Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Keikhlasan Rangga


__ADS_3

Malam ini terasa begitu cepat dan mereka semua terlelap dalam tidurnya dan begitu juga dengan Widi dan Hana, mereka juga hanya tidur saling perpelukan tanpa aktifitas apapun.


Mentari kini telah bersinar dengan indahnya, dan Hana pun telah memulai aktifitasnya seperti biasa.


Dan kini dia sedang membantu si odah untuk membuatkan sarapan untuk teman temannya.


Sementara Widi seperti biasa olahraga pagi terlebih dahulu.


Selepas melakukan semua aktifitas mereka setiap pagi, dan mereka telah membersihkan diri.


Hana yang ingin menata rambutnya, terjengit kaget karena tiba tiba, Widi menusuk pinggangnya dengan jari telunjuk Widi.



"Awww..." Hana tersentak.


Sementara Widi yang sudah berhasil mengerjai Hana, kini tengah tertawa hingga memegangi perutnya rebahan dan guling guling di atas ranjang.


Hana mengambil nafas kasar dan menatap suaminya dengan rasa yang sangat kesal, dan tanpa sepatah katapun dia melangkah duduk di sofa menatap suaminya yang masih setia tertawa.


Melihat Hana yang terdiam cemberut dan hanya menatapnya, Widi bangkit dari posisinya dan mendekati Hana yang masih merajuk.


Widi duduk jongkok di hadapan Hana, di tangkupnya kedua pipi Hana, dan Widi menampakkan senyum manisnya, namun Hana tetap cemberut.


"Maaf... dah bikin kamu kesal." di kecupnya bibir Hana setelah mengucapkan maaf pada Hana.


"Ayo turun kita sarapan!" ajak Widi kemudian.


Hana yang masih merajuk pun belum beranjak dari duduknya, Widi yang menyadari tak ada pergerakan dari Hana, akhirnya kembali mendekati Hana.


"Han? masih kesal?"


Hana menatap lekat Widi yang wajahnya kini tengah berekspresi menyesal, dan sikap Widi akhirnya membuat tawa yang sedari tadi di tahannya kini meledak.


Sementara Widi melongo tak percaya dia di kerjain balik sama istrinya.


Kemudian Hana bergelayut manja di lengan Widi, dan masih menyisakan tawanya.


"Ayo... kita turun." ajak Hana.


Widi tak mengucap kata sepatahpun, mengikuti langkah Hana yang mengajaknya turun untuk sarapan.


Sesampainya di ruang makan, teman temannya sudah berkumpul semua di meja makan.


"Akhirnya sang pengantin baru nongol juga." celetuk Sonya.


Dan ditanggapi senyuman tipis oleh yang lainnya, namun membuat Hana tersipu.


Kini mereka tengah sarapan pagi dengan khidmat.

__ADS_1


Usai sarapan bersama mereka memutuskan untuk berkeliling di wilayah perkebunan milik keluarga Widi.



Di gandengnya tangan Hana, melangkah mengikuti teman temannya yang telah terlebih dahulu berjalan di depan menikmati pemandangan alam yang masih asri.



Daffin dan Hana terlihat begitu sangat menikmati jalan jalan kali ini.


"Fin... gak bosen gue berada di sini, suasananya begitu menyejukkan." ujar Laras.


"Aku juga suka tempat ini." jawab Daffin.


Sonya dan Beck juga sangat menikmati pemandangan di perkebunan Widi, keduanya yang saling menjahili pun mengundang gelak tawa Daffin, Laras, Rangga, Hana dan Widi.



Rangga berhenti melangkah dan menatap dan menikmati alam yang sangat menyejukkan.


Han... aku yakin... kamu akan bahagia di sini, kamu yang selalu menyukai suasana sejuk dan damai seperti ini, akhirnya terwujud, akupun, merasa lega dan ikhlas melepasmu, dan aku harus belajar merelakanmu, sepenuhnya pada Widi. Aku datang ke sini hanya meyakinkan diriku bila kamu baik baik saja. Dan kini aku sudah merasa lega, hatiku tak terbebani.


Rangga tersenyum bahagia melihat Hana dan Widi yang sama sama mencintai.



Sementara itu Widi menggenggam kedua tangan Hana.


"Mas... aku mencintaimu! dan aku bahagia bersamamu! di manapun dan kapanpun selama bersamamu aku akan bahagia." Hana tersenyum manis menatap Widi.



Widi yang terharu dengan ucapan Hana seketika memeluk Hana dengan erat.


"I love you! really... really love you." ucap Widi lembut.


Hana tersenyum, "I love you too."


Keduanya saling berpelukan hingga beberapa saat, Rangga yang menyaksikan kemesraan mereka berdua pun merasa sangat bahagia.


Kamu memang gak salah pilih, Han. Widi sangat mencintai kamu, dan dia pasti akan menjagamu dengan lebih baik, seperti aku menjagamu selama ini. Aku kini yakin, kamu benar benar berada di tangan yang tepat. Bahagiamu adalah bahagiaku, dan sedihmu juga merupakan kesedihanku Han. Ku yakin untuk melepasmu, dan aku juga akan melanjutkan hidupku bersama tunanganku. Kini hatiku merasa lega telah memastikan sendiri bahwa kamu telah bahagia bersama Widi, orang yang kamu cintai dan aku akan selalu mendo'akan kebahagiaanmu.


Semua terlihat begitu bahagia, dan suasana di pagi hari ini juga sangat mendukung.


"Hari makin panas, Han! apa kita balik aja?" tanya Widi.


"Coba tanya ke yang lainnya dulu, masih mau jalan jalan apa mau balik." saran Hana.


Widi melangkah menuju ke teman temannya untuk menanyakan mau balik ke rumah, apa masih mau jalan.

__ADS_1


Dan mereka semua memutuskan untuk kembali terlebih dahulu dan di lanjut nanti sore melihat matahari terbenam.


Kini mereka telah sampai di rumah dan berkumpul di ruang tengah.



Widi dan Rangga sedari tadi dalam perjalanan pulang selalu bercanda dan berkelakar, hingga sampai rumahpun mereka berdua masih terlihat bercanda bersama.


Hana yang menyaksikan kedekatan Widi dan Rangga pun merasa sangat terharu.


Rangga makasih... sudah menjagaku selama ini, sejak Jonathan pergi, dirimu selalu ada di sisiku menjadi orang yang terpenting dalam hidupku yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka. Kini aku punya mas Widi, dan dia yang akan menggantikanmu menjagaku dalam suka maupun duka. Aku berharap kamu dapat melanjutkan hidupmu tanpa harus mengkhawatirkan aku lagi.


Sonya dan Beck saat ini sedang asyik bermain ps bersama dan tak lupa dengan drama ke konyolan mereka berdua.


Daffin merebahkan dirinya di pangkuan Laras, mereka bercerita dan bercanda berdua.


Sementara Widi dan Rangga pun asyik bercerita dan bercanda, sedangkan Hana menatap mereka semua dengan tersenyum bahagia.



Hana merasa hidupnya kini begitu sempurna, setelah semua yang pernah dia lewati dan dia lalui. Luka dan kesedihan di masa lalu kini semua telah berubah menjadi sebuah kebahagiaan.


I thank You for the grace and pleasure You have given me. The happiness of my life will not happen without Your intervention.


*Rangga, mas Widi, kalian adalah pelitaku, dan akan selalu menjadi penerang dalam langkahku,


Di saat seperti ini aku jadi kangen sama kak Robin, dah dua hari dia tak menghubungiku, gimana kabarmu, kak? adikmu ini merindukanmu. Dan aku mendadak kangen sama yang lainnya. gimana kabar mereka semua, andai mereka semua ada.di sini, betapa bahagianya diriku. kita berkumpul lagi seperti dulu lagi.


Tuhan... ku mohon jagalah persahabatan kami, kebersamaan kami, dan kebahagiaan kami*.


Saat Widi berpamitan ke kamar mandi, Rangga bangkit dari duduknya dan duduk di samping Hana.


"Apa yang kamu pikirkan? ku lihat dari tadi ekspresi wajahmu yang berubah rubah dalam diammu." tanya Rangga.


"Kamu memang yang paling tahu tentang diriku, Ngga. makasih ya?"


"Aku sahabatmu dan akan selalu menjadi sahabat terhebatmu."


Widi pun kini kembali melangkahkan kakinya kembali ke ruang tengah, dan dia sedikit tertegun menatap Hana dan Rangga yang terlihat berceloteh berdua dengan bahagia.



Kalian memang sehati, kadang aku merasa iri denganmu Ngga, yang bisa memahami Hana dengan begitu baiknya. Sedangkan aku masih harus belajar banyak untuk bisa memahami Hana sepenuhnya. Aku tahu ada cinta dan sayangmu untuk Hana, tapi aku salut dirimu begitu bersahaja. Seperti diriku yang dulu, kau juga melakukan hal yang sama, memendam rasa cinta dan rindumu untuk Hana, demi kebahagiaan Hana. Makasih Ngga karena kamu telah menjaga jodohku dengan begitu baik.


Bersambung


Mohon


Like

__ADS_1


Comment, saran dan kritiknya.


Happy reading my Readers.


__ADS_2