Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Tahun Baru Bersama Anwar


__ADS_3

Liburan kali ini Hana menghabiskan waktunya bersama Anwar.


mereka berdua mengunjungi tempat wisata bersama, dan hari ini mereka berdua sedang berada di pantai, dan mereka mereka duduk berdua di bibir pantai.


"Han... apa kau sudah bisa menerima diriku sepenuhnya? dan sudah mencintai diriku?" tanya Anwar tanpa menatap Hana dan menatap hamparan laut.


Hana yang tak siap dengan pertanyaan Anwar, hanya menghela nafasnya, dan sejenak hening di antara mereka.


"Maaf... War, gue gak tahu harus jawab apa, yang aku rasain bila saat ini aku sudah merasa nyaman dengan keberadaanmu, untuk cinta..." Hana menjeda Ucapanny.


"Entah ada atau tidak aku belum tahu... dan belum bisa jawab semua itu." Hana menundukkan kepalanya.


"Apa kau bahagia bersamaku?"


"Nyaman... aku merasa nyaman saat sedang bersamamu, kalo bahagia... kamu ngerti sendiri aku masih sering menangis saat teringat Jonathan."


Anwar mengulum senyumnya dan mengacak rambut Hana, " Sudahlah lupakan! aku ingin hari ini tertawa bersamamu."


Hana menyandarkan kepalanya di bahu Anwar, "Maaf... aku membuatmu kecewa, tapi aku berjanji akan terus membuka hati dan berusaha mencintaimu."


"Aku mengerti... jadi lupakanlah, dan tersenyumlah!" pinta lembut Anwar.


Mereka berdua menghabiskan waktu seharian di pantai hingga tiba waktunya kedatangan senja telah menjelang, dan mereka menikmati keindahan senja hari ini.


"Kita pulang Han...!" Anwar menggenggam jemari Hana dan menggandengnya berlalu dari pantai dan menuju ke mobil.


Dalam perjalanan pulang Hana tertidur, dan Anwar yang menyadari Hana tertidur menyibakkan rambut Hana di telinganya agar rambutnya tak menutupi wajahnya.


Anwar masih tetap fokus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Han... sebenarnya aku merasa sakit saat tahu dirimu masih mencintai Jonathan dengan begitu dalamnya, apa kurangnya diriku sebenarnya Han? hingga begitu sulit bagimu untuk melupakan Jonathan. batin Anwar.


Anwar melihat sekilas Hana yang tertidur pulas dan mengusap pucuk kepala Hana, dan kembali fokus mengemudi kembali.


Seminggu kemudian


Pagi pagi sekali Anwar dan teman teman Hana sudah datang ke rumah Hana. dan tak berselang lama, datanglah kejutan.


"Kejutan..." teriak Steve masuk ke dalam rumah Hana.


"Kak Steve... Hana berhambur memeluk Steve.


"Oleh olehnya mana?" tagih Hana.


"Gue selamat sehat wal afiat oleh olehnya." Steve mengacak rambut Hana.


Hana mencebikkan bibirnya, "Pelit..."


Steve terkekeh,"Robin mana Han?"


"Lagi ambil harmonika..."


Steve mengernyitkan dahinya, "Dia mau main harmonika lagi?"


"Iya... sudah lama padahal harmonikanya sudah lama di musiumin."


"Steve..." sapa Robin saat sampai di ruang tamu, "Gak bilang bilang kalo pulang, kalo tau kan gue jemput."


"Bikin kejutan aja, oh ya kali ini mau pergi kemana?"


"Pantai ! lo ikut kan?" tanya Robin.


"Ikutlah... kita masih nunggu siapa lagi?"

__ADS_1


"Widi sama Cinta belum datang."


Tak berselang lama datanglah Widi dan Cinta.


Cinta langsung Memeluk Hana, "Han... gue kangen sama lo."


Hana menyambut pelukan Cinta, "Gue juga kangen sama lo."


"Cuma kangen sama Hana nih? gak kangen sama gue?" celoteh Steve.


Cinta menoleh ke arah suara, dan secara reflek Cinta langsung berhambur memeluk Steve dan memukul dadanya, "Katanya gak bisa pulang! ini kenapa ada di sini?" sungut Cinta.


Steve terkekeh, "Bikin kejutan say... jangan marah ya?" Steve mengacak rambut Cinta.


"Ehem... "Dion berdehem.


"Di sini masih banyak jomblo, kak Steve jangan pamer kemesraan deh... " ucap songong Dion.


"Makanya cari pacar! jangan ngejomblo terus." timpal Steve.


"Beib... gu..." belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Anwar.


"Eit... stop gak boleh sama Hana." ketus Anwar.


"Ya elah... War... siapa juga yang mau sama Hana... gue tadi cuma mo bilang cariin temennya Hana." kesal Dion.


Dan semua yang mendengar perdebatan Anwar dan Dion hanya tertawa.


"Noh... Lina jomblo." ucap Panji.


"Kenapa bawa bawa gue?" jawab Lina.


"Lina bukan tipe gue," ucap Dion dengan santainya.


"Lo juga bukan tipe gue." sungut Lina.


"Coba di cek lagi keperluan kalian, sebelum kita berangkat." perintah Steve.


Mereka mengecek perbekalan mereka sebelum memasukkan ke dalam bagasi mobil.


"Kak aku sama Hana bawa mobil sendiri." pinta Anwar.


"Ok... berarti kita bawa tiga mobil." ujar Robin.


"Cinta sama Lina serta Robin ikut mobil gue!" perintah Steve, dan di jawab anggukan kepala oleh mereka bertiga.


"Yang lainnya ikut mobil satunya, mau pake mobil siapa?" tanya Steve.


"Mobil gue aja! " pinta Panji.


"Ok... ayo kita bersiap." ajak Robin.


Mobil mereka satu persatu keluar dari halaman rumah Hana, menembus jalanan menuju ke pantai.


setelah tiga jam perjalanan, mereka telah sampai di pantai.


Keadaan belum begitu ramai, karena mereka berangkat pagi untuk menghindari kemacetan yang panjang.


"Perlukah sewa penginapan?" tanya Steve.


"Sewa aja kak." jawab Hana.


"Ok... kita cari penginapan dulu." saut Robin.

__ADS_1


Mereka pun mencari penginapan, setelah mendapatkan penginapan, mereka memutuskan untuk jalan jalan terlebih dahulu sebelum penuh sesak dengan kedatangan banyak orang.


Steve yang berjalan menggandeng tangan Cinta, dan Hana yang di gandeng oleh Anwar.


Mereka berjalan menuju bibir pantai dan hanya Panji yang tak ingin terlalu mendekat ke pantai.


Steve, Cinta, Robin dan Dion masuk ke dalam air. sementara yang lainnya hanya menikmati keindahan pantai saja.


Panji mulai mengambil foto mereka saat di pantai sebagai kenang kenangan.



Dia memotret Hana, Rangga, Lina, Robin dan Widi yang sedang bersantai sambil meminum kelapa muda.



Dia pun memotret Leo, Rangga, Dion, pasangan Cinta dan Steve serta dirinya sendiri.


Mereka bermain dengan begitu riang dan senangnya, hingga sore menjelang, mereka menikmati matahari terbenam.


Di pantai sudah banyak sekali orang yang berdatangan, untuk merayakan Tahun Baru.


Setelah puas menikmati senja, mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan dan makan terlebih dahulu sebelum kembali ke pantai lagi.


Saat mereka kembali ke pantai, suasana di sana sudah sangat ramai.



"Kita di sini aja jangan sampai terpisah." pinta Robin.


Mereka sudah mendapatkan tempat yang sekiranya nyaman untuk mereka tempati, dan Rangga menggelar tikar di sana.


Setelah tikar terpasang mereka mulai duduk di atas tikar lalu Lina mengambil tasnya dan mengeluarkan Camilan untuk mereka nikmati dan Robin mengeluarkan beberapa minuman.


Mereka ngobrol dan bercanda bersama sembari menunggu pergantian tahun.


Waktu terus merangkak naik, tanpa terasa tiba waktunya untuk pergantian tahun.


Mereka serempak mulai menghitung mundur 10,9,8,7,6,5,4,3,2, satuuuuu...


Cit... duar...


Kembang api terbang bebas di angkasa bersama sorak sorai semua orang.



"Selamat Tahun Baru Han..." Anwar menggenggam tangan Hana dan mencium kedua punggung tangan Hana.


"Happy New Year too." Hana.tersenyum hangat.


"Ku harap hubungan kita ke depan lebih baik." ucap Anwar.


Hana.tersenyum lalu memeluk Anwar, "Makasih selama ini sudah sabar menghadapi aku." Anwar membalas pelukan Hana dan mencium pucuk kepala Hana.


"I Love You." ujar lembut Anwar lalu mencium kening Hana.


Bersambung


Mohon


Like


Comment

__ADS_1


Saran dan Kritiknya


🤗🤗🤗😍😍😍


__ADS_2