
Jari masih pagi,ketika ibu menyapu halaman luas rumah Brian itu.Meskipun sudah dilarang,nyatanya tak menyurutkan tekad ibu untuk menggerakkan badannya dan menyapu halaman itu.Daun daun kering yang berjatuhan memang membuat halaman luas itu kelihatan kotor,swhingga ibupun dwngan semangat mulai menyapu sambil bernyanyi nyanyi kecil.Wanita paruh baya tersebut memang selalu melantunkan pujian pada Sang Pencipta dalam setiap kesempatan,apalagi kini beliau tengah menyapu,yang otomatis tidak mengganggu banyak orang.
Satriya tampak berlari lari kecil membawa pengki,untuk membantu nenwknya.Di belakangnya,Surya mbawa sebuah asyik besar,twmpat sampah yang biasa bibi pakai kalau sedang beberes.
"Neneeeeeek....."kata Satriya mengejutkan neneknya."Ini pengki nya,nek,Sat bantu ya?"
"Ini plastiknya,nek,Surya juga mau bantu nenek ini."
Ibu tertawa melihat kedua cuxu kembarnya yang nampak sangat peduli padanya itu.Dwngan gemas beliau memeluk dan mencium keduanya bergantian,membuat mereka tertawa tawa kegelian.M ereka lalu membereskan sampah yang bertumpuk itu ke dalam plastik,sefelahnya mencuci tangan di kran air yang ada di sana.
"Sekarang kita mau mandi,nek,mau sekolah,"kata Satriya diikuti Surya dan nenwk masuk ke dalam.Namun baru sampai di ambang pintu,mereka berhenti karena ada suara sepeda motor yang masuk ke halaman.Satriya tersenyum lebar ketika pengendara motor itu membuka helm yang dipakainya,menampakkan seraut wajah cantik yang sudah dikenalnya.
"Mbak Kia,"katanya lalu berlari saling mendahului dwngan Surya dan masuk dlaam pelukan gadis itu.Mereka tertawa tawa,sementara ibu mengerutkan keningnya dan melihat Kiara,ya,yang datang adalah Kiara,yang belum pernah dikenalnya.G Adis cantik dengan tubuh tinggi semampai itu lalu berjalan dengan menggandeng si kembar si atangan kanan dan kirinya,mendekati ibu lalu mengulurkan tangan dan dengan hormat mencium punggung tangan wanita paruh baya tersebut.Ibupun nampak terharu dengan kesopanan Kiara.Jarang ada gadis jaman sekarang yang masih bisa bersikap sesopan itu,tanpa ibu tahu,Santilah yang mengajarkan kesopanan itu pada Kiara.
"Selamat pagi,bu,"sapa Kiara ramah."Tante Santinya ada?"
"Ada...Kamu iniii....?"
"Ooh,saya lupa mengenalkan diri,saya Kiara,bu,a Nak asuh Tante Santi.Ibu iniiii..."
"Saya ibunya Santi,nak,mari masuk,"kata ibu ramah.
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah,dengan kedua bocah tampan itu yang melompat lompat gembira di samping Kiara dan ibu yang berjalan di samping mereka.Sampai di ruang tengah,Brian nampak tersenyum lebar melihat Kiara.Dengan riang,Kia Ra mendekati Brian dan mencium punggung tangan Brian dengan sopan.
"Tante di mana,Oom?"tanya Kiara.
"Di dalam kamar adik adik kamu,"sahut Brian.
"Lah...ini adik adik sama aku,oom,"kata Kiara mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Adik adik baru,Kia,"kata Brian,tak ingat kalau mereka tidak meberitahukan tentang kehamilan Santi sampai kelahiran triplets.P antas saja kalau gadis itu kebingungan mendengar kata adik adik baru."Oh,iya,Oom sama Tante lupa kalau kamu tidK tahu kalau Tante punya adik adik baru lagi.Maklum,kami juga sibuk dan kamu juga hampir setahun ini nggak ada khabarnya."
"Hah?Asik asik baru?Kembar lagi?Tante aku melahirkan anak kembar lagi?Mana mana?Aku mau lihat adik adik aku,"pekik gadis itu kegirangan.Ibu sampai melongo melihat reaksi gadis didepannya itu.Brian hanya tertawa melihat kehebohan Kiara.Dia sampai menggeleng gelengkan kepalanya karena melihat Kiara yang nampak sangat gembira itu mendengar kalau Santi punya anak kembar lagi.
"Itu di kamar mereka,jangan berisik,ya,kasihan Tante kamu kalau mereka bangun bersamaan,"kata Brian menu juk sebuah kamar."Kakak,antar Kak Kia ke kamar adik adik."
Satriya dan Surya mengangguk lalu menggandeng tangan Kiara masuk ke kamar triplets.Melihat tiga box bayi si dalam kamar,gadia iru menutup mulutnya,karena takjub dan takut berteriak ,sehingga membangunkan bayi bayi itu.Dengan mata yang berkaca kaca,diawndwkati Santi,menyalami tangannya lalu memeluknya.
"Tante apa kabar?Baru juga sebentar Kia nggak ke sini,Tante udah nambah asik adik Kia,"kata Hadi iru yang sekarang sudah terisak dalam pelukan Santi.
"Hampir setahun kamu nggak main ke sini,Ki,Tantw juga terlalu sibuk.Bagaimana skripsinya?Sudah sidang?"
"Belum,Tan...makanya aku main ke sini mau diajarin sama Oom dan Tante buat bikin skripsi,biar langsung lolos dan sidang,eh,malah aku terkejut karena Tante aku malah punya adik adik lagi,dan....aaaaah....tigaaaaa?"
"Dari tadi kakak nggak nyadar kalau adik kami tiga?"tanya Satriya.
"Memangnya kalan tadi kasih tahu kakak?"tanya Kiara dengan raut polosnya."Tidak,"sahut Satriya lalu tertawa cengengesan,mbuat Kiara gemas dibuatnya.
"Iya,Tan,makanya aku ke sini,secara Tante sama Oom kan sudah berpengalaman.Eh,tak tahunya terkejut dengan hadirnya adik baru.Siapa nih,namanya?"
"Kalau dulu Oom kamu kasih nama double S,sekarang neneknya kasih nama triple K,Keenan,Karisma dan Kirana."
"Waaah...neneknya gaul juga,Tan....namanya keren abis ini...Eh,kok yang satu kayak nama cowok,ya, Tan?Keenan?"
"Emang cowok,kak,"sahut Surya yang sudah sibuk dengan Keenan."Ini,yang aku pegang ini yang namanya Keenan,yang sama Kak Satriya itu Karisma dan yang tidur itu Kirana."
"Waaah....amazing banget,Tan....Aku mau ajak bunda kemari,ah...Niar bunda juga lihat baby kembar riganya."
"TRIPLETS,kak,"ralat Satriya."Kata Mama ribet ngomong kembar tiga,gampangan juga triplets."
__ADS_1
Kiara sampai menganga tak percaya mendengar penjelasan Satriya.Bagaimana bisa seorang anak lima tahun meralat ucapannya dan mbwnarkannua pula.Kiara sampai tersipu malu dibuatnya.
"Ooooh....triplets,ya?Yang lahir duluan yang mana ini,Tan?"
"Itu yang lahir duluan jagoannya,trys disusul Karis limaenit kudian,lima menit berikutnya Kiran lahir."
"Normal,Tan?"
"Puji Tuhan,iya,Ki...Adik adikmu nggak nakal,koj,paling T Ante nikmati persoalkan mereka nggak ada seharian,mereka sudah lahir dengan selamat.Kamu kalau mau minta tolong sama Oom,sana,bawa laptop?"
"Iya,Tan,bawa.Aku masih ingin lihat mereka dulu,Tan....Skripsinya Ntar an ajalah,yang penting lihat adik adik,ya,kakak kakak?"
"Siiip,"sahut Satriya.
"Oke,kak"sahut Surya.
Mereka nampak akrab si dlaam kamar triplets.Ibu yang lalu ikut masuk,mendekati Kiara yang masihwnimang nimang Karisma.
"Kalau boleh tahu,nih,swbwnaenya Nak Kiara ini tinggal di mana?Dan audah sejak kapan mengenal Santi?*
"Saya sudah lama kenal Tante,bu..."jawab Kiara.
"O,ua?"
"Iya,"sahut Kiara.
"Dari panti asuhan?"tanya ibu lagi.
"Bukan,bu,"jawab Santi."Kia ini keponakannya Mas Indra."
__ADS_1
"Apa?K...keponakan Indra?"