
Sebulan sudah pak Danu dan Bu Danu di rumah Santi,sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halaman karena sudah terlalu lama meninggalkan pertanian dan peternakannya,meskipun sudah ada yang dipercaya untuk menjaganya.P Agi itu penuh drama karena duo tampan tidak mau berpisah dengan nenek dan kakeknya.Mereka terus saja mengikuti kemanapun kedua paruh baya itu melangkah.Bahkan mereka menolak untuk sekolah,apalagi saat melihat Andri datang menjemput dengan mobil barunya,yang dibeli dari uang kakaknya.Joko ternyata lebih memilih mobil yang lama,karena merasa sudah nyaman,jadilah Andri dan Merry yang membeli mobil baru.Duo tampan itu bahkan sudah duduk di dalam mobil oomnya yang akan membawa Kakek dan neneknya pulang,membuat Santi dan ketiga suster nya pusing tujuh keliling.A apalagi Brian sudah berangkat dari tadi pagi,membuat merwka tambah pusing karena tidak ada yang bisa membujuk duo tampan itu.Bi Asih dan Pak Dodo juga kewalahan karena kedua kembar itu benar benar seperti upin dan ipin,yang selalu membuat kak Ros pusing.
"Kakaaaaak...."bujuk Santi."Kalau kakak pergi,nanti triplets sama siapa?"
"Kan ada encus dn Mama,ngapain repot coba?"sahut Satriya sambil mencebikan bibirnya.
"Kan,mereka lebih suka sama kakaknya,"bujuk Santi lagi.
"Mamaaaaa...."rengek Surya."Kita mau ikut Kakek sama nenek,maaaaaa."
"Jangan kaaaak....Ntar nenek repot,"sahut Santi.
"Siapa bilang nenek repot,kita selalu bantu nenek kok."
Santi memijit pelipisnya yang tiba tiba nyeri dan kepalanya menjadi pening karena ulah duo tampannya.Mereka kekeh di dalam mobil oomnya dan sama sekali tidak mau dibujuk untuk turun.
"Nak,biar mereka ikut ibu dulu,n anti dua hari lagi suruh suamimu menjemputnya,ibu akan .bantu bujuk,ya...Sudah...Kamu fokus dengan ketiga adiknya saja...Mereka ada kami,nanti akan kami bujuk supaya segera mau pulang,ya....Ijinkan hari ini mereka ikut ibu..."
"Merepotkan,ya,bu?"
"Kamu ini bilang apa!Siapa yang direpotkan?Kalian adalah bagian dari kami,mana mungkin kami merasa repot...Ya sudah kami balik dulu...Hati hati,ya jaga ketiganya..."
"Bapak,ibu,Andri...Hati hati di jalan,ya,nggak usah ngebut ya,Ndri...Titip kakak kakak tampan ku,ya,kalau nakal dicubit aja,ya...Jangan terlalu dimanjakan,k arena mereka adalah kakak kakak yang harus melindungi adik adiknya. ..Kakak kakak,ingat,patuh sama Kakek,nenek,oom dan Tante,oke?"
"Okelah kalau begitu,"sahut Satriya mengacungkan dua jempolnya
"Oke Mama,"sahut Surya mengacungkan tangannya dan jari telunjuk dan ibu jari dikaitkan membentuk huruf O.
Mereka tertawa bersama,lalu saling berpelukan dan akhirnya bapak,ibu,Andri dan kedua bocah tampan itupun meninggalkan rumah Santi.
__ADS_1
Sepeninggal mereka,Santi kembali ke kamar triplets,melihat baby Kee yang terjaga dan bergerak gerak lucu dengan memasukkan jempol ke mulutnya,Santi tersenyum lalu mengambilnya dari box,dan membuat bayi itu menggeliat lalu membuka mulutnya seakan siap untuk menyusu.Dengan penuh kasih,Santi duduk di ranjang dan segera menyusui baby Kee.S setelah puas meyusu,baby Kee kembali terlelap,berganti dengan baby Karis,lalu baby Kiran.Setelah menyusui ketiganya dan ketiganya kebali terlelap,Santi segera ke ruang makan,perutnya tiba tiba terasa lapar.Maklum saja,disedot tiga malaikat kecilnya dengan rakus,membuat dia kelaparan.Dia hanya mengambil sedikit nasi lalu mengisinya dengan lauk Pauk yang sudah tersaji di meja.
"Habis neneni adik,ya,bu?"tanya suster,yang datang mengambil minum.
"Iya,sus...Sudah makan?"
"Kan barusan sarapan,bu...jam makan siangnya masih lama,"sahutnya tersenyum,membuat Santi tersenyum malu.Baru ingat kalau dia baru saja kelaparan setelah menyusui.D dengan lahap dia memakan idi piringnya hingga tandas tak bersisa.Setelah selesai makan,dia mencuci piringnya di wastafel,membuat bi Asih tergopoh-gopoh mendatangnya.
"Duuuuh....Mbak Santi ini sudah dibilang berulang ulang,nggak usah cuci piring sendiri jugaasih aja nekad..."
"Ahh...bibi ini lebay deh...cuma piring sebiji juga nggak akan bikin capek kali,bi..."
"Ya tetep aja jangan,mbak,trus gunanya kami apa?"
"Kan membantu aku,bi...ini juga masih terus merepotkan bibi,loh,"kata Santi tersenyum lalu mengeringkan tangannya dengan lap yang ada di dekat wastafel.'Apalagi nanti kalau aku sudah masuk kerja lagi."
Santi menggeleng pelan.Dengan tersenyum dia duduk di kursi meja makan diikuti bi asih.
"Aku itu mau anak anakku nanti bangga dengan kedua orangtuanya yang bekerja mencukupi kebutuhan mereka,bi,jadi aku nggak bisa dong resign,selama masih bisa meng-handle semuanya.Apalagi untuk sampai di tahap ini,aku harus berjuang dari nol,bibi kan tahu sendiri perjuanganku?"
"Iya,mbak,tahu...Itu sebabnya bibi juga nggak mau ganti majikan.Sudah sangat nyaman dengan mbak Santi dan Mas Brian.B ini memang belum pernah ganti mjikan,tetapi kalau majikan bibi semudah seperti mbak Santi dan Mas Brian,sampai akhir hayat bibi,juga mau ikut mbak..."
Santi tersenyum manis.Memang tetangganya ini sangat baik padanya,bahkan dia sudah menganggap dia seperti keluarganya sendiri,begitu juga dwngan Brian.Mereka menganggap bi asih dan Pak Dodo seperti orangtuanya sendiri.
"Mbak...rumah Mas Brian itu dikontrakkan,ya?"
"Akh...tidak,kok,bi...itu dipakai buat kantor resto dan toko kami."
"Loh..sudah buat toko,ya,mbak?"
__ADS_1
"Semacam itulah,bi...Kita merintis dengan berjualan sembako, Ita kan inginnya punya toko yang seperti minimarket gitu,tapi kan butuh proses,bi...jadi yaaah...toko sembako dulu aja.Kapan kapan kalau aku sudah boleh pergi pergi,bibi saya ajak keliling deh....ke toko dan ke Resto,biar tahu.Masak anaknya punya toko dan resto bibinya nggak tahu...Nanti deh sama pak Dodo juga,bi..."
"Baik,mbak...kalau boleh sih...apa nggak sebaiknya bapak di toko atau resto aja?"
"Mengapa begitu?"
"Lha di sini nggak banyak kerjaan,"sahut Bi asih.
"Haiiis....bibi ini...maksudnya pa coba?Pak dodo juga sudah sangat capek kali nemenin kakak kakak main...Sudah ah...gini aja...yang di resto sudah cukup kok,nanti kalau kurang ya cari lagi,kalau di toko sembako sudah ada lima orang,kok,bi..Bibiku sayang,tenang ya....Kita sudah sangat bahagia loh di sini...Apalagi aku sudah memenuhi semua janjiku sama Merry dan Joko,untuk memberikan merwka mobil...Trus nanti kalau as Jito mau,biar dia kesini buat ambil motorku yang hitam itu,karena yang merah dan pink untuk transportasi mbak mbak kalau mau pergi pergi,bi..."
"Ya Tuhan...hatimu baik sekali,mbak?"
"Baik apanya?Itu motor kan emang buat bibi dan Pak Dodo,daripada di sini nggak kepakai lebih baik biar dibawa pulang Mas Jito,bisa bermanfaat."
"Syukur ya,Tuhan....terimakasih,mbak...terimakasih,nanti saya akan telpon jito biar kemari??,mbak..."
Santi mengelus bahu bibi asih dengan tersenyum Memang otor Vario hitam itu dia beli dulu untuk pak Dodo dan Bi asih,tetapi sekarang hampir tak terpakai lagi,makanya dia berinisiatif untuk mberikannya pada anak pak Dodo dan Bi asih,dengan persetujuan Brian tentu saja,karena Memang stnknya pun atas nama pak Dodo.
Hari ini sudah dua hari duo tampan ada di kampung halaman Santi.Hari ini Brian sudah bersiap untuk menjemput kedua putranya itu,sekaligus memberitahu bi asih agar jito bersiap,s upaya bisa imut kembali.Pak Dodo juga akan ikut menjemput kedua anak majikannya.S udah dua hari ini Santi merasa ada yang kurang dwngan ketidakhadiran kedua anaknya yang tampan itu.Dia merasa rindu sekali dengan keduanya.Dn dengan semangat Brian segera berangkat ke kampung mertua rasa orangtua kandungnya untuk menjemput dua jagoan kecilnya.Dan perjalanan mereka lancar,samapi si rumah mertua,di sana sudah ada jito juga dengan formasi lengkap keluarga mertuanya,yang menyambut Brian dan Pak Dodo.
"Akhirnya Papa datang jugaaaaa...."teriak Satriya dan Surya yang berlarian dan menghambur ke pelukan papanya.
"Pa...apa triplets merindukan kami?"
"Tentu saja,sayang...mereka nggak mau tidur kalau kakak nggak ada."
"Ya sudah...kira pulang saja...Kakek dan nenek bisa tidur sendiri,kan?Kami mau pulang dulu,menemani triplets,"kata Satriya dengan wajah menggemaskan,membuat semua tertawa.
Akhirnya mereka pulang juga.Sepanjang jalan kedua jagoan itu bercerita tanpa henti,membuat pak Dodo,brian dan jito tak henti tertawa.Sampai akhirnya mereka tidak mendengar celotehan lagi,terntata mereka sudah tidur lelap.Brian tersenyum menatap kedua putranya. Sungguh....keluarganya adalah keluarga paling bahagia baginya.Sudah cukuplah semua anugrah yang dia terima.Istri yang cantik,baik dan selalu peduli,kelima anak anaknya yang menggemaskan.Semyanya adalah kebahagiaan yang luar biasa baginya.
__ADS_1