
Tiga hari telah berlalu, dan kini saatnya kembali pulang.
"Siap pulang Han?" tanya Anwar sambil mengacak rambut Hana.
Hana menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar, "I'm ready, let's go home now !"
"As you wish Han, let's go home now."
Setelah beberapa waktu dalam perjalanan pulang akhirnya mereka telah sampai di rumah Rangga.
David, Teo, Ilham dan Andra berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
Setelah kepergian mereka berempat. Rangga mengajak Hana untuk masuk rumah terlebih dahulu sebelum Rangga mengantar pulang Hana.
"Duduklah dulu Han! " perintah Rangga setelah sampai ruang tamu.
"Okey..." Hana duduk di sofa.
"Gue mandi dulu ya Han? sebelum gue antar lo pulang."
"Santuy Ngga... gue tunggu."
Rangga masuk ke dalam menyuruh Artnya untuk membuatkan minum buat Hana dan ia pun berlalu meninggalkan dapur menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Tak berselang lama Rangga sudah sampai kembali ke ruang tamu.
"Sorry... Han lama."
Hana mengulum senyumnya, "Dah selesai ?kita berangkat sekarang?"
"Ayo... gue antar tunggu gue di depan ! gue keluarin mobil dulu."
Hana melangkahkan kakinya keluar dari rumah Rangga dan menunggu Rangga mengeluarkan mobilnya dari garasi, dia menunggu di teras rumah Rangga.
Sepanjang perjalanan mereka asyik bercengkerama membahas kegiatan selanjutnya setelah pulang dari mendaki.
"Okey... fine dua hari lagi kita ikut arung jeram." antusias Hana menyambut tawaran Rangga.
"Ok..fick?"
"Fick..."
"Are you sure?" tanya Rangga dan di jawab anggukan dari Hana.
"Yakin... Anwar bolehin?" tanya Rangga kembali.
"Entahlah..." jawab Hana sembari terkekeh.
Tanpa terasa mereka sudah ada di halaman rumah Hana, dan di sambut oleh Robin dan Anwar.
Begitu keluar dari mobil, Hana langsung berteriak menghambur memeluk Robin, "Kakaaaakkk.... Hana kangen."
Robin menyambut pelukan Hana dengan hangat, " Kakak juga kangen... gimana di sana? kamu menikmatinya?"
Hana melepas pelukannya, "Sangat..."ucap Hana dengan tersenyum lebar.
Sementara itu Rangga menurunkan barang barang Hana, dan Anwar menatap Hana dengan rasa kesal karena Hana lebih kangen sama Robin dari pada dirinya.
"Ehemm" Anwar berdehem.
Hana menoleh ke arah Anwar dan mengembangkan senyumannya, "Hai, War...gimana kabarmu?" Sembari melangkah mendekati Anwar dan memeluknya, "Maaf... " lirih Hana.
"Kamu gak kangen ma aku?" ucap Anwar sembari menghela nafasnya.
__ADS_1
Dan Hana terkekeh, "Kangen..." ujar Hana sembari menepuk ke dua bahu Anwar.
" Ngga... makasih ya dah jagain Hana selama di sana !" ucap Robin setelah Rangga melangkah mendekati mereka.
"Dah kewajiban gue lagi kak, buat jagain Hana."
"Kenapa jadi kewajiban, lo?" ketus Anwar.
"Ya iyalah War... secara Hana itu saudara gue dan lo kagak usah sewot kek gitu." ucap songong Rangga.
Robin, Hana dan Rangga tertawa bersamaan, tetapi tidak dengan Anwar yang merasa kesal dengan Rangga.
"Dah... kita masuk dulu, dan kamu lekas mandi Han! " titah Robin dan di iyakan oleh mereka bertiga.
Dua hari kemudian
Seperti rencana sebelumnya Rangga mengajak Hana untuk ikut arung jeram.
Dion, Panji, Leo dan Lina juga ikut ke dalam rencana mereka, Robin dan Anwar juga ikut dalam acara ini.
Akhirnya setelah semua berkumpul di rumah Hana, mereka akhirnya berangkat menuju ke lokasi arung jeram.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga." teriak Hana.
Robin mengulum senyumnya dan mengacak rambut Hana.
"As long as you are happy, do what you think makes you happy." ucap lembut Robin melingkarkan tangannya di leher Hana.
"Makasih kak, kakak emang the best."
Mereka pun telah turun untuk melakukan arung jeram.
Semua terlihat sangat menikmati kegiatan ini hingga tiba akhirnya di titik finish dan mereka gembira bisa menakhlukkan sungai Cikandang.
Selepas dari sungai Cikandang, mereka kembali pulang setelah sebelumnya mereka singgah di restoran untuk mengganjal perut mereka.
Sepanjang perjalan Hana tidur menyandar kan kepalanya di bahu Hana, dan Lina tanpa sadar telah tidur menyandar di bahu Robin.
Setelah beberapa waktu mereka akhirnya telah sampai di rumah Hana, dan Hana serta Lina masih tetap tertidur.
Robin berusaha membangunkan Lina dengan lembut, "Lin... bangunlah ! kita dah sampai."
Lina mengerjabkan ke dua matanya, dan merasa kaget karena telah tertidur di bahu Robin, "Kak... maaf! Lina gak sengaja." Lina tersipu malu,
Duh... kenapa bisa begini? gue sangat malu banget sama kak Robin, gumam Lina.
Robin tersenyum manis, senyum yang membuat jantung Lina jadi berdetak tak beraturan, "Gak papa! Ayo kita turun!" ucap lembut Robin.
Mereka pun segera turun dari mobil setelah tadi Hana juga di bangunkan dengan lembut oleh Anwar.
Hana turun dari mobilnya dengan masih sedikit mengantuk.
Tiba tiba Dion menggoda Hana, " Beib... makin cantik aja kalau lagi bangun tidur." Dengan senyum tipisnya menatap Hana, dan membuat Anwar kesal dengan Dion karena telah menggoda Hana.
Anwar geram dengan sikap tengil Dion, namun tidak dengan Hana. Ditatapnya Dion dengan tajam.
__ADS_1
Dion yang di tatap tajam oleh Anwar hanya tersenyum tipis, merasa bisa menjaili Anwar.
"Han... cowok lo marah sama gue." ucap Dion.
"Dah biarin aja! " Hana melambaikan tangannya.
Panji yang melihat tingkah mereka bertiga, hanya geleng geleng kepala.
"Kalian seperti anak kecil aja." ujar Panji sembari terkekeh.
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Waktu telah berlalu, dan selama liburan, mereka habiskan dengan kebersamaan, mengunjungi tempat tempat wisata.
Seperti saat ini mereka pergi ke pantai, menghabiskan waktu seharian di sana.
Mereka begitu riang dan sangat kompak, penuh canda dan tawa.
Hingga tanpa terasa liburan mereka hampir habis, dan mereka memutuskan sebelum mereka masuk sekolah, mereka mengadakan acara barbeque di rumah Hana.
Mereka kini telah berkumpul di halaman belakang rumah Hana.
Begitu Asyik menghabiskan kebersamaan sebelum kembali sekolah.
"Han lo mau di panggangin yang mana dulu?" tanya Anwar.
"Jagung aja dulu, War!" pinta Hana.
Anwar pun mulai membakar jagung buat Hana.
"Ini Han... jagungnya." Anwar memberikan jagung bakar kepada Hana.
Dan di sambut dengan oleh Hana dengan senyum lebar, "Makasih ya War!"
Tak berselang lama datang Rangga memberikan Sosis bakar kepada Hana, "Han, sosisnya dah gue bumbu."
Hana hendak mengambil sosis yang di bawa Rangga, namun sebelum Hana mengambil sosis dari tangan Rangga, sudah di ambil lebih dulu oleh Anwar.
"Jangan di makan." sewot Anwar.
"Kenapa? sini... sosis gue! " bentak Hana.
Namun tak di hiraukan oleh Anwar, dan membuat kesal Hana dan Rangga hanya terkekeh melihat kelakuan mereka berdua.
Bersambung
Minta like
Coment
__ADS_1
saran dan kritiknya ya 🤗🤗😍😍