Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Pertandingan Panjat Tebing (1)


__ADS_3

Hana dan Steve pun akhirnya berangkat juga ke lokasi panjat tebing, di mana Hana juga sering menemani Jonathan ke sana.


Di dalam mobil Hana hanya melamun, teringat semua hal yang telah dia lewati bersama Jonathan di lokasi panjat tebing.


"Han...! kamu kenapa? kok diem aja?" tanya Steve tanpa menoleh ke arah Hana dan tetap fokus mengemudi.


Hana menatap Steve sekilas, "Gak papa kak, Hana hanya teringat sama Jonathan aja kak! terlalu banyak juga kenangan manis yang udah tercipta bersama Jonathan di lokasi panjat tebing."


"Maaf ya... Han... kak Steve ngajak kamu ke sana berharap kamu bisa happy dan sedikit melupakan Jonathan, eh....malah jadi mengingatkan kenangan kalian!" ucap Steve penuh penyesalan.


Hana terkekeh, "Makasih kak udah segitu perhatiannya sama Hana, dan apa kak Steve tahu? kemanapun kak Steve membawaku selama masih di kota ini, semua akan ada dirinya!"


Steve pun tertawa... "Iya juga ya... kenapa gue bisa lupa?"


Akhirnya tiba juga kami di lokasi panjat tebing, dan Steve mencari tempat untuk memakirkan mobilnya, karena ternyata di sana sudah banyak yang datang. Sehingga agak kesulitan Steve mencari tempat untuk memakirkan mobilnya.


Setelah memakirkan mobilnya, Steve menggandeng tangan Hana memasuki lokasi pertandingan, dan mencarikan tempat untuk Hana menunggunya bertanding.


"Han... di sini aja...! gak papa kan? di sini teduh tempatnya, gue coba hubungi yang lain dulu." Hana menganggukkan kepala, dan mendudukkan dirinya di bangku taman.


"Gue tinggal bentar ya Han... buat daftar dulu! mungkin bentar lagi yang lain juga datang, kamu tunggu aja!"


"Iya kak... pergilah Hana tunggu di sini!"


"Ingat jangan kemana mana! tunggu di sini!" ucap Steve mengerlingkan matanya dan menunjukkan jari telunjuknya, ke arah Hana.


Dan Hana hanya bisa terkekeh dengan kelakuan Steve, "Iya bawel..."


Saat Hana duduk sendiri menatap ramainya kerumunan orang orang yang akan ikut lomba dan penonton, ada sepasang mata yang menatap Hana penuh arti.


"manis..." gumam orang yang sedang menatap Hana.


Tak berselang lama Steve datang bersama Dion dan panji, dan ikut duduk di bangku taman.


"Hai... bidadariku... gimana kabarnya? makin cantik aja!?" goda Dion.


"Emang dah dari orok kalau gue cantik gak usah di perjelas! kak Dion baru tahu?" jawab Hana menaikkan salah satu alisnya.


Steve menoyor kepala Dion, "Berani goda Hana... gue gantung lo di monas!"


"Ya... elllahhhh... kak! segitu posesifnya.!"


Tiba tiba dari arah belakangku datanglah Rangga dan Leo, "Wooooiiii...." teriak Rangga mengagetkanku.


"Astagfirullahaladziiimmmm..." ku pegang dadaku, "Rangga.... bisa gak sih lo gak bikin kaget?" bentakku masih dengan memegang dadaku.


"Untung gue gak punya penyakit jantung" kesal Hana dan Rangga tertawa terbahak bahak.


"Wolleesss... beib, calm down!" ucap Rangga sembari tertawa, dan duduk di samping Hana.


Bugh...


Hana memukul lengan Rangga dan hanya di balas cengiran.

__ADS_1


"Nyengir terus biar sama kayak kuda" ucap Hana jutek.


Rangga mengacak pucuk kepalaku dan ku tepis tangannya, dan di sudut yang lain orang tersebut masih memperhatikan Hana.


"Ada hubungan apa gadis itu dengan mereka? mereka terlihat begitu akrab, namun walaupun dia tersenyum, terlihat dengan jelas di matanya ada kesedihan yang begitu dalam. Ada apa dengan sorot mata itu?" gumam seseorang tersebut.


Tiba tiba ada yang menepuk bahu orang itu, dan orang itu terlonjak kaget, "Liatin apa sih sampai lo bengong kayak gitu?"


Gadis itu menarik sudut tatapan orang itu, dan dia kaget mendapati Hana dkk ada di sana, "lo ngliatin cewek itu, atau ngliatin musuh bertanding lo?" tanya gadis itu.


Orang itu tersenyum kikuk dan masih melihat ke arah Hana yang sedang bercanda.


"Gue kenal sama mereka!? apa lo mau


gue kenalin?" orang itu menatap gadis di depannya, itu penuh tanya.


Tanpa minta persetujuan dari orang itu, gadis tersebut menggandeng orang itu, melangkah mendekati Hana dkk.


"Han... "panggil gadis tersebut, melangkah mendekati Hana dan menggandeng orang itu.


Hana menoleh, "Cinta..." "widi" ucap Hana dkk bersamaan.


Hana bingung menatap teman temannya, karena hanya Hana sendiri yang tak mengenal cowok tersebut. " mingkem... woi... napa bengong?" ujar Dion mengusap mulut Hana dan di tepis dengan kasar oleh Hana.


"Kita kita...udah kenal sama tu cowok, kita sering panjat tebing bareng." jelas Dion.


"Widi cowok lo Cin?" tanya Rangga


Orang itu mengulurkan tangannya pada Hana, "Kenalin nama gue Widianto Pradipta! panggil aja widi!" ucap orang itu.


Hana menyambut uluran tangan widi, "Gue Hana Permata Sari, panggil aja Hana!" jawab Hana tersenyum.


"Manis... senyummu sangat manis Han.." batin widi.


"Cin... kamu tunggu sini aja sama Hana, pertandingan dah mau di mulai kita ke sana dulu!" pinta Steve.


"Ok... gue tunggu di sini, gak papa kan Han?"


"Santuy aja cin..."


lalu Steve, Widi, Rangga dan Dion berlalu meninggalkan tempat itu dan menuju area pertandingan, menyisakan Hana, Leo, Panji dan Cinta.


"Han... cogan tadi siapa?" tanya Cinta


"Cogan?" Hana mengernyitkan dahinya.


"Itu cogan lesung pipit!"


Hana tertawa... " Itu kak Steve...emang kenapa?" tanya Hana keheranan.


"Kenal di mana lo sama kak Steve?"


"Gue kenal kak Steve dari gue masih SD! dia sahabat kakak angkat gue!" terang Hana.

__ADS_1


"Naksir lo Cin... " tanya panji sembari tetap fokus dengan ponselnya, bermain game online sama Leo.


"Boleh gak? dah punya gebetan belum?" tanya Cinta penasaran.


"Dah... move on lo sama si arwah?" celetuk panji.


"Kaaaakkkk...." ucap Hana dengan tekanan di katanya.


Panji kaget dan menatap Hana, "Maaf Hana... sorry... gak maksud gue...." belum selesai bicara dinpotong oleh Hana.


"Udah lupain jangan gitu lagi!"


Panji merasa bersalah, sementara di area pertandingan, Widi masih menatap Hana,


"Elo dah jadi mood booster buat gue Han... tanpa elo sadari, mungkin ini bisa di bilang gue cinta pada pandangan pertama."


"Hai... bengong aja.." Steve menepuk bahu Widi.


"Steve... boleh gak gue nanya?"


"paan.."


"Hana dah punya cowok belum?"


"Kenapa...? lo naksir ma dia?" tanya Steve sembari mempersiapkan perlengkapan panjat tebingnya.


Widi mengusap belakang kepalanya, sembari nyengir, dan tersenyum kikuk.


"Dia saat ini jomblo... karena dia habis kehilangan cowoknya kemarin lusa."


Widi kaget, "maksudnya..?"


"Cowoknya meninggal dunia, dan saat ini sebenarnya dia masih terpukul.dengan semua itu, makanya kami semua menghiburnya."


"Pantas sorot matanya begitu sendu, menyiratkan banyak kesedihan di sana." ujar Widi


"Itulah Hana... aku selalu kagum sama semangat dia dari dulu." ucap Steve.


"Kamu dah lama mengenalnya?"


"Hmmmm... sejak dia masih SD, sekitar 7 tahunan yang lalu."


"lama juga ya..."


"Gue gak halangin lo, buat suka ma Hana, tapi gue saranin temenan aja dulu, karena gue yakin dia belum bisa move on dari almarhum Jonathan." Steve menepuk bahu Widi dan berlalu dari hadapan Widi.


Widi melihat sekilas Hana, dan berlalu menyusul Steve dan yang lainnya.


Happy reading


Semoga suka dengan karya pertamaku ini


semoga berkenan memberikan like, coment, hadiah dan votenya.🙏🙏🙏😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2