Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Rencana Perjodohan (2)


__ADS_3

tok


tok


tok


"Masuk aja gak di kunci" Hana menyaut ketokan pintu dengan masih duduk bersandar di ranjangnya.


ceklek


Terlihat Robin di balik pintu yang terbuka, melangkah masuk ke dalam kamar, dan duduk di tepi ranjang dengan posisi menghadap Hana.


"Elo... hari ini izin aja gak usah masuk sekolah, lihat mata pandamu kakak gak tega, sekalian aza nanti hari senin kamu masuk." usul Robin.


Hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Mandilah dulu, lekas sarapan! mama sama papa udah nunggu di bawah, dan kakak akan hubungi Rangga agar buatin kamu surat izin." ucap Robin lalu berlalu dari kamar Hana.


Sementara di meja makan, mama dan papa cemas, dengan keadaan Hana. .Dan saat Robin masuk ke ruang makan mama langsung bertanya, " Gimana Bin? baik baik aja kan dia?"


Robin tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mama pun mengusap Dadany merasa lega.


"Alhamdulillah, princess papa baik baik aja." papa juga merasa lega.


Tak berselang lama tibalah Hana, bergabung untuk sarapan bersama.


"Ayo... lekas makan..." ucap mama tersenyum ke arah Hana.


...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...


Sementara di sekolah, Rangga sedang membuatkan izin untuk Hana, hari ini gak bisa masuk sekolah.


"Mau kemana Ngga?" tanya Leo yang heran melihat Rangga membawa sebuah amplop. putih.


"Ngasih surat izinnya Hana." Rangga mengangkat tangannya yang memegang amplop.


"Hana... kenapa?" Leo mengernyitkan dahinya.


"Kata kak Robin, Hana semalaman nangis, jadi sekarang, dianya asthenia." jawab Robin menepuk bahu Leo dan berlalu dari hadapan Leo.


Waktupun berlalu dan di rumah Hana kembali ke ruang baca membuka kotak yang satunya,


Di sana terdapat sebuah album di mana di sampul tertulis" Kenangan Manismu" Hana tersenyum melihat sampul album foto itu yang bergambar dirinya waktu pertama kali masuk SMP.



Di bukanya album foto tersebut dan isinya adalah foto foto dirinya yang di ambil secara candid, sejak pertama kali bertemu dengan Jonathan hingga terakhir bersamanya waktu di Rumah Sakit. dan di dalamnya hanya beberapa foto saja yang emang sengaja di buat,



Ku buka lembar terakhir, terdapat lukisan senja dan memo dari Jonathan.


Thanks Jo... you're the best, aku akan selalu jaga kenangan kita dengan baik, berbahagialah dirimu di sana. Aku janji akan lanjutin hidup aku dengan lebih baik lagi. As you wish... Jo...


Di ambilnya gitar Jonathan dan Hana mulai memetik dawai gitar tersebut, dan di nyanyikannya lagu Cinta milik melly Goeslaw.


...🎵Menapak jalan yang menjauh...


...Tentukan arah yang kumau...


...Tempatkan aku pada satu peristiwa...


...Yang membuat hati lara...


...Di dekat engkau aku tenang...


...Sendu matamu penuh tanya...


...Misteri hidup akankah menghilang?...


...Dan bahagia di akhir cerita...


...Cinta, tegarkan hatiku...


...Tak mau sesuatu merenggut engkau...

__ADS_1


...Naluriku berkata tak ingin terulang lagi...


...Kehilangan cinta hati...


...Bagai raga tak bernyawa...


...Aku junjung petuahmu...


...Cintai dia yang mencintaiku...


...Hatinya dulu berlayar...


...Kini telah menepi...


...Bukankah hidup kita...


...Di dekat engkau aku tenang...


...Sendu matamu penuh tanya...


...Misteri hidup akankah menghilang?...


...Dan bahagia di akhir cerita...


...Cinta, tegarkan hatiku...


...Tak mau sesuatu merenggut engkau...


...Naluriku berkata tak ingin terulang lagi...


...Kehilangan cinta hati...


...Bagai raga tak bernyawa...


...Aku junjung petuahmu (hu-uu)...


...Cintai dia yang mencintaiku...


...Hatinya dulu belayar...


...Kini telah menepi...


...Bukankah hidup kita...


...Cinta, biar saja ada (cinta)...


...(Yang terjadi biar saja terjadi)...


...Bagaimanapun hidup (Bagaimanapun)...


...Memang hanya cerita (hanya cerita)...


...Cerita tentang meninggalkan...


...Dan yang ditinggalkan...


...Cinta🎶...


Tiba tiba mama sudah masuk ke dalam kamar Hana, dan duduk di sebelah Hana. Di tatapnya mama dan tersenyum tipis, meletakkan gitarnya.


"Maaf... mama langsung masuk, tadi mama sudah ketok pintu tapi kelihatannya kamu gak denger." terang mama


Hana merangkul mamanya dan menyandarkan kepalanya di bahu mama.


"Gak papa ma... mama jangan kuatir Hana udah mendingan."


"Mama cuma mau tanya, mama harus batalin undangan ayah Hanafi nanti malam atau terima?" ucap mama lembut.


"Terima aja ma... Hana gak papa kok..."


Mama Tersenyum menatap Hana dengan kelembutan.


"Ya udah mama akan sampein ke bunda shinta, kalau nanti malam kita menerima undangan mereka." Hana Tersenyum menganggukkan kepalanya, dan mamapun keluar dari kamar Hana setelah mengusap rambut Hana lembut.


Malampun telah tiba, dan Hana sekeluarga telah bersiap untuk pergi ke rumah Ayah Hanafi, sementara Robin pamit untuk pulang ke rumahnya sendiri.

__ADS_1


Mobil papa Hana pun telah berlalu meninggalkan rumahnya menembus jalanan malam yang sedikit ramai karena hari ini adalah malam minggu.


Akhirnya setelah menempuh waktu 30 menit, tibalah keluarga Hana di rumah keluarga Hanafi.


Saat turun dari mobil bunda shinta dan ayah Hanafi menyambut kedatangan keluarga Hana di pintu masuk, dan mereka bercipika cipiki.


"Ayo masuk...!" bunda shinta menggandeng tangan Hana dengan antusias, hingga sampai ruang makan di mana di sana sudah ada Yuda Hanafi adik Anwar Hanafi.


"Hai kak Hana..." Yuda menyalami Hana, dan di balas Hana, " Hai juga Yud..." jawab Hana


"Lama gak ketemu, kakak tambah cantik." ucap Yuda dan di ikuti suara tawa yang lainnya.


"Oh... ya Yud... tolong panggilin kakak kamu." pinta bunda Shinta.


"Okey bun... " Yuda berlalu dari ruang makan menuju kamar kakaknya.


Tak berselang lama mereka pun datang dan bergabung di meja makan, dan Anwar mendudukkan dirinya di samping Hana.


"Hai... Han... lama gak ketemu, gimana kabarnya? tanya Anwar tersenyum menatap Hana.


"Alhamdulillah baik War..." jawab Hana dengan canggung.


"Kenapa Han... kamu kok kelihatan canggung sama Anwar, bukankah kalian dulu saat kecil berteman dengan baik?" tanya bunda sembari mengambilkan makan untuk Ayah Hanafi.


Hana hanya membalas dengan senyuman dan membalikkan piringnya, mengambil nasi liwet beserta teman temannya.


"Bunda sengaja bikin nasi liwet kesukaan kamu dan Anwar." ucap bunda Shinta dengan wajah bahagianya.


Setelah selesai.makan mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang tamu, namun tidak dengan Yuda, dia pamit karena udah janjian futsal sama temantemannya. Mereka bercanda dan bertukar cerita setelah lama tak bertemu.


"Anwar... ajaklah Hana ke taman belakang, ngobrollah kalian disana." pinta Ayah Hanafi.


"Baik Yah..." jawab Anwar lalu meraih jemari Hana. " Ayo Han... kita ke taman belakang!" ajak Anwar dan Hana pun mengikuti kemana langkah Anwar membawanya tanpa sepatah katapun.


Sementara para orang tua setelah Anwar dan Hana pergi, mereka mulai membahas tentang rencana perjodohan Anwar dan Hana.


Di sisi lain setelah sampai di taman, Anwar mengajak Hana di kursi taman samping kolam ikan.



"Ayo... Han... silahkan duduk..." pinta Anwar


Hana melangkah mengambil tempat duduk single yang ada di sana. Anwar hanya tersenyum manis menatap Hana.


"Taman di rumah kamu indah War." ucap Hana mengusir kecanggungan.


Anwar hanya membalas Dngan senyuman, "Gimana dengan sekolahmu Han... sekarang sekolah di mana?" tanya Anwar pada akhirnya.


"SMA Bhakti Jaya" jawab Hana.


"Aku di SMA pelita." ucap Anwar tanpa menunggu Hana bertanya, dan Hana mengangggukkan kepalanya.


"Lucu ya Han... dulu waktu kecil, kita sering bermain bersama, berebut sesuatu dan saling ledek, semua terasa indah, namun sekarang setelah kita bertemu saat sudah dewasa, kita jadi canggung kek gini." ucap Anwar sembari mengusap belakang kepalanya yang tak gatal.


Hana terkekeh, "Maaf jika aku membuat suasana jadi canggung, namun aku juga bingung War, apa yang mau aku omongin ke kamu." ucap Hana dwngan tersenyum kikuk.


Anwar pun ikut terkekeh, "Iya dulu waktu kecil, kita lepas tak ada jarak.antara kita yang membatasi, sedangkan sekarang kita bersikap formal."


"Iya kali War" ucap Hana.


Mereka pun akhirnya sudah tak merasa terlalu canggung lagi dwngan menginngat masa lalu mereka.


Sementara para orang tua telah menentukan bila besok malam gantian Keluarga Hanafi yang datang ke rumah keluarga Hana, untuk melamar Hana.


Anwar yang sudah tahu bila akan di jodohkan dengan Hana, merasa sangat senang. Namun Hana yang tidak tahu menahu tentang perjodohan ini, merasa biasa biasa aja.


Di tatapnya Hana yang sedang berceloteh, dengan mata berbinar.


Hingga pada akhirnya keluarga Hana mohon diri untuk pamit pulang.


Visual Anwar Hanafi



Semoga kalian suka

__ADS_1


Happy Reading


bersambung...


__ADS_2