Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Mendaki Ke Gunung Ciremai (1)


__ADS_3

Hari yang di nanti oleh kelas X dan XI akhirnya telah tiba, saat ini adalah hari penerimaan raport untuk mereka.


Semua murid dan orang tua di kumpulkan di gedung aula sekolah, untuk menerima pengarahan dan pengumuman dari Kepala Sekolah.


Seperti biasa Hana yang selalu menjadi juara umum di sekolahnya, kali ini pun juga mendapatkan hasil yang sama menjadi juara umum pertama untuk kelas X dan juara ke dua di raih oleh Leo, seperti biasanya.


Acara pun di tutup oleh Kepala Sekolah, dan penyerahan hadiah dari sekolah untuk juara 1,2,3 kelas X dan XI.


"Han... gue mau daki lo mau ikut gak?" tanya Rangga.


"Boleh... kapan?" jawab Hana dengan antusias.


" Dua hari lagi, lo siap ?"


"Okey... nanti chat gue buat bahas acara ini."


"Kuylah... gue cabut dulu dah di tunggu sama bonyok."


Di jawab ajungan jempol oleh Hana, dan Rangga berlalu dari hadapan Hana, menyisakan dirinya, Leo dan Lina.


Setelah ngobrol sebentar dengan Leo dan Lina, mereka membubarkan diri, karena orang tua mereka masing masing sudah menunggu di tempat parkir.


Sementara di sekolah Anwar juga di adakan pengambilan raport, dan Anwar juga mendapatkan juara pertama umum,


"Ayah bangga sama kamu, nak !" Hanafi memeluk Anwar.


"Makasih yah !"


Keluarga Anwar memutuskan untuk pergi meninggalkan sekolah, dan pergi berlalu menuju restoran X, tempat mereka janjian ketemu di sana dengan keluarga Hana.


Keluarga Hana tiba terlebih dahulu di restoran X dan langsung menuju tempat Vvip yang sudah di reservasi oleh Papa Gio.


Tak berselang lama keluarga Anwar telah sampai di restoran X,


"Mari... silahkan masuk! " Papa Gio mempersilahkan keluarga Hanafi saat mereka datang.


Ayah Hanafi tersenyum lebar menanggapi sambutan Papa Gio, mereka pun duduk di tempat yang sudah di pilihkan oleh Papa Gio.


Pertemuan dua keluarga itu berlangsung dengan sangat baik, mereka para orang tua begitu bangga dengan putra putri mereka.


...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...


Dua Hari kemudian

__ADS_1


Rangga pagi pagi sekali sudah menjemput Hana, untuk berangkat mendaki ke gunung ciremai, dan sebelum berangkat ke tujuan semua team yang mau ikut mendaki ngumpul di rumah Rangga, untuk kroscek perlengkapan.


Gunung Ciremai yang berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka ini termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki ketinggian 3.078 Mdpl dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.


Gunung ini memiliki dua buah kawah, kawah pertama beradius 400 meter yang terpotong oleh kawah kedua yang berada di timur dengan radius 600 meter. Selain itu juga terdapat sebuah gowa yang diberi nama Gowa Walet yang terbentuk dari adanya letusan pada jaman dulu.


Terdapat 3 jalur pendakian yang bisa dilalui untuk mencapai titik tertinggi dari gunung ini. Jalur pertama dari Majalengka, jalur kedua dari Palutungan dan yang terakhir melalui Linggarjati. Tiap-tiap jalur menyimpan sensasi tersendiri bagi para pendaki. Namun yang paling banyak dilewati yaitu Jalur Linggarjati, memiliki jalur yang berat dan terjal, sehingga menantang bagi para pendaki.


Dan mereka memutuskan untuk melalui linggarjati, mereka berangkat menggunakan 2 mobil jeep.


Setelah sampai di lokasi mereka istirahat sebentar di Base Camp Ranger,



Di tempat ini mereka mempersiapkan semua untuk mulai mendaki.


Setelah dari Base Camp Ranger, mereka melanjutkan ke Pos Pendakian Linggarjati (Pos Simaksi).


Pos ini terletak di ketinggian 650 MDPL atau sekitar 9,5 KM lagi sebelum mencapai puncak Ceremai. Sebelum melakukan pendakian, voyagers harus mendaftar di tempat ini. Untuk mendapatkan Simaksi (Surat Izin Memasuki Kawasan Hutan Konservasi), maka voyagers harus mengisi biodata seperti nama, nomor handphone, nomor kontak lain yang bisa dihubungi dan list barang bawaan.



Mereka mulai melakukan Simaksi dan menunggu pendataan, di Pos ini.


Jalan yang dilalui dari Pos Pendakian ke Cibeunar merupakan jalan beraspal dan selama perjalanan, di bagian kanan jalan voyagers bisa melihat persawahan warga yang indah. Seperti namanya, pos ini merupakan tempat dimana kita mengisi persediaan air untuk dibawa selama kita mendaki.



"Han... sini gue bantu isi airnya!" pinta Rangga.


Hana menyerahkan dua botol Tuperware jumbo pada Rangga.


Setelah mengisi air, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Pos Leuweung Datar.


Perjalanan dari Cibeuna menuju Leuweung Datar hanya memakan waktu 30 menit. Sepanjang jalan voyagers akan melalui hutan pinus dan semak belukar. Karekteristik pepohonan di daerah ini sedikit berbeda dengan hutan yang berada di bagian atas, hal ini dikarenakan wilayah bagian bawah (termasuk Leuweung Datar) dulunya dikelola sebagai kawasan hutan produksi Perum Perhutani.



Di perjalanan ini jalanan sudah mulai bertanah dan berbatu. Dalam pendakian ini Rangga dan yang lainnya selalu mengawal Hana, karena di sini di antara mereka berenam hanya Hana yang cewek.


Setelah dari Pos Leuweung Datar, mereka melanjutkan perjalanan ke Pos Condang Amis.


__ADS_1


Di Pos ini kita bisa melihat Shelter yang cukup besar yang bisa menampung hingga 20 pendaki di dalamnya. Area kosong di tempat ini juga sangat luas, area terluas yang bisa digunakan untuk membangun tenda dalam jumlah yang cukup banyak.


Mereka beristirahat sebentar di tempat ini, sebelum melanjutkan tujuan mereka ke Pos Kuburan Kuda,


Perjalanan dari Condang Amis ke Kuburan Kuda memakan waktu kurang lebih 1 jam. Karakteristik jalur pendakian pun mulai berbeda dari pos-pos sebelumnya, pada pendakian menuju kandang kuda ini voyagers mulai tidak akan menemukan lagi ilalang-ilalang tinggi.


Pohon dengan akar-akar besar yang berfungsi sebagai tangga untuk berpijak akan lebih sering terlihat. Perlu juga berhati-hati karena di tempat ini juga banyak pacet atau lintah penghisap darah, jadi sering-sering periksa badan ya terutama bagian kaki, takutnya ada pacet yang menempel di sana.



"Hati hati Han ! cek badan dan kaki kamu, takutnya tertempel pacet." perintah David teman Rangga.


"Ok... "


Setelah sampai di Pos Kuburan Kuda, mereka melanjutkan perjalanan ke Pos Pangalap. Di pos ini mereka memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di sini.


Serta melanjutkan perjalanan besok paginya. Mereka mulai mendirikan tiga tenda, dan mempersiapkan api unggun.



Tanpa terasa setelah selesai mendirikan Tenda, dan meletakkan perbekalan, malam mulai menjelang.


Setiap tenda di isi oleh dua orang, dan Hana satu tenda dengan Rangga. Hana merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan penat.


"Capek Han...?" tanya Rangga duduk di samping Hana.


Hana terkekeh, "Efek lama gak daki, tapi asyik sih... gue suka."


"Gue tahu... ini yang lo butuhin, makanya gue ajak lo ke sini, biar kamu bisa fresh, setelah semua yang dah kamu lewatin."


"Thanks..."


bersambung


minta


like


coment


saran dan kritiknya ya!!!


🤗🤗🤗😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2