AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
UPACARA TUJUH BULANAN


__ADS_3

Sejak hari itu,Santi makin perhatian pada suaminya,meskioun di sendiri juga menjaga asupan nutrisi untuknya.E ntah mengapa dia tidak merasakan apa apa,saat dia dinyatakan hamil,justru suaminya yang sangat merepotkan ,entah tengah malam bangun minta mkan yang aneh aneh,entah bangun tidur langsung minta makan,yqng selama ini bukan Brian banget,tapi itu yang terjadi saat ini.


Dan hari ini adalah hari di mana dia da. suaminya akan kontrol,menengok si buah hati yang hari ini berusia empat bulan.Bukan Santi yang heboh,tapi justru Bian yang heboh dari pagi tadi,padahal Santi mengambil waktu sore,agar tidak banyak mangkir meninggalkan pekerjaannya.


"Mama,nanti jangan lupa,ya?"kata Brian di telepon waktu mereka teleponan siang itu.


"Iiih....Papa apaan sih,belum juga waktu makan siang loh ini,"sahut Santi,membalas telepon Brian.


"Pokoknya Papa jemput jam empat tepat,k arena Mama menolak untuk makan siang bareng Papa,nggak boleh telat,ya,aku sampai Mama harus sudah di depan gerbang,tidak ada alasan,titik."


Tut.


Santi melongo,karena belum sempat menjawab,telepon sudah mati.Santi menghembuskan nafasnya dengan kesal,karena semakin kesini semakin agak menjengkelkan.Benar benar melebihi seorang wanita yang ngidam.Tapi dia juga tidak mengeluh karenanya,karena dia tahu kalau itu karena bawaan bayi yang dikandungnya.Kata Srie,kalau sudah melewati trisemester kedua,ngidamnya pasti berakhir.Itu kalau umumnya,entah suaminya nanti akan seperti apa.Sekarang dia hanya menikmati saja,tokh dengan begini dia bisa makan dengan baik,tanpa takut anaknya nanti kekurangan gizi.


Seperti juga sore ini,dia sudah berkemas dan berdiri di depan gerbang saat jam pulang tiba,dia tidak ingin ada drama kalau dia belum ada di gerbang.Dia menunggu dengan sabar,gapi belum juga lima menit dia menunggu,mobil Brian sudah ada di depannya.Dia tersenyum lalu naik ke dalam mobil suaminya,yang tersenyum cerah menyambutnya.


"Sore,Maaaaa....,"spa Brian dengan senyum lebar.


"Sore Pa...,"jawab Santi lalu memakai seabelt dan Brian langsung menjalankannya mobilnya menuju rumah sakit Harapan.


"Gimana rasanya,Ma?Apa kamu merasakan nggak enak badan gitu?Aku kok pengin banget makan bakso yang dekat rumah sakit ,ya?Gimana kalau sebelum ketemu dokter Nay,kita makan dulu?Pengin banget ini....ya...ya...ya...makan dulu ya....Mamaaaaa...."


"Iya Papa....iya,apapun yang Papa mau,pasti Mama beri kalau Mama bisa."

__ADS_1


Brian tersenyum senang Diapun membelokkan mobilnya ke Resto bakso di dekat rumah sakit.Mereka memesan tiga porsi,karena Brian minta dua porsi,yang sempat membuat Santi geleng geleng kepala,melihat suaminya yang sangat menikmati makanannya.Selesai makan,dengan penuh cinta Santi menghapus keringat di kening suaminya,juga sisa makanan di susut bibir suaminya, lalu mereka meneruskan perjalanan ke rumah sakit Harapan.Mereka lalu mengambil nomer antrian yang sudah banyak.


"Harusnya tadi Papa daftar dulu,ya,Ma?Kasihan Mama nunggu lama."


"Nggak apa apa,sabar,ya,Pa,"kata Santi menepuk nepuk tangan Brian yang masih menggenggamnya."Papa capek?"


Terus terang saja,Santi tidak merasakan efek kehamilan saat ini,tapi Brianlah yang sangat merasakannya,karena itu dia mencoba lebih memperhatikan suaminya itu.


"Nggak capek,Ma,kan dah diturutin tadi minta bakso,dua mangkuk lagi,"sahut Brian tersenyum.


"Ya udah kalau nggak capek,nungguin dulu,ya?Dua antrian lagi,lalu kita ketemu dedek bayi,ya..."kata Santii masih tersenyum.."Masih suka pusing nggak."


"Sudah berkurang,Ma,bahkan sudah ggak mual lagi,cuma ingin makan yang tiba tiba itu yang belum ilang.Maafin Papa,ya,Ma?"


"Iya,Mama sayang...tuh,dah dipanggil,ayuk masuk,"kata Indra.


Mereka masuk ke ruang dokter Nay dan Santi kembali di USG.Kali ini Brian bisa melihat calon anaknya yang masih sangat kecil,dan menurut Brian seperti tikus.Eh...iya,kecil sekali dan memang penampakannya seperti itu.Dokter Nay hanya tertawa mendengar komentar Brian.Santi juga sangat senang.Dan yang lebih mwnyenangkanya adalah,bahwa dia tidak hanya hamil tunggal,tapi kembar.Eh,kembar?Iya,kembar...Duuuuh....Happy mom and dad...Sekalinya dipercaya Tuhan langsung dapat dua.Mereka sangat bahagia.


"Kok kemarin dokter nggak bilang kembar?"tanya Santi.


"Karena hanya ada satu kantung,sata pikir nggak kembar,tapi ternyata ini kembar monozigot,"kata dokter Nay menunjukkan ada dua embrio dalam satu kantung."Kemungkinan nanti wajah mereka mirip."


"Duuuh....makasih,ya,dok....",kata Santi dengan senyum cerahnya.

__ADS_1


"Karena dedek bayinya bener bener kuat,saya kasih vitamin aja,ya,dan jangan lupa,kita bisa lihat jenis kelaminnya di pertemuan bulan depan,"kata dokter Nay menyerahkan resep pada Brian.


"Nggak perlu,dok,"sahut Brian."Biar jadi surprise buat kami,apaoun jenis kelaminnya,kami akan terima dengan bersyukur,gitu kan,Ma?"


Santi tersenyum dan mengangguk kan kepala.Brian menggenggam erat tangannya.D dengan manis dia mengangkat tangan itu dan mengecup nya,mebuat dokter Nay tersenyum,dan Santi tersipu malu.D okter Nay lalu mempersilakan mereka keluar karena masih banyak pasien di belakang mereka.Dengan tersenyum merek akhirnya meninggalkan ruang dokter Nay dan menebus obat di apotik lalu mereka pulang.


Hari hari yang manis mereka lalui dengan penuh kebahagiaan.Seolah rasa sakit Santi karena ditinggalkan Indra terobati dengan kehadiran Brian dan kedua anak dalam kandungannya.Brianpun sudah mulai biasa lagi,tanpa aneh aneh lagi,sepwrtinya penyakit ibu hamil yang melekat padanya sudah sembuh seiring kandungan yang kian membesar.Hari ini genap sudah tujuh bulan Santi mengandung anaknya.Sesuai tradisi keluarganya,mereka akan mengadakan syukuran tujuh bulanan.


Keluarga Santi sudah berkumpul di rumah Brian sejak kemarin sore,karena hari ini mereka akan mengadakan acara tujuh bulanan itu.Rumah Brian yang biasanya sepi,karena hanya ada Brian dan Santi dan dua pembantu mereka kali ini sangat ramai.Para tetangga juga tak kalah antusiasnya dengan keluarga,mempersiapkan acara itu untuk nanati sore.B bermacam olahan makanan dibuat,termasuk dengan segala jenis pernak pernik perlengkapan acara itu.Wajah Santi sumringah karena semangatnya.Brian juga sudah ijin untuk tidakasuk bekerja,begitupun Santi.Dia ijin dan dia belum mengajukan cuti hamil,rencananya nanti mepet hpl saja,sehingga lebih lama bersama anak anaknya sebelum dia kembali bekerja.


Sore ini semua tampak sangat bahagia,pun Santi dan Brian.Mereka mengikuti ritual acara,mandi air dari tujuh sumur.Santi keluar dengan berbalut kain dan dengan rangkain bunga melati yang dibutuhkan sebagai atasan yang menutup bahu dan dadanya,duduk di sebuah bangku di halaman rumah Brian,lalu setelah sang Pendeta memimpin doa,Brianemulai memandikan istrinya dengan gayung yang terbuat dari tempurung kelapa.Dia mengguyurkan air dari kepala sang istri,lalu kedua orangtua Santi,lalu bapak ibu RT sebagai wakil orangtua Brian,lalu sang Pendeta sekalian dan terakhir adalah ibu panti,orang yang sudah mengasuh Brian dari kecil sampai tumbuh menjadi seorang yang seperti sekarang ini.Setelah selesai,maka Brian harus memecahkan kelapa muda sebagai perlambang,agar nanti kelahiran anaknya bisa lancar dan selamat,dengan semangat Brian memecahkan kelapa gading muda yang sudah diberi gambar betari Ratih dan negara Kamajayaberharap kalau anaknya lahir perempuan akan secantik betari Ratih dan kalau laki laki akan setampan betara Kamajaya.


Setelah itu Santi dibawa masuk dan berganti pakaian.Acara dilanjutkan dengan ibadah ucapan syukur dan makan bersama dengan jemaat gereja tempat mereka selama ini beribadah dan dengan anak anak panti asuhan.Meskioun selesai sampai larut malam,tetapi kebahagiaan itu sangat mewarnai keluarga kecil itu.


Tetapi di luar pagar,seorang lelaki kurus yang ditopang oleh sahabatnya nampak ikut larut dalam euforia kebahagiaan yang terjadi di dalam rumah,meskioun hatinya terluka melihat wanita yang dicintai sepenuh hati harus berbahagia dengan pria lain.Ya . .Indra datang bersama Albi,twtapi dia tidak mau masuk,dia hanya melihat dari jauh wanita pujaannya itu.Dia tidak pernah ingin menghancurkan hati wanita itu untuk kedua kalinya.


"Cukup,Al,kita pulang,"katanya lalu melangkah tertatih ditopang oleh sahabatnya itu.


"Mengapa kita tidak masuk saja tadi?"tanya Albi tak mengerti.


Indra tersenyum kecut.Wajahnya yang pucat dan lelah,tubuhmya yang kurus kering,menunjukkan betapa rapuhnya dia sat ini.


"Aku sangat bahagia hari ini,Al,"katanya disela senyumnya."Wajah Santi sangat bahagia,berbeda saat mereka menikah.Dan aku merasa keputusanku sudah tepat dengan merelakannya untuk orang lain.S aat ini hanya laki laki itu yang pantas untuknya dan kalaupun aku harus pergi,aku akan pergi dalam damai,karena tidak meninggalkan wanita yang aku cintai sebagai janda.Kamu tahu kan maksudku?Lebih baik dia sakit saat aku tinggalkan dia dulu,daripada dia sakit saat aku tinggalkan nanti.Itu berbeda,Al.Ayo pulang,aku lelah."

__ADS_1


Albi laluemapah Indra,masuk dalam tf axi online yang baru saja tiba dan mereka meninggalkan tempat itu,tempat yang membuat Indra merasa telah mbuat keputusan yang sangat tepat untuk wanita yang sangat dicintainya.


__ADS_2