
Matahari bersinar dengan indahnya .Jari yang sangat cerah,mengiringi aktivitas para penghuni bumi.Lagi,aktivitas yang melelahkan juga dimulai.Jalanan yang ramai oleh kendaraan bermotor,mobil,lalu lalang pejalan kaki,para pedagang dan penjual asongan,seolah adalah pemandangan yang sudah biasa terjadi setiap harinya.
Kesibukan di rah Brian dan Santi pun seperti biasanya.Kedua anak kbar mereka pasti heboh kalau diajak sarapan bersama,membuat raut wajah bahagia selalu terpancar di wajah kedua orangtua dan semua penghuni rumah.Meakipun makan sendiri dwngan sedikit berantakan,twtapi Santi tidak pernah membiarkan mereka disuapi oleh babysitternya sejak mereka bisa menyiapkan makanan s3ndiri kemulit mungil merwka.Dia tidak.ingin kedua.putranya manja.Dia ingin njadikan kedua putranya menjadi anak anak mandiri dan tangguh.Apaalagi mereka anak laki laki.Brianpun setuju dengan cara istrinya mendidik kedua buah hati mereka.Karena selama ini mang anak anak meerka menjadi lebih mandiri dan tidak cengeng.m ereka selalu melakukan apa yang diperintahkan oleh mamanya.Bahkan anak anak itu selalu ingat kalau harus cuci tangan sebelum makan,gosok gigi sebelum tidur,mwngucap doa setiap bangun tid7r,mau mandi,mau makan,mau tidur,semua kebiasaan baik diajarkan Santi pada kedua anaknya.Dan anak anak sekarang sudah semakin besar,semakin pintar dan semakin menggemaskan.
Setiap hari,mereka selalu menghabiskan waktu sarapan bersama,demi menjalin hubungan yang manis antar penghuni rumah.Dari dulu hampir tak ada batasan antara majikan dan pekerja mereka diperlakukan sama,sama sama manusia ciptaan Tuhan,hanya status saj yang
membedakan mereka.
"Yang,hari ini sepertinya aku lembur,deh,"kata Santi pagi itu.Dia audah ada di dalam mobil dwngan suaminya."Ntar aku telpon kalau aku sudah pulang,ya?Nggak apa apa kan kalau kamu pulang sendiri nanti?Kalau nggak bisa jemput,aku bisa naik taxi online."
"No,baby....Aku yang akan jemput kamu....Mana bisa kamu berduaan dengan laki laki lain semobil sementara aku di rumah."
"Mulai deh posesifnya,"kata Santiencebik pada suaminya itu.Memang Brian makin hari makin posesif aja.Seakan malah minta Santi berhenti bekerja,tetapi Santi nggakau,karena dia juga nggak ingin sepenuhnya bergantung pada suaminya untuk masalah keuangan,apalagi setiap bulan dia masih mengirimkan sebagian gajinya umt kedua orangtuanya.Tidk mungkin dia harus membebnkan semua pada suaminya.Karena iru dia tetap bekerja,apalagi posisinya sebagai manger keuangan,memberikan dia gaji yang cukup besar.Syang aja kalau harus berhenti bekerja,semwntara semua urusan baik keluarga maupun anak anak audah bisa diatasi dan anak anak juga tumbuh menjadi anak anak uang luar biasa.
"ya,kaga kaga aja,yang...." kata Brian tersenyum lebar.
"Ya kali cemburu sama sopir taci online.Nggak percaya banget sama istri sendiri,"cebik Santi cemberut.
"Hei....bukan nggak percaya,yang....Menjaga....remwmber?Menjaga,take care..."
"Iya....iya hubby sayang....."
"Eh????Apa?Apa tadi pnggilanmu?"
"Sayang?"
"Bukqaaaaa.n....."
"Trus yang mana?"
"Iiiih.....sayang gemesin deh....yang yadi,sebelum sayang...."
Santi menuturkan keningnya,mencoba mengingat panggilannya pada sang suami.Lalu senyum tersungging tipis di bibirnya mengingat panggilannya tadi.Ya....dia Hanya mengikuti Luna,twmwnnya yang memanggil suaminya hubby,sepwrtinya lucu juga.Jadi spontan tadi dia memanggil iru juga pada suaminya.
"Hubby?"
"Yes!"sahut Brian senang."Aku suka itu ,sayang....Hubby....hubby....Akh....manis sekali....Aku takut diabetes beneran loh kalau kamu selalu manis seperti ini."
"Sih,kumat gombalnya...."
"Panggil aku gitu ya,sayang?"
"Nggak....Aku nggak mau...."
"Kenapa?"ytqnya Brian kecewa.
__ADS_1
"Itu panggilan Luna buat suaminya....Ntar kalau pas family gathering kalian barenagan,yrus Luna panggil hubby,kamu lagi yang nyahut...."
"Ya kali gitu,yang?"tanya Brian sambil tertawa cengengesan menanggapi kata kata istrinya.
"Loh,bisa aja,kan,yang?"
"Kamu lucu juga ya....Aku suka itu....apapun yang kamu lakukan aku selalu suka,sayang....Oh,ya,tumbem lembut,yang?"
"iya....persiapan mau pindH ruangan,"kata Santi.
"Kamu pindah ruangan?"
"?Iya...,"
"Ke ruangan mana?"
"Ke ruangannya pPak Pandu."
Ciiiiiit.....
Mobil dirwm mendadak oleh Brian,mbuat Santi terhuyung ke depan,umtungwnggunakan sealtbelt,kalauntidak pasti dahinya audah beradu dengan dashboardnya mobil.Beruntungnya lagi di belakang sedang tidak ada kendaraan lain,kalau tidak pasti terjadi tabrakan.
"Yang,"protes Santi karena kagetnya.
Eh??
Eh??
"Mmm...maaf,sayang....Aku cuma kagwt aja...Kalau kamu pindah ke ruang pak Pandu...iru artinyaaaa...."
"Iya....artinya aku yang akanenempti ruangan direktur keuangan itu.Kenapa kagwt gitu sih,yang?"
"Artinya....artinya...."
"Iya....artinya aku yang gantiin Pak Pandu, karena per hari kemarin,Pak Pandu audah pensiun,yang."
"Artinya...."
"Ya nggak berarti apa apa,sih,yang....Kan kerajaannya xuma beda dikit aja.Kenapa muka kamu jadi panik gitu?"
Brian menelan salivanya kasar.Yaaaa....itu artinya dia dan istrinya sudah tidak sejajar lagi.Kalau kemarin dia.san istrinya masih sejajar,sama sama manager keuangan,tetapi sekarang istrinya sudah melampauinya,
menjadi direktur keuangan.Itu artinya dia ada di level bawah istrinya,dan iru mbuatnya rendah diri.Saat menjadi manager saja istrinya sudah sedemikian hebatnya,selalu menjadi narasumber setiap kali diadakan seminar tentang memanage keuangan kantor yang naik,apalgi sekarang istrinya sudah jadi direktur keuangan.Pasti dia makin bersinar nanti.Bagaimana nasibnya si hadapan rekan rekan sejawatnya dan juga rekan rekan di luar kantornya yang tahu hubungan mereka?
Santi melihat perubahan itu.Dia tidak mau membuat suaminya rendah diri.
__ADS_1
"Yang...."
Brian menoleh dengan wajah muram.Iru mbuat Santi sedih.Digenggamnya tangan suaminya diatas setir mobil,lalu Brian melepaskan setir mobil dan dengan sebelah tangannya dia menyetir sebelah lagi salingwnhgwnggam erat.
"Kamu nggak apa apa,kan?"tanya SNti khawatir.
"Aku....Aku....Aku lebih rendah dari kamu,yang...."
"Hei....dlam kerjan mungkin iya,tapi dlm rumahtangga kita kamulah kepalanya....Aku nggak lebih tinggi dari kmu,aku tulang rusuk kamu yang harus selalu kamu lindungi,aku bukan tulang kepala kamu....Aku tetap istri kamu.A paun itu jangan pernah kami berubah,yang....Ini cuma kerjaan,nggak akan mpengaeihi rumahtangga kita."
"Tapi apa tanggapan orang orang?"
"Pesuli amat dwngan tanggapan orang orang?Bisa apa kita kalau mereka menanggapi hidup kita?Ingat,yang,kita nggak bisa ngatur orang orang untukenamggapi hidup kita sesuai dengan keinginan kita,tetapi kita bisa mengatur hidup kita agar mereka melihat kalau kita bisa menjalani hidup kita dengan baik,denagn penuh cinta.Rumjukkan pada mereka kalau kita tidak pernah mpermaslahkan kondisi kita.Yanh aku atahu kamisuiku,kepal keluargaku bukan orang yang lebih rendah dari ku.Bagaimanapun kondisinya,aku twtepa adalh seorang yang wajib dan harus kmu lindungi,karwna aku dalah bagian dari dirimu."
Brianwmatap istrinya terharu.Entah terbuat d ari apa hati istrinya itu.Sudah jelas posisinya di atas Brian tetapi dia tetap menganggap Brian pelindungnya yang harus selalu melindungi dia.B agaiman hati Brian tidak menghangat dan penuh dengan kebahagiaan dan ras syukur?Dlam hati dia berjanji akan selaluemgitamakan kebahagiaan keluarganya,teritama istri cantiknya itu.Rasanya taknslaah diemgbil keputusan untukenweima Santiwnjdi istrinya beberapa tahun yang lalu.Dibawanya tangan istrinya yang ada dalam genggamannya lalu diciumnya tangan istrinya itu dwnagn penuh haru.
"Terimakasih,sayang....Kau begitu sempurna untukku yang hanya sebatangkara ini,"katanya dwngan mata berkaca kaca.
"Heiii....Jangan gitu....Tidak ada yang sempurna di dunia ini,keswmpirnaan hanya mlik Tuhan....Aku hanya butiran debu di mata Tuhan."
Oh,ayolah.....Hari Brian sangat senangendenagar kata kata sederhana dari mulut istrinya itu.Meakipun kedudukannya dia tas Brian sekarang,tetapi lihatlah,betapa wanita itu sangat menghargai suaminya.B eyapa Brian tidK bahagia dengan kenyataan ini.Tak henti kalimat syukur dia naikkan pada Tuhannya yang telah memberikan dia pasangan yang luar biasa ini.B etapa dia selalu memanjatkan puja dan puji syukur tiada henti untuk anugrah yang dinikmatinya inibsebagai ganti dia telah hidup sebatangkara di dunia ini.
Mereka berhenti di depan kantor Santi.Wanita itu turun setwlahencium punggung tangan suaminya.
"Nanti kalau sudah selesai dengan lembutnya,hubungi aku,ya...Aku jemput,jangan naik taxi.Aku akan selalu ada buat kamu dan keluarga kecil kita."
"Makasih,sayang....Semangat kerjanya,ya....Luv uuuu...."
Brian tertawa bahagiaendwngar rayuan rwceh istrinya itu.Bwnar benar semangatnya bangkit lagi setelah tadi sempat insecure karena istrinya yang naik panglat,twtapibtwrnyata istrinya tetap tidak berubah,twtap uatei yang baik,yang menghormati dia sebagai keplala keluarga.
Hari berlalu seakan begitu cepat.Malam ini,j tujuh malam Brianemjpur karena Santi minta dijemput dan mintabawa anak anak juga.Brian embawa serta babysitternya karena takut anak anak mereka akan kenapa Napa dalam perjalanan.
"Kok anak anak dibawa memangany a kita mau ke mana?"tanya Brian sesaat setelah bertemu istrinya di depan gerbang kantor dan istrinya naik ke dlam mobil.
"Kita mau makan di luar,tadi aku sudah kasih tahu iik untuk nggak masak bamyak,xukup buat bibi sama pak Dodo aja,karwna mereka menolak ikut."
"'Oooh....kita mau makan di mana?"tanya Brian.
"Mac D....."
Bukan Santi yang menjawab,tetapi si kembar yang berteriak heboh di belakang.
"Haaaaa????Kalian mau ke Mac D?"
"Iya papa....kakak mau ke Mac D....adik juga kan?"
__ADS_1
"Tentu saja....adik mau Mac D....Asik mau ayam yang besar dan banyak...."
Brian tertawa menanggapi anak anaknya.Merekapun ke Mac D dan mulai memesan makanan dan minuman,bahkan babausittwrnyapun diperlakukan sama.Aungguh bahagia bekerja pada keluarga mereka karena tidak oernah membedakan posisi mereka baik sebagai pekerja dan majikan.Aungguh sebuah keluarga yang sangat bahagia .IrulH keluarga Brian dan Santi.keluarg yang awalnya tidK Aling menci tai,hanya Brian yang memperjuangkan cinta tetapi Lihatlah sekRang keluRga ini luar biasa bajagia membuat setiap yangelihat jadi ikut tersenyum bahagia.