Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Suasana Haru


__ADS_3


Sudah saatnya aku pergi! maaf Han, aku gak pernah membicarakan semua ini padamu. Aku akan ke Amerika setelah pulang dari sini. Aku akan melanjutkan studyku di sana bersama dengan Adelia.


"Ngga?" panggil Widi.


Rangga menoleh ke arah Widi yang sedang tersenyum menatap dirinya, kemudian dia melangkah mendekati Widi.



Setelah Rangga berada di hadapan Widi, Widi merangkul bahu Rangga.


"Hana pengen habisin waktu sama kamu sebelum kamu pulang." Widi membawa Rangga masuk ke dalam rumah.


"Wid!"


"Hmmm..."


"Sebenarnya ada yang pengen gue omongin sama kalian!" Rangga menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" Widi mengernyitkan dahinya.


Rangga menghela nafasnya, sampai di ruang tengah. Rangga duduk di sofa dan Widi duduk di sampingnya.


Tak berselang lama datanglah Hana dengan membawa tiga gelas jus dan beberapa camilan.


"Taraaa... camilan datang." Hana begitu bahagia menyajikan minuman dan camilan di meja.


Sementara Rangga menatap Hana dengan sendu. Dan Widi yang menyadari perubahan wajah Rangga, menepuk bahu Rangga.


"Gue tahu lo laki laki hebat." bisik Widi.


Rangga mengusap ujung matanya yang sedikit berembun.


"Sorry ya Wid... dengan sikapku ku harap kamu gak salah paham sama gue."


"Tak masalah bagiku, aku bisa memaklumi semua itu."


"Makasih ya Wid, dah bisa ngertiin gue."


"Gue juga mau ucapin terima kasih sama kamu, makasih sudah menjaga Hana selama ini, dia begitu menyayangimu, baginya kamu adalah pelindungnya."


Rangga tersenyum miris, "Gue baru sadar ternyata selama ini gue jagain jodoh orang." keluh Rangga.


Rangga dan Widi tertawa bersama, "Apa yang kalian tertawakan?" tanya Hana keheranan.


Widi saling tatap dan sama sama terkekeh, "Please deh... jangan bikin gue penasaran!" gerutu Hana.


"Nggak ada apa apa Han." tutur Widi.


Rangga menghela nafasnya, menatap Widi seolah meminta izin pada Widi, dan Widi pun menganggukkan kepalanya memberikan izinnya untuk membicarakan semua pada Hana.

__ADS_1


"Han... gue pengen ngomong sama lo penting!"


"Jangan bikin gue penasaran dan takut, Ngga, kamu kelihatan sangat serius."


"Ini memang serius, Han."


Hana beranjak dari duduknya, dan beralih bersimpuh di hadapan Rangga, dan menggenggam kedua tangan Rangga.


"Apa yang ingin lo bicarain?"


"Gue mau ke Amerika." ucap Rangga pelan.


Duarr....


Hana sangatlah kaget mendengar ucapan Rangga, "Ngga itu gak bener kan?" terlihat kepanikan di wajah Hana.


"Sayangnya itu benar, Han."


"Ngga.... please jangan tinggalin gue." Hana mulai meneteskan air matanya.


Rangga mengusap kedua pipi Hana dengan ibu jarinya.


"Tapi... aku harus pergi Han, aku akan melanjutkan studyku di sana, aku harus menjaga Adelia di sana."


"Gimana kalau gue kangen?"


Rangga mengacak rambut Hana, "Kita kan bisa video call, Han." Rangga tersenyum getir.


"Keputusanmu sudah gak bisa di rubah?" tanya Hana yang sudah mewek.


"Jadi kamu berangkat hari ini?" tanya Hana dengan lesu.


"Maaf... tak memberi tahumu terlebih dahulu, aku hanya tak ingin kamu bersedih saat bersamaku di hari hari terakhir kita sebelum aku berangkat."


Hana semakin terisak, "Princess... aku gak selamanya di sana, nanti kalau study kami sudah selesai, kami pasti pulang ke sini." Rangga memeluk Hana.


Hana semakin membenamkan kepalanya di dada Rangga.


"Hana... please jangan seperti ini, aku sangat terluka jika kamu menangis."


Di tatapnya Rangga dengan masih terisak, "Selama ini gue gak pernah jauh dari lo, dan kini jika lo begitu jauh apa gue bisa?" Hana berdiri menatap lekat Rangga dengan berurai air mata.


Rangga tak kuasa menatap Hana yang kini sedang menatapnya dengan menangis terisak.



Hatinya begitu hancur, cewek yang selama ini selalu di buatnya bahagia dan tak di biarkannya meneteskan air mata, kini justru dialah yang membuatnya menangis.


Melihat Hana dan Rangga yang sama sama menangis, Widi yang sedari tadi membiarkan mereka berdua berpamitan, kini beranjak dari duduknya dan segera memeluk Hana.


__ADS_1


"Mas, bilangin Rangga, supaya jangan pergi!" pinta Hana yang masih menangis dalam dekapan Widi.


"Kamu tenangkan dirimu dulu Han!?" pinta Widi.


"Maaaassss... please!" pinta Hana dan Widi berusaha menenangkan Hana dan membujuknya untuk merelakan dan melepaskan Rangga pergi.



Sakit... hatiku han, melihatmu menangis seperti ini, hatiku terasa hancur, andai kamu tahu aku sebenarnya juga merasa berat dalam langkahku meninggalkanmu, namun aku juga harus bisa ambil keputusan demi kebaikan semuanya. Mungkin sampai detik ini kamu masih menganggapku sahabat terbaikmu dan hanya sahabat. Tapi... Han... perasaanku telah berubah... aku mencintaimu, aku menyayangimu lebih dari sekedar sahabat, tapi sebagai laki laki. Aku harus mengakhiri perasaanku ini, Han... karena aku tetap ingin menjadi sahabatmu dan tak ingin aku merusak hubungan persahabatan kita Han. Biar aku yang pergi Han, kamu sudah bahagia dengan Widi, dia adalah laki laki yang baik, dia pasti akan menjagamu seperti aku menjagamu, dia kini yang akan selalu melindungimu dan membahagiakanmu, maaf Han... jika aku tak pergi, aku akan menyakiti banyak orang dan aku gak ingin itu terjadi. Kita berawal dengan baik, dan gue ingin juga berakhir dengan baik.


Sementara itu Widi terlihat sangat sibuk menenangkan Hana.


Widi kemudian mengajak Hana untuk masuk ke dalam kamar, dan sesampainya di kamar di dudukkannya Hana di tepi ranjang.



Hana menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.


"Istirahatlah sebentar, dan tenangkanlah dirimu." Widi mengusap rambut Hana dengan lembut.


Di rebahkannya Hana oleh Widi dan Hana tak menolak dengan apa yang di lakukan Widi atas dirinya.


Dan tak membutuhkan Waktu lama Hana sudah tertidur, Widi kemudian menyelimuti Hana dan mengecup kening Hana.


Setelah itu dia keluar kamarnya dan meninggalkan Hana seorang diri, untuk mencari keberadaan Rangga.



Sementara itu Rangga duduk di teras belakang merenungi semua yang telah terjadi hari ini.


Hatinya begitu perih dan teriris saat mengingat isakan tangis Hana,


Aku sangat terluka Han... namun aku juga tak bisa memutar waktu agar tak membuatmu menangis, dan aku gak bisa Han. Semua sudah terjadi dan kita harus merelakan semuanya Han... ku mohon Han... ku mohon ikhlasin gue pergi. Aku janji akan tetap selalu ada untukmu, Widi yang kini akan menjagamu, walaupun aku harus pergi, aku sudah merasa tenang, karena aku tahu Widi akan menjagamu.



Widi menatap Rangga yang sedang melamun di teras belakang rumahnya.


Dia pun bingung harus bersikap seperti apa setelah kejadian beberapa waktu tadi.


Ngga... aku tahu perasaanmu pasti terluka. seandainya aku berada di posisimu pun aku juga akan merasakan hal yang sama denganmu. Air matamu menunjukkan sedalam apa lukamu. gimana caranya aku harus menghiburmu. Namun aku juga tak ingin semuanya berlarut.


Setelah beberapa saat memperhatikan Rangga, Widi akhirnya mendekati Rangga dan duduk di samping Rangga, dengan pandangan tetap fokus ke depan.


"Ngga?" panggil Widi.


Bersambun


Mohon Like


pencet bintang limanya,

__ADS_1


kasih Fav dan hadiahnya ya!?"


happy Reading my Readers


__ADS_2