Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Nyanyian Hana


__ADS_3

"I Love you!" Widi mengecup bibir Hana.


Widi tersenyum menatap istrinya dan menghapus bekas airmatanya, dengan jarinya.


"Ayo ikut aku!" Widi menarik tangan Hana dan mengajaknya ke tangga belakang,



"Kita ngobrol di sini!"


Mereka berdua akhirnya duduk di tangga belakang rumah mereka.


"Han... kita akan menghabiskan waktu kita di sini! membesarkan anak anak kita nanti dan kita akan menua bersama, dan aku harap kamu menyukainya!"


"Bersamamu di manapun dan kapanpun aku akan selalu merasa bahagia."


"Makasih ya Han... mau menerima aku apa adanya diriku." Widi menggenggam jemari Hana.


"Karena cinta itu tak bersyarat, mas."


Widi terkekeh, dan obrolan mereka terjeda dengan bunyi ponsel Widi.


"Ya!"


(----)


"Baiklah!"


Widi menutup panggilan tersebut, "Siapa?" tanya Hana.


"Daffin... katanya gak jadi datang pagi ini tapi sore nanti, sekalian mau makan malam di sini.


"Apa kita akan kembali ke rumah utama, siang ini?"


Widi menggelengjan kepalanya, "Aku masih pengen habisin waktu hanya berdua denganmu."


"Gombal!"


"Kok gombal sih? aku serius Han?"


"Kita mau makan apa buat makan siang?"


"Aku sudah mengisi kulkas dengan aneka macam bahan makanan."


"Ya udah akan ku lihat dulu."


Hana beranjak dari duduknya meninggalkan Widi sendirian di tangga belakang.


Sesampainya di dapur di lihatnya oleh Hana isi dari kulkas.


"Hmmm... lumayan komplit."


Hana mengambil semua bahan bahan yang akan di masaknya di atas meja dapur kemudian dia meracik semuanya hingga berubah menjadi masakan yang menggugah selera.


Tangan kekar yang tiba tiba melingkar di perutnya seketika membuat Hana terjengit kaget.



"Mas bikin kaget aja kamu."


"Masakannya udah mateng?"


"Udah mas, ayo makan dulu!" ajak Hana.


Kini keduanya tengah menikmati makan siang dengan khidmatnya.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Hana membereskan piring bekas mereka makan dan mencucinya, sementara Widi berada di ruang tengah menyaksikan televisi.


Tak berapa lama Hana sudah duduk di samping Widi dan menyandarkan kepalanya di bahu Widi.


"Udah selesai nyuci piringnya, sayang!"


"Hana menganggukkan kepalanya."


Keduanya melanjutkan menonton televisi, Namun ternyata Hana terlelap dan Widi yang mendapati istrinya yang terlelap, menyunggingkan senyumnya.


Widi membiarkan Hana tidur menyandar di bahunya, Dan tak berapa lama dia pun juga ikut terlelap dengan posisi duduk.


Bunyi bel rumah membangunkan mereka berdua.

__ADS_1


"Mas! aku ketiduran ya?"


Widi tersenyum, "Ada yang datang! aku buka pintu dulu."


"Biar aku aja mas yang buka." Hana segera beranjak dari duduknya, dan membukakan pintu.


"Surpriseeee...."


Beck, Sonya, Laras serta Daffin mengagetkan Hana.


"Kaliaaannn..." kesal Hana.


"Bikin gue jantungan aja."


Dan mereka semua tertawa bersama.


"Ayo masuk dulu!" ajak Hana.


Mereka pun akhirnya masuk dan duduk di ruang tamu.


"Kalian dah datang?" tanya Widi yang datang dari ruang tengah.


"Iya, kita bolehkan nginep di sini?" tanya Daffin.


"Boleh, Han... tunjukkan kamar buat mereka."


"Ayo... aku bawa kalian ke kamar kalian."


Setelah kepergian mereka, Widi memasuki kamarnya, dan membersihkan dirinya.


Beberapa waktu kemudian Hana menyusul Widi ke kamar dan mendapati Widi yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


"Mas... udah mandi?"


"Iya... kamu juga lekaslah mandi, setelah itu temui teman teman kamu!"


"Baik, mas! Hana mandi dulu."


Saat Hana selesai mandi, di lihatnya Widi yang sudah tidak ada di kamar.


Kemana mas Widi? pasti nemuin mereka.


Setelah memakai bajunya Hana keluar dari kamarnya, dan ikut bergabung dengan teman teman dan suaminya.


Hana kini duduk di samping suaminya, "Emang ada apaan?"


"Suami lo cerita katanya kamu suka nyanyi, tapi kok gue gak pernah liat lo nyanyi selama ini." tanya Laras.


"Iya... biasanya gue nyanyi sama Kak Robin, Almarhum Jonathan dan Rangga."


"Emang selain sama mereka kamu gak nyanyi?" tanya Sonya.


"Ya bukan gitu! tapi sama mereka gue ngerasa nyaman aja buat nyanyi."


"Sama suami lo kamu belum pernah nyanyi bareng?" Laras mengernyitkan dahinya.


"Pernah! tapi hanya untuk kita berdua aja! kalau di hadapan orang banyak sih, kayaknya belum pernah."


"Boleh gak Han... kalau kita dengerin lo nyanyi?"


"Tapi gue harus masak buat makan malam nanti, nanti aja sehabis makan malam."


"Tadi, mas sudah nyuruh si odah buat masak buat makan malam, jadi kamu free." ujar Widi.


"Baiklah... tapi gue gak bawa gitar? gitarnya ada di rumah utama?"


"Itu... gitarnya Han, Asep yang bawain ke sini tadi." Widi menunjuk ke arah gitar berada.


Hana berdiri dari duduknya kemudian mengambil gitar tersebut dan membuka kantongnya, dan kembali duduk di samping Widi.


"Lagu apa?"


"Terserah lo deh mau lagu apa." ujar Laras.


"Oke aku akan menyanyikan lagu keajaiban cintanya Rossa."


"Kuylaah.." ujar Beck.


"Mas Widi lagu ini aku persembahin buat mas Widi."

__ADS_1


Widi tersenyum lebar dan mengusap kepala Hana.


Kini Hana mulai membenarkan letak gitarnya dan mulai memetik dawai gitarnya.


...🎡*Berulang kali ku mencoba...


...Selami cinta suka dan duka...


...Datang dan pergi tinggalkan kenangan...


...Mungkinkah mentari cintaku masih ada...


...Sampai akhirnya ku temukan engkau...


...Sepenggal jiwa yang tersedia bagiku sejak dulu...


...Biarlah ini menjadi yang terakhir...


...Slamanya bersama bersatu dalam kasih...


...Terima kasih cinta...


...Kini ku tak bisa hidup tanpa dirinya...


...Demikianlah artinya untukku...


...Keajaiban cinta...


...Tlah menunjukkan hanyalah kasih...


...Yang sanggup mempersatukan kita berdua...


...Sampai ajal memisahkan kita🎢*...



Usai Hana bernyanyi, Widi merangkul bahu Hana.


"Makasih sayang, semoga rumah tangga kita SAMAWA." Widi mengecup pelipis Hana.


"So sweeettt... gue jadi baper!" Sonya mengerucutkan bibirnya.


"Kamu mau juga aku cium? sini aku cium sayang." goda Beck.


"Beck... jangan ngaco deh!" Sonya sontak menggeser duduknya saat Beck mendekatkan wajah dia ke hadapannya.


Yang lainnya pun tertawa melihat tingkah Beck dan Sonya.


"Suara lo bagus, Han."


"Tapi lebih bagus kalau sedang nyanyi berdua dengan Rangga." ujar Widi.


"Kok gitu sih, mas?" Hana cemberut.


Widi tersenyum melihat istrinya, "Mas kan udah lihat kamu nyanyi sama Robin, juga pernah lihat kamu nyanyi sama Rangga, tapi belum pernah lihat langsung kamu nyanyi sama Jonathan. Dengan Jonathan ekspresi lagu kalian bagus tapi datar, sama Robin pun juga demikian, tapi dengan Rangga kalian berdua bisa menjiwai lagu yang kalian nyanyiin berdua."


Hana tersenyum manis mendengar pujian dari suaminya.


"Bisa gitu ya?" tanya Daffin.


"Iya bikin gue penasaran." saut Laras.


"Kapan kapan bolehkan kami lihat lo nyanyi sama Rangga?" tanya Daffin.


Hana menatap Widi, dan Widi menautkan alisnya kemudian menyunggingkan senyumnya, setelah menyadari apa yang di inginkan Hana.


"Hmmm... boleh."


Di tengah perbincangan mereka, tiba tiba datanglah si odah, dia menyampaikan bila makan malamnya sudah siap.


"Den Widi, Non Hana, itu... makan malamnya sudah siap."


"Makasih, dah! kami akan ke sana." jawab Widi.


Widi dan Hana mengajak teman temannya untuk makan malam terlebih dahulu sebelum melanjutkan perbincangan mereka kembali.


Hana merasa sangat bahagia menatap teman temannya dan suaminya yang terlihat sangat santai dan ceria.


Semoga suka membaca karya inidan terima kasih untuk para Readers yang sudah memberikan kontribusinya, dengan membaca dan memberikan like, fav, hadiah dan votenya.

__ADS_1


Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi.


😍😍😍😍😍😍😍


__ADS_2