Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Hadiah Dari Robin


__ADS_3

Robin muncul tiba tiba saat Hana dan Widi sedang sarapan bersama.


"Sarapan nich?" ucap Robin sembari mengambil bangku dan duduk bersama Widi dan Hana di meja makan.


"Dah sarapan kah, kak?" tanya Hana.


"Udah... di tempat ortu Widi tadi."


"Odah!" panggil Hana.


"Ya, mbak?" tanya Odah datang dengan tergopoh gopoh.


"Tolong buatin minum buat kak Robin."


"Baik mbak." ujar Odah.


Tak berselang lama Odah datang dengan membawakan jus jeruk untuk Robin.


"Minumnya Mas Robin." ujar Odah memberikan minumannya pada Robin.


"Habis sarapan, kita pergi!" ajak Robin.


"Sebenarnya kita mau kemana sih kak?" Hana begitu penasaran.


"Dah ikut aja!"


"Kita perlu ganti kostum gak?" tanya Widi.


"Gak usah dah gitu aja." jawab Robin cuek.


Usai sarapan seperti apa yang di katakan Robin tadi bila dia akan mengajak Widi dan Hana ke suatu tempat, kini mereka bertiga tengah dalam perjalanan dengan menggunakan mobil Widi dan Widi yang mengemudikan dengan arahan arahan dari Robin.


Beberapa waktu kemudian, mereka telah sampai di suatu tempat, dan berhenti di depan sebuah Ruko. Di mana Ruko tersebut menjual perlengkapan alat musik dan tempat les musik.


"Ayo kita masuk!" ajak Robin.


Widi dan Hana turun dari mobil mengikuti langkah Robin masih dengan kebingungannya.


Setelah sampai di dalam Robin memperkenalkan kepada karyawan yang menjaga toko.


"Widi... Hana... ini adalah Tiara." Robin menunjuk pada Tiara.


"Dan Tiara ini adik aku dan ini suaminya." Robin mem perkenalkan Widi dan Hana kepada Tiara.


"Tiara mereka berdua adalah bos kamu." Robin memberitahu.


Dan dengan seketika itu membuat Hana dan Widi sangat terkejut.


"Gak usah natap gue kek gitu! kita keatas bicarakan semua ini." pinta Robin.


Mereka bertiga naik ke lantai atas di mana di sana terdapat pantry, kamar tidur, kamar mandi dan ruang kosong yang di isi meja yang gak terlalu besar dan empat kursi, dan meja itu bisa di jadikan sebagai meja makan dan ada satu set sofa dan meja kecil dan di depannya ada televisi dan tempat itu bisa menjadi ruang tamu atau Ruang keluarga dan satu ruangan yanh hanya di sekat dengan kaca dan di dalamnya ada laptop dan segala atributnya, ya itu adalah ruang kerja.


"Kak jelasin ini semua apa?" tanya Hana penasaran.


"Hadiah pernikahan dariku untuk kalian." Robin mengulum senyumnya.


Hana ternganga, "Seriously? kakak kenapa repot repot!" Hana mengerucutkan bibirnya menatap Robin dengan bangga.


"Kondisikan matanya, Widi sudah mau membunuhku." ledek Robin.

__ADS_1


"Ini terlalu berlebihan, Bin!" cicit Widi.


"Untuk adik gue, gue akan berikan apalun untuknya asal dia bahagia." Robin mengacak rambut Hana.


"Thanks ya!" Widi menepuk nepuk bahu Robin.


"Aku akan jaga amanat kakak." celoteh Hana.


"Kamu kan suka musik, makanya kakak memberikan tempat ini sesuai dengan karaktermu."


"Ayo aku tunjukkan tempat yang lainnya,"


"Masih ada lagi?" tanya Widi.


"Iya... tapi pintu penghubungnya ada di bawah." Robin menjelaskan.


Mereka bertiga turun ke bawah dan menuju ke pantry bawah dan di sana terdapat sebuah pintu yang menghubungkan antara kedua Ruko.


Kedua Ruko tersebut telah di beli oleh Robin, sebagai hadiah pernikahan Widi dan Hana, dan Ruko tersebut di atas namakan untuk Hana.


Di ruang sebelah banyak sekali alat musik yang sudah di letakkan di setiap bilik kamar. dan di lantai atas terdapat ruang studio rekaman mini. dan terdapat sebuah piano di sana.


"Wah... kakak hebat, mendesain tempat ini dengan baik, sempurna." celoteh Hana.


"Ini adalah tempat les musik, bukankah kamu menguasai semua alat musik, jadi salurkan ilmumu untuk memberikan les pada orang lain."


"Kakak... memang the best." Hana mengalungkan tangannya di leher Robin dan menyandarkan kepalanya di bahu Robin.


Sementara Robin melangkah menuju ke sebuah piano, dia memencet beberapa tuts piano, dan kemudian dia memainkannya dan dia membawakan lagu I Remember by Mocca.


Tuts piano yang di mainkan Widi mengalun begitu indahnya. Hana memeluk Widi dari belakang, dan Widi tersenyum menatap sekilas Hana, tanpa menghentikan permainan jemarinya yang begitu lincah di atas tuts piano.


Setelah usai... Hana membisikkan sesuatu di telinga Widi.


"Love you too." lirih Widi menjawab Hana.


Sementara Robin bertepuk tangan dan melangkah mendekati Hana dan Widi.


"Permainan pianomu sangat bagus!" puji Robin.


"Lama gue gak megang piano! tadi pas liat piano kok kangen pengen maininnya." tutur Widi.


"Mas Widi hebat!" puji Hana.


"Kelolalah tempat ini, dan Tiara akan membantu kalian." pinta Robin.


"Thanks brow!" ucap Widi.


Tanpa terasa mengenalkan tempat itu pada Hana dan Widi, kini telah memasuki makan siang.


"Dah siang... kita delivery aja kak! makan di sini aja sama Tiara juga." pinta Hana.


"Kuylah...!" jawab Robin kemudian melakukan pemesanan makanan lewat delivery online.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka bertiga berkumpul di lantai atas Ruko toko musik.


Tak berapa lama pesanan delivery mereka pun kini telah datang dan mereka berempat makan bersama dengan khidmat.


Usai makan siang Widi, Hana dan Robin, bersantai di ruang keluarga menonton televisi dan bercanda serta berkelakar bersama.

__ADS_1


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepatnya dan sore hari pun telah tiba, dan Tiara juga berpamitan untuk pulang karena waktu kerjanya sudah habis, dan toko harus tutup.


Mobil Widi kini berlalu meninggalkan Ruko dan menembus jalanan yang padat karena saat ini adalah jam pulang kerja.


Widi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hingga tiba sampai di rumah.


Sesampainya di rumah dan mereka berkumpul di ruang keluarga, Robin memberikan surat surat Ruko kepada Hana.


"Ambillah surat surat ini! ini adalah hak kamu!" Robin menyerahkan surat surat kepemilikan Ruko kepada Hana.


"Thanks ya, kak?" Hana mengambil surat surat tersebut dan membawanya masuk ke kamarnya untuk dia simpan.


Setelah menyimpan surat surat tersebut, Hana kembali berkumpul di ruang keluarga.


Sesampainya di sana bersamaan dengan si Odah yang sedang membawakan minuman dan camilan untuk mereka bertiga.


"Makasih ya, Dah!" ucap Hana tersenyum manis pada Odah.


"Masama mbak! silahkan di nikmati." ujar Odah.


Hana dan Robin membicarakan tentang toko musik dan tempat les musik.


Sementara Widi keluar ke teras belakang untuk menerima panggilan telpon dari kliennya.


Kemudian setelah beberapa saat Widi masuk ke dalam rumah.


"Han...! panggil Widi.


"Ya?"


"Tolong ambilin laptop dan tabletku." pinta Widi.


Hana beranjak dari duduknya menaiki tangga menuju ke kamarnya untuk mengambil laptop dan tablet.


"Emang mau kemana, Wid?" tanya Robin.


"Ke kantor bentar, ada klien yang mau bertemu."


"Oohh..."


"Ini mas!" Hana memberikan laptop dan tablet Widi sesampainya dia di sana.


Widi mengambil laptop dan tabletnya dari tangan Hana.


"Han... ada klien yang mau ketemundi kantor, jadi aku mau ke sana dulu." ujar Widi sembari mengecup kening Hana.


"Baiklah!" ucap Hana.


"Bin... gue tinggal dulu ya?" pamit Widi.


"Santuy aja Wid! pergilah aku akan menemani Hana.


Widi mengacak rambut Hana, kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua, pergi menuju ke kantornya yang letaknya tak jauh dari rumahnya.


Sesampainya di kantor, Widi mematikan mesin mobilnya setalah memakirkan mobilnya.


Widi keluar dari mobilnya dan memasuki kantornya. Saat setelah sampai di dalam betapa terkejutnya dia...


"Kamu!" bentak Widi.

__ADS_1


Bersambung


Happy reading my Readers 🤗🤗🤗


__ADS_2