
Albi juga memeluk Dewa erat,seolah membagi beban yang selama ini dipikulnya.
"Maukah Mas Dewa berjanji untuk tidak memberitahu Santi?Biarlah Santi tetap meyakini apa yang selama ini dia tahu,Mas,sepwrti keinginan Indra."
"Baiklah,Al....Mas janji nggak akan pernah buka mulut."sahut Dewa,lalu melepaskan pelukannya."Sekarang,akenario apa yang akan kita buat untuk mbawanya jenazah Indra pulang dan memakamkannya di samping bapak dan ibu sesuai dengan permintaannya?Ya ampun,Al.....apa yang terjadi dengan keluargaku?Baru tiga bulan aku kehilangan ibuku,empat bulan kehilangan ayahku dan sekarang aku harus kehilangan adikku?Bagaimana nanti Kiara akan menerima kenyataan kalau oom kesayanganya mwninggal,Al?Ya,Tuhan....beri hambaMu ini kekuatan untuk menghadapi keluarga besar hamba...."
"Mas Dewa tenang saja....Aku yang akan menelpon ke rumah,biar aku pura pura kalau Indra baru pulang dari Kalimantan dan mendwrita sakit,lalu menghubingi aku.Aku harus menelpon siapa,Mas?"
"Telpon aja Ruri,istriku,biar dia yang menyampaikannya pada keluargaku."
Albi mengangguk lalu menelpon istri Dewa.Dalam seringan ketiga telepon diangkat.
(Hallo Al,ada apa?Tumben malam malam gini telpon?Kalau cari Mas Dewa,swpwrtinya dia di rumH sakit,deh,kamu nggak ketemu?)
"Aaaa...gini mbak Ruri....ini aku ada di rumah sakit sama Mas Dewa.D an ya,mbak Ruri,mmmm...."
Albi meragu lagi.Dia ragu kalau Ruri bisa menyampaikan berita kematian Indra pada keluarganya tanpa mengatakan penyakit sesungguhnya.
(Kamu masih di sana Al?)
"Ya,mbak....saya....saya mau minta tolong sama mbak Ruri bisakah?"
(Apa,Al?)
"Mmmm aaaaa,gini mbak....Apa mbak Ruri sudah tahu kondisi Indra sekarang?Mmmm...maksudku....penyakit Indra yang sebenarnya,mbak?Secara kan Mas Dewa sudah tahu."
(Yaaaa....Aku sudah tahu,Al,kenapa?)
__ADS_1
"Mmmm....jadi gini,mbak....sekarang Indra sudah pulang ke rumah Tuhan,dan sebelum pergi,dia berpesan untuk dimakamkan...."
(Apa???)
Albi menjauhkan ponselnya karena jeritan kaget Ruri.Istri Dewa itu kaget ketika mencerna kata kata Albi dan sampai pada kata dimakamkan baru ngeh kalau adik iparnya sudah meninggal dunia.
(Albi....Kamu bilang apa barusan?Katakan yang jelas!)
"Aaaa.....gini,mbak,jadi Indra sudH meninggal dunia,dan sebelum meninggal dia punya permintaan untuk dimakamkan di sebwlahakqm ayah atau ibu,jadi dengan amat sangat terpaksa,jenazah Indra harus kami bawa pulang,kan,mbak.Nah,saya minta tolong agar mbak Ruri ngomong ke pak RT,tetangga tetangga terlebih keluarga besar,kabar ini.Tapi mbak nggak boleh kasih tahu penyakit asli Indra,katakan saja Indra sakit di Kalimantan,lalu pulang ke sini dan akhirnya meninggal setelah sempat di rawat di rumah sakit,begitu mbak Ruri,bisakah?"
(Ribet amat,Al,si Indranya nih....tinggal bilang aja penyakitnya apa susahnya sih?)
"Jangan,mbak....terutama Kiara dan ibunya jangan sampai tahu,karwna kalau Kiara atau ibunya tahu,sudah pasti Santi tahu,dan amanah dari Indra,Santi jangan sampai tahu.Ini tadi aku dan Mas Dwa sudah diminta berjanji di depan Indra loh,mbak....Mbak Ruri bilang aja kala UI IU ndra sakit,tapi mbak Ruri juga ng GV Ak tahu sakitnya apa,nanti biar saya dan Mas Dewa yang menjelaskan pada keluarga besar,mbak.Paham,mbak?"
(Iya,Al...paham...Ya udah,aku ke pak RT dulu.)
"Makasih mbak,saya tahubak Ruri bisa diandalkan."
"Al,kamu tahu nggak baju yang disukai IU ndra?Menurutku,sihsebaiknya Indra memakai baju yang disukainya."
"Ada,Mas,aku pulang dulu,ambil,ya...Didandani di rumah sakit,kan?Biar orang orang nggak curiga,gitu maksud saya."
"Benar sekali,Al,biar langsung bersih dari sinar aja,di rumah tingval acara pemakamannya saja."
Albi pulang ke rumahnya mengambil setelan yang sedianya disiapkan Indra untuk menikah dengan Santi,sebwlum dia didiagnosa sakit kanker pada stadium lanjut,dan memutuskan untuk meninggalkan Santi tanpa penjelasan yang oasti.Kemwja putih panjang,celana panjang dan jas warna navy,nampak sangat elegan,di bawa Albi ke rumah sakit untuk dikenakan pada Indra,sebagai pakaian terakhirnya.
Sementara di rumah sakit sedang sibuk dengan jenazah Indra,di rumah kediaman Indra terjadi kehebohan yang luar biasa.Kiara sampai berkali kali pingsan karena mendengar berita kematian Oom kesayangannya itu.Tetangga kanan kiri juga nampak kaget,karena setahu mereka Indra merantau,bahakan kedua orangtuanya meninggal pun dia tidK pulang,mengapa ini,yang rasanya tanah pemakaman kedua orangtuanya ibaratnya belum kering betul,ada khabar kalau Indra pulang dalam keadaan sudah meninggal dunia karena sakit.
__ADS_1
Ruri menghubungi Santi,karena seperti biasa hanya Santi yang bisa menenangkan Kiara.Jangan ditanya betapa kagetnya Santi yang ditwlpon saat malam,dan diberitahu kematian Indra.Wanita cantik beranak dua itu shock.Seakan disambar petir di siang bolong yang panas terik,begitulah ibaratnya Santi menerima khabar kepergian mantan kekasihnya itu.
"Ada apa,sih,yang,kok kamu pucat gitu?"tanya Brian yang ada di samping Santi.Mereka ada di atas ranjang di dalam kamar karena saat ini sudah jam sepuluh malam.
"Mas I...Indra....yang...."
"Kenapa?Kamu ditelpon Indra?"tanya Brian nampak kurang suka.Bagaimanapun Indra adalah pria yang dicintai istrinya dulu.
"Bukan,sayang...."
"Lalu?"
"M...Mas Indra meninggal dunia,"kata Santi pelan,tetapi Brian sampai tersentak kaget mendengarnya.
"What?????"
"Iya sayang....barusan mbak Ruri telepon kalau Mas Indra meninggal dunia dan sekarang keluarga besar heboh karena khabar yang mendDak ini,karena setahu keluarga kan Mas Indra merantau dan tiba tiba pulang tetapi meninggal dunia.K kalau aku keluarganya pasti juga shock berat,yang.Gimana ini?Mbak Ruri minta aku ke sana sekarang karena Kiara pingsan terus sejak tadi...Menurutmu gimana,yqng?"
Brian diam.Ini sudah jam sepuluh malam,meakipun besok hari Minggu tetapi sepertinya tidak pantas juga kalau dia dan Santi harus melayat malam malam.Apa kata orang orang sekelilingnya nanti?Bukankah dia akan erasa sangat tersakiti karsna istrinya bela belain keluarga mantan.Bagaimana pula nanti kedua anaknya yang masih berusia dua tahunan itu?Mosok anak kecil ditinggal.malam malam melayat?Santi menatap Brian penuh harap.Meakipun dia sudah tidak menxintai Indra lagi,dan sekarang dia sudah mencintai suaminya,twtapi nampaknya suaminya masih ragu untuke megantarkannya ke rumah mantannya itu,apalagi sekarang yang meninggal adalah mantannya.B Rian npak menghela nafas panjang.
"Ya sudah aku ntar kau ke sana,twtapi aku akan bilang Bibi Sulu,biar mereka ynag mengawasi babysitternya kita buat jagain anak anak.K u ganti baju dulu,biar kita bisa segera berangkat."
Santi miematap suaminya penuh cinta.Tak disangkanya kalau Brian malah bersedia mengantarkannya ke sana.Dengan air mata yangelelh di pipinya,dipwluknya sang suami dengan erat.
"Makasih,sayang... makasih... Ku.mang yang terbaik....Ku suamiku yang luar biasa....Kamu selalu mencintai aku dan mendahulukan kepentingan ku diatas kepentingan dan perasaanmu.Makasih,sayang...."
"Sudahlah,sayang,apapun akan aku lakukan asal aku bisa dan itu mbuatmu nyaman dan bahagia.Sekarang kamu ganti baju,aku ke kamar bibi dulu,ya?"
__ADS_1
Sekali lagi Santi memeluk erat suaminya itu laluelwpaskan pelukannya.Brian melangkah keluar dari kara dn ke kar bibi,untuk minta tolong menjaga si kembar karena kemungkinanefeka nanti pulang malam banget,atau Bahakan mungkin tidak pulang.
Santi menatap punggung suaminya yang meninggalkan kar.Ada rsa hangat yangemenuhi hatinya.Senyum tipis tersungging di bibirnya."Suamiku liar biasa.Suami odamanku yang tersayang....Akh,bagaimana mungkin aku tak jatuh cinta berulang ulang padanya?Dia yang lebih duluencintai aku,tetapi ternyata aku jatuh dalam lingkaran pesonanya yang luar biasa.Terimakasih,Tuhan,untukki telah Kau pilihkan yang terbaik dRi yang terbaik.Kau sungguh luar biasa,dibalik luka hatimu,Kau siapkan hadiahku yang luar biasa ini.Terimakasih,Tuhan buat suami odamanku...."