
Satu minggu setelah lamaran Widi di hari Ulang Tahun Dion, hari ini... lebih tepatnya malam ini, keluarga Widi datang ke rumah Hana untuk melamar Hana secara resmi.
Widi datang dengan di dampingi kedua orang tuanya, Keluarga Widi adalah keluarga yang sederhana, Ayahnya hanya seorang pemilik perkebunan dan ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa, sedangkan Widi dia punya usaha Bengkel dan Resort bersama temannya.
Sedangkan keluarga Hana adalah keluarga pengusaha, Papanya pemilik beberapa perusahaan ternama, sedangkan Mamanya pun juga seorang pengusaha, dan perusahaan Mamanya di kelola bersama dengan Papanya,
Namun dengan kesenjangan itu tak menyurutkan Widi untuk melamar Hana.
Pertemuan malam ini di sambut dengan baik oleh keluarga Hana. Dan keluarga Widi kini telah resmi melamar Hana pada keluarganya, dan telah di putuskan bahwa acara pertunangan mereka akan di laksanakan sebulan lagi dan pernikahan mereka dua bulan kemudian setelah acara pertunangan di laksanakan.
Bagi keluarga Hana status sosial tak begitu penting, bagi kedua orang tua Hana selama Hana bahagia maka mereka akan mendukung keputusan anaknya.
Sehingga status sosial di antara Widi dan Hana tak di permasalahkan oleh keluarga Hana.
Teman teman Hana yang mengetahui tentang rencana pertunangan dan pernikahan Hana pun ikut merasa bahagia.
Dan Seminggu sebelum acara pertunangan Hana terlebih dahulu Panji melaksanakan pernikahannya.
Seperti biasa Hana and the gank pun ngumpul bersama, dan yang berbeda kali ini semua membawa pasangannya masing masing kecuali Robin, Lina dan Beck.
Hana datang dengan Widi, dan Daffin dengan Laras.
Dion yang datang bersama kekasihnya Elenor
Sementara Leo datang bersama Crista tunangannya.
"Hana!" panggil Leo
"Hai! dia siapa?" tanya Hana.
"Kenalin ini Crista tunangan gue." Leo memperkenalkan Crista pad Hana dan Widi.
Sementara kali ini Rangga datang dengan tunangannya yang baru pulang dari Amerika.
"Rangga!" panggil Hana.
"Hai... Princess! kenalin ini tunangan gue." Rangga memperkenalkan tunangannya yang bernama Adelia, kepada Hana dan Widi serta kepada yang lainnya.
Sementara Robin dan Lina, mereka datang sendiri sendiri tanpa ada pasangan.
__ADS_1
Sementara Steve datang bersama Cinta sang pujaan hati.
Mereka berdua adalah pasangan yang serasi, dan selalu terlihat kompak.
Dan tak ketinggalan Anwar dan Putri pun juga datang di hari pernikahan Panji kali ini.
Pernikahan Panji kali ini begitu meriah dan Beck datang paling akhir di antara teman temannya, dia juga datang sendiri.
Setelah puncak acara mereka semua bergantian naik ke atas panggung dan mengucapkan selamat pada kedua pengantin.
Widi dan Hana pun berpapasan dengan pasangan Anwar dan Putri, saat akan menaiki panggung.
Hana dan Widi merasa begitu santai dan tidak ada beban sama sekali dan menyapa keduanya dengan santai saat bertemu dengan keduanya, namun berbeda dengan Anwar dan Putri yang terlihat begitu canggung saat bertemu dengan Hana dan Widi.
Anwar yang melihat Hana yang begitu mesra dengan Widi, merasa terluka hatinya, dan Putri yang tahu bila Anwar masih mencintai Hana pun merasa tak suka saat bertemu dengan Hana, walaupun saat itu Hana tak sendiri.
Widi yang mengetahui bila Anwar selalu memandangi Hana pun segera menggenggam tangannya dan mengajaknya untuk segera turun dari panggung.
Dan Anwar yang melihat semua itu pun hanya bisa tersenyum kecut.
Seandainya waktu bisa ku putar Han, aku benar benar akan setia padamu dan tak pernah mengkhianatimu. Jujur Han... walaupun Putri sudah menjadi istriku, namun aku belum bisa untuk mecintai dirinya sepenuhnya, karena masih ada namamu yang bersemayam dengan indahnya di hatiku. batin Anwar.
"War!!" panggil Putri dan membuat Anwar tersadar dari lamunannya.
"Ya!" jawab Anwar sedikit gugup.
"Maaf... aku gak mau bohong, tapi kenyataannya aku masih mencintai dia, Put, maaf." ucap Anwar dengan santainya tanpa memikirkan perasaan Putri.
"Kamu memang keterlaluan, dia sudah menjadi milik orang lain dan sebentar lagi mereka juga akan bertunangan dan menikah, kenapa masih mengharapkan dirinya?"
"Rasa ini gak mampu gue cegah, Put."
"Apa lo gak bisa menghargai gue sedikit aja, War?!"
"Aku gak pernah menipumu dengan apa yang aku rasa, apa itu bukan menghargaimu?"
"Kita pulang!" ajak Putri.
Putri menggandeng tangan Anwar dan melangkah menuju keluar gedung, untuk menuju pulang.
Walaupun Anwar melangkah atas arahan Putri, namun pandangan matanya tak pernah lepas dari Hana yang terlihat bahagia di antara sahabat sahabatnya.
Ternyata kamu sudah bisa move on dariku Han... sementara aku masih terjebak dengan rasa cintaku padamu.
Hana bukannya tak tahu Anwar selalu memperhatikannya, namun dia harus acuh tak acuh dengan semua itu karena dia tak ingin ada konflik apapun dengan Anwar dan Putri.
Setelah satu minggu selepas Pernikahan Panji, kini... malam ini adalah hari pertunangan antara Hana dan Widi.
Hana dan Widi tampak begitu sangat bahagia,
__ADS_1
Hana seakan tak percaya bila sebentar lagi dia akan menikah dengan Widi seseorang yang di cintainya.
Widi pun juga merasa seakan tak percaya saat dia menyematkan cincin di jari manis Hana dan Hana menyematkan cincin di jari manis Widi.
Kemarin terasa tidak mungkin untuk mendapatkan Hana, dan semua terasa bagai mimpi. Cinta yang telah lama dia pendam kini telah bersambut.
Widi memang menyukai Hana sejak pertama kali bertemu, di lokasi panjat tebing kala itu, rasa cinta yang hanya bisa dia rasakan sendiri, menahan kerinduannya setiap saat sendirian, melihat Hana bersanding dengan tunangannya waktu itu sangat mengiris kalbunya, namun kini semua kesabarannya telah memperlihatkan hasilnya.
Keluarga Hana dan Keluarga Widi begitu sangat gembira melihat anak anak mereka begitu bahagia.
Sahabat sahabat Hana pun juga turut bahagia menyaksikan kebahagiaan Hana dan Widi.
Panji dan istrinya pun ikut andil menyumbangkan sebuah lagu untuk Hana dan Widi.
Mereka berdua bernyanyi, dengan begitu indahnya.
Rangga pun juga ikut menyumbangkan lagunya.
"Princess lagu ini gue persembahin buat lo, dan Widi maaf ya... Hana akan selalu jadi Princess gue." ujar Rangga terkekeh dan di sambut riuh tepuk tangan para undangan.
Sementara Hana dan Widi hanya terkekeh, melihat aksi Rangga, dan kini Rangga telah menyanyikan lagunya dengan suara merdunya.
Acara pertunangan Hana dan Widi, berlangsung dengan sangat meriah dan penuh dengan kegembiraan, namun tidak dengan keluarga Anwar, Ayah dan Bunda Anwar merasa menyesal karena Hana tak bisa menjadi menantunya.
Anwar pun merasa menyesal karena bukan dirinya yang berada di samping Hana.
Saat Anwar mengucapkan selamat pada Hana, dia menggenggam tangan Hana begitu erat seakan tak ingin melepaskannya dia tatap Hana dengan lekat, matanya menyiratkan kerinduan yang mendalam.
"War... maaf tolong lepasin tanganku!" pinta Hana, namun takndi indahkan oleh Anwar.
Widi yang melihat semua itupun akhirnya menepuk bahu Anwar dan tersenyum pada Anwar.
"Jangan permalukan dirimu dengan semua ini, ku mohon hargailah perasaan istrimu, orang tuamu, Hana dan keluarga kami." ujar Widi dengan bersahabat.
Akhirnya Anwar dengan berat hati melepaskan genggaman tangannya, dan berlalu dari hadapan Hana dan Widi dengan perasaan yang getir.
Sementara itu Widi memeluk Hana, dan menenangkan Hana yang sedikit tegang.
"Aku gak marah, kamu jangan kuatir, tersenyumlah, jangan biarkan keberadaannya, merusak kebahagiaan kita hari ini." ucap Widi dengan lembut.
Hana akhirnya tersenyum kembali, namun dia tak ingin melepaskan genggaman tangan Widi.
Acara demi acara kini telah mereka lewati dengan sangat lancar.
Kedua keluarga juga merasa sangat puas dengan acara pertunangan Hana dan Widi hari ini.
Bersambung
Mohon
Like
Comment
__ADS_1
Saran dan Kritik
🙏🙏😍😍🤗🤗