
Hari ini sudah sebulan sejak kelahiran dua malaikat kecil dalam keluarga Brian dan Santi.Mereka merencanakan akan mengadakan acara ucpan syukur menyambut kelahiran keduanya.Segala persiapan SudH dilakukan,dan hari ini Brian terlihat sanga baha gia,dwmikianpun Santi.Mereka lupa perjuangan mereka selama menunggu kehadiran keduanya,yang tersisa hanya kebahagiaan yang luar biasa.D ua malaikat kecil yang diberi nama Satriya dan Surya,sekan menjadi matahari yang memancarkan sinar terang yang menghalau kegelapan dalam dunia kedua orang tuanya,dunia yang awalnya abu abu,tetapi dengan hadirnya mereka kini menjadi penuh dengan warna yang sanggup membawa kebahagiaan dalam hidup kedua orangtuanya.
Sore itu semua tetangga,kenalan,teman dan juga anak anak panti asuhan berkumpul di rumah Brian,untuk ikut merayakan kebahagiaan kedua orangtua baru tersebut.M mereka bersama sama mendoakannuang terbaik untuk keluarga Brian dan Santi.
Sementara acara di dalam rumah sangat meriah,penuh sukacita,di luar pagar Indra dan Albi hanya duduk terpekur mengamati suasana hangat bingar di dalam.Wajah pucat Indra dan wajah lelah Albi menjadi pemandangan yang berbanding terbalik dengan. suasana perayaan di dalam rumah.
"Sampai kapan kamu mau berdiri terus si sini,Ndra?Nggak capek kamu nyiksa hati?"keluh Albi.
"Swbwntar lagi,Al...kumohon sebentar lagi.."sahut Indra lemah.
Semakin hari kondisinya semakin mprihatinkan dan dokter si rumah sakit pun sudah angkat tangan,swhingga kini Indra hanya seperti mwnunggu tiket antrian untuk kbali ke Penciptanya.Hari hari yang menurut Albi sangat menyedihkan,tetapi Albi tak dapat berbuat banyak.Sudah sering dia harus menemani Indra mengikuti Santi atau sekedar ingin tahu apa yang terjadi dengan kehidupan wanita yang sangat dicintainya itu,saat menikah saat Santi memeriksakan kehamilannya menghadiri acara tujuh bulanan hingga sebulan yang lalu ikut menemani proses kelahiran dua malaikat kecil itu walau dalam diam.Ya....Indra selalu tahu apa yang terjadi dengan wanita yang sangat dicintainya ya itu.Setelah dokter memvonis hidupnya tidak lama lagi,yang ingin dia lakukan dalam sisa hidupnya adalah menemani wanita itu,walaupun dalam bayang bayang.
"Sekarang aku akan pergi dengan tenang,Al....kekasihku telah menemukan tambatan hatinya pelindungnya,malaikat tak bersayap nya,yang akan swlalu ada untuknya.Itu sudah sangat cukup.bagiku.Kita pulang sekarang,"kata Indra lalu dengan dipapah oleh Albi mereka meninggalkan tempat itu dengan taxi online.
Santi yang tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan Indra,sekarng telah benar benar melupakan sakit hatinya karena laki laki itu,yang menurutnya sangat tidak bertanggungjawab,pengecut dan tak berperasaan.
Indra merebahkan tubuh lelahnya diatas ranjangnya yang berlapis sprei abu abu tua,warna yang sangat disukainya.Albi duduk di tepi ranjangnya dengan wajah yang prihatin.Sahabat masa kecilnya ini sungguh sangat menderita sejak penyakitnya mulai menggerogoti tubuhnya.Tubuh yang dulu tegap,dwngan dada bidangnya,kini nampak rapuh,kurus kering dan tak punya kekuatan.Tatapan mata yang dulu bersinar cerah,kini nampak sayu,redup tak bercahaya.Dia sudah kehilangan harapan hidupnya.
"Al..."
__ADS_1
"Ya...."
"Kalau sudah tiba waktuku,tolong jangan kabari Santi,j angan sampai dia tahu kebenarannya.Tolong kamu kasih tahu keluargaku,terutama Kiara,jangan sampai Santi tahu kalau aku sudah pergi.Aku tidak mau dia bersedih karena aku.Bagiku Kebahagiaanya yang utama,Al,tolong sekali,ya?"
"Aku janji,Ndra....tapi aku nggak berani jamin kalau Kiara nggak akan beritahu Santi.Kamu sendiri tahu kan seperti apa dia menganggap Santi?Dia selalu berhubungan dengan Santi meskioun kalian sudah berpisah,bahkan dia yang paling sibuk mbantu Santi mencari keberadaan."
Indra menarik nafas lelah.Sejak mengenal Santi,ponakan kesayangannya itu memang sangat dekat dengan Santi.M ereka sangat akrab,jadi semua yang terjadi di hidupnya,selalu diberitakan Kiara pada Santi.Dan memang benar kata Albi kalau Kiaralah yng sangat membantu Santi mencarinya ketika dengan sengaja dia menghindar darinya.Itu sebabnya di juga menghindari Kiara,supaya dia tidak memberitahu Santi yang sebenarnya.
"Al...."
"Hmmmm?"
Cukup aku yang tahu betapa besarnya aku mencintainya.Berjanjailah,Al..."
Albi menitikkan airatanya.Sungguh,dia juga sangat terluka dengan keputusan Indra,yang rela melepaskan cintanya untuk bahagia dengan yang lain,hanya karena merasa dia takampu mberikan kebahagiaan pada yang dicintainya itu.
Pernah terbersit di pikirannya untuk memberitahu Santi tentang kondisi Indra,tetapi Indra malah marah dan drop,membuat Albi ketakutan saat itu.Sejak itu dia hanya menanti sahabatnya itu mengamati kehidupan Santi dalam diam.
"Aku akan berusaha semampuku memenuhi semua keinginanmu,Ndra,tapi maaf kalau keluargamu tidak mau menurutinya,itu bukan salahku.Apakah kamu tidak mau menemui Santi meskioun hanya sekali saja,Ndra?"
__ADS_1
"No....Apa maksudmu,Al?Kamu mau dia hidup dalam penyesalan seumur. hidupnya karenautuskanenikah dengan orang lain po n?Kamu lupa bagaimana usahanya untuk menerima suaminya sekarang dan mencintainya,bahlan sekarang seperti yang kita lihat,mereka saling mencintai?Kamu mau melihat cintaku menderita?"
"Tapi kamu uang paling menderita,Ndra,"bantah Albi.
"Al...Kamu SudH berjanji padaku kalau kamu akan memenuhi semua permintaan ku,jangan lupa itu.A kubakan sangat berterimakasih padamu kalau kamu benar benar mau menjaga permohonan ku.Aku nggak minta banyak kan,Al?Aku hanya minta kau rahasiakan ini semua,agar semua berjalan seperti sekarang.Aku juga tidak tahu sampai kapan aku seperti ini,tetapi sepertinya Waktuku sudah dwkat,itu sebabnya aku memohon padamu untuk yang terakhir kalinya,Al
Pleaseeee....kumohon,Al,jangan ingkari aku."
"Aku janji,Ndra....Aku janji akan tetap diam
Kamu bisa pegang janjiku,Ndra."
Albi menggenggam tangan Indra yang dingin itu.Wajah uang semakin pucat,tubuh yang semakin rapuh.Indra memang menyembunyikan dirinya dari semua keluarganya,dan saat ini dia sudah sampai pada titik paling rapuh dihisapnya.Diaerasa sangat bahagia ketikaelohat bagaimana keadaan Santi.Dia merasa sangat lega,melihat SNti menikah bukan dengan pamannya,tetapi dengan lelaki baik yang sangat mencintai dia.Dia sngat bahagia karena melihat betapa hidup Santi sangat bahagia,bahkam kini dikaruniai sepasang bayi kbar yang sangat tampan.Rasa bahagianya ini seakan mbuat hidupnya terasa sangat bahagia,lepas dari beban yang selama ini menggayut di hatinya.
Albi menatap tubuh lemah sahabatnya itu.Dia yang selalu mendampingi saat sahabatnya itu terpuruk,saat sahabatnya itu terjatuh dan saat sahabatnya sekarang sudah ikhlas dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.Indra menatap Albi dengan tersenyum.
"Al...Aku ikhlas kalau aku harus pulang sekarang.Selamat bahagia Cinta...kaulah segalanya.bagiku,kaulah yang selalu jadi prioritasku....Aku tak apa kalau aku harus terluka melihatmu bahagia dengan yang lain,asal itu bukan pamanmu,karena aku tahu sampai kapanpun kau akan tersiksa kalauenikah dengan pamanmu.Selamat bahagia kekasihku...Aku akan selalu mencintaimu...."
Albi menitikkan air mata melihat sahabatnya.Dan setelah selesai mengatakan itu,Indra tersenyum sangat manis lalu memejamkan matanya.S eolah lepas dari semua beban yang selama ini menghimpit dadanya.Indra tertidur pulas malam ini.
__ADS_1
Sementara di kediaman Brian,acar itu berjalan sangat lancar,semua mendoakan yang terbaik untuk keluarga kecilereka yang sangat bahagia itu.Yaaa...Satriya dan Surya,sumberkebahagiaan Brian dan Santi.Dua bayi kembar yang orangtuanya sendiri kadang sulit membedakannya,kecuali karakter mereka.Sateiya sangat pendiam,jarang menangis,tetapi Surya sangat rewel,maunya digendong terus oleh kedua orangtuanya dan cenderung berisik.Kebahagiaan mereka sangat lengkap dengan kehadiran keduanya.Tak ada lagi ingatan akan sakit hati yang mengawali keputusan untukembina rumahtangga dengan Brian.Semua lebur dalam kebahagiaan ini.Seakan memenuhi semua keinginan Indra,Selamat bahagia Cinta....