AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Ingin makan ikan dari kolam milk mertua


__ADS_3

Hampir satu jam lamanya mereka di taman depan kantor Santi.Dan jam menunjukkan pukul tiga dini hari ketika mereka mulai pulang ke rumah.Santi sudah tertidur di samping Brian yang menyetir dengan wajah cerahnya karena keinginan anehnya terpenuhi.Sebwnarnyantwrbersit rasa kasihan juga pada istrinya yang ang tertidur si sampingnya,tetapi entah mengapa dia tadi merasa sangat sedih dan kecewa kalau istrinya tak mau menemaninya makan nasi goreng seafood si taman.A khir khir ini dia memang seperti tengah menguji kesabaran istrinya,tapi sungguh,dia tak bisa menahan keinginannya itu.Dia juga merasa bersalah pada istrinya,tetapi keinginannya sangat kuat,sehingga sering merepotkan seisi rumahnya.


Sesampainya di rumah,dia tak tega membangunkannya istrinya,lalu berinisiatif untuk menggendongnya.Meskipin sedikit kesusahan karena perut istrinya yang buncitnya audah seperti hamil enam bulan,padahal baru tiga bulan lebih dua Minggu,dia berhasil membaringkan tubuh istrinya di ranjang mereka.Disekanya keringat di dahinya,lalu diakibatkannya rambut istrinya yang menutupi wajahnya.Diciumnya kening istrinya lama,m menunjukkan betapa dia sangat mencintai istrinya itu.Setelah itu dia ke kamar mandi,sekwdar mencuci tangan dan kakinya dnenghosok Fifi lalu ikut berbaring di sebelah istrinya dn kbali tertidur dengan memeluk istrinya itu penuh cinta.


Pagi harinya,Santi bangun kesiangan,jam setengah tujuh dia baru bangun,sehingga dia npak sangat tergesa,mandi kilatminum susu hamil lalu menyambar roti bakar sia atas meja dan segera berangkat kerja,meninggalkan suaminya yang memang jam kerjanya beda satu jam.Kalau dia masuk jam tujuh dan suaminya masuk jam delapan.


Sore hari ketika dia pulang,auaminya itu nampak dusuk di teras dengan wajah sedihnya.Dia pikir karena tadi pagi dia tinggalkan,makanya diaa segera menghpirinya,meraoh tangannya danenxium punggung tangannya seperti biasa,lalu dusuk si sampingnya.


"Maaf,ya,yang....Tadi pagi aku tergesa banget,kesianganjadi aku tidak menunggumu.Kamu marah?"Brian menggeleng lemah.Dia nampak ragu ragu mau mengatakan sesuatu.


"Ada apa?Kamu sakit?Atau tidak nyaman?Maaf,seharusnya aku yang merasakan itu,jadi kamu yangenanggungnya,"kata Santi merasa sangat kasihan pada suaminya.


"Kalau aku bilang kamu tidak akan marah?"tanya Brian ragu.


"Memangnya mengapa harus marah?"


"Aku ingin makan sesuatu,yang,"kata Brian lagi.


"'Oooh....hanya ingin makan?Memangnya ingin makan apa sehingga takut membuatku marah?"


"Aku....Aku....,"kata Brian terbatas,melohat ke arah istrinya yang mengangguk pasti padanya."Aku ingin makan ikan nila."


Santiengejembuskan nafas legaendwngar keinginan sederhana itu.Eit,tapi tunggu dulu,mengapa Brian takut dia marah hanya karena dia ingin makan ikan nila?Jangan jangan....


"Aku ingin makan ikan nila tapi langsung menjalanya sendiri dari kolam bapak dan dimasak oleh ibu.A ku ingin makan dalam kondisi panas,dan masih baru diambil dari atas arang,di depanku."


Kaaan....kaaan.....Santi sudah merasa tak enak hati tadi,memdwngar kata marah hanya karena ingin ikan nila,twrnyata bukan sembarang ikan nila,kan?Ikan nila yang cara dapatnya rumit,kan?Ikan yang harus didapat dwngan perjalanan empat jam,kan?Santi mendesah pasrah....Entah akan semanja apa anak anaknya kelak,dwngan cara ngidam ayahnya yang sangat merepotkan,meakipin semua ngidamnya mudah diperoleh,tapi jangan salah,cara memperolehnya yang menguji kesabaran.


"Harus sekarang?"tanya Santi."Ini sudah jam lima sore,taruhlah kita langsung berangkat,samapi di sana paling nggak jam sembilan sepuluhan,masa malam malam kota kelayapan ke kolam ikan?Bisa ditunda sampai besok pagi?Kita bisa berangkat jam lima pagi,sehingga masih pagi kita sampai di sananya,bagaimana?Kalau malam ini aku takut perjalanannya akan membuatmu lelah."

__ADS_1


"Kita berangkat sekarang,yuk,biar aku yang nyetir,"kata Brian bersemangat.Santi menghela nafas lelah.D ia lalu mengangguk dn melangkah masuk,menyuruh babysitternya menyiapkan anak anaknya untuk dibawa ke rumah kakeknya.


Setelahnya mereka berangkat ke desa orangtua Santi.Meski dalam hati agak dongkol juga,tetapo Santi hanya tersenyum ketika tangannya diraih oleh Brian dan digenggam.


"Kamu nnggaka marah,kan sayang?"


"Untuk apa marah?"


"Aku akan buat perjalanannya cepat,kamu hubungi ayah atau ibu,gih,biar sampai sana kita bisa langsung ke kolamnya,dan ibu menyiapkan bumbu bumbunya,"kata Brian bersemangat.


Santi tersenyum menanggapi omongan suaminya,tetapi tak urung dia menghubungi ibunya dan mengatakan tujuannya mau ke kampung halaman.Ibunya nampak heboh menerima telepon dari anak sulungnya itu dan berulangkali berpesan agar hati hati dalam perjalanan karena pasti mereka akan sampai di kampung malam hari,apalagi kedua cucunya dibawa serta.Berulangkali pula Santi mencoba menenangkan ibunya laluenuruo telepon.


"Apa yang dikatakan ibu,sayang?"tanya Brian.


"Hati hati,kamu nggak hanya membawa aku dan kamu,tetapi juga dua cucu dan tiga calon cucu.mereka.Mereka tidak mau terjadi apaun pada kita semua,makanya hati hati katanya.Dan menurut ibu,bapak langsung membersihkan sekitar kolam agar nanti bisa menjala dwngan aman.Hhhhh....anak anakku,mengapa kalian membuat papa menjadi orang lain,nak?"


"Iya....tapi kan sebenarnya masih ada besok pagi,yang?"


"Ini nggak bisa lagi ditunda,sayang,harus malam ini aku makan langsung dari tempat pembakarannya....Huuuuuh.....pasti nikmat sekali....ikannya masih segar banget....Bimbi bumbunya dijamin mantap,dan dibakar si depan mataku,uuiiih.....lihat,yang air liueku audah hampir menetes ini...."


Santi hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.Menengok ke belakang,silihatnya Kedua anaknya tidur dalam dekapan mbak mbaknya,yang juga memejamkan mata.D ia lalu bersenandung kecil,menaikkan puji pujian pada Tuhannya,menghalau rasa sepi dalam mobil.Brian ikut juga menyangkut kan lagu yang dinaikkan istrinya,sehimgga sepanjang perjalanan mereka berdua terlihat sangat gembira.Entahlah...mood Santi jadi ikut membaik melihat suami dan anak anaknya yang baik baik saja itu.


Singkatnya,merwka sampai di pekarangan orangtua merwka pada jam sembilan malam.Bapak segera menyambut mereka.J ko,adik Santi membantu bapak untuk menggendong keponakannya masuk dannbaringkan merwka si lantai yang sudah dibeli karpet dan kasur lantai ,karena Santi audah berpesan pada ibunya,karena tidur si kembar sangat blangsak,jadi kalau di atas ranjang,takut jatuh saja.


"Maaf,ya,nggak bawa apa apa,tapi kalau mau belanja,nih pakai kartu mbak aja,soalnya papanya anak anak nggak sabaran banget buat sampai ke sini,jadi nggak sempat mampir mampir.G ih,sana keburu tutup nanti.Beli Snack snack dan camilan lain sana,"kata Santi lalu mengulurkan kartu debitnya pada adik bungsunya itu yang diterima dengan senang hati.Joko segera berlalu dan mengajak istrinya untuk ke supermarket terdekat.


"Merry audah tidur,bu?"tanya Santi pada ibunya.Dia mbantu ibunyawnyiapkan perlengkapan untuk acara bakar Bakaran ala Brian.


*Pasti sebentar lagi kemari,tadi aku sudah bilang kalau kalian mau kemari dan paling jam sepuluhan baru tiba,"sahut ibunya."Adikmu tadi sore masak makanan kesukaan,swbwntar lagi pasti dibawa kemari."

__ADS_1


"Maa Brian langsung ngacir ke kolam dengan bapak,bu,"kata Santi sambil tersenyum ."Maaf,ya,bu,merepotkan bapak dan ibu."


"Heh....Kamu ini ngomong apa?Justru bapak dan ibu sangat gembira karena kamu mau berkunjung,cuma ya...kalau berkunjung itu siang,jangam malam begini kasihan anak anak kamu,"kata ibu.


"Kemarin aja Santi baru dibuat dongkol banget,bu...Untung bapaknya anak anak dan lagi nggantiin Santi ngidam."


"Memangnya minta apalagi?"


"Nasi goreng seafood,"sahut Santi."Lah,cuma nasi goreng kok dongkol,mbak?"sahut Merry yang baru tiba.Mereka berpelukan dan cipika cipiki.


"Nasi gorengnya nggak bikin dongkol,dek....Cuma jam dua malem mbak masak nasi goreng,dan kami tahu mas mu mau makan diana?"


"Emang di mana?Di kamar?Atau di teras?"


"Boro boro....diainta makannya di taman depan kantor aku kerja...jam dua malam,dek...bayangin aja.."


Ibu dan Merry sama sama bengong.Segitunya ngidm Brian,pantas Santi.bilang dongkol,siapa j


uga yang nggak dongkol kalau jam dua malam sedang enak enak tidur diajak healing ke taman,cuma untuk makan nasi goreng yang dimasak di rumah?Merwka sma msam menggeleng gelengkan kepala dwngan takjub akan ngidam bapak satu ini.


"Oalah,nak....mudah mudahan mereka menjadi anak anak yang baik dan tidak menyusahkan kedua orangtuanya kelak,mengingat ngidam bapaknya yang nggak kira kira begini...."kata ibu sambil mengusap dahinya .


"Aamiin..."kata Santi dan Merry meyambutkata kata ibunya.


"Da yang lebih memuat aku jegel ngajak pulang,tapi ngak au besok,harus sekarang....Iiiih..sabar....sabar.....Haisini jangan buat papa minta yang lebih ekstrim,ya,nak?Kasihan papa....Mita es krim aja yang banyak,itu lebih bisa Mama tolerir"kata Santi membuat ibu dan adiknya tertawa.


"Ya kali,mbak ngidam diatur?"


Malam ini mereka ikut senang melihat betapa lahapnya Brian makan ikan nila bakar yang dibakar di depannya sesuai dengan permintaannya.Bapak menjala hampir seember besar nila yang sudah besar besar membuat Brian sangat senang.I bubsapai meringis ngilu,karena Brian mengambil lagi ikan diatas Bakaran.Entah sudah habis berapa ekor ikan,tapi kelihatannya belum puas juga.Padahal yang lain satu saja belum habis,Brian sudah menghabiskan beberapa ekor.Tapi ibu sangat senang,karwnaemantunya nampak makan dengan sangat lahap.Haei ini ngidam ikan dari kolam mertua sudah ditiduri dwngan baik lagi oleh Santi membuat wajah Brian benar benar berbinar binar bahagia.Akh....mudah mudahan anak anak akan menjadi anak anak yang luar biasa karena ngidam bapaknya yang juga luar biasa ini.Mereka nampak sangat akrab dan bahagia.B bahkan setelah selesai makan dan masih ada dua ekor ikan di atas piring,dwngan penuh nafsu,Brian menghabiskannya,membuat Santi sampai geleng-geleng geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2