
Brian menghampiri istrinya yang sudah berganti baju,dan menggandengnya menuju mobil yang terparkir manis di garasi.S uami Santi itu dengan penuh cinta membawa istrinya masuk ke dalam mobil dan memasangkan sealtbeltnya,lalu mulai menjalankannya mobilnya. meninggalkan rumah,menuju ke rumah yang belakangan ini selalu mereka kunjungi untuk mengikuti acara acara penghiburan keluarga.I ni adalah ketiga kalinya dia mengantar sang istri untukenghadiri acara pemakaman di keluarga mantan itu.Dilihatnya sang istri yang nampak matanya basah,meski tak ada usakan,tetapi dia tahu kalau istrinya sedang sedih juga.Digenggamnya tangan istrinya dengan satu tangan danenyetir dengan satu tangan.Dia ingin memberi kekuatan dan dukungan untuk istrinya yang saat ini mungkin sedang sangat bersedih karena kepergian mantannya.Santi menoleh,melihat ke arah suaminya nya,sesaat mata mereka bertemu dan Santi sangat berayukur memiliki suami seperti suaminya.Taknada sorot marah di matanya,hanya sorot mata yang sendu,yangb seolah mengatakan kalau dia juga ikut merasakan apa yang istrinya rasakan.
"Sayang....makasih banyak,ya...."kata Santi,membuat Brian menatapnya bingu ng.
"Untuk?"tanyanya bingung.
"Semuanya...."lirih Santi."Semua yang telah kamu lakukan untuk aku,semua yang telah kamu berikan untuk aku.Maaf kalau aku belum bisa menjadi seperti yang kamu mau,sayang.Aku akan terus berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik buat kamu."
Brian terharu.Ada kehangatan yangenyelusup dalam hatinya.Bagaimanapun,dialah yang mencintai Santi,semwntara istrinya itu dulu menerimanya hanya karena membutuhkan seseorang untuk menyelamatkannya dari perjodohan keluarga,tetapi lihatlah sekarang.Brian dibuat meleleh oleh ucapan sederhana sang istri.Bagi Brian kata kata Santi adalah madu manis yang memberikan efek luar biasa bagi hatinya.Bibirnya tersenyum tanpa sadar.Genggaman tangannya pun mengerat tanpa sadar.
"Aku juga makasih banyak,sayang,kamu telah menjadi ibu untuk anak anakku.Kamu telah meneirima aku apa adanya,dan kamu memberiku kebahagiaan ini.Tak ada yang bisa aku lakukan untukmu selain terus mencintaimu dan berusaha membuatmu terus tersenyum."
Santi tersipu dengan kata kata suaminya.Dia seperti ABG yang baru saja dirayu oleh kekasihnya.Hatinya membuncah dengan kebahagiaan yang tak terhingga.Dia tak menyesalbtwlahenerima Brian dalam hidupnya,jusgeu rsa syukur dia panjatkan senantiasa kepada Yang Kuasa karena mengirimkan Brian saat dia terpuruk karena keputusan Indra.Dan sekarang,dia dalam perjalanan untuk mengantarkan kepergian sang mantan ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Mereka sampai di rumah kediaa Indra dan dinsana terjadi kesibukan yang luar biasa,ada banyak tangisan di saa,axa banyak kerutan di sana.Suasan aalam yang sepi itu dipecahkan dengan riuh jerit tangis keluarga besar Ndra yang kehilangan lagi sosok aggota keluarga.Seolah sedangenwrima musibah karena selam kurun waktu hampir lima bulan,merwka kehilangan tiga orang anggota keluarga,diawali dengan kepergian ayah tercinta,disuaul Ibunda tercinta dan sekarang adik bungsu mereka,yang mereka pikir merantau ke luar pulau,tetapi pulang dalam keadaan meninggal.H ati siapa yang tak akan berduka menerima kenyataan tersebut.Terlebih seorang gadis cantik,yqng selama ini selalu tergantung pada Oom kesayangannya itu.Kiara.Ya,Kiara sampai pingsan berkali kali karena khabar yang dibawa oleh Ruri,budenya.Gadis itu seolah tak terima dengan khabar meninggalnya oomnya di rantau.D ua tahun dia memendam rasa,antara marah,benci dan rindu pada Oom kesayangannya itu yang dwngan tega twlaheninggalkan kekasihnya sendirian,dua tahun dia selalu berusaha mencari tahu penyebab perubahan Oom nya itu pada Santi,yqng semula dengan berapi api dan penuh cinta selalu diceritakannya sebagai sosok yang sangat dicintainya,tetapi tanpa sebab yang jelas telah ditinggalkannya merana.Dua tahun dia selalu merindukan sosok Oom yang sangat memanjakannya,dan karena tak kunjung datang,dia malah menemukannya pada sosok Brian,suam Santi yang notabene adalah orang lain.Karena itulah hatinya terluka.Tetapi luka itu seakan semakinencabiknya ketika beberapa saat yang lalu budenya datang membawa berita kematian sosok yang selalu lama ini dirindukannya.Gadis itu histeris mendengarnya.Bahkan dia langsung pingsan karenanya.Bahkan sampai sekarangpun jenazah Indra belum dibawa pulang karena masih harus melalui beberapa prosedur di rumah sakit.G Adis itu sangat terpukul dan terluka.
Santi masuk bersama suamiku nya.Airmata dari tadi terus melwlh di pipinya.Ruri yang melihatnya lalu memeluknya.
"Kenapa bisa terjadi begini,San?"kata Ruri di sela isakannya.
"Sabar,mbak....Kita hanya umat yang harus taat pada kehendakNya....Jujur aku juga kaget,mbak....Memangnya tak ada khabar dia sakit gitu sebelum ini,mbak?"
__ADS_1
Ruri twryegunendwngar pertanyaan Santi.Bagaimanapun dia harus ikut sandiwara Albi dan suaminya.Dia menggeleng lalu melepas pelukannya dan menangkap pipi Santi.
"Makasih ya,kamu selalu ada buat keluarga aku,meskipun kenyataanya kamu sudah disakiti oleh Indra.Maafkan segala kesalahannya ya..Biar lapang jalannya menuju pulang."
"Sudah sejak akuenwmukan Mas Brian akuemaafkan dia,mbak....Justru seharusnya aku berterimakasih padanya,karwna dia yangwninggalkan aku,Tuhan mengirimkanalaikat penolong untuk aku."
Brian yang ada di belakang Santi mencelos.Hatinya benar benar menghangat karena perkataan istrinya.Apa tadi dia bilang?Malaikat penolong?Oh my....pokoknya dalam hati.Sehwbat itu dia bagi istrinya.Bagaimana dia tidak akan ak n mencintai istrinya itu.Meskipun sekarang dia juga sedikit tidak enak hati karena istrinya menangisi kepergian mantan.Tapi dia juga segera menepis tasa itu.Tokh Indra sudah meninggal,apalagi yang harus dia takutkan?Biarlah istrinyaenangis sejenak karena mantannya,nanti dia yang akan menghiburnya.
Santieninggalkan Brian yang duduk di beranda ditemani beberapa tetangga,lalu masuk untuk mencari Kiara.Nampak gadis itu terpuruk di sudut ruangan yang audah digelari tikar seperti tiga bulan yang lalu saat neneknya meninggal dunia.Matanya bengkak,wntah sudah berapa lama dia menangis tak henti.Dan sebaik dia melihat sosok Santi,dia sontak berdiri dan berlari sambil berteriak lalu jatuh dalam pelukan Santi.Gadia itu kembali menangis meraung Raung meratapi kepergian Indra dalam pelukan Santi.
"Kia....Kia sayang....Dengerin Tante sayang....Kita boleh namgis,tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan,ya...."
"Dia...dia jahat banget,Tan...."tangis Kiara."Dia pergi tanpa pesan,dia tak pernah memberi khabar,dia tak pernah balas wa,tak pernah angkat telpon,bahkan blokir nomer aku,sekarang dengan tega dia datang tapi tidak bernyawa...huuu....huuuu....huuuu.....Jahat....jahat....Oom Indra jahat ,Tan...."
Dan ketika Santi memeluk Kiara dengan penuh kasih,saat itu pula ambulance yang membawa jenazah Indra tiba.Kembali rumah itu dipenuhi dengan riuh suara tangisan dan jeritan menyayat hatiketika peti jenazah berwarna putih itu diturunkan dari ambulance.Mereka berdesakan,hendakencari posisi yang terdekat dengan peti tersebut.Santi sendiri nampak sedikit twrpukulelihat peti itu diturunkan,lalu diletakkan di tengah tengah ruangan dan dibuka separonya.Semua keluarga termasuk Kiara segera mengerubuti peti tersebut.Mereka menangiseraung raungwlohat kondisi Indra yang sudah sangat kurus kering itu.Dalam pikiran keluarganya,berapa lama IU ndea sakit,,samapai badannya kurus kering.Apakah I ndra kekurangan makan di rantau?Setelah semua keluarga menepi,giliran Santi mendekat.Dia juga penasaran dan ada sedikit rindu terbersit di hatinya untukelihat sosok yang pernah sangat dicintainya itu.M katanya terbelalak melihat penampakan tubuh kurus itu terbalut setelan jas yang pernah mereka beli,setelah mereka mantapkan hati untuk mengarungi hubungan yang lebih serius Dar IU sekedar berpacaran.
Reflek tangannya menutup mulutnya dan saat itu pula dia menangis tergugu,mengingat momen mereka mbeli setelan itu.Kenangan manis itu masih jelas diingatkannya.Brian yangwlihat penampakan istrinya itu segera menghpirinya dan segwraemapahnya dan susuk si dekat peti jenazah.
"Sabar,sayang....Dia telah pergi,jangan iring kepergiannya dwngan tangisan."
"Dia...dia bahkan masih menyimpan setelan yang akan kami gunakan untukwnikah,Sayang....Aku ....Aku....Akh....hiks,hiks...hiks Aku takenyangka,sayang...."
__ADS_1
Brian mengelus pundak istrinya yang ada dalam pelukannya .Semua mata terruju padaereka.Hatinya berdenyut sedikit nyeri,k arena istrinya mengatakan tentang setelan yang akan digunakan untuk pernikahan mereka sebelum Indra nekat mwninggalkan istrinya itu.
"Kita pulang dulu,ya....Sudah jam satu malam,sebaiknya kita pulang,beaok selesai sari Gereja kita datang lagi,hmmmm?"
Santi mengangguk mengerti.Mereka berpamitan,karena memang waktu sudah menunjukkan jam satu dinihari.Dan pemakaman juga dilaksanakan besok siang,setelah ibadah.M ereka pulang.
Keesokan harinya,selesai dari ibagmdah di Gereja,Brian kembali mengantar istrinya ke rumah keluarga Indra untuk mengikuti acara pemakaman Indra.Nampak keluarga yang telah lebih baik keadaannya menyambut kedatangan pasangan suami istri itu dan merekapun hanyut dalam setiap acara demi acara.Saat tiba jenazah akan di bawa ke pemakamna kembali keriuhanbterjadi.Keluarga kembali histeris melihat pwti jenazah yang di bawa meninggalkan rumah menuju ke pemakaman.Santi berjalan pelan,mengikuti alur perjalanan orang orang yang memikul peti jenazah itu dalam rengkuhan suaminya.Merwka tiba di pemakaman dan setelah acara ibadah pengebumian jenazah,maka peti jenazah diturunkan ke liang lahat dan segera ditimbun dengan tanah sampai membentuk seperti bukit kecil.Segera mereka menabur bunga dia tas tanah kuburan itu.Santi yang ada di sana juga ikut menabur bunga.
"Aku sudah memaaf kan semua slahmu,Mas...pergilah dengan damai..."
Brian tetap memeluk istrinya yang memang lemas itu karena tak dipungkiri Santi pernah sangat mencintai Indra.Hampir semua mata tertuju pada keakraban mereka.Lalu Merekapun satu persatu meninggalkan makam itu.Tinggal Ruri,Dewa,Albi dan Kiara,juga Santi dan Brian.
"Terimakasih,San....Kamu benar benar sahabat yang luar biasa,"kata Albi."Aku harus bicara sama kamu,Al...tapi tidK sekarang....Mungkin nanti bila ada waktu.Kami permisi dulu,Mas,Mbak,Al...Kia,Tante pulang dulu.Oh,ya,apa nanti malam ada acara ibadah penghiburan?"
"Tidak,San,"jawabbak Ruri."Besok oaa acara tujuh hari,sekaligua serarus harinya ibu."
"Oh,baiklah,kalau begitu Kai pamit dulu."
"Iya,terimakasih ya,San,,Mas Brian....maaf kami selalu merepotkan."
"Sama sama,Mas...Kami permisi."
__ADS_1
Santi melangkahwninggalkan pemakaman itu.Ada rasa yang tak bisa dia katakan saat ini.Entah mengapa sepertinya ada disembunyikan darinykarwna kondisi tubuh Indra yang demikian kurus kering,pastilah Indra sakit audah lama,nggakungkin kala UI tiba tiba sakit dan badannya langsung kurus kering.Akh...dia harus mencari tahu dari Albi.