
Brian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Santi yang ada di sampingnya melirik suaminya yang hanya diam.D ia tahu kalau suaminya agak cemburu dengan keakrabannya dengan keluarga mantan kekasihnya itu.Walau diswmbumyikan,walau Brian bilang tak apa apa,tetapi dari wajahnya,Santi tahu kalau suaminya sedang agak tak baik baik saja.
"Maaaaas...."rengeknya manja,membuat suaminya menoleh ke arahnya.
"Ya,sayang,ada apa?Ada yang kamu inginkan lagi?"
"Mas Brian marah,yaaaaa?"
"Marah?Marah kenapa,sayang?"
"Maas,aku minta maaf,yaaa,soalnya aku memang dekat dengan keluarganya Mas Indra dulu,teristimewa dengan Kiara.Mas nggak marah,kan?"
"Untuk apa marah,sayang,semwntara kamu adalah wanita yang sangat spesial di hatiku.Seandainya Indra tidak meninggalkanmu,mungkin aku tak pernH bisa memilikimu,kan?"
"Mas kok ngomongnya gitu,sih?"
"Yaaaaa.....Gimana,yaaa,aku sangat mencintai kamu sejak awal kita sering bertemu di event event kantor kita,cuma kamu yang nggak pernah melihat aku,kan?"
"Aku ....Aku....Aku dulu nggak percaya sir banget sih,Mas,rsanya terlalu rendah dari aja,ada di sekitar wanita wanita cantik yang nampak elegan,dan mereka kebanyakan dari dunia orang orang berada,semwntara aku hanya seorang manager keuangan,mana pernah berani melihat rekan dari kantor lain,melorik saja nggak berani."
"Kamu tuh ya sayang,terlalu merendah tahu nggak?Semua laki laki yang pernah ada dalam satu event dengan kamu itu sangat mengaguminya,kecerdasanmu,ketegasanmu dan karisma yang terpancar dari wajahmu.Kamu cukup cantik danenarik bagi kaum lelaki yang ada dalam satu event denganmu,termasuk Mas yang sangat mengaguminya,hingga berubah menjadi mencintaimu.Rasanya sangat menyakitkan melihatmu berjalan dengan laki laki lain,tetapi apalah dayaku ini,kita bukan siapa siapa waktu itu.T api kalau aekaraaaang....Aku pastikan akan menjagamu dengan segala kekuatanku,agar kau tetap disisiku,sayang..."
Santi tersenyum dan tersipu malu karena ingat pertama kali dia jatuh cinta pada suaminya yang kala menikah belum ada rasa cinta di hatinya.Yqng ada hanya rasa butuh diselamatkan dari pernikahan sedarah dengan pamannya kala itu.Dan kehadiran Brian mampu membuat Santi merasa dilindungi dan terobati luka hatinya karena dicampakkan Indra menurutnya.Dia masih selalu saja tersipu kalau suaminya ini mengingatkan tentang rasa cintanya padanya.Dia tak bisa membayangkan seandainya Brian tidak datang padanya,berbesar hati menerimanya yang kala itu hanya memanfaatkan kebaikan dan ketulusan seorang Brian.Pasti hisupnya tidK akan sebahagia sekarang.Akh....seandainya....
__ADS_1
"Sayang....Kok kamu senyum senyum giru,sih?Ingat mantan kamu,ya?Aku cemburu beneran loh ini,"kata Brian sambil sebelah tangannyaeraih tangan istrinya dan digenggam dengan erar.Santienoleh dan sekilas mataereka bertemu,teya0i Brian kembali berkosentrasi dengan setirnya meskipun tangannya masih menggenggam erat tangan istrinya.
"Apaan,sih,mas?"kata Santi lalu terkekeh pelan."Aku ruh inget kali pertama gitu,kita sepakat untuk membangun rumahtangga kita ini nggak inget mantan juga,kali,Mas...Jangan Ngada ada deh,ah..."
"Ya kali aja,kok senyawa m swnyum gitu,kan curiga akunya,"kata Brian lagi."Seandainya....ini seandainya loh,sayang,seandainya ibuku masih ada,apakah kamu juga akan sesayang itu pada ibuku,sepweti kamu sayang sama ibu mantan kamu itu,sayang?"
"Ya iyalah,Mas,namanya mertua kan pasti juga disayang,masa aku cuma sayang sama anaknya aja?Udah ah,jangan kemana mana...Eh,mas,depan itu kayak ada warung bakso,deh,kita mampir,yuk,dah lama aku nggak makan bakso nih."
"Boleh sayang,kita nge date ya ini ceritanya?"
"Mas ini suka bercanda,deh,kan cuma makan ,Mas..."
"Bagi Mas,apapunotu kalau melakukannya bersamamu di luar rumah gini adalah nge date,sayang,kan Mas memang sedang cinta cintanya nih sama kamu...."
"Eh....Nggak nggak nggak....Nggak akan Mas nggak cinta lagi sama kamu,sayang ...Mas akan selalu cinta sama kamu,meskipun Mas tahu,cintamu belum sebesar cinta Mas ke kamu sayang....Ya udah....kita jajan dulu,yah,pacaran dulu,mumpung nggak lagi sama si kembar."
Santi tertawa menanggapi kata kata suaminya.Memang rasanya lebih indah pacaran setelah nikah,apapun yang dilakukan nggak ada yang ngelarang dan nggak akan melanggar norma,semuanya sah sah saja.Dia yang tidK pernah membayangkan akan mencintai Brian,swkarang sudah mulai mencintai suaminya yang lebih dulu bucin padanya.Untungnya Brian nggak terlalu posesif pada-nya,sehingga dia masih bisa bebas bekerja,k arena dia pasti akan sangat sedih kalau tidak diijinkan bekerja.Meskioun gaji Brian bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka,tetapi Santi tetap berusaha untuk selalu bekerja,gajinya ditabung untuk masa depan anak anaknya kelak.
Mereka segera mengambil tempat duduk paling pojok,agar lebih bebas dan jauh dari pandangan orang orang yang juga banyak jajan di tempat itu.Mereka memesan dua mangkuk bakso dan dua gelas air jeruk hangat.S ambil menunggu pesanan,Brian menautkan jari jarinya dengan jari jari sang istri,membuat Santi tersipu malu.Meskipun mereka telah menikah lebih dari setahun,tetapi bagi Brian dia masih menikmati masa masa pacaran dengan istrinya.O pesanan mereka datang dan mereka mulai menikmati makanan favorit mereka itu.
Entah mengapa kali ini muncul ide jahil Brian untuk menggodanya istrinya yang asyik makan tanpa melihatnya sedikitpun,membuatnyaerasa diabaikan.
"Uhuuuk....uhuuuk...."
__ADS_1
"Kenapa,Mas?Hati hati....pelan pelan makannya....minum dulu ini....,"kata Santi panik,sementara Brian terus pura pura terbatuk batuk,membuat Santi benar benar panik dan berdiri di samping suaminya sambil terus mengelus elus punggung suaminya,mencoba meredakan batuknya dan berhasil.Mereka menjadi pusat perhatian,tetapi mana Brian peduli.Yang penting di perhatikan istrinya.Santo kembali duduk dan memperhatikan muka suaminya yang memerah karena batuk batuknya tadi,sungguh akting yang sangat bagus.
"Sudah mendingan?"tanya Santi masih cukup khawatir
"Sudah sayang....tapi ..."
"Kenapa?"
"Suapi ya?"rengeknya.
"Dih....Mas nih kayak ABG lagi kasmaran aja,inget,anaknya dh dua,"seloroh Santi,nggak habis pikir dengan tingkah suaminya ini.
"Nggak mau ya,sayang?Ya udah kita pulang aja,aku malas makan lagi,"rjuk Brianbuat Santi terperangah heran,pasalnya bakso siangkuk Brian masih utuh,belum dimakan sama sekali,sementara baksonya sendiri sudah habis.Entah apa yang dilakukan suaminya dari tadi.
"Oke....oke...papahnya anak anak....Mama akan suapi papa sampai habis,ya....sudah jangan ngambek lagi jangan nhadi Ngadi kayak bocah,ya....Ayo,aini mendekat sama Mama,"kata Santiengalah.
Dengan telaten diauaponya suaminya yang entah sesari pulang dari rumah Indra tadi nampak manja dan ingin selalu di perhatikan itu.
Tentu saja Brian sangat senang dengan perlakuan istrinya itu.Sedaru tadi dia sudah benar benar cemburu karena dia dicuekin istrinya yang sibuk menghibur ibunya mantan,tanpa memperhatikan suaminya yang cemburu dengan kelakuannya.M meskipun Indra tidak nampak Batang hidungnya,tetap saja dia merasa sangat cemburu dengan sikap sang istri pada keluarga mantan,terlebih pada ibunya mantan,kan cburu banget dia.Seandainya dia tidak sangat bucin pada istrinya,pasti sudah dia twgur tadi,tapi dia takut kalau istrinya marah dan malu kalau ditegur si depan banyak orang,makanya dia balas dengan bermanja manja pada isteinya,untukemgurangi rasa cemburu yang menguasai hatinya saat ini.
Beruntungnya sang istri tidK curiga sedikitpun dengan tingkah jahilnya,sehingga dia meras dimanjakan dan diperhatikannya.Dia juga sebenarnya tahu kalau istrinya pasti tidK punya maksud lain pad a ibunya Indra,selain menghibiur wanita tua itu yang kehilangan separuh hidupnya,t anpa maksud apa apa,tetapi tetap saja dia cemburu,namanya bucin akut.
Seandainya Indra tidK pergi dari hisup Santi,pasti dia tidak akan mendapat kesempatan untuk memiliki pujaan hatinya itu...Seharusnya dia berterimakasih kepada Indra.Akh....Seandainya....Dia terswnyum manis manakala menatap wajah pujaaan hatinya yang kini telah melahirkan dua jagoan kecil untuknya.
__ADS_1