Dodo,meminjam baju untuk Indra dan memintanya mengantarkan ke kamar mandi dekat dapur.Dia sendiri langsung melangkah ke kamarnya,karena dalam kamarnya ada kamar mandi.


Setengah jam kemudian mereka sudah kembali ke beranda,berbincang lagi.


"Mas Indra mkan malam.di sini aja,ya?Sedari siang tadi kita belum makan,loh,"kata Santi."Biar aku minta ni Minah menyiapkannya."


Mereka berempat dudukd di meja makan,dan makan malam bersama.Sesekali Indra mencuri pandang ke arah Santi yang nampak makan dengan wajah yang bersinar cerah.Bi Minah dan Pak Dodo juga menyadari kalau wajah majikannya nampak segar,cerah dan ceria.


"Mbak Santi kok bahagia sekali?Dapat lotre,yaaaa,"goda bi Minah.


"Bibik nih,ya,bisa aja,"sahut Santi tersipu.


"Beneran,loh,ya,pak?Nggak biasanya juga mbak Santi mau makan malam,ini malah minta makan malam sendiri,"kata Bi Minah.


"Tdi kan habis ke rumah Mas Indra,buk,"kata Pak Dodo.


"Oh,yaaaa?"seru bi Minah."Gimana gimana?Diterima nggak?"


"Kasih tahu nggak,yaaaa,"goda Santi.


"Ayolah,mbak,kasih tahu,"desak Bi Minah.


"Mau tahu aja atau mau tahu banget?"goda Santi lagi.


"Bangeeeeet,"seru bi Minah dan Pak Dodo bersamaan,membuat Santi dan Indra tertawa.


"Diterima,bik,pak,itu sebabnya kami lama pulangnya,"kata Santi.


"Oooo,puji Tuhaaan....,"seru bi Minah."Duuh,mbak,sangat luar biasa sekali....Selamat,ya,mbak,berarti segera dong,mas Indra ngelamar."


"Tentu saja,bi,"kata Indra."Aku akan segera melamar dik Santi,bi."


"Bagus itu,mas,"kata pak Dodo."Nanti kalau sudah menikah,tingvalnya di sini saja,ya,mbak?Kalau mbak Santi ikut Mas Indra,kan sepi,mbak."


"Ah...nanti bisa dibicarakan,pak,"kata Santi.


"Asal kita bersama,dimanapun kita tinggal,m Menurutku tidak terlalu masalah,ya,kan,dik?"tanya Indra.


Santi mengangguk.Merekapun menyudahi makan malam mereka setelah menikmati masakan bi Minah.M erekapun kembali ke aktifitas masing masing,bi Minah memberikan meja mkan dan piring piring kotor,pak Dodo membantunya,Indra dan Santi ke beranda.Mereka duduk berdampingan.Di depan mereka ada di cangkir teh hangat dan sepiring kacang rebus.


"Apakah kamu nggak akan menyesal karena mau menerima ku,dik?"kata Indra memecah keheningan di antara mereka.


"Mengapa harus menyesal,mas?"tanya Santi bingung.

__ADS_1


"Hhhhhh...."Indra menghela nafas dnbuangnya dengan kasar."Kamu adalah manager sedangkan aku?"


"Mengapa Maslah itu yang terlalu dibesar-besarkan ,sih,mas?Aku tuh,ya mau teri.a kamu;bukan karena jabatannya,tapi karena aku ngerasa nyaman aja dekat denganmu.Entah karena aku nggak pernah dekat teman pria atau apa,tapi nyaman dan nyambung aja ngomong sama kamu,mas"kata Santi.


Indra menggenggam erat tangan kekasihnya,membuat Santi tersenyum manis dan tersipu.Tangan mereka saling menggenggam dengan erat,seakan saling menyalurkan energi positif untuk saling menguatkan.


Hari ini telah mereka lalui dengan kebahagiaan yang sangat membuat mereka saling terikat dan saling membutuhkan.Jam sembilan malam Indra pamit pulang.


SNti segera masuk ke kamarnya,merebahkan diri dan tidur di atas ranjangnya.Wajahnya sangat manis kali ini,senyum terus menghiasi bibirnya yang manis.Baru kali ini dia merasakan kebahagiaan dengan seorang lelaki.Meskipun sebenarnya banyak yang ingin mendekati dirinya,twtapi di tidak pernah tertarik dengan mereka,enth karena mereka play boy atau mereka yang hanya iseng saja.Tetapi saat dia berkenalan dengan Indra,entah mengapa dia merasa nyaman dan nyambung.Kebahagiaanya benar benar membuatnya bersemangat.Akhirnya dia bisa menolak perjodohan itu.Perjodohan yang dirasanya tak masuk akal.Pamannya memang hanya 6 tahun lebih tua darinya,tetapi bukan berarti dia bisa menjadi istri pamannya,seperti tidak ada orang lain saja.


Indrapun bahagia.Entah mengapa,sejak dia menerima perkenalan itu dan menjalani hari bersama Santi,jixupnya seakan penuh warna.Kalau dulu dia hanya sibuk dengan toko bahan bangunan ya,meskipun sudah ada dua karyWan,tetapi sekarang dia sudah berusaha untuk lebih mempercayakan toko itu pada karyawannya.


(Selamat malam cantik...)tulisnya dalam chat malam itu,setiba di di rumah.


Agak lama menunggu masih centang dua tetapi belum biru.


(Eh,maaf,lagi ngerjain laporan buat besok,baru tahu mas IO ndra chat aku.belum tidur,mas?)Langsung centang biru,karenaemang Indra menunggu jWaban Santi.


(Nggak bisa tidur,dik,ingT di tepi wduk tadi terus,jaxi nggak bisa tidur.)Langsung centang biru.Indra sudah melonjak lonjak di dekat sofa.Santi mengetik,Indra menunggu dengan berdebar,apa yang dikeruk Santi?


(Nggak usah diingat terus,kalau mau ke sana lagi juga boleh,sekalian mampir ke rumah orangtuanya,mas)


"Yes!"teriak Indra keras dan bahagia.Untung dia sendirian,karena.tidak ada yang menginap,sehingga seperti orang gila pun tidak ada yang mentertawakannya.


(Dik Santi nggak keberatan kalau kita mampir menjenguk ayah dan ibu?)centang dua,tapi belum biru.Indra mendengus kecewa,pasti Santi sedang sibuk dengan laptopnya.B beberapa detik menunggu akhirnya centang biru.Indra tersenyum senang.Santi mengetik,Indra menunggu dengan berdebar.A kh...sudah seperti abg yang baru jatuh cinta saja.


(Kenapa harus keberatan,sih,mas,malah nggak enak sama keluarga Mas Indra lalu kita ke waduk,tapo nggak mampir ke rumah,ntar dikiranya aku sombong aja.)


(Kapan dik Santi bisa kesana lagi?Kalau besok Sabtu bisa?Kan kantor dik Santi libur.)centang 2,tapi belum biru,membuat Indra mondarandir di depan Sofanya,sesekali melirik ponselnya.Ahak lama belum biru juga,indra makin gelisah saja.Hampir sepuluh menit menunggu akhirnya centang biru juga.Hufffft,kenapa lama sekali,keluh Indra.


(Sabtu aku harus ngecek laporan teman teman,mas,selesinya paling jam satuan,kesiangan nggak?)


(Nggak apa apa,dik,aku jemput di mana?Di kantor atau di rumah?)


(Di rumah aja,kan aku bawa motor,masak mu aku tinggal di kantor?Eh,udahan dulu,ya,mas,ini aku sedang ngecek laporan,kok sepertinya ada yang janggal,makanya aku nggak fokus sama hpku.Nggak apa apa,kan,mas?)


Indra mendesah kecewa.Huiiffffft,baru juga kesenangan chat dengan kekasih hati,eeeh,ditinggal kerja.Tapi tak apa,toh masih ada hari esok.


(Ya,dik,nggak apa apa,hati hati ngeceknya,mudahidahan segera ketemu masalahnya,ya,dik.Selamat malam,jangan tidur terlalu malam,ya.Miss uuuu...)


Santi tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.Benar benar nih kekasihnya seperti anak abege yang sedang kasmaran aja.D ia meletakkan hpnya lalu kembali fokus ke laptopnya,memeriksa angka angka yang tertera di layarnya,akhirnya mendesah puas.


"Lagi lagi bagian pembelian melakukan kesalahan.Entah ini sama seperti yang dulu atau mungkin hanya kekeliruan saja.Selvie akhir akhir ini kurang fokus karena anaknya,jadi teledor dia.Besok aku akannegornya,seza teman aku nggak mungkin membiarkan dia menanggung dosa orang lain."


Santi mematikan laptopnya dan menutupnya.Melihat lagi ponselnya dan tersenyum,a da banyak chat dari Indra.Dibukanya satu persatu.


(SudH selesai belum,dik?)


(Jangan tidur terlalu malam,dik.)


(Cepet tidur,ya,dik,besok kamu harus kerja.)

__ADS_1


(Kamu sudah tidur atau masih asyik dengan laptopmu?)


(Dik,turup dulu laptopnya,cuci kaki cuci tangan,gosok gigi,tidur.)


Sampai di sini Santi tertawa,dia merasa seperti anak kecil yang harus diingatkan kegiatan sebelum tidur.


"Mbak....Mak Santi di dalam dengan siapa?"ketuk bi Minah di depan pintu,membuat Santi terkejut.


"Sendirian,bik,"sahutnya."Bik Minah belum tidur?"


"Belum,mbak,masih bercakap cakap dengan bapak,"sahut Bi Minah.


"Masuk aja,bi,nggak aku kunci kok,daripada penasaran,"kata Santi.


Bi Minah mendorong pintu lalu masuk dan benar hanya ada Santi yang duduk di depan meja kerjanya,sambil memang ponselnya.


"Kalau sendiri,kenapa tertawa seperti itu,mbk?Nggak biasanya juga,mbak,"protes bi Minah.


"Ya aku tertawa,bik,coba kalau bibik tahu pasti ikutan tertawa,"kata Santi."Nih,baca sendiri."


Bi Minah menerima ponsel Santi dan membaca chat Indra,dan tertawa berderai.


"Ini....ini...ini chat dari mas Indra,mbak?Sumpah,dia konyol habis,sudah seperti ayah yang ngingetin anaknya,pantesn mbak Santi tertawanya sampai di luar kamar,"kata bi Minah di sela tawanya."Tapi ini memang sudah malam,mbak,tidur,biar besok bangun badan segar."


"Iya,bik,sebemyar agi,aku bac chat lucu ini,masih ada beberapa cht yang belum aku baca,bik Minah tidur dulu aja."


Bi Minah melangkah keluar dari kamar Santi dan menutup pintu.Santi melanjutkan membaca chat I dra.


(Kamu beneran dah tidur,dik?)


(Dik,buka dong ....)


(Dik,tega deh...)


(Oke,deh,mungki. dah tidur ya...)


(Met tidur dik,have a nice dream...)


(bakes dong,dik.)


Santi tertawa terpingkal-pingkal pingkal.Nggak nyangka aja kalau Indra bis sekonyol itu


(Good night,baby,have a nice dream...)


Di rumahnya,Indra yang menunggu jawaban Santi segera bangun dari berbaring.bya laku berjingkrak jingkrak senang.Dixiuminya ponselnya lalu didekapnya erat di dadanya lalu diapunerebahkan diri dan tidur.


"Akh....hari yang benar benar Indah,"desah Indra."Aku agak konyol juga,sepwrti abege yang baru jatuh cinta saja.Pasti dik Santi sedang mentertawakan aku..."


Akhirnya diapun tertidur dalam senyum.Sama halnya dengan Santi,setelahbalas chat Indra,diapun tidur dalam senyum.


Akh....hari yang benar benar I dah buat yang sedang dimabuk cinta.

__ADS_1


__ADS_2