
Tak berselang lama masuklah trio bocil dan kak Steve. Mereka langsung duduk di sofa.
"Darimana kalian?" tanya kak Robin.
"Kami dari taman Rumah Sakit cari angin segar." jawab Leo
Tak berselang lama, datanglah perawat untuk mengecek kondisi Jonathan. Setelah di rasa cukup, perawat beranjak akan meninggalkan ruangan, namun...
"Sus..." panggil Jonathan
"Ya... apa ada yang bisa saya bantu?" jawab perawat.
" Tolong... foto kami sus! maaf... merepotkan."
"Tak masalah mana ponselnya?"
Kak Robin memberikan ponselnya, "Pake ini aja Sus!?" perawat mengambil ponsel kak Robin.
Aku duduk di atas ranjang di sebelah kanan Jonathan dan kak Robin duduk di sebelah kiri, sementara kak Steve di samping kak Robin dan Leo serta kak Dion di depannya, sementara linadi sampingku dan di depannya ada Rangga dan kak Panji.U
"Kalian siap?" tanya perawat.
"Siap..." jawab kami bersamaan.
"Ok, saya hitung mundur ya? tiga... dua... satu."
Ceklik...
"Mau satu kali aja apa mau ganti gaya?" tanya perawat.
"Ganti gaya... Sus! sekali lagi!" ucap Rangga
Kami berganti gaya dan Ceklik.... satu foto tercipta lagi.
Perawat mengembalikan ponsel kak Robin.
"Makasih Sus?" ucap kak Robin.
"Masama" Suster mengemasi peralatannya lalu berpamitan kepada kami, "Kalau sudah... saya keluar dulu?"
"Iya Sus " ucap rangga, dan perawat melangkah meninggalkan ruang inap Jonathan.
"Semoga bisa jadi kenangan, jika kalian rindu padaku nanti bisa melihat foto itu!" ucap Jonathan.
"Kak Robin Share di group kita ya?" pinta Lina
Di jawab Kak Robin dengan isyarat tangan yang membentuk "Ok"
"Istirahatlah Jo... jangan terlalu capek, kami seharian akan jagain kamu di sini, kita kita juga gak lagi ada acara." ucap kak Robin sambil memencet tombol agar ranjang bisa lurus kembali dan bisa di pakai istirahat Jonathan.
"Rangga... Hana... sebelum istirahat aku ingin mendengar kalian berduet lagi!"
"Ok... tak masalah bagiku... Han kita mau nyanyi lagu apa?"
"Kenangan terindahnya samson aja." Rangga mengetuk nakas untuk memulai kami menyanyi,
"mulai..."
...Aku yang lemah tanpamu...
__ADS_1
...Aku yang rentan karena...
...Cinta yang t'lah hilang darimu...
...Yang mampu menyanjungku...
...Selama mata terbuka...
...Sampai jantung tak berdetak...
...Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu...
...Darimu (darimu), kutemukan hidupku...
...Bagiku (bagiku), kaulah cinta sejati...
...Yeah, huu, huu (darimu)...
...(Bagiku, engkaulah cinta sejati)...
...Bila yang tertulis untukku...
...Adalah yang terbaik untukmu...
...'Kan kujadikan kau kenangan...
...Yang terindah dalam hidupku...
...Namun takkan mudah bagiku...
...Meninggalkan jejak hidupmu...
...Yang t'lah terukir abadi...
"Makasih... " ucap Jonathan, dan aku mengusap pelan kepalanya, "Sekarang tidurlah Jo... aku akan menemanimu!"
Jonathan tersenyum, lalu memejamkan matanya, sementara yang lain sedang bermain game online bersama.
...xxxxxxxxxxx...
Hari telah berganti dan hari ini, kami harus kembali pada aktifitas masing masing.
Seperti biasa pagi ini kak Robin, menjemputku dan mengantarkanku sekolah, baru pergi ke kampus.
Aku dan trio bocil fokus pada mapel hari ini, dan yah.... hari ini hatiku sedikit lega, sesuatu yang kemarin begitu mengganjal hatiku, seakan kini tlah terlepas.
Walaupun sedih itu ada, namun aku bisa mengendalikannya. Berkat trio bocil, sahabat Nathan dan juga kak Robin dan kak Steve.
Saat istirahat tiba, kami berempat pergi ke kantin, di sana sudah ada kak Panji dan kak Dion.
"Bociiiillll..." teriak kak Dion. "gabung sini!?" kak Dion melambaikan tangannya. Dan kami melangkah menuju meja di mana kak Panji dan kak Dion berada.
Kami bergabung duduk bersama mereka, "Gue pesen dulu!? di samain seperti biasa kan?" tanya Leo.
"Yo'iii..." jawab kami, dan Leo meninggalkan meja kami untuk memesan makanan.
"Han... besok sore kita ada pertandingan basket, kamu datang ya!?" pinta kak Panji.
"Hana...kan... harus ke rumah sakit!"
__ADS_1
"Nonton dulu... Han... nanti selepas pertandingan, kita berangkat sama sama ke Rumah Sakit." ucap kak Dion.
"Trio bocil, kalian juga harus datang!"
"Siiipppp" jawab Rangga memberikan jempolnya.
Tak berselang lama Leo kembali ke meja bersama pesanan kami, dan di saat kami sedang makan sambil berkelakar, tiba tiba Cinta lansung duduk dengan kasar di sebelah Kak Dion, karena hanya itu kursi yang masih kosong.
"Eiiitt... dah... busyeeeet... jantung gue mau copot Cin...!" ujar kak Dion terperanjat.
"Bodo.." jawab Cinta ketus dan menundukkan kepalanya.
"Elu kesambet ya Cin?" kak Dion memegang kening cinta. "Dah kayak jelangkung aja datang tak di undang, pergi ogah gue antar! elu masih waras kan?" tanya kak Dion sekali lagi memegang kening cinta, keheranan.
"Gue belum gilllaaa... yon.....!" teriak Cinta.
"Trus lo ngapain? ke sini tiba tiba dan muka di tekuk ampe 12 gitu?"
"Gue... kehilangan moodbooster gue...makanya gue gak bersemangat !"
"Ini gue kasih pentol bakso gue biar elo berenergi!" kak Dion memberikan pentol baksonya yang di tusuk garpu kepada Cinta.
"Dioooonnnn... gue gak mood makan!"
"Emang lo maunya apaaannn...?" tanya kak Dion sambil melanjutkan makannya dan kami hanya menyaksikan perdebatan mereka berdua, sembari makan.
"Mooodddbooster... ucap Cinta pelan dan penuh tekanan.melotot ke arah kak Dion. "Gue pengen moodbooster gue ada di hadapan gue?!"
"Emang siapaaa moodbooster elo? si pocong apa si kunti?" ucap kak Dion asal.
"Dioooonnnn...." Cinta memukul lengan kak Dion. Dan Cinta berucap lirih, "Nathan..."
Kak Dion menghentikan makannya dan menatap wajah Cinta, dengan penuh selidik. "Nathan...?"
"Iya Nathan... dia adalah moodbooster gue,.. udah hampir sebulan gue gak ketemu ma dia dan gak tahu kabarnya gimana, kalian juga gak pernah mau kasih tau gue keadaan Nathan sekarang kek gimana!?"
Kak Dion menghela nafasnya lalu menatap Cinta, "Bukan kita kita gak mau kasih tau keadaan Jonathan ke kamu, tapi memang ini adalah kemauan Jonathan sendiri, dia gak mau orang lain tahu keadaannya selain kita kita... sorry!"
"Emang kenapa gue gak boleh tahu?"
"Elonya kan reseh..."
"Diiooonnn... gue seriiiuuuss nih.."
"Gue dua rius.." jawab kak Dion menunjukkan dua jarinya membentuk hurif V.
"Tega ya elooo ma guueee!" Cinta memukuli lengan Dion.
Kak Dion mencoba menepis tangan Cinta, "Udahlah Cin... jangan KDRT kayak gini... ntar elo kena pasal!"
"Biaariiinnn gue kena pasal.." kesal Cinta mencubit lengan Dion.
Cinta kembali ingin mencubit lengan Kak Dion dan kak Dion memundurkan tubuhnya dan jari telunjuknya menunjuk pada Cinta.
"Jangan macem macem lo... ! mau gue cium di sini sekarang juga."
Cinta menurunkan tangannya dan menatap kak Dion kesal. "Trus... gue harus gimana?" tanya Cinta pasrah.
"Move on... dan cari cowok yang bisa nyayangi elo dan mencintai elo...!"
__ADS_1
"Susah move onnya..."
"Ehhh... bege... Nathan gak pernah suka sama elo, cinta dia cuma buat Hana.. noh..!!!" Kak Dion menunjuk ke arahku, dan Cinta menatapku sendu.