Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Pesta pernikahan yang unik


__ADS_3

Menit demi menit kini telah berlalu, dan tamu undangan pun satu persatu mulai mengundurkan diri tak terkecuali keluarga Anwar yang sudah berpamitan untuk pulang.


Sebelum Anwar pulang dia mendekati Hana dan membisikkan sesuatu di telinga Hana.


"Han... I still love you and will always waiting for you."


Setelah mengucapkan semua itu, Anwar langsung berlalu dari Hana, dan Hana sangat kesal di buatnya.


"Kenapa Han?" tanya Widi.


"Gila!"


"Siapa yang gila?"


"Anwar" jawab Hana dengan malas.


Widi terkekeh melihat ekspresi wajah Hana, melihat Widi tertawa Hana hanya cemberut.


Dan tiba tiba turunlah hujan yang begitu deras,



Hana dan Widi serta semua tamu yang belum pulang begitu kaget dengan datangnya hujan yang tiba tiba.


"Mas... kita berteduh dulu aja!" ajak Hana.


"Gak usah Han... tanggung, kita juga udah basah kuyub."


Widi melepaskan jasnya dan di pakaikan sebagai payung untuk mereka berdua.


"Berlindunglah di sini!" pinta Widi, dan Hana menuruti permintaan Widi.




Terlihat keduanya tak terusik sama sekali dengan adanya hujan tersebut.


Keduanya tetap tertawa dengan ceria, "Jadi unik ya Han... pernikahan kita."


"Iya... gak kebayang akan jadi seperti ini." Mereka berdua pun tertawa bersama.


Tiba tiba dengan seketika hujan telah berhenti.


"Dah berhenti Han hujannya." ucap Widi menurunkan jasnya dan meletakkannya di meja, kemudian kembali mendekati Hana.


"Apa kamu kedinginan, Han?" tanya Widi dengan lembut dan di jawab gelengan kepala oleh Hana sembari tersenyum manis.



"I love you." ucap Widi menatap Hana penuh cinta.


"I love you too" jawab Hana yang juga menatap Widi penuh cinta.


Wajah Widi mendekat ke wajah dan hendak mencium Hana, namun jemari Hana menghalanginya.



"Kenapa?" tanya lembut Widi.


Hana menggelengkan kepalanya, " Izinkan aku yang memulainya." pinta Hana dan Widi terkekeh dengan permintaan Hana.



Hana pun mulai mencium bibir Widi sekilas dan membuat mereka berdua tertawa bersama.


Tamu undangan yang melihat aksi mereka berdua menyoraki keduanya, hingga membuat wajah Hana dan Widi memerah.


Mereka semua bersorak, "Cium... cium... cium!" teriak mereka.


Widi menatap Hana dan meminta izin pada Hana lewat sorot mata dan senyumnya, dan di jawab anggukan kepalanya.


__ADS_1


Setelah mendapatkan izin dari Hana, Widi pun mulai mencium Hana, dan di sambut sorak sorai dari tamu yang masih hadir walaupun sudah basah kuyub.


Setelah Widi melepaskan pagutannya, sahabat sahabat Hana bergantian memeluk Hana dan Widi.


"Beib... You are the best." ledek Dion.


"My princess... you are the greatest." puji Rangga.


"Thank's you are also the best." ujar Hana.


"I know that." jawab Rangga merangkul leher Hana sembari tertawa.


Widi kemudian meraih microphonenya dan mengucapkan kata kata puitis untuk Hana.


Hana...


Aku mencintaimu


Bukan karena siapa kamu


Tapi juga karena menjadi apa diriku


Saat berasamamu


Kau membuatku bahagia melalui cara yang tak bisa dilakukan orang lain


Kamu membuatku ingin menjadi sosok yang lebih baik


Cinta bukanlah tentang berapa lama kamu mengenal diriku


Melainkan tentang kamu


Yang membuatku tersenyum


Sejak saat aku mengenalmu


Mungkin ketidaksempurnaan kita


Yang membuat kita begitu sempurna


Kamulah alasanku tersenyum.


Kamulah alasan mengapa aku merasa dicintai dan percaya pada kebaikan yang kau tawarkan untukku


Mencintaimu adalah kelemahan terbesar sekaligus kekuatan terbesarku


Kamu gantikan mimpi burukku dengan mimpi indah,


Kau gantikan kekhawatiranku dengan kebahagiaan,


Dan ketakutanku dengan cinta


Mereka bilang saat kamu bertemu cinta dalam hidupmu


Waktu akan berhenti


Dan itu benar


Aku butuh kamu seperti jantung butuh detak


Kamu mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu


tetapi kamu memegang hatiku selamanya


Dan kamu akan selalu menjadi mentariku


Yang selalu kunanti dan ku tunggu.


I love you more my princess


Widi mendekati Hana yang bergeming dan menatap Widi dengan rasa haru, kemudian mencium kening Hana.


Semua tamu undangan pun bertepuk tangan.

__ADS_1


"Terima kasih telah mencintaiku dengan indahnya." ucap lembut Hana.


"You are my sweet heart, and i promise if I will always love you and make you happy."


"Thanks for everything."


"Kita akan menua bersama, dan membesarkan anak anak kita bersama."


Widi memeluk Hana dan di sambut pelukan hangat dari Hana.


Robin datang mendekati Widi dan Hana yang sedang berpelukan, "Han... Wid... temen temen dah mau pamit pulang."


Widi melepas pelukannya dan tersenyum kikuk pada Robin.


"Baiklah kak... kita akan ke sana."


Mereka bertiga kini melangkah mendekati teman temannya yang berkumpul untuk berpamitan pulang.


"Beib... bahagia selalu ya!?" ujar Dion kemudian memeluk Hana dan Widi bergantian.


"Princess... gue juga pamit pulang dulu ya? gue masih tetep sahabat lo, kapanpun kamu merepotkan aku, aku selalu siap seperti biasa." Rangga mengusap kepala Hana.


"Wid... gue bener bener titip dia ya?" Rangga memeluk Widi dan terlihat air mata di sudut mata Rangga.


"Gue akan selalu jaga Hana dengan sebaik baiknya gue janji." ujar Widi.


Rangga pun memeluk Hana, "Princess... sebenernya gue belum rela ngasih lo ke Widi." ucap lirih Rangga namun masih bisa di dengar oleh Widi.


"Apa.. maksud perkataanmu?" ucap ketus Widi.


Rangga dan Hana pun tertawa bersama, "Ya ampun... mas... Rangga hanya bercanda, dia emang suka usil kayak gitu, kamu jangan kaget dengan ketengilan Rangga." Hana menjelaskan.


"Enak aja ngatain gue tengil, Widi noh yang tengil bukan gue." sungut Rangga.


"Iya... iya... dah sana pulang!" Hana mendorong tubuh Rangga.


"Tega lo usir gue my Princess?"


"Pulang sana cepetan kasihan Adelia dah kedinginan."


Adelia pun hanya tersenyum, dia tak terlalu khawatir dengan kedekatan Rangga dan Hana karena dia sudah mengetahui sebelumnya dari kedua orang tua Rangga dan kejujuran Rangga sendiri yang menceritakan semua itu pada Adelia agar di kemudian hari tak terjadi kesalah pahaman.


Steve dan Cinta pun juga pamit undur diri, "Kak... awas ya... kalau sampai lo sakitin Hana! meskipun lo sepupu gue, gue gak akan pernah rela lo nyakitin Hana."


"Tenang Cin... semua aman terkendali." ujar Widi mengacak rambut Cinta.


"Beib... jadilah istri yang baik buat Widi, ya?" pinta Steve.


"Iya kak... semua nasehat kakak akan selalu gue ingat." Steve mengacak rambut Hana.


Setelah ketiga pasangan fenomenal berlalu pulang masih ada Beck, Sonya, Laras dan Daffin dan Lina serta kak Robin yang masih tetap berada di sana.


Widi dan Hana pun meminta izin pada teman temannya untuk berganti baju terlebih dahulu.


Setelah berganti baju, keduanya kembali menemui teman temannya.



Beck, Sonya, Laras dan Daffin masih terus saja heboh menggoda Hana dan Widi.



Hana dan Widi mendapatkan godaan dari teman temannya, malah semakin lengket, dan membuat gemas teman temannya.


Bersambung


Mohon


Like


Comment


Saran dan Kritiknya

__ADS_1


Happy Readers...


__ADS_2