
Waktu pun tlah berlalu dan malam pun mulai merangkak meninggalkan senja.
Dan saat di mana janji makan malam dengan keluarga Hanafi di rumah Hana pun telah tiba.
Keluarga Hanafi telah tiba di kediaman Hana, dan di sambut dengan bahagia oleh ke dua orang tua Hana.
Mereka kini telah berkumpul di meja makan menikmati jamuan makan malam yang di persiapkan oleh keluarga Hana pada keluarga Hanafi.
Suasana di meja makan begitu santai dan penuh dengan canda dan tawa, dan selepas makan malam mereka pun memutuskan untuk berkumpul di ruang tamu.
"Gimana Gio.... apakah bisa kita mulai sekarang pembahasan kita kemarin?" tanya ayah Hanafi memulai pembicaraan.
Papa Gio melihat istri dan anaknya bergantian, Hana yang di tatap oleh Papanya pun mengerutkan dahinya dan menggerakkan kepalanya, tanda minta penjelasan dari papanya
"Hmmm... Han, maafin papa karena tidak meminta persetujuanmu terlebih dahulu, tapi papa memutuskan ini karena inginkan yang terbaik buat Hana, dan papa mohon kamu bisa terima keputusan kita para orang tua." papa Gio menjelaskan kepada Hana.
"Maksudnya apa pa?" Hana memperlihatkan ekspresi bingungnya.
"Gini... Han... kedatangan kami sekeluarga kemari adalah ingin melamar kamu." ucap Ayah Hanafi dengan lembut.
Duaaarrrr...
Hana terkejut, badannya menegang tak tahu harus mengatakan apa, karena dia bener bener sangat kaget, dengan lamaran keluarga Hanafi untuknya.
Mama pun memeluk Hana, mengusap punggung Hana dengan lembut. menenangkan Hana.yang terlihat syok.
"Han... papa dan ayah Hanafi sebenarnya sudah punya janji sejak kalian masih bayi untuk menjodohkan kalian, tapi juga gak maksa Hana, semua keputusan ada.di tanganmu, namun papa berharap kamu bisa menerima perjodohan ini, nak!" pinta papa.
"Taaapi... pa..." ucap Hana tercekat.
"Papa tahu ini terlalu cepat untukmu, tapi papa hanya ingin kamu ada yang jagain, ada yang menemanimu hari harimu, papa mohon terimalah lamaran keluarga Hanafi, nak!"
"Bolehkah Hana berbicara berdua dengan Anwar, yah...?" tanya Hana.
"Tentu nak... karena kalian yang akan ngejalani semua ini, dan ayah harap kalian menerima perjodohan inindengan terpaksa." ucap ayah Hanafi lembut.
Hana beranjak dari duduknya, menatap Anwar dan menggerakkan kepalanya meminta Anwar untuk mengikutinya.
Hana membawa Anwar di taman belakang rumahnya, menuju ke gazebo yang ada di taman belakang rumah Hana.
Hana mempersilahkan Anwar untuk duduk di kursi dalam gazebo yang di buat seperti sofa. Anwar pun duduk di sana sesuai keinginan Hana.
Namun, setelah mereka duduk sesaat yang ada hanya keheningan tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan.
Hana menghela nafas berat, "War... kenapa kamu setuju kita di jodohkan?" akhirnya Hana memulai pembicaraan.
Anwar menatap Hana lekat, " Karena aku suka sama kamu Han, maaf... bila sedari kecil aku sangat menyukaimu, namun kemarin aku harus menelan kekecewaan, karena kamu lebih memilih Jonathan ketimbang diriku." Anwar menjelaskan tentang persetujuannya dengan perjodohan mereka.
"Tapi... kamu tahu kan War, aku masih perlu menata hati, setelah kepergian Jonathan." Hana menjeda ucapannya dan menghela nafasnya. "Apa kamu mau menungguku menata hatiku kembali, karena bagiku semua ini terlalu cepat, baru seminggu yang lalu aku kehilangan Jonathan, dan kini aku di hadapkan dengan rencana perjodohan kita, terus terang aku belum siap... War... maaf." sesal Hana.
"Aku tahu Han... ini terlalu cepat bagimu, namun aku hanya ingin menemanimu menapaki hari yang aku tahu memang tak mudah melupakan kenanganmu bersama Jonathan, aku sadari semua itu, dan ku mohon izinkanlah aku untuk dampingimu, menghapus jejak kenanganmu bersama Jonathan dan menciptakan kenangan baru tentang kita berdua." ucap Anwar lembut menggenggam tanganku dan tersenyum manis kepada Hana.
"Please... izinin aku Han... untuk menggantikan posisi Jonathan di hidupmu, walau aku tahu dia akan terus hidup di hatimu." pinta Anwar dengan kelembutan.
"Entahlah War... aku gak tahu apa yang harus ku lakukan sekarang." ucap Hana dengan lesu.
"Kita coba, aza dulu Han... aku gak akan memaksakan jika memang suatu saat kita memang tetap tak bisa bersama, namun untuk saat ini biarkan perjodohan ini tetap berlanjut, dan kita hanya bertunangan aza Han, untuk urusan menikah itu masih panjang untuk kita lalui." ucap tulus Anwar.
"Apa kamu yakin?" Anwar pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis menatapa Hana.
__ADS_1
"Mau menungguku menata hatiku dulu? apa kamu yakin?" tanya Hana sekali lagi,
"Aku yakin..." jawab Anwar mantap.
"Kalau memang kamu setuju, kita temui orang tua kita dan mengatakan kepada mereka bahwa kita setuju dengan perjodohan ini." Hana hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, dan beranjak dari duduknya dengan tangan yang di gandeng oleh Anwar untuk masuk ke dalam rumah lagi, menemui orang tua mereka yang telah menunggu ke duanya untuk membahas perjodohan ini.
Setelah sampai di hadapan orang tua mereka, " Yah, Bun, Ma, Pa... kami sudah memutuskan bila kita akan mencoba menerima perjodohan ini." ucap Anwar masih tetap menggandeng tangan Hana dan berdiri di hadapan orang tua mereka.
"Alhamdulillah... " ucap para orang tua bersamaan.
"kalau gitu seminggu lagi kita akan gelar acara pertunangan kalian." terang Papa Gio.
"Tapi pah... Hana hanya ingin acara pertunangan yang sederhana aja, cukup hanya menghadirkan keluarga aja, karena kita kan juga masih sekolah, jadi Hana gak mau dengan acara pertunangan yang mewah." Hana menjelaskan ke inginannya.
"Baiklah sayang jika itu mau kalian, Bunda setuju nak." jawab Bunda Shinta lembut.
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Seminggu pun telah berlalu, tiba waktunya di rumah Hana, terlihat ramai. oleh keluarga Hana dan sahabat sahabat Hana yang sedang sibuk mempersiapkan tempat untuk menyambut keluarga Hanafi.
Dan tak berselang lama, keluarga Hanafi beserta rombongan telah datang, dan di sambut dengan baik oleh keluarga Hana.
Acarapun akhirnya telah di mulai dengan ucapan lamaran dari orang tua Anwar kepada orang tua Hana, di lanjutkan dengan lamaran dari Anwar secara langsung kepada Hana.
Tiba juga akhirnya di acara tukar cincin yang di iringi lagu dari Rangga, bersamamu by Rega.
...🎵Bersamamu aku merasakan...
...Seperti orang yang paling istimewa...
...Bersamamu aku seperti bintang-bintang...
...Aku bahagia...
...Aku bahagia...
...Bersamamu aku merasakan kedamaian...
...Yang tiada terkira...
...Bersamamu aku seperti matahari...
...Yang slalu menyinari...
...Aku bahagia...
...Aku bahagia...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku kaulah segalanya...
...Bersamamu aku bagai langit...
...Yang selalu menaungi hatimu...
__ADS_1
...Bersamamu aku seperti pelangi...
...Yang menghiasi duniamu...
...Aku bahagia...
...Aku bahagia...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku kaulah segalanya...
...Bersamamu aku merasa...
...Bahagia yang sesungguhnya...
...Bersamamu di sisa hidupku...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku kaulah segalanya...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku hanya kau yang terindah...
...Di antara bunga-bunga itu...
...Bagiku kaulah segalanya...
...Bagiku kaulah yang terindah...
...Bagiku kaulah segalanya🎶...
Usai Rangga bernyanyi, Robin mendekati Hana dan langsung memeluk Hana erat, "Selamat ya sayang, semoga kamu bisa bahagia dan dia adalah cinta sejatimu." ucap Robin dengan sendu.
"Makasih kak..." ucap Hana.
Robin lalu memeluk Anwar dwngan pelukan ala cowok, "Tolong jaga Hana dengan baik ya, War?" ucap Robin
"Iya kak, Anwar janji jaga Hana dengan baik." balas Anwar.
Mereka pun akhirnya bergantian mengucapkan selamat dan menyalami Hana dan Anwar.
bersambung
Happy reading,
__ADS_1