
Sebulan setelah pertemuan mereka waktu itu, hubungan Hana dan Widi semakin menampakkan titik terang.
Semua perhatian dan kasih sayang Widi, telah meluluhkan hati Hana. Mereka kini selalu lengket, di mana ada Hana, di situ juga ada Widi.
Kini di setiap kegiatan Widi, Hana selalu mendampinginya. Seperti saat ini, Widi yang ikut lomba panjat tebing setiap tahunnya, kali ini Hana juga mendampingi Widi.
Kedekatan mereka, tak luput dari perhatian Anwar.
Han... sebenarnya aku belum rela untuk melepaskan dirimu, walaupun kini ada Putri di sisi aku, namun hatiku masih milikmu, sakit Han melihat kedekatanmu dengan Widi. Segitu cepatnya kamu move on dari aku, sedangkan rasaku masih tetap sama Han. Aku sangat menyesali kebodohanku, batin Anwar
Anwar menatap Hana dan Widi yang sedang bercengkerama, dengan perasaan yang getir.
Kini penyesalan pun tiada artinya, nasi telah menjadi bubur, itulah ungkapan yang tepat untuk Anwar.
Saat ini Widi menjemput Hana di kampus, dan mereka telah berjanji untuk menghadiri acara ulang tahunnya Dion.
Sebelum pergi ke acara ulang Dion, Hana dan Widi menyempatkan mencari kado terlebih dahulu.
Di malam harinya Robin, Widi dan Hana berangkat bersama ke rumah Dion.
Sesampainya di sana sudah ada Rangga, Leo, Steve, Cinta, Laras, Beck dan Daffin, mereka datang terlebih dahulu.
Dion menyambut kedatangan mereka bertiga, "Ayo masuk! acara dah mau di mulai." ajak Dion.
Acara tiup lilin pun sudah akan di mulai dan Dion di daulat untuk memakai kostum.
...Panjang umurnya .. panjang umurnya...
...Panjang umurnya … serta mulia...
...Serta mulia … serta mulia...
...Panjang umurnya ... panjang umurnya...
...Panjang umurnya … serta mulia...
...Serta mulia … serta mulia...
...Selamat ulang tahun kami ucapkan...
...Selamat panjang umur kita kan doakan...
...Selamat sejahtera sehat sentosa...
...Selamat panjang umur dan bahagia...
...Selamat ulang tahun kami ucapkan...
...Selamat panjang umur kita kan doakan...
...Selamat sejahtera sehat sentosa...
...Selamat panjang umur dan bahagia...
...Selamat panjang umur dan bahagia... ...
__ADS_1
...Tiup lilin nya...
...Tiup lilin nya...
...Tiup lilin nya sekarang juga, sekarang juga...
...Sekarang juga... ...
...Happy birthday to you...
...Happy birthday to you ...
...Happy birthday Dion...
...Happy birthday to you... ...
Lilin pun di tiup oleh Dion, dan suara gema tepuk tangan memenuhi ruangan tersebut.
Para tamu undangan pun mengucapkan selamat pada Dion.
Dan kini adalah waktunya untuk berfoto bersama teman temannya.
"Beib... gemes gue kalo lihat lo." goda Dion pada Hana.
"Lebay!" jawab Hana sembari mengusap wajah Dion, dan membuat Dion terkekeh.
"Hai... selamat ya brow." ucap Panji oada Dion.
"Thanks udah bersedia hadir."
"Ayo kita tampil hibur mereka dengan lagu kita." ajak Dion.
Akhirnya Widi, Steve, Dion dan Panji bernyanyi bersama menghibur semua tamu undangan.
Semua tamu undangan begitu terhibur dengan penampilan kocak mereka berempat.
"Bisa ya kalian tampil seperti itu." ujar Hana. Setelah mereka berempat selesai bernyanyi.
"Ini kan acara happy say... jadi ya harus dapat menghibur." ucap Widi.
"Widih... sekarang panggil "Say" coy." ledek Dion.
"Lah biarin, suka suka kitalah, sirik aja lo,dari padalo Jones." ledek Hana balik.
"Siapa bilang gue jones? nih kenalin cewek gue." Dion menarik seorang cewek dan di kenalkan pada Hana and the gank.
"Hai!" sapa cewek Dion.
__ADS_1
"Wow... cantik." ucap Hana and the gank bersamaan.
Cewek Dion yang bernama Elenore dan biasa di sapa Ele itupun terkekeh.
Tiba tiba terdengar dari atas panggung, tes... tes...
Widi berdiri di atas panggung dan sedang mencoba microphonenya.
"Malam ini di hari yang spesial buat Dion kali ini, dan saya mohon maaf pada Dion selaku si empunya acara, saya mohon izinnya untuk melakukan hal yang spesial pula, untuk seseorang yang telah mengisi relung hati saya, yaitu... Hana Permata Sari saya harapkan untuk maju ke sini bersama saya." ujar Widi.
Hana melangkahkan kakinya ke atas panggung bersama Widi.
Dan saat Hana sudah berada di atas panggung, Widi menggenggam tangan Hana dan tersenyum manis, kemudian Widi menurunkan badannya dan berjongkok di hadapan Hana.
"Han... di hadapan teman teman kita, saya ingin mengatakan sesuatu hal padamu, Keindahan hari ini merupakan perwujudan atas apa yang terjadi hari ini. Dan kamulah yang telah membuatnya tampak begitu indah. Sudah banyak tahun kita lewati menjadi seorang sahabat. Berbagi suka dan duka bersama. Selama bertahun-tahun itulah aku menyaksikanmu bersama laki-laki lain. Dia datang dan pergi, menyakitimu dan meninggalkanmu. Dan selama ini aku selalu menjadi sahabatmu. Untuk itu, hari ini, aku akan tetap memintamu jadi sahabatku. Sehidup semati, kini dan nanti hingga selamanya. Mengarungi derasnya waktu. Jika selama ini aku mampu, ragukah Kamu untuk menjadikan kebersamaan ini jadi selamanya? Aku mencintaimu, itulah alasannya. Be my wife, sahabatku!" ujar Dion sembari mengeluarkan sebuah cincin.
Hana yang di lamar dadakan oleh Widi pun begitu kaget, hingga dia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
Dan teman teman riuh berteriak, "Trima... trima... trima."
Hana pun menganggukkan kepalanya dan menitikkan air matanya.
Widi langsung berdiri memeluk Hana, "Thanks Han... I Love You." Widi akhirnya memasangkan cincin di jari manis Hana, dan di iringi riuh tepuk tangan sahabat sahabat mereka.
Widi dengan seketika membopong Hana dan di ajaknya berputar dengan senyum yang bahagia.
Robin yang menyaksikan lamaran Widi pada Hana, tanpa dia sadari ada air mata di sudut matanya, dan dia segera menghapusnya sebelum orang lain mengetahuinya.
*Sakit Han... dadaku terasa sesak menyaksikan dirimu di lamar orang lain, Han... namun apalah dayaku, aku tak mampu untuk menggapaimu. batin Robin
Kasihan Robin, dia terlihat begitu terluka, semoga lo kuat sahabatku. batin Steve*
Steve menatap Robin dengan rasa iba,
Gue bahagia Han... kamu sudah menemukan yang terbaik untukmu semoga Widi benar benar menyayangi dirimu. Berbahagilah Han... do'aku akan selalu bersamamu. Batin Rangga.
Mereka kini bergantian memberikan selamat pada Widi dan Hana.
"Semoga kalian langgeng." Leo memeluk Hana, "Gue ikut bahagia Han, berbahagialah selalu."
"Thanks, Leo."
Rangga merentangkan kedua tangannya di hadapan Hana, dan dengan seketika berhambur memeluk Rangga, Hana menangis dalam pelukan Rangga.
"Hapus air mata lo princess! ini hari bahagia lo, jangan rusak suasana ini dengan tangismu." Dan mereka berdua alhirnya tertawa bersama.
Widi merasa terharu melihat kedekatan Rangga dan Hana, dan dia tahu betapa selama ini Rangga selalu menjaga Hana dengan tulus.
Makasih, Ngga... selama ini sudah menjadi sahabat terbaik buat Hana. Entah dulu apa yang akan terjadi dengan Hana jika tak ada dirimu, dengan penuh kasih kamu mendampingi Hana. Makasih untukmu Rangga dan Robin kalian berdua telah menjaga dan merawat Hana dengan baik. batin Widi.
Bersambung
Mohon
Like
Comment
Saran dan Kritiknya
__ADS_1
🙏🙏🤗🤗😍😍