
Matahari semakin merangkak naik untuk lebih banyak memberikan sinarnya pada hari ini. Dan mereka memutuskan untuk kembali ke villa.
Namun baru beberapa langkah mereka beranjak dari tempat semula, Leo yang sedang asyik menatap foto foto yang di hasilkan tadi, tanpa sengaja menyenggol seseorang hingga terjatuh.
"Aaaawwww..." pekik seorang gadis yang sedang tersungkur di tanah karena di tabrak oleh badan Leo.
Mereka semua menoleh ke sumber suara dan Leo juga sangat kaget karena tanpa sengaja telah membuat seseorang terjatuh.
"Maaf... maafkan gue..." ucap Leo mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri, dan gadis itu menerima uluran tangan Leo.
"Maaf ya... gue gak sengaja, tadi lagi fokus liatin foto sampai gak tau buat lo terjatuh." ucap Leo setelah gadis itu berdiri.
"Gak papa, gue juga salah tadi lagi fokus ngliatin ponsel." ucap gadis itu sembari membersihkan bajunya.
Leo mengulurkan tangannya kembali, "Kenalin gue Leo."
Gadis itu pun menyambut uluran tangan Leo dengan tersenyum manis, " Gue Putri."
"Elo... masih mau jalan jalan? kalau kita semua udah mau balik ke villa." Leo menjelaskan.
"Iya ... aku baru nyampe di sini, jadi pengen jalan jalan dulu, kalau begitu saya duluan ya." Putri beranjak dari tempatnya dan melambaikan tangannnya dan di sambut lambaian tangan pula oleh mereka, namun tidak dengan Hana dan Anwar, karena mereka masih di belakang, dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali ke villa.
Anwar merangkul pundak Hana berjalan berlahan sembari bercanda dan tertawa bersama menikmati suasana saat itu. Tanpa mereka tahu ada seorang gadis, mematung menatap keduanya dengan wajah sendu.
"Anwar..." suara lirih seorang gadis memanggil Anwar.
Deg
Anwar mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat ada putri di hadapannya. Sementara Hana yang tak mengenal Putri pun merasa heran dan bingung menatap Putri.
siapa gadis ini, kenapa kenal dengan Anwar? batin Hana.
"Puutrrii..." ucap Anwar gugup dan semakin menambah rasa penasaran Hana.
__ADS_1
"Siapa dia War..? tanya Hana melepaskan diri dari rangkulan Anwar dan beralih menatap Anwar penuh selidik.
Anwar yang di tatap tajam oleh Hana pun akhirnya menjawab dengan gugup pertanyaan Hana, "Dia Putri... temen aku waktu di Ausy."
Deg
Putri yang mendengar ucapan Anwar yang memperkenalkan dirinya hanya sebagai teman merasa terluka, dan tanpa dia sadari air matanya telah lolos dari pelupuk matanya tanpa permisi.
Hana yang mendapati Putri menangis pun tak langsung mempercayai ucapan Anwar, dan saat Hana ingin mendekati putri, Anwar langsung menggenggam tangan Hana dan menariknya untuk berlalu dari hadapan Putri.
"Kita sudah di tunggu, sama yang lainnya Han..." ucap Anwar sembari menggandeng tangan Hana dan berlalu dari hadapan Putri.
"Maaf... kami harus pergi." ucap singkat Anwar pada putri dan berlalu tanpa melihat wajah putri yang masih berurai air mata.
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun hingga tiba di villa.
Sesampainya di villa tanpa mengindahkan Anwar, Hana langsung berlalu masuk ke kamarnya, dan Anwar hanya menatap Hana dengan rasa bersalah.
Setelah selesai membersihkan diri, mereka semua berkumpul di meja makan. Hana yang biasanya duduk di samping Anwar kini beralih duduk di antara Lina dan Rangga.
Rangga dan Robin menyadari perubahan Antara Hana dan Anwar, tapi tidak dengan yang lainnya, namun mereka masih diam dan menunggu mereka untuk bercerita lebih dulu.
Setelah sarapan, para orang tua berencana untuk memancing, sementara Leo, Lina dan Steve memutuskan untuk berbelanja bahan bahan untuk barbequean nanti malam. Dan Robin serta Rangga memutuskan untuk main PS di ruang keluarga. Hana memutuskan untuk menghirup udara dan duduk di kursi taman samping villa.
Hana duduk termenung di sana sendirian, dan Anwar menatap Hana dari dalam kamarnya dengan sendu.
Aku tak tahu Han... aku begitu bingung, apa yang harus ku katakan padamu tentang Putri. Aku tak ingin kamu terluka jika mengetahui semuanya, namun jika aku diam kau akan semakin terluka.
Anwar pun melangkah keluar kamarnya dan menemui Hana, dia lalu duduk di samping Hana, dan Hana hanya melirik sekilas ke arah Anwar dan kembali menatap ke depan dengan pandangan kosong.
Anwar menggenggam tangan kiri Hana dengan lembutdan Hana membiarkannya.
"Maaf..." ucap Anwar lirih, namun Hana tetap bergeming dengan posisinya.
__ADS_1
"Han..." panggil Anwar lembut namun tak mendapatkan reaksi apapun dari Hana.
"Ku mohon jangan diamkan aku seperti ini, Han!" ucap sendu Anwar dan Hana tetap bergeming.
Anwar pun langsung memeluk erat Hana yang sedari tadi diam membisu tanpa sepatah kata pun, " Putri adalah seseorang yang selalu menemani aku selama tiga tahun di Ausy, tapi gak pernah ada komitmen apapun di antara kita, dia bukan lah kekasihku, dia hanyalah teman baikku waktu di sana, sebelum aku pulang kembali ke Indo, aku dan dia sempat bertengkar karena dia menyatakan cintanya padaku, namun aku gak bisa Han, karena di hatiku hanya ada dirimu sejak dulu dan sampai sekarang, jadi please... ku mohon jangan diamkan aku seperti ini, hatiku sakit melihatmu seperti ini, maaf... maafkan aku, aku sangat mencintaimu Han... ku mohon jangan abaikan aku! kalaupun kau marah pukullah aku, tapi jangan diamkan aku seperti ini." ucap Anwar panjang kali lebar dan menitikkan air matanya.
"Maaf... jika diamku melukai hatimu." Anwar tersenyum akhirnya Hana mengucapkan kata kata juga.
"Makasih sayang, ku mohon jangan seperti ini lagi, aku begitu tersiksa, ku mohon jangan biarkan kehadiran Putri merusak suasana hati kita, karena di hatiku hanya ada dirimu dan takningin ku menempatkan yang lain." pinta Anwar
Hana hanya menganggukkan kepalanya dan mengusap tangan Anwar yang masih memeluk dirinya.
Anwar pun mengecup pucuk kepala Hana berulang kali.
"Bukankah aku pernah berkata, kalau aku akan memaafkan semua kesalahanmu, sebesar apapun kesalahanmu, tapi tidak dengan pengkhianatan, sekali kau berkhianat aku akan menghilang selamanya dari hadapanmu dan tak akan pernah memberikan kesempatan ke dua untukmu, dan aku mohon jujurlah selalu padaku apapun yang terjadi dan jangan pernah sembunyikan apapun dariku lagi, aku mempercayainya, Putri adalah masa lalumu, tapi sekarang ada diriku, jadi kamu juga harus mengerti tentang batasanmu." Hana memberikan petuah kepada Anwar.
" Fine my princess... as you wish." Anwar mengecup pelipis Hana.
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Malam di mana akan di adakannya barbequean pun telah tiba, dan semua sibuk mempersiapkan semua bahan bahan dan tempatnya
Hana meminta Anwar membakarkan jagung terlebih dahulu sebelum membakar yang lainnya, dan menikmati jagung bakarnya bersama Lina.
Sudah banyak makanan yang sudah matang dan sudah di siapkan di meja, dan mereka pun makan bersama dengan penuh kebahagiaan dan senda gurau.
Robin dan Rangga yang sudah mendapati Hana dan Anwar sudah kembali seperti biasanya membuat ke duanya lega.
bersambung
__ADS_1
mohon likenya ya 😍😍😍🤗🤗🤗