Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Menghibur Hana


__ADS_3

Saat Rangga muncul, bersamaan dengan pesanan telah datang. Rangga menyapa pelayan yang mengantarkan pesanan.


"Hai... mbk tiwi gimana kabarnya?" ucap Rangga sembari duduk di dekat Hana dan meletakkan gitar di belakang Hana.


"Alhamdulillah baik, mas Rangga!" Tiwi menjawab pertanyaan Rangga. "Iniiii... bakso spesialnya mbk Hana!" ucap Tiwi dan meletakkan semangkok bakso di hadapan Hana.


"Makasih mbk Tiwi... hmmmm yummmy...." ucap Hana.


"Loh ... kok tumben mbk Hana, mas Nathannya gak ikut?" tanya Tiwi keheranan.


deg


Hana menghentikan tangannya yang sudah akan mulai mencicipi makanannya, namun sebelum Hana mengucapkan sepatah kata, Steve sudah menimpali lebih dulu.


"Maaf... mbk Tiwi... mulai sekarang jangan menanyakan soal Nathan lagi ya!?" Steve menghela nafas panjang.


"Dia udah meninggal dunia mbk!" ucap Steve kemudian.


"Innalillahi wainnaillahi roji'un... maaf mas Steve saya gak tahu." ucap Tiwi penuh penyesalan.


Sementara Hana masih mengaduk aduk baksonya tanpa berniat memakannya.


"Beib..." Rangga merangkul bahu Hana, dan menyandarkan kepalanya di bahu Hana.


"Gue gak papa Ngga, elo gak perlu kuatirin gue." ucap Hana masih tetap mengaduk aduk makanannya, sementara yang lain menatap Hana sendu.


Tanpa di sadari oleh Hana air mata yang sedari tadi di tahannya telah lolos dari pelupuk matanya.


Mengetahui Hana menangis, Rangga langsung berbalik dan memeluk Hana, membiarkan Hana menangis dalam pelukannya.


"Keluarin semua tangismu Haaann! tapi selepas ini tersenyumlah!? gue bete kalau kamu kayak gini!"


Tiba tiba Rangga langsung melepas pelukannya dan memundurkan tubuhnya.


"Ups... eitt...Stop...!" teriaknya, "Leo ambil tisu!" suruh Rangga.


"Enak aja baju gue mau lo pake buat lap ingus lo." ucap Rangga kesal dan memberikan tisu pada Hana.


Bugh


Hana memukul dada Rangga mengerucutkan bibirnya, dan menerima tisu yang di berikan oleh Rangga.


Setelah Hana mengelap ingusnya, dia menatap wajah Rangga, dan Rangga yang di liatin terus oleh Hana merasa jengah.


"Paan sih Han... ngliatin gue segitunya?" tanya Rangga sembari makan baksonya, namun Hana bergeming.


"Busyeeeet dah..." Rangga ngedumel dan meletakkan sendoknya, berbalik menatap Hana.


"Mau gue suapin makannya?" tanya Rangga lembut.


Dan interaksi ke duanya tak luput dari pandangan Widi, sementara yang lain tetap cuek menyantap bakso mereka, sembari mendengarkan Hana dan Rangga.


Hana menjawab pertanyaan Rangga dengan menggelengkan kepalanya.


"Ngga...!" ucap Hana lirih


Rangga menangkup wajah Hana dan menatap Hana lembut. "Kenapa?" tanya Rangga lembut, melepaskan tangkupan tangannya.


Hana menghela nafasnya dengan berat, "Anterin gue ke makam Jonathan ya?" ucap Hana akhirnya.


"Sekaraaangg..." jawab Rangga tersentak.


"Enggak nanti sepulang dari sini!"


"Elo lupa... bege... elo kan sama kak Steve? kenapa gak suruh dia aja yang anter?" protes Rangga.


"Gue ngerti, tapi gue pengen elo juga ikut?" Hana memperlihatkan puppy eyesnya.


"Iya...iya... nanti gue temenin... sekarang makan baksonya, ntar keburu dingin."


Hana mulai memakan baksonya, bersama dengan yang lainnya tanpa obrolan.


Selepas makan Hana meraih gitar yang di bawa Rangga tadi, dan mulai memetikkan dawainya, dan mulai menyanyikan lagu Agnes Mo, di mana letak surga itu.


...🎵Langit begitu gelap...


...Hujan tak juga reda...


...'Ku harus menyaksikan...


...Cintaku terenggut...


...Tak terselamatkan...


...Ingin kuulang hari...


...Ingin kuperbaiki...


...Kau sangat kubutuhkan...


...Beraninya kau pergi...


...Dan tak kembali...


...Di mana letak surga itu...


...Biar kugantikan tempatmu denganku...


...Adakah tanda surga itu...


...Biar kutemukan untuk bersamamu...


...Kubiarkan senyumku...


...Menari di udara...


...Biar semua tahu...


...Kematian tak mengakhiri...


...Cinta...


...Di mana letak surga itu...


...Biar kugantikan tempatmu denganku...


...Adakah tanda surga itu...

__ADS_1


...Biar kutemukan untuk bersamamu...


...Di mana letak surga itu...


...Biar kugantikan tempatmu denganku...


...Adakah tanda surga itu...


...Biar kutemukan untuk bersamamu...


...Apalah artinya hidup...


...Tanpa kekasihku...


...Percuma 'ku ada...


...Di sini...


...Kekasihku...


...Bersamamu...


...Kekasihku...


...(Biar kugantikan tempatmu)...


...Bersamamu...


...Kekasihku...


...Bersamamu...


...Kekasihku...


...Bersamamu...


...Kekasihku...


...Bersamamu...


...Kekasihku...


...Apalah arti hidup...


...Tanpa kekasihku🎶...


Rangga merangkul bahu Hana, selama Hana bernyanyi.


"Gue yakin elo bisa lewatin semua ini Han!?" ucap Rangga.


Hana menatap Rangga dan tersenyum, "Thanks, you are indeed my best friend"


Rangga membalas swnyum Hana dan menepuk bahu Hana, " Kita nyanyi lagi... duet sama aku tapi jangan lagu sedih! eneg gue dengernya." ucap Rangga dengan nyengir dan mengusap belakang kepalanya yang tak gatal.


Hana mengulum senyumnya, "Baiklah lo yang pilih lagunya."


"Han... sebelum duet.. gue pengen kasih lagu buat lo!?" Rangga mulai memetikkan gitar yang telahndi ambilnya dari tangan Hana.


...🎵Aku mengerti...


...Perjalanan hidup yang kini kau lalui...


...Ku berharap...


...Meski berat, kau tak merasa sendiri...


...Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah...


...Biar ku menemanimu...


...Membasuh lelahmu...


...Izinkan kulukis senja...


...Mengukir namamu di sana...


...Mendengar kamu bercerita...


...Menangis, tertawa...


...Biar kulukis malam...


...Bawa kamu bintang-bintang...


...'Tuk temanimu yang terluka...


...Hingga kau bahagia...


...Aku di sini...


...Walau letih, coba lagi, jangan berhenti...


...Ku berharap...


...Meski berat, kau tak merasa sendiri...


...Menaklukkan hari-harimu yang tak indah...


...Biar ku menemanimu...


...Membasuh lelahmu...


...Izinkan kulukis senja...


...Mengukir namamu di sana...


...Mendengar kamu bercerita...


...Menangis, tertawa...


...Biar kulukis malam...


...Bawa kamu bintang-bintang...


...'Tuk temanimu yang terluka...


...Hingga kau bahagia, haa-haa...

__ADS_1


...Haa-haa...


...Izinkan kulukis senja...


...Mengukir namamu di sana...


...Mendengar kamu bercerita...


...Menangis, tertawa...


...Biar kulukis malam...


...Bawa kamu bintang-bintang...


...'Tuk temanimu yang terluka...


...Hingga kau bahagia...


...'Tuk temanimu yang terluka...


...Hingga kau bahagia🎶...


...(Melukis senja by Doremi)...


Hana hanya terpaku menatap Rangga dan mendengarkan Rangga bernyanyi.


Selesai bernyanyi Rangga menatap Hana dengan memeluk gitarnya.


"Gue tahu semua ini berat buat lo... tapi kita semua di sini ada buat lo... jadi ku mohon jangan bersedih dan menangis lagi! okey...!?" pinta Rangga.


"Iya Han... kita semua akan selalu ada buat lo, jadi jangan pernah merasa sendirian." timpal Dion.


Steve mengacak rambut Hana, " Semangat" ucap Steve menyunggingkN senyumnya.


"Makasih ya buat semuanya... Thank you for always being by my side."


"Okay fine, for that never feel alone again."


Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Jadi duet gak nih? selepas ini kita mampir ke makam Jonathan." ucap Rangga.


"Jadi... satu lagu lagi lalu kita pulang."


"Cerianya J rock?"tanya Rangga.


"Okey..." jawab Hana


Rangga mulai memetikkan dawai dawai gitarnya,


...🎵Hari ini kudendangkan...


...Lagu yang ingin kunyanyikan...


...Terkenang semua kenangan...


...Yang tlah kualami...


...Ingin kubuka lembar baru...


...Untuk meneruskan hidupku...


...Tak mau lagi kesedihan...


...Selimuti diriku...


...Semua orang ingin bahagia...


...Menjalani hidup di dunia ini...


...Ingin kubukakan jawaban...


...Misteri kesenangan yang sejati...


...Hari ini kudendangkan...


...Lagu yang ingin kunyanyikan...


...Terkenang semua kenangan...


...Yang tlah kualami...


...Menari dan terus bernyanyi...


...Mengikuti irama sang mentari...


...Tertawa dan selalu ceria...


...Berikanku arti hidup ini...


...Menari dan terus bernyanyi...


...Mengikuti irama sang mentari...


...Tertawa dan selalu ceria...


...Berikanku arti hidup ini...


...Menari dan terus bernyanyi...


...Mengikuti irama sang mentari...


...Tertawa dan selalu ceria...


...Berikanku arti hidup ini🎶...


"Kalian berdua cocok kalau duet." ucap Widi


"Rangga, Hana dan Almarhum Jonathan dari awal mereka kenal sering nyanyi bareng kek gini Wid..." jawab Steve


"Pantesan bisa kompak." ujar Widi


"Hanya dengan saling menatap mereka bisa berkomunikasi, itulah hebatnya mereka." Steve menjelaskan.


"Pantes... bisa berkolabarasi dengan baik." ucap Widi kagum dengan Hana dan Rangga.


"Ya... udah kita cabut...!" pinta Steve selepas membayar makanannya.

__ADS_1


__ADS_2