
Tanpa terasa, hari pernikahan Hana dan Widi kini tinggal lima hari lagi, dan Hana sudah mengajukan cuti.
Hari ini Widi sedang membantu Hana membereskan taman di rumah Hana, namun bukannya cepat beres, mereka berdua, sedikit sedikit ribut.
"Mas! jangan di potong bunganya!" bentak Hana.
"Biar... aku pengen ambil bunga ini mau aku kasih ke Mama sama Bunda."
"Nggak!! lepasin gak, kalau mau ngasih bunga sama Mama dan Bunda, beli lah sana jangan potong bunga aku!"
"Widi... Hana... ayo udahan... makan dulu." teriak Mama.
"Ya... Ma, bentar." jawab Widi dan Hana bersamaan, dan Mama hanya terkekeh.
"Ayo... kita makan dulu! ajak Hana.
Namun Widi hanya menatap kagum Hana yang terlihat begitu menawan saat terkena sinar sang mentari.
"Ngapain, natap aku kayak gitu?" tanya Hana keheranan.
"Cantik!" gumam Widi.
"Apa kamu bilang?"
"Nggak... ayo kita makan!" Widi menggandeng tangan Hana masuk ke dalam rumah memenuhi panggilan Mama.
Merekapun akhirnya makan bersama dengan khidmat.
"Oh ya Wid, mulai lusa, kamu sudah gak boleh ketemu Hana lagi."
"Iya... Ma... Widi ngerti."
Mama tersenyum puas mendapatkan jawaban Widi.
Tiba tiba dari arah luar, datanglah Robin masuk ke ruang makan.
"Hai... Bin... dah pulang?" tanya Mama.
"Sudah Ma!" Robin mencium punggung tangan Mama.
"Ayo makan dulu, tapi... kita sudah selesai makannya, sini Mama bantu siapin."
Mama meraih tangan Robin, dan menyuruh Robin untuk duduk dan menyuruhnya makan.
__ADS_1
"Biar Hana yang siapin, Ma!?"
"Baiklah... Mama akan bereskan yang lainnya, kamu bantu kakak kamu."
"Aku ikut Mama aja." ucap Widi.
Robin pun saat ini makan dengan di temani oleh Hana.
"Gimana... sudah clear semua persiapan pernikahan kamu?" tanya Robin.
"Udah kak, mas Widi sudah mempersiapkan semuanya, dan tinggal tunggu hari H saja."
"Baguslah... apa ada yang bisa kakak bantu?"
"Do'a dan restu kakak yang Hana butuhin."
"Kakak akan selalu mendo'akan yang terbaik untukmu, bagi kakak kebahagiaan kamu adalah juga kebahagiaan kakak."
"Makasih ya kak, kakak sudah menjaga aku sejak aku kecil hingga sekarang aku akan menikah pun kakak masih tetap menjagaku"
"Always... kakak akan selalu ada buat kamu Han." Robin terkekeh.
Walaupun perih ku ucapkan semua itu, namun aku bahagia Han... dengan melihat senyummu aku sudah lega. semoga Widi memang yang terbaik untukmu.
Usai makan Hana dan Widi memutuskan untuk ke taman belakang rumah, tepatnya di gazebo taman belakang rumah Hana.
Sementara Robin meminta izin untuk ke kamarnya menyelesaikan tugas tugasnya.
Dan kini dia pun sedang menata hatinya yang hancur karena wanita yang di cintainya akan bersanding dengan orang lain.
Robin menghela nafasnya, Han... kenapa sakit rasanya melihatmu bahagia bersanding dengan orang lain, dan kau gak akan pernah mengetahui apa yang aku rasakan, rasa cintaku untukmu begitu mendalam, maaf... bila mencintaimu dalam diam dan jujur rasa ini sangat menggangguku. Tuhan... aku harus bagaimana?
Sementara Widi dan Hana sedang asyik bercanda dan bersenda gurau dengan riangnya.
Mama yang melihat kebahagiaan Hana, dan tawa Hana, menitikkan air matanya.
Mama bahagia Han... melihatmu tertawa riang seperti itu, semenjak kepergian Jonathan tawa riangmu itu seakan menghilang, dan saat bersama Anwar kaupun harus terluka, dan kini Widi mampu meluluhkan hatimu dan memberikan warna dalam kehidupanmu. Berbahagialah selalu anakku.
Menit demi menit telah berlalu, dan kini senja mulai menampakkan senyumnya, tanda malam mulai menjelang.
Dan Widi pulang dari rumah Hana setelah makan malam bersama keluarga Hana.
"Mah... Pah... Widi pamit pulang dulu!" Widi mencium punggung tangan kedua orang tua Hana.
"Hati hati di jalan! salam buat Ayah dan Bundamu!" ujar Papa.
"Baik Pah.. nanti akan saya sampaikan."
Mobil Widi pun kini telah keluar dari halaman rumah Hana dan menghilang dari pandangan mata.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia, nak?" tanya Papa.
"Banget... Pah... mas Widi bisa memberikan warna yang indah dalam hati hana." Hana bergelayut manja di lengan papanya.
Mama yang melihat interaksi antara anak dan Papanya itu, hanya terkekeh, "Kamu ini Han... Han... udah gede dah mau nikah juga masih manja aja sama papa kamu." Mereka bertiga pun tertawa,
Saat Hana sudah hendak tidur ponselnya berbunyi dan Hana mendapatkan chat dari Rosa.
📩 *Puas kamu sudah merebut kebahagiaan aku?😠😠😠👎👎
📨 Maafkan aku, kamu sudah menjadi masa lalu dari mas Widi, dan lagi itu semua bukanlah salahku atau salah mas Widi, jika cinta di antara kalian berdua harus berakhir, kamu yang meninggalkan mas Widi di saat dia Sangat menyayangimu, dan mencintaimu, namun kamu mencampakkan begitu saja cinta dan kasih mas Widi, dan sekarang jika dia sudah melupakanmu itu adalah karenamu sendiri yang mendorong mas Widi untuk melupakanmu.Jadi ku mohon mengertilah.🙏🙏🙏*
Sejenak chat yang di kirim oleh Hana tak mendapatkan balasan dari Rosa.
📩 *Jika tak bertemu denganmu cintanya pasti masih untukku.
📨 Tuhan yang mempertemukan kami, dan itu juga di luar rencana kami, karena saat bertemu dengannya aku juga sudah bertunangan dengan orang lain, tapi mas Widi bilang dia tertarik denganku sejak pertama kali kenal denganku, dan saat itu namamu sudah tak lagi ada di hatinya karena kepergianmu yang membuatnya terluka, mampu ku sembuhkan tanpa ku sadari.
📩 Kamu pasti menggodanya 😠😠😠
📨 Gimana mau menggoda kalau aku saat itu punya seorang tunangan, dan mulai saat itu kita bersahabat. dan persahabatan kami kini berubah dengan cinta.
📩 Widi masih Mencintai Aku...
📨 Aku percaya dengan hatinya, saat ini tak ada lagi, dirimu di sana.🙏🙏🙏
📩 Awas ya kamu... pokoknya aku gak rela kamu menikah dengan Widi, titik!!!
📨🙏🙏🙏*
Hana menunggu beberapa saat, namun chat Hana gak berbalas, sehingga dia memutuskan untuk tidur.
Sementara Rosa masih tetap gelisah, dan hanya berguling guling di tempat tidurnya.
Wid... kenapa kamu melupakan aku? cinta kita sudah lima tahun, tapi kenapa dengan begitu mudahnya kau lupakan aku. Aku akui aku salah meninggalkanmu di saat kamu ingin meminangku, aku pergi ingin membuatmu bangga karena aku bisa meraih mimpiku. Tapi untuk apa semua ini jika akhirnya kamu harus pergi dari sisiku. Aku sangat mencintai kamu Wid... maaf telah meninggalkanmu waktu itu, hingga ada wanita lain yang menyembuhkan lukamu. Apa masih ada kesempatan untuk kita berdua memulai semua dari awal lagi, namun aku juga melihatmu begitu bahagia dengan Hana. apa yang harus aku lakukan Wid... apa yang harus ku perbuat dengan rasa cinta ini?
Ku sesali semuanya Wid... aku mencintaimu sangat mencintaimu....
Bersambung
Mohon
Like
Comment
Saran dan Kritiknya
Mohon maaf ya Readers aku akhir akhir ini sering telat untuk update tiap hari, karena sedang gak enak badan
__ADS_1
🙏🙏🙏🤗🤗😍😍