Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Kepulangan Mama Papa Hana.


__ADS_3

Sesampainya di bengkel, Widi melangkah menuju ruangannya, di hempaskannya badannya di kursi kebesarannya, menyandar di kursinya dan memegang pelipisnya.


Gue rindu Han...


Widi pun mulai melanjutkan pekerjaannya, mencoba menenggelamkan rasa rindunya dengan bekerja.


Sementara di sekolah Hana, Mereka belajar seperti biasanya, dan saat bel istirahat berbunyi, sebelum kami pergi ke kantin bersama Rangga mengatakan kalau nanti ada rapat osis.


"Han... jangan lupa nanti pulang sekolah kita ada rapat osis." Ucap Rangga.


"Okey..." jawab Hana beranjak dari duduknya dan ingin melangkah ke kantin.


"Kak Robin tahu belum, kalau nanti kamu pulang terlambat?" tanya Rangga memperingatkan Hana.


"Oh...iya... gue lupa, gue chat dia dulu." ucap Hana mengeluarkan ponselnya.


...Hana : "Kak... nanti gak usah jemput, Hana pulang telat ada rapat osis, nanti pulang sama Rangga." 📤...


"Okey... beres... let's go to the canteen now!" ucap Hana lalu menggandeng tangan Lina. Rangga dan Leo mengikuti di belakangnya.


Tiba di kantin seperti biasa setelah dapat meja, Leo akan pergi memesankan makanan untuk mereka berempat.


Saat masih menunggu pesanan datang, datang Panji, Dion dan Cinta ikut bergabung bersama mereka.


"Ngga... pertandingan basket besok di undur, tim lawan ada yang cedera." ucap Dion.


"Iya... tadi gue juga udah dapat informasinya, kalau pertandingan di undur." jawab Rangga.


"Kalau di undur lusa, kita yang gak bisa tanding kak!? kita kan ada acara di rumah kak Jonathan." ucap Rangga.


"Gampang...! nanti biar gue yang urus soal itu!" jawab Dion.


Akhirnya, pesanan kami pun tiba, dan kami makan dengan di selingi obrolan ringan.


"Gue boleh gak ajak Widi besok ke rumah Nathan?" tanya Cinta.


"Ajak aja gak papa, besok juga sekalian mama sama papa Jo juga mau pamit kembali ke Paris." jawab Hana sendu.


Rangga yang duduk di samping Hana, langsung merangkul pundak Hana, dan mengusap lengannya lembut.


"Jangan lagi bersedih, jika teringat kak Nathan! kamu harus kuat seperti harapan kak Nathan." terang Rangga.


Hana menyandarkan kepalanya di bahu Rangga.


"Thanks for your support." ucap Hana.

__ADS_1


"Sama sama..." Rangga melepaskan rangkulannya dan mengacak rambut Hana.


Setelah selesai mereka kembali ke kelas masing masing, melanjutkan pelajaran hingga bel pulang sekolah berbunyi.


Sementara di kampus Robin, yang telah menyelesaikan kelasnya, membuka ponselnya, dia baca chat Hana.


...Hana : "Kak... nanti gak usah jemput, Hana pulang telat ada rapat osis, nanti pulang sama Rangga." 📩...


Robin : "Okey... take care Han...!" 📤


Robin melangkah ke tempat parkir dan di sana bertemu dengan Steve, "Dah mau pulang Steve?"


"Bokap nyuruh gue langsung ke kantor, katanya ada hal yang mau di bicarakan." ucap Steve sembari membuka pintu mobilnya.


drrttt...drtttt...


Di ambilnya ponsel Robin yang berbunyi, terlihat di sana mama Mika yang telpon,


Robin : "Assallamu'allaikum ma...?"


Mama mika : "Wa'allaikumusalam, Kamu di mana nak?"


Robin : "Masih di kampus, tapi dah mau pulang! mama Mika di mana?"


Robin : " Bisa... ma Robin ke sana sekarang!?"


Mama Mika : " Mama tunggu, nak. Assallamu'allaikum. Mama mika menutup telfonnya.


"Mama Mika dah balik, bin?" tanya Steve


"Iya... gue di suruh jemput ke bandara." jawab Robin membuka pintu mobilnya.


"Ya udah elo ke kantor, gue mo jemput bonyoknya Hana dulu." ucap Robin.


"Kuuuyyylah... " jawab Steve tersenyum.


mereka pun keluar dari halaman kampus menuju ke tujuan masing masing.


Setelah sampai di Bandara, Robin bergegas mencari ke dua orang tua Hana.


"Bin..." panggil mama Mika melambaikan tangannya.


Robin bergegas menghampiri ke dua orang tua Hana, dan Robin menyalami ke duanya.


"Kelamaan ya mam?" tanya Robin dengan sungkan.

__ADS_1


Papa Gio menepuk bahu Robin, "gak kita juga batu aja, ayo... kita pulang!" ajak papa Gio.


Kami pun akhirnya berlalu pergi meninggalkan Bandara, menembus jalanan yang begitu terik, menuju ke rumah Hana.


"Gimana keadaan Hana, Bin...?" tanya papa Gio.


"Alhamdulillah baik pa...! tapi hari ini Hana pulang terlambat, soalnya ada rapat osis di sekolah ." ujar Robin.


"Syukurlah kalau baik baik saja, mama sama papa sangat cemas, takut dia gak bisa lewatin semuanya, selepas kepergian Jonathan." ucap papa Gio.


"Hana beruntung pa... di dampingi sahabat sahabat yang baik, dan Nathan sebelum meninggal juga udah mempersiapkan segalanya, agar di saat dia pergi, Hana gak terlalu terpuruk." ucap Robin.


Tanpa terasa mereka telah sampai dan memasuki halaman rumah Hana.


Robin, membantu mama papa Hana membawa barang barang mereka ke dalam rumah.


...xxxxxxxxxxx...


Sementara di sekolah Hana sedang melaksanakan rapat osis, dan tak berselang lama rapat pun telah usai, Hana berjalan beriringan bersama Rangga, dan tiba tiba ada yang menghadang langkah mereka berdua.


"Kalian pacaran?" ucap seorang gadis yang bernama Niken Aulia Pratama, anak dari bapak Kepala Sekolah, dengan nada kesal.


"Maksudnya?" tanya Hana mengernyitkan dahinya, dan belum sempat Niken menjawab Rangga sudah menimpali.


"Apa urusannya denganmu?" tanya Rangga dengan menatap Niken tajam. Niken tak berani menatap Rangga.


"Ayo... katakan ! kenapa sekarang diam?kamu gak tuli kan?" tanya Rangga dengan ketus.


Niken akhirnya mendongakkan kepalanya, "Karena gue suka sama lo Ngga... sejak pertama liat kamu gue udah suka," jawab Niken dengan terisak, "Dan gue gak suka dengan kedekatan kalian akhir akhir ini, semenjak kak Nathan meninggal, kalian semakin dekat, dan itu melukai perasaanku." ucap Niken sekali lagi.


Hana mengambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan, "lo urus dulu nih cewek Ngga! gue pulang naik taksi aja." ucap Hana pada Rangga.


Namun, saat Hana hendak melangkahkan kakinya meninggalkan mereka, Rangga dengan cepat langsung menggenggam tangan Hana erat, dan membuat Hana terkejut begitu pula dengan Niken yang merasa cemburu dengan perlakuan Rangga pada Hana.


"Dan untuk elo!" Rangga menunjukkan jari telunjuknya di hadapan Niken.


"Elo... itu bukan siapa siapa gue... jangan mentang mentang lo anak KepSek, lo bisa berbuat seenak lo! Gue hargai lo suka sama gue, tapi maaf gue bukan boneka yang bisa lo atur atur seenak lo! dan asal lo tau Hana itu sahabat gue dari dulu, dan udah gue anggap seperti saudara gue sendiri, permisi!" Rangga berlalu meninggalkan Niken yang bergeming dan terisak, masih tetap menggenggam tangan Hana dengan erat hingga sampai di tempat parkir.


Rangga masih menampakkan wajah kesalnya, lalu Hana mengusap lengan Rangga, "Gue gak mau pulang bareng lo, kalau lo masih kesel kayak gini." ucap Hana lembut.


"Maaf... "ucap Rangga lalu mengacak rambut Hana dan tersenyum manis, dan Niken yang menyaksikan semua itu hanya menangis.


Rangga memakaikan helm ke kepala Hana, lalu menyuruh Hana menaiki motor gedenya.


"Hati hati mengemudikan kuda besinya." Ucap Hana lembut dan di balas senyuman oleh Rangga. Dan Rangga pun melajukan motornya menembus jalanan dengan lincahnya, menuju ke rumah Hana.

__ADS_1


__ADS_2