
"Mampir dulu gak..?" tanya Hana setelah sampai halaman rumahnya dan turun dari motor, melepaskan helmnya lalu memberikannya pada Rangga.
"Gue langsung aja Han... masih ada acara lagi soalnya." jawab Rangga sembari menyalakan motornya kembali.
"Gue cabut dulu Han.." ucap Rangga mengacak rambut Hana.
"Okey... bye... bye... " ucap Hana mengangkat tangannya di depan dadanya dan mengerakkan jemarinya.
Rangga pun berlalu dari halaman rumah Hana, dan kembali melajukan kuda besinya menembus jalanan.
Sementara Hana melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, saat melewati ruang keluarga, Hana sangat terkejut karena melihat ke dua orang tuanya sedang ngobrol bersama Robin.
"Mama.... Papa...." teriak Hana berlari mendekati ke dua orang tuanya, memeluk mereka bergantian.
"Kapan nyampe..." tanya Hana mendudukkan diri di samping papa Gio dan bergelayut manja.
"Tadi siang, di jemput sama kakak kamu!" ucap mama mika.
"Papa.... Hana kangen...!" ucap Hana dan papa Gio merangkul Hana dan mendekapnya, penuh kelembutan dan mengusap punggung Hana, "Papa juga kangen sama princesnya papa," ucap papa Gio, mengecup lembut, pucuk kepala Hana.
"Mandi gih sana... bau acem... !" ucap papa Gio melepaskan dekapannya.
"Mana ada Hana bau acem... wangi pa...?" ucap Hana mencium pipi papa Gio dan berlalu beranjak dari duduknya untuk menuju ke kamarnya.
Papa Gio hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak semata wayangnya.
Mereka pun melanjutkan obrolan ringannya sembari menunggu Hana turun dari kamarnya, untuk makan malam bersama.
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Bengkel Widi
Widi belum jug keluar dari ruangannya, padahal bengkel sudah tutup dan karyawannya sudah pulang beberapa saat yang lalu, namun Widi dia masih setia dengan kegelisahannya.
aaaarghhh...
...apa yang harus gue lakukan Han... kenapa kau mengubah hidupku hanya dalam sekejab ...
Widi mengusap mukanya kasar, dan mengambil nafas dalam mengeluarkannya dengan berat.
Widi mengambil ponselnya dan melihat foto Hana, yang dia ambil kemarin waktu di lokasi panjat tebing, tanpa sepengetahuan pemiliknya. Ditatapnya foto itu penuh kerinduan.
Han... gue rindu... pengen ketemu sama lo lagi...
Tiba tiba ponselnya berbunyi tampak nama Cinta, disana. Widi mengeser tombol hijaunya.
__ADS_1
Widi : " ya cin... ada apa?"
Cinta : " Besok sore kosongin jadwal lo! gue mo ajak lo ke acara 7 hariaannya Nathan."
Widi : " Okey... besok gue longgar, acara gue gak padat."
Cinta : "Besok sore jemput gue, kita ngumpul di rumah Hana dulu sebelum ke rumah Nathan.
Widi : " Okey... besok sore gue jemput lo."
Widi menutup telfonnya, dengan perasaan berbunga, karena besok akan bertemu Hana.
Akhirnya dia pun beranjak dari duduknya, meninggalkan ruangannya, untuk kembali pulang ke rumah.
Han betapa bahagianya diriku Han... akhirnya besok rinduku akan terobati, gumam widi dengan bahagia.
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
keesokan harinya
Seperti biasa Hana sudah bersiap di kamarnya untuk berangkat sekolah, dia pun turun ke bawah menuju ruang makan untuk sarapan dan di sana sudah ada mama, papa dan kak Robin.
Mama yang sedang mempersiapkan hidangan menu hari ini di meja melirik Hana sekilas, " Dah siap Han.... ayo lekas sarapan." Ucap mama sembari mendudukkan dirinya dinsamping kursi papa dan mengambilkan makan buat papa.
"Wow... nasi liwet... mama tahu aja, Hana lagi pengen ini." ucap Hana mengambil piring dan menyendok nasi liwet beserta teman temannya ke dalam piringnya.
"Tumben... ada acara apa pa?" tanya Hana
"Gak ada acara apa apa cuma katanya mereka lagi kangen sama kamu." jelas papa.
"Oohh... kakak ikut ya... ke sana?!" ajak Hana.
"Kakak ada acara kampus Han...! maaf kakak nggak bisa ikut." jawab Robin.
"Bukankah nanti ada Anwar di sana, dia kan teman masa kecilmu, emang kamu gak kangen sama dia?" ucap mama
"Hana canggung aja ma... udah lama juga gak ketemu dan tahu kabarnya Anwar, sejak mereka pindah dulu." jawab Hana.
Papa Tersenyum melihat Hana, "Dia tambah ganteng sekarang." ucap papa
"Iya... waktu di malaysia kemarin mama sama papa ketemu Anwar sama ayah Hanafi, mereka punya proyek di sana." terang mama
"Dah... selesai Han? ayo kakak antar berangkat sekolah!?" ucap Robin beranjak dari duduknya menyalami ke dua orang tua Hana, "kami berangkat dulu, mah pah" pamit Robin.
Hana pun mengikuti menyalami ke dua orang tuanya berpamitan berangkat sekolah, lalu melangkah meninggalkan ruang makan mengikuti langkah Robin yang keluar rumah masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti oleh Hana.
__ADS_1
Robin menyalakan mobilnya setelah Hana masuk dan memakai seatbellnya, melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Hana, menembus jalanan yang padat untuk menuju sekolah Hana.
"Kak... kenapa kakak dari tadi diem aja?" tanya Hana lembut.
Robin melihat sekilas Hana, "Ehmmm... gak ada apa apa Han!" ucap Robin tanpa mengalihkan pandangannya.
"Tapi... kakak terlihat lain? Hana tau kakak memendam sesuatu! coba cerita ke Hana kak!?"
"Emang kamu bisa baca apa yang kakak rasain...?" tanya Robin
"Ya bukan gitu... tapi ekspresi wajah kakak, menunjukkan bila ada yang gak nyaman di hati kakak."
Robin mengusap rambut Hana, tersenyum sekilas menatap Hana dan kembali fokus mengemudi.
"Adik, kakak ternyata udah gede." ucap Robin kemudian.
Gimana gue mo bilang Han... kalau gue gak suka kamu mau ketemu sama Anwar, Mereka mengundangmu makan malam hanya untuk membahas perjodohan kalian, maaf Han... kakak cemburu dengan semua itu. Namun apa daya kakak, kamu tak pernah tahu apa yang kakak rasakan. Maaf bila kakak memendam rasa cinta untukmu Han. batin Robin.
Sampai juga akhirnya di depan sekolah, Hana berpamitan pada Robin, "Hana turun dulu kak, kakak hati hati bawa mobilnya jangan ngelamun!" ucap Hana tersenyum dan di jawab senyuman dan anggukkan kepala Robin.
Hana pun berlalu masuk gerbang sekolah setelah mobil Robin pergi dari hadapannya.
Dan saat Hana melewati lorong menuju kelasnya, tiba tiba dari belakang ada yang mengagetkan Hana dengan menepuk punggung Hana, dengan berkata"Hei...." dan orang itu langsung merangkulnya.
"Innalillahi wainna Illahiroji'un." ucap Hana memegang dadanya dan melihat siapa yang telah mengagetkannya, " Leeeeoooo" teriak Hana memukul dada leo yang sudah terbahak bahak melihat ekspresi Hana.
"Elo.... ya.... Untung gue gak jantungan." omel Hana.
Leo melepas rangkulannya dan berjalan mundur di hadapan Hana sembari mengatupkan ke dua tangan di dadanya, masih dengan tertawa.
Hana mengerucutkan bibirnya, dan mengambil nafas dalam dan membuangnya kasar bergeming di tempat.
Leo mendekati Hana, mengacak rambut Hana, dan meraih tangannya dan di tariknya hingga masuk kelas.
Di sudut lain terlihat Niken memperhatikan Hana dan Leo dengan rasa jengkel dan marah,
dasar cewek murahan, udah ada Rangga masih juga ganjen sama Leo. gumamnya
#Visual Niken#
Happy Reading
Mohon saran dan kritiknya...
__ADS_1
bersambung