Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
MPLS


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama di adakan MPLS, Rangga selaku ketua osis baru dan Hana yang termasuk anggota Osis pun di buat sibuk oleh Kegiatan ini.


Banyak dari siswa baru yang sangat mengidolakan Rangga, seperti saat ini dia mendapatkan bunga dari murid baru.



"Makasih ya buat bunganya! tapi.. kakak mohon jangan seperti ini lagi ! karena apa adik adik?" Rangga menjeda ucapannya "Karena kalian ke sini, tujuan kalian adalah untuk belajar bukan sibuk memberikan bunga seperti ini, ok ...adik adik!?"


"Okey kak..." jawab mereka serentak.


"Sekarang tugas kalian adalah meminta tanda tangan dan biodata dari anggota Osis yang lainnya selain kami bertiga minimal 10 orang, saya hitung sampai tiga kita mulai mencari, dan waktu kalian hanya 30 menit, setelah tanda tangan terkumpul mohon serahkan pada kak Hana dan kak sakti, kakak hitung dari sekarang.. satu.... dua.... tiga.... mulai! " Aba aba dari Rangga telah di mulai.


Dan semua murid baru pun berhamburan untuk mencari anggota Osis yang lainnya, untuk meminta tanda tangan mereka.


Rangga saat ini duduk menunggu para murid baru mengumpulkan tugasnya, dan melihat pergerakan mereka.



Sikap Rangga sangat menjadi pandangan yang begitu indah buat mereka nikmati, tak hanya murid baru namun juga murid seangkatan Rangga.


"Okey.... adik adik semua, waktunya hampir habis, tinggal sepuluh menit lagi, ayo... lekas di selesaikan teriak Rangga."


Sementara itu Hana dan Sakti begitu sibuk menerima tugas para murid baru yang sesang mengikuti MPLS.


"Bagi yang sudah mengumpulkan tugas tolong ngumpul di sebelah kiri panggung." ucap Sakti.


Dan saat ini Sakti begitu serius ngecek tugas tugas dari peserta MPLS.



Begitu juga dengan Hana, yang berada di samping Sakti membantu mengecek semua tugas tugas mereka.


Waktu telah menunjukkan pada waktu istirahat, dan Rangga sudah memberikan instruksinya untuk beristirahat.


Para murid baru mulai berhamburan pergi ke kantin, dan seluruh anggota Osis kembali ke ruang Osis, untuk sejenak makan dan mempersiapkan acara MPLS selanjutnya.


Waktu istirahat telah berakhir dan peserta MPLS di arahkan untuk memasuki aula.


Setelah semua berkumpul panitia MPLS, meminta untuk membentuk kelompok berdasarkan kelas masing masing.


Mereka begitu riuh membentuk kelompok. Dan panitia memberikan beberapa barang bekas dan beberapa peralatan dan meminta di setiap kelas untuk membuat suatu kreatifitas dari semua peralatan yang sudah di berikan.


Rangga naik ke podium dan memberikan pengarahan kepada peserta MPLS,.


"Okey... adik adik, kakak harap dengan semua barang bekas berupa botol botol itu untuk menjadi barang yang lebih bermanfaat, dan hasil dari yang kalian buat nanti akan di donasikan di panti asuhan terdekat, dan silahkan di mulai dari sekarang mengerjakannya."


Semua panitia MPLS berbagi tugas mengawasi dan membantu kegiatan mereka.


Membuat kreativitas dari botol plastik yang sempat di kumpulkan saat acara baksos yang di laksanakan oleh kelas XII, yang kini telah Lulus.


Setelah beberapa waktu berjalan kini sudah ada banyak kreativitas yang tercipta.







"Hmmm... kakak sangat bangga dengan kalian, terima kasih karena telah membuat kreativitas yang begitu indah, terima kasih." ucap Rangga bangga.


"Untuk hari ini kegiatan kita akhiri sampai di sini dulu, dan hasil karya kalian akan kami simpan dan nanti akan kita serahkan semuanya, pada Panti Asuhan terdekat, dan untuk acara besok kita akan mengadakan acara menginap di sekolahan dan kakak kakak yang lain akan memberikan selebaran pada kalian yang berisi pengumuman apa apa saja keperluan yang harus kalian bawa."

__ADS_1


Panitia MPLS pun bergerak memberikan selebaran ke setiap siswa baru.


"Fine, thank you very much for your cooperation, hingga acara hari ini berjalan dengan sempurna, dan acara hari ini kakak tutup dan tolong di ingat untuk mempersiapkan perlengkapan kalian untuk acara besok."


"Baik kak..." serempak ucap mereka.


Acara pun telah di tutup oleh Rangga dan mereka pun telah beranjak pulang.


Namun masih ada tiga orang siswa baru yang mendekati Rangga,


Rangga yang merasa di dekati oleh tiga orang siswi baru tersebut mengerutkan dahinya, dan tatapan mengatakan "Apa?"


"Kak... maaf bolehkah saya meminta no. WA kakak?" ucap salah satu dari ke tiga siswi tersebut.


Rangga menghela nafasnya, "Maaf kakak gak bisa, pulanglah kalian."ucap Rangga lembut dan tersenyum manis, dan meninggalkan mereka bertiga.


Namun siswi tersebut terus mengejar Rangga, hingga Rangga merasa jengah, namun tak mungkin bagi dirinya menghardik mereka bertiga.



Melihat Rangga dalam keadaaan seperti itu Hana mendekati Rangga dan ketiganya.


"Kenapa Ngga?" tanya Hana.


"Mereka maksa minta no.WA gue." jawab malas Rangga.


Hana tersenyum tipis dan mendekati ke tiga siswi tersebut, "Kak Hana boleh tahu nggak untuk apa kalian meminta no.WA kak Rangga?" lembut Hana.


"Ya biar bisa chat kak Ranggalah kak, emang untuk apa lagi?" Ketus siswi yang sedari tadi mengejar Rangga.


"Tapi kak Rangga merasa terganggu dengan sikap kalian,apa kalian mengerti?"


"Emang kakak apanya kak Rangga, rese banget ikut campur urusan kita?"Sewot siswi tersebut.


Rangga yang merasa Hana di pojokkan, beranjak berdiri dari duduknya dan mendekati Hana, lalu merangkul Hana dengan tersenyum manis pada ketiga siswi tersebut.


"Dia cewek gue, kalian paham?" tanya Rangga mengangkat ke dua alisnya.


Ke tiga cewek tersebut melongo dan menutup mulutnya merasa tak percaya.


"Kakak pasti bohong."


"Kenapa kakak harus bohong?" Rangga melepas rangkulannya dan menggandeng tangan Hana, " Ayo Han... kita lanjutkan kerjaan kita dan kalian pulanglah."


Rangga dan Hana melangkah meninggalkan mereka bertiga yang masih cengo tak percaya.


"Kasih ya Han... dah bantuin gue, lepas dari mereka."


"Untung gak ada Anwar di sini, kalau ada kalian pasti jadi berantem."


Rangga tertawa, "Gue lupa sama si posesif." mengacak rambut Hana.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Ke esokan harinya,


Kini semua telah berkumpul di lapangan, untuk melanjutkan acara hari ini.


"Selamat pagi adik adik! hari ini seperti rencana yang telah kita sepakati, dan kakak kakak kalian yang lain akan membentuk dan membagi kelompok dan setiap kelompok akan di bimbing oleh dua orang Kakak panitia, untuk kakak kakak panitia, silahkan di bagi kelompoknya dan bawa kelompok yang kalian ampu masuk ke ruangan meletakkan perbekalan mereka."


Semua sibuk mencari dan membawa kelompok mereka ke dalam ruangan yang telah di atur sebelumnya.


Acara demi acara telah di lewati dan tiba akhirnya penutupan acara harus di lalukan.


Semua berkumpul di Aula, dan setiap kelas telah unjuk kebolehan di panggung, dan acara di tutup dengan lagu duetnya Hana dan Rangga yang membuat histeris banyak siswi.

__ADS_1


Rangga mulai memetik dawai gitarnya, menatap Hana hangat, dan mulai bernyanyi.


...🎡Dengarlah cinta, hatiku remuk redam...


...Jika tak ada kamu...


...Menemani aku...


...Dengarlah cinta, ku memanggil namamu...


...Di setiap malamku...


...Ku memikirkan kamu...


...Aku sepi, sepi, sepi, sepi...


...Jika tak ada kamu...


...Aku mati, mati, mati, mati...


...Jika engkau pergi...


...Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)...


...Jangan tinggalkan aku...


...Tak mampu jika ku tanpamu, hu...


...Dengarlah kesayanganku...


...Hidup matiku untukmu...


...Kumohon pertahankan aku...


...Dengarlah cinta, hatiku remuk redam...


...Jika tak ada kamu...


...Menemani aku...


...Dengarlah cinta, ku memanggil namamu (namamu)...


...Di setiap malamku (di setiap malamku)...


...Ku memikirkan kamu...


...Aku sepi, sepi, sepi, sepi...


...Jika tak ada kamu...


...Aku mati, mati, mati, mati...


...Jika engkau pergi...


...Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)...


...Jangan tinggalkan akuβ€¦πŸŽΆ...


Bersambung


Minta like


Comment


Saran dan kritiknya yaπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2