
Setelah puas berwisata di kota Malang dan kerjaan Robin juga terhandel, kini tiba saatnya mereka bertiga harus kembali pulang, karena libur sekolah telah usai.
"Bunda... Hana pulaanngg." Hana memeluk Bunda Rina.
"Bunda pasti kangen banget sama kamu Han.." Bunda menangkup kedua pipi Hana dengan lembut, dan mencium kening Hana dengan hangat.
"Ayah jangan kangen sama Hana." Ayah terkekeh dengan ucapan Hana, lalu mengacak rambut Hana dan memeluk Hana dengan hangat.
"Ayah akan selalu merindukanmu sayang, putri Ayah yang paling cantik.
Robin juga melakukan hal yang sama dengan Hana. berpamitan untuk kembali ke Jakarta.
Sementara itu Rangga telah bersiap, dan saat ini duduk di kursi tamu rumah Om Sebastian, menunggu Robin dan Hana menjemputnya.
Tak berselang lama, mobil Robin telah masuk ke halaman rumah Om Sebastian.
Tin tin tin
Robin membunyikan klaksonnya, Om sebastian, Tante Silvi dan Rangga pun keluar rumah menemui Robin dan Hana.
Robin dan Hana turun dari mobil menyalami Om dan Tante Rangga, sementara Rangga memasukkan kopernya ke bagasi.
Sebelum ketiganya pulang, mereka berpamitan terlebih dahulu, pada Om dan Tante Rangga.
Setelah berpamitan, ketiganya memasuki mobil. Robin pun mulai menyalakan mobilnya dan dengan berlahan keluar dari halaman rumah Om Sebastian.
"Let Us go home." ujar Hana dan hanya di tanggapi senyuman oleh Rangga dan Robin.
Hana menatap keluar jendela, menikmati pemandangan yang indah di sepanjang jalan pulang.
Setelah beberapa waktu dalam perjalanan dan tiba saatnya untuk makan siang dan istirahat sejenak di Rest Area.
Setelah di rasa tenaga telah pulih, mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan kembali,
Di dalam perjalanan mereka penuh dengan senda gurau, Kali ini yang membawa kemudi adalah Rangga.
Karena Robin begitu capek, karena kemarin waktu berangkat dia yang menyetir sendiri tanpa bergantian dengan Rangga.
Sedang Hana bernyanyi dengan riangnya dan terkadang Rangga menyahut nyanyian Hana.
"Ngga... kita duet... biar lo gak capek." ajak Hana.
"Aaasshiiiapp princess, mo lagu apa?"
"Jatuh Cinta Padamu by Vagetoz."
"Okey let do it." ucap Rangga.
...π΅Pertamaku melihat dirimu...
...Detak jantung ini tak menentu...
...Aku jatuh cinta padamu...
...Setiap langkahmu kan kuikuti...
...Takkan pernah lelah kuarungi...
...Hingga engkau jadi milikku nanti...
...Bila waktu beri kesempatan...
...Untukku lebih dekat denganmu...
...Jika Tuhan penuhi pintaku...
...Betapa bahagia hatiku...
__ADS_1
...Pertamaku melihat dirimu...
...Detak jantung ini tak menentu...
...Aku jatuh cinta padamu...
...Setiap langkahmu kan kuikuti...
...Takkan pernah lelah kuarungi...
...Hingga engkau jadi milikku nanti...
...Bila waktu beri kesempatan...
...Untukku lebih dekat denganmu...
...Jika Tuhan penuhi pintaku...
...Betapa bahagia hatiku...
...Bila waktu beri kesempatan...
...Untukku lebih dekat denganmu...
...Jika Tuhan penuhi pintaku...
...Betapa bahagia hatikuπΆ...
Beberapa lagu telah mereka.nyanyikan dan tanpa sadar matahari telah terbenam, dan Rangga memberhentikan mobilnya di Rest Area, untuk istirahat sebentar dan makan malam terleboh dahulu sebelum melanjutkan kembali perjalanan mereka yang sudah hampir sampai.
Saat berada di dalam Restoran, Hana tanpa sengaja melihat Anwar dan Putri juga sedang makan di sana.
"Ngga kita pindah tempat duduk di sana!" Hana menunjuk sebuah tempat yang di rasa agar Anwar tak melihat keberadaan mereka bertiga.
Robin dan Rangga yang tak menyadari keberadaan Anwar pun hanya mengiyakan keinginan Hana.
Hana terus menatap tajam ke arah Anwar, hingga saat Robin mengajaknya bicara Hana hanya bergeming.
Dan itu membuat Rangga dan Robin heran, hingga mereka berdua mengikuti arah pandang Hana.
Hana menitikkan air matanya saat Anwar merangkul Putri dan kepala Putri di sandarkan di bahu Anwar.
Robin meraih jemari Hana dengan lembut, dan itu membuat Hana terhenyak kaget.
"Kakak!"
"Think positive and don't fall for the situation, okey!?"
"Ok..." lirih Hana.
"Makan dulu makananmu Han! Kamu butuh energi." bujuk Rangga pada Hana, namun Hana menggelengkan kepalanya.
"Makan !!!" Robin menyodorkan makanan ke mulut Rea yang masih tetap terkatup.
"Han!!! Dengerin kakak ! Lo gak harus menghukum dirimu sendiri atas ketidak benaran yang kamu hadapi."
Hana menitikkan air matanya, dan Robin menghapus air mata di kedua pipi Hana,
"Dia gak pantas mendapatkan air matamu Han, air matamu terlalu berharga kau tumpahkan untuk dirinya." terang Robin.
Hana memeluk Robin dengan erat mencoba melepaskan beban di pikirannya.
"Sekarang makanlah ! dan kita lihat aja apa yang akan terjadi selanjutnya.
Selepas makan Robin meminta Hana untuk menghubungi Anwar.
Drrtt...
Ponsel Anwar berbunyi, dia melihat nama Hana di sana, dan itu membuatnya sedikit gugup.
Putri yang menyadari perubahan Anwar pun menanyakan pada Anwar, "Siapa yang telpon?" tanya Putri penuh selidik.
__ADS_1
"Hana..." jawab Anwar.
"Angkatlah aku akan diam." Pinta Putri.
Anwar pun mendial tombol hijau di ponselnya.
π²"Hai sayang..." ucap Anwar dengan sedikit gugup.
π±"Hai juga... lagi ngapain?" Hana menahan isak tangisnya.
π²"Sayang kamu sedang sakit?"
π±"Agak sedikit flu aja, oh ya lagi di mana?"
π²"Iiiniii... aku sedang ada di rumah, baru pulang dari kantor ayah."
Deg...
Hana tersentak dengan jawaban Anwar yang terlihat jelas di matanya sedang membohonginya.
*π±"Boleh kita Vicol?"
π²"Aku sedang di kamar mandi sayang, nanti aja ya Vicolnya setelah aku selesai mandi?"
π±"Baiklah kalo gitu."
π²" Kapan kamu pulang?"
π±"Besok... ya dah besok aku tunggu di rumah ya?"
π²" Okey... bye sampai ketemu besok*."
Hana menutup panggilannya dengan rasa yang begitu sakit menusuk ke jantungnya.
Sementara Anwar menghela nafasnya merasa bingung karena telah membohongi Hana.
"Kamu yang sabar ya?" pinta Robin dengan merangkul bahu Hana dengan hangat.
Andai saja aku yang kau pilih menjadi pendampingmu, kau gak akan pernah merasa terluka karena pengkhianatan, Han... Aku terlalu mencintai dirimu, dan gak akan pernah sanggup untuk melihat kau menangis dan terluka. batin Robin.
"Dah deh Han... gak usah lo pikirin cowok kek dia!" geram Rangga.
"Kita akan selalu ada buat lo." Rangga mengusap pucuk kepala Hana.
"Makasih... kak, Rangga,... kalian berdua selalu ada untuk diriku.
"Never mind..." jawab Robin dan Rangga bersamaan, dan membuat Hana terkekeh.
"Kak... kelihatannya mereka dah selesai." ucap Hana.
"Kita ikuti mereka atau langsung pulang?" tanya Robin.
"Kita ikuti aja! nanti kita cari penginapan di sini kalau mereka memang di sini, tapi kalau mereka pulang, kita juga ikut pulang." ajak Rangga.
"Okey... kalau gitu." jawab Robin.
Mereka pun akhirnya, mengikuti mobil Anwar, dan ternyata mereka mengarah ke jalan pulang.
"Mereka pulang ...ya udah kita juga pulang." ujar Rangga.
Dalam perjalanan pulang kali ini Hana meminta Robin untuk pindah ke belakang, Hana merebahkan kepalanya di pangkuan Robin.
Robin mengusap dengan lembut kepala Hana, dan memintanya untuk tidur baramg sejenak.
Akhirnya Hana pun terlelap dalam pangkuan Robin.
Bersambung
Mohon
Like
Comment
__ADS_1
Saran dan Kritiknya
πππ€π€ππ