
Rumah Hana.
"Han... bangunlah!" kak Robin menepuk pipi Hana pelan.
Hana mengerjabkan matanya, "jam berapa sekarang kak?" tanya Hana dengan suara parau kas orang bangun tidur.
"Jam 8 malam, bangun ya... kita makan malam dulu, seharian ini kamu belum makan, kakak gak mau kamu sakit."
"Hana mandi dulu kak!" Hana beranjak dari tidurnya turun dari ranjang menuju kamar mandi, dan setelah Hana masuk ke kamar mandi, kak Robin keluar dari kamar Hana menuju ruang keluarga di mana kak Steve yang ada di sana menonton tv. dan duduk di samping kak Steve.
"Hana sudah bangun? "
"Lagi mandi dianya!"
Tak berselang lama Hana turun ke bawah mendekati kak Robin dan kak Steve yang masih asyik nonton tv.
"Kak..."
Kak Robin dan kak Steve menoleh ke arah Hana. Kak Robin langsung beranjak dari duduknya dan merangkulku menuntun Hana ke ruang makan dan di ikuti kak Steve di belakang kami.
"Duduk dan makanlah!" kak Robin mendudukkanku di salah satu kursi, dan dia mengambil kursi di samping Hana mengambilkan Hana makan, dan menyuruh Hana makan.
Suasana di ruang makan begitu hening, hanya suara dentingan sendok dan piring, hingga makan malam selesai.
Kak Robin membuka pembicaraan setelah makan malam selesai, "Han... kakak tidur sini sampai mama sama papa pulang! mereka lusa pulangnya."
"Hana udah gak papa kak...!"
"Tetep aja kakak gak bisa tenang ninggalin kamu sendirian di rumah dalam keadaan seperti ini, dan malam ini kak Steve nginep di sini."
"Terserah kakak aja... gimana baiknya, tapi Hana bener bener gak papa kak...!" Hana tersenyum tipis.
Kami meninggalkan ruang makan dan menuju ruang keluarga, dan kami duduk di sofa lalu kak Steve menyalakan tv.
"Mau nonton apa Han? nih remotnya carilah acara yang kamu suka!" ujar kak Steve.
Hana menerima remote yang di berikan kak Steve dan mencari cari acara yang mungkin di sukainya sementara kak Steve sudah asyik dengan laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya, karena kak Steve memang kuliah sembari kerja membantu papanya mengurus usaha orang tuanya, sementara kak Robin juga melakukan hal yang sama dengan Kak Steve, asyik dengan laptopnya memeriksa laporan dari usaha cafe dan bengkelnya.
Kak Robin melirikku... karena dari tadi aku hanya memencet terus remot dan tanoa ku tahu harus nonton apa.
"Kamu sebenarnya mau nonton apa Han... dari tadi cuma mainin remot?" tanya kak Robin tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.
"Gak ada yang menarik.. kak!"
"Yang gak menarik acara tvnya apa suasana hatimu?"
Hana menyandarkan kepalanya di bahu Robin...
"Hana... kangen sama Jonathan kak..." ucap Hana lirih.
Robin menghentikan pekerjaannya, menutup laptopnya, "Kakak tahu kamu masih butuh waktu untuk menata hati, dengan kamu begini aja itu udah membuat kakak sedikit lega, daripada melihat kamu tadi siang, kalau kamu ingin nangis, nangis aja... keluarin semuanya jangan ada yang kamu pendam! biar hatimu juga lega."
"Sini tidurlah di pangkuan kakak!" Hana merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan kak Robin, "Keluarkan semua lelahmu, dan kakak minta kamu jangan pernah merasa bila kamu sendirian hadapi semua ini, kami semua ada buat kamu!" kak Robin mengelus rambut Hana lembut.
"Hana ngerti kak, kalau Hana harus melanjutkan hidup Hana walau tanpa Jonathan lagi di sisi Hana. namun Hana memang butuh waktu untuk menata hati Hana. karena tak mudah bagi Hana menghapus semua kenangan Jonathan, kak."
"Kakak akan selalu mendukungmu." kak Robin menepuk pucuk kepala Hana.
"Han... besok kakak ada pertandingan panjat tebing apa kamu mau ikut?" tanya kak Steve.
Hana menatap kak Robin, "Ikutlah kalau kamu mau ikut, tapi maaf besok kakak gak bisa nemenin."
"Kenapa?"
"Kakak harus mengontrol cafe cabang kakak, yang baru di bangun."
__ADS_1
"Rangga sama Dion ikut pertandingan besok, dan Leo sama Panji juga ada."
"Baiklah Hana ikut."
" Besok berangkat bareng kak Steve aja!"
"Iya kak... "
"Sekarang istirahatlah sana!" perintah kak Robin.
"Baiklah Hana ke kamar dulu, bye kak Robin... bye kak Steve!"
Kak Steve dan kak Robin tersenyum melambaikan tangannya.
Akupun berlalu menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar, kurebahkan tubuhku, ku tatap langit langit kamarku.
Jo... aku sangat rindu padamu, aku akan tetapi janjiku untuk baik baik saja selepas kau pergi, namun melupakan dirimu adalah hal tersulit untukku. Saat ini pun ku ingin kau ada di sini menyapaku, tertawa bersamaku dan bernyanyi bersamaku Jo... aku rindu...
Tanpa terasa Hana telah terlelap dalam mimpi tidurnya.
...xxxxxxxxxxx ...
keesokan harinya
"Pagi Kak.." ucapku pada kak Robin dan kak Steve yang baru saja memasuki rumah sepulang dari joging.
"Dah bangun Han...?kakak mandi dulu, lalu kita sarapan bersama.
"Baik kak... Hana mau bantuin bi Inah nyiapin sarapan." kak Robin mengacak rambutku dan berlalu meninggalkan Hana.
Setelah selesai mandi, mereka masuk ke ruang makan di mana Hana sudah menunggu di meja makan.
"Kamu terlihat lebih segar Han.."
Mereka mulai makan bersama sembari ngobrol ringan.
"Han... kakak ke kantor dulu buat tanda tangan berkas, nanti kakak jemput." ucap kak Steve,
"Iya kak... kak Robin juga mau pergi sekarang?"
"Iya Han... biar urusannya cepat selesai."
Hana mengantar kepergian kak Steve dan kak Robin.
Selepas mereka pergi Hana, masuk ke dalam rumah dia merasa sepi dan semakin merasakan rindu pada Jonathan, Hana pun memutar video di mana Hana dan Jonathan bernyanyi bersama, ku putar lagu Symphoni yang indah.
...Alun sebuah simfoni...
...Kata hati disadari...
...Merasuk sukma kalbuku...
...Dalam hati ada satu...
...Manis lembut bisikanmu...
...Merdu lirih suaramu...
...Bagai pelita hidupku...
...Berkilauan bintang malam...
...Semilir angin pun sejuk...
...Seakan hidup mendatang...
__ADS_1
...Dapat kutempuh denganmu...
...Berpadunya dua insan...
...Simfoni dan keindahan...
...Melahirkan kedamaian...
...Melahirkan kedamaian...
...Syair dan melodi...
...Kau bagai aroma penghapus pilu...
...Gelora di hati...
...Bak mentari kau sejukkan hatiku...
...Burung-burung pun bernyanyi...
...Bunga pun tersenyum...
...Melihat kau hibur hatiku...
...Hatiku mekar kembali...
...Terhibur simfoni...
...Pasti hidupku 'kan bahagia...
...Syair dan melodi...
...Kau bagai aroma penghapus pilu...
...Gelora di hati...
...Bak mentari kau sejukkan hatiku...
...Burung-burung pun bernyanyi...
...Bunga pun tersenyum...
...Melihat kau hibur hatiku...
...Hatiku mekar kembali...
...Terhibur simfoni...
...Pasti hidupku 'kan bahagia...
...Burung-burung pun bernyanyi...
...Bunga pun tersenyum...
...Melihat kau hibur hatiku...
...Hatiku mekar kembali...
...Terhibur simfoni...
...Pasti hidupku 'kan bahagia...
...Pasti hidupku 'kan bahagia...
Aku menitikkan air mataku menyaksikan kebersamaanku bersama Jonathan saat menyanyikan lagu ini.
__ADS_1