
Anwar yang sudah berkeliling mencari Hana ke tempat tempat yang biasa dia kunjungi namun tak di temukannya, akhirnya memutuskan untuk menunggu di rumah Hana.
Sore menjelang malam, mobil Robin memasuki halaman rumah Hana, Anwar yang melihat mobil Robin memasuki segera beranjak dari duduknya, karena dia yakin kalau Hana juga pulang bersama Robin.
Saat Hana melihat Anwar, dengan rasa jengah dia mendekati Anwar.
"Ngapain ke sini?" ketus Hana.
"Han... please kasih aku waktu buat ngejelasin semuanya." Anwar memohon pada Hana.
"Slesaiin dengan kepala dingin Han." Robin mengusap lembut pucuk kepala Hana.
Hana dan Anwar mendudukkan diri mereka di kursi teras depan. Anwar meminta maaf pada Hana karena sudah berbohong, dan tak membicarakan lebih dulu dengan Hana soal pertemuannya dengan Putri.
"Mama Putri sedang sakit, dia di sini gak ada keluarga yang lainnya, karena semua keluarganya ada di Ausy."
"Trus apa hubungannya denganmu?" Hana masih tetap aja ketus dengan ucapannya.
"Tadi... aku mengantar Putri ke Rumah Sakit, tapi mamanya bilang kalau Putri dari kemarin belum makan, jadi aku mengajaknya makan di cafe tadi."
"Lalu kenapa harus bohong?"
"Bukan maksud aku buat bohong, tapi... kalau aku jujur waktu itu aku takut kamu salah paham, ja..." belum sempat Anwar meneruskan kata katanya sudah di potong oleh Hana.
"Lebih baik untuk membohongiku... hebat... lalu untuk apa sekarang kamu jujur sama aku? ingat War... satu kebohongan akan membawa kebohongan yang lain, dan aku sudah pernah katakan sama kamu... jangan pernah ada yang kamu sembunyiin apapun dari aku, apakah permintaanku begitu berat untukmu atau memang kamu masih ada rasa dengan Putri?"
"Enggak Han... sumpah di hati aku hanya ada kamu, maaf... aku khilaf, aku janji ini terakhir kalinya, aku gak jujur sama kamu, aku gak akan ulangi kesalahan ini lagi."
"Aku pegang ucapanmu, sekarang pulanglah aku capek..." usir Hana.
"Kamu dah maafin aku kan?"
"Tergantung...dengan usahamu, aku hanya memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri, kalau marah aku memang marah sama kamu, ini sudah ke dua kalinya kamu gak jujur sama aku... hubungan kita baru berjalan empat bulan tapi, kamu sudah seperti ini, maaf jika kelak aku gak bisa nerusin perjodohan ini."
"Han... ku mohon jangan ucapkan itu."
"Jawaban ada di sikapmu... kamu yang memilih bikan aku, aku hanya ikutin aja apa yang kamu mau."
Tanpa menunggu jawaban dari Anwar, Hana sudah beranjak meninggalkan Anwar sendirian di teras rumahnya, masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan membantingnya.
Anwar yang sempat terkaget dengar suara pintu yang di banting Hana, memutuskan beranjak dari duduknya dan meninggalkan halaman rumah Hana, melajukan mobilnya pulang ke rumah.
Keesokan harinya
Pagi ini Hana yang akhir akhir ini biasa di jemput Anwar dan di antar ke sekolah, kini meminta Anwar untuk tak menjemputnya, karena hari ini dia ingin di antar oleh Robin.
Mobil Robin kini telah ada di depan sekolah Hana,
"Nanti... gak usah jemput kak ! Hana pulang bareng Rangga, soalnya nanti ada rapat Osis."
__ADS_1
"Baiklah... take care! " lembut Robin menjawab dengan di iringi senyuman hangat.
Di sekolah hari ini sudah tak ada pelajaran namun ada kegiatan class meeting, di mana setiap kelas harus menurunkan perwakilannya untuk mengikuti lomba antar kelas.
Pagi ini ada pertandingan basket, di mana kelas Hana hari ini bertanding, Rangga merupakan kepala team basket di kelasnya.
Banyak siswi yang sudah datang ingin menonton pertandingan basket kali ini, karena di team Rangga banyak cowok most wantednya.
Sorak sorai penonton begitu riuh saat semua pemain basket turun ke lapangan, mereka sudah meneriakkan yel yel mereka... saat pertandingan di mulai.
Pertandingan berjalan dengan seru, saat ini kelas Hana bertanding dengan kakak kelas XI IPA I.
Di tengah keasyikannya menonton pertandingan basket, ponsel Hana berbunyi, di lihatnya panggilan ponselnya ada nama Anwar, di gesernya tombol hijau,
📱"*Paan?"
📲"Kamu lagi apa? kok suaranya berisik amat?"
📱"Nonton pertandingan basket, kelas aku yang main."
📲"Ooh... nanti pulang aku jemput ya?"
📱"Gak usah... nanti aku ada rapat Osis... aku pulang bareng Rangga."
📱"Hmmm..." Hana mengakhiri panggilan*.
Sementara Anwar, terlihat begitu kesal, karena penolakan Hana.
Apa Rangga begitu penting buatmu Han? Apa dulu saat bersama Jonathan, kalian juga sedekat itu dan tak cemburu kah Nathan padamu?
Aaaarrrrggghhh
Anwar berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.
Aku tau Han... kalian sudah bersahabat selama empat tahun, dan aku dekat denganmu baru empat bulan yang lalu, setelah empat tahun lebih berpisah denganmu,
Namun aku cemburu Han... melihat kedekatan kalian.
Hati Anwar begitu galau memikirkan Hana, tiba tiba Anwar terjengit mendengar bunyi ponselnya, di lihatnya ada panggilan dari Putri,
📱"*Ya..."
📲"War bisakah menemaniku di Rumah Sakit?"
📱"Maaf Put...belum waktunya pulang sekolah."
📲"Gitu ya... kalo pulang sekolah nanti, bisakah mampir ke sini dulu?"
__ADS_1
📱"Maaf Put... nanti aku ada acara sama Hana,jadi maaf ya...?"
📲"Gitu ya? ya udah..kalo gitu, maaf dah ganggu."
📱"Ok... bye." Panggilan langsung di akhiri Anwar tanpa menunggu jawaban dari Putri*.
Hati Putri begitu teriris, mendapati sikap Anwar saat ini, yang sangat jauh berbeda dari saat masih bersama waktu di Ausy, Anwar begitu lembut dengannya.
War... aku rindu dirimu yang dulu, kelembutanmu, sentuhanmu begitu aku rindukan.
War... bisakah kita bersama lagi? walau aku tahu saat ini, hatimu hanya untuk Hana, tapi... bagaimana aku bisa melupakan apa yang sudah pernah kita lewati bersama, kamu adalah cinta pertamaku, kamu juga cowok pertama yang menyentuhku... rinduku akan kah terobati?
Sementara Anwar hingga pulang sekolah pun masih tetap tak bisa berkonsentrasi dalam hal apapun pikirannya sedang di penuhi oleh Hana, membayangkan Hana dan Rangga di sana.
Selepas rapat Osis selesai Hana bergegas pulang dengan di antar oleh Rangga, yang sudah menunggunya di parkiran.
Motor Rangga meninggalkan halaman sekolah menuju rumah Rangga, dan saat motor Rangga sampai di depan rumah Hana, terlihat Anwar sudah ada di sana, Anwar merasa kesal dan cemburu melihat Rangga yang ternyata mengantar Hana menggunakan motor bukan mobil.
"Mampir dulu Ngga?" pinta Hana.
Rangga memberikan senyum manisnya, "Lihat cowok lo, mukanya dah di tekuk jadi tujuh belas."
Hana dan Rangga tertawa bersama, lalu Rangga menyalakan motornya lagi dan pergi dari rumah Hana.
Setelah kepergian Rangga, Hana melangkahkan kakinya mendekati Anwar,
"Kenapa dengan mukamu?" Hana mengernyitkan dahinya.
"Kenapa gak mau aku jemput? apa kamu lebih suka di bonceng pake motor Rangga dari pada aku jemput?"
Hana terkekeh mendengar pertanyaan Anwar, " kamu cemburu? sama Anwar? yang bener aja War...?"
"Salah kalau aku cemburu ?"
"Gak... salah sih... tapi salah alamat, cuma aneh aja, soalnya aku sama Rangga dari dulu dah kayak saudara sendiri, tiba tiba di cemburuin sama kamu."
Anwar mendengus kesal pada Hana, yang gak terlalu peka dengan kecemburuannya.
**Bersambung
Kasih like coment saran serta kritiknya
🤗🤗🤗😍😍😍**
__ADS_1