Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Rangga Datang


__ADS_3

Malam pun kian larut dan mereka memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan ngobrolnya keesokan harinya.


Kini semua telah memasuki kamar masing masing, Sonya dan Laras berada di satu kamar serta Beck dan Daffin berada di kamar yang berbeda.


Hana dan Widi juga sudah memasuki kamar mereka. Malam ini tak ada olahraga ranjang, dan mereka berdua langsung tidur sambil berpelukan, karena hari sudah sangat larut dan Widi nggak mau Hana terlalu kecapean.


Saat pagi tiba Hana bangun dan turun ke bawah di lihatnya suaminya sudah bermain basket di belakang rumah.



"Mas!" panggil Hana.


Widi menghentikan permainan basketnya dan tersenyum manis pada Hana.


"Yang lain dah pada bangun?"


"Belum tahu juga, mas. Aku belum ketemu sama mereka."


"Ya udah ayo masuk, kita bersiap untuk sarapan."


"Mandilah dulu, aku akan membantu si odah di dapur dulu."


Widi tersenyum dan mengacak rambut Hana. kemudian keduanya masuk ke dalam rumah, dan berpisah di dekat tangga, Widi naik ke atas menuju ke kamarnya sementara Hana menuju ke dapur untuk membantu odah menyiapkan sarapan pagi.


Setelah beberapa waktu dan Hana juga sudah membersihkan diri, mereka keluar hampir bersamaan.


Kini mereka menuju ke meja makan dan melaksanakan sarapan pagi bersama.


Setelah sarapan pagi Widi mengajak mereka untuk ke tepi danau yang letaknya tak jauh dari rumah.



"Indah ya di sini?" ucap Sonya.


"Tinggal di sini pasti gak akan bosan." ujar Laras.


"Kalian boleh datang ke sini, kapan saja kalian mau dannjangan sungkan sungkan." suruh Widi.


"Yang bener Wid?" Beck tertawa riang.


Widi membenarkan semuanya, karena dia juga ingin Hana merasa betah dan gak merasa sendirian.


"Wah... jadi malam ini apakah kami boleh menginap satu hari lagi?"


"Tentu saja... kami senang kalian ada di sini, dan jangan berpikir kalau kaloan telah mengganggu kami, jadi nikmatilah hari hari kalian di sini." pinta Widi.


Hana memeluk Widi, "Makasih mas, untuk keputusanmu."


"Apapun akan aku lakukan untukmu, Han. Aku hanya ingin kamu bahagia dan selaluntersenyum." Widi mengecup pucuk kepala Hana.


Sementara Sonya dan Beck berjalan jalan berdua, Beck yang jahil pun suka sekali mengusili Sonya hingga Sonya merasa kesal di buatnya dengan semua kejahilan Beck.



Tak mau kalah dengan Sonya dan Beck, Daffin dan Laras pun tak jauh berbeda, Daffin suka sekali iseng sama Laras.


Namun keisengan Daffin malah membuat Laras tampak bahagia.



"Fin... lihat Hana dan Widi seperti itu, aku merasa sangat bahagia."


"Mereka berdua sangat cocok."


"Terlihat dengan jelas, bila Widi begitu mencintai Hana."


"Rangga yang melihat langsung Hana di sini pasti juga akan merasa sangat bahagia."


"Andai dia ada di sini."


Dan tak mereka sadari, telah datang Rangga di rumah Widi dan Rea, dengan di antar oleh odah, Rangga sampai di mana mereka berenam berada.

__ADS_1


"Wid!" teriak Rangga melambaikan tangannya.


Mereka semua menoleh ke arah Rangga yang berjalan mendekati Widi dan Hana.



Rangga tersenyum bahagia melihat Hana yang baik baik saja dan terlihat bahagia,


Dalam beberapa hari ini Rangga merasa belum tenang jika belum melihat Hana secara langsung.


Tak di pungkiri Rangga sebenarnya sangat merindukan Hana.


"Panjang umur kamu, Ngga. Baru aja di omongin sudah nongol di sini." cicit Laras.


Rangga terkekeh, dan kemudian di tatapnya Hana dengan lekat.


"Princess." Rangga merentangkan kedua tangannya.


Hana segera berhambur memeluk Rangga dan menangis di dada bidang Rangga hingga membasahi bajunya.


Di usapnya rambut Hana dengan lembut, "Aku merindukanmu!" ucap Hana.


Widi yang menyaksikan kedekatan Rangga dan Hana pun mencoba untuk mengerti, walaupun hatinya tersentil. Seolah tak rela jika mereka berdua terlalu akrab.



Namun Widi juga memahami bila selama ini, Hana selalu di dampingi dan di lindungi oleh Rangga.


Di saat Hana kesulitan, bersedih, terluka, Rangga dan Robin yang selalu ada di sisi Hana, menguatkan dan menghibur Hana.


Dan selama ini Hana selalu merasa nyaman dengan Rangga dan Robin.


Aku percaya seiring berjalannya waktu, kamu akan bisa berubah, dan hanya menganggapku sebagai tempat ternyamanmu, Han. Aku yakin hari itu pasti tiba. Dan Rangga serta Robin kelak pasti akan sibuk dengan rumah tangga mereka sendiri. Dan kita juga akan membentuk rumah tangga kita sendiri.


Widi melepaskan pelukannya dan dia menuju ke arah Widi dan memeluk Widi ala laki laki.


"Maaf! gue ke sini tanpa menghubungi lo dulu."


Rangga pun ber tos ria dengan Beck dan Daffin.


"Ayo kita ke rumah! kita makan siang dulu!" ajak Widi kepadanteman temannya.


Semuanya kini telah berada di rumah Widi dan Hana, mereka pun membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan, dan Hana juga sudah mengantar Rangga ke kamarnya, sebelum dirinya sendiri masuk kamar dan membersihkan diri.


Usai membersihkan diri, kini mereka telah berkumpul di meja makan.


Mereka makan dengan rasa bahagia dan dalam suasana yang hangat.


Makan siang yang penuh dengan kehangatanpun kini telah berakhir, dan menyisakan tawa di antara mereka.



Di ruang tengah semua sedang tertawa melihat kekonyolan dan banyolan Widi dan Rangga.


Hana begitu bahagia melihat Widi dan Rangga begitu akrab.


Tak banyak yang ku minta, aku hanya ingin melihat orang orang yang ku sayangi turut bahagia bersamaku. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku, dan kesedihan mereka juga kesedihanku.


Beck dan Sonya yang sama sama konyol pun ikut nimbrung bersama Widi dan Rangga, hingga suasana menjadi begitu seru dan meriah, walaupun mereka hanya bertujuh, namun kegembiraan itu bisa terpancar dengan sangat dalam.


"Rangga gue baru ingat, kata Widi kalian berdua kalau bernyanyi sangat bagus! bolehkah kami melihatnya?"


Rangga menatap Hana untuk meminta persetujuan Hana dan tiba tiba Widi sudah memberikan gitar kepada Rangga.


"Bernyanyilah... kalian berdua pasti merindukan itu kan? hiburlah kami dengan lagu kalian." tutur Widi.


Rangga mengambil gitar yang di berikan oleh Widi dan kembali menatap Hana.


Hana mengangguk mengerti dan berdiri mendekati Rangga.


"Selimut hati."

__ADS_1


... 🎵 Aku 'kan menjadi malam-malammu...


...'Kan menjadi mimpi-mimpimu...


...Dan selimuti hatimu yang beku...


...Aku 'kan menjadi bintang-bintangmu...


...'Kan s'lalu menyinarimu...


...Dan menghapus rasa rindumu yang pilu...


...Aku bisa untuk menjadi apa yang kau minta...


...Untuk menjadi apa yang kau impikan...


...Tapi ku tak bisa menjadi dirinya...


...Hu-uh (ha-ya-ya, hu-uh)...


...Aku 'kan menjadi embun pagimu...


...Yang 'kan menyejukkan jiwamu...


...Dan 'kan membasuh hatimu yang layu...


...Aku bisa untuk menjadi apa yang kau minta...


...Untuk menjadi apa yang kau impikan...


...Tapi ku tak bisa menjadi dirinya...


...Hu-uh (ha-ya-ya, hu-uh)...


...Tinggalkan sejenak lalumu...


...Beri sedikit waktu...


...Kepadaku 'tuk meyakinkanmu...


...Hu-uh (ha-ya-ya), uh-uh...


...Aku 'kan menjadi malam-malammu...


...'Kan menjadi mimpi-mimpimu...


...Dan selimuti hatimu (ha-hatimu)...


...Selimuti hatimu (selimuti, selimuti)...


...Selimuti hatimu (ha-hatimu)...


...Selimuti hatimu (hu-hu, hu-hu)...


...Selimuti hatimu (selimuti, selimuti)...


...Selimuti hatimu (hu-uh)...


...Selimuti hatimu...


...Selimuti hatimu🎶...


Tepuk tangan di berikan oleh teman temannya.


"Ternyata benar adanya, kalian berdua kalau nyanyi berdua chemistrinya dapat." ujar Laras.


Hana mendekati Widi dan melingkarkan tangannya di pinggang Widi. kemudian Widi merangkul bahu Hana.


Bersambung


Happynreading my Readers

__ADS_1


jangan lupa like dan commentnya. 🤗🤗🤗


__ADS_2