
Selesai sudah acara MPLS dan sekarang adalah untuk pertama kalinya masuk untuk memulai pelajaran seperti biasanya.
Saat ini Hana sudah kelas XI, "Hari baru suasana bar." Hana mengucapkan kegembiraannya.
Lina yang mendapati Hana yang begitu bahagia hanya mengulum senyumannya.
Tak berselang lama, datanglah Rangga dan Leo. Seperti biasa Rangga dan Leo mengambil tempat duduk di belakang Hana dan Lina.
"Akhirnya kelas XI juga kita." ucap Rangga menyugar rambutnya.
Tiba tiba di tengah canda mereka berempat, datangkah Niken, masuk ke kelas mereka dan mendekati mereka berempat.
"Ngga, ini aku bawakan bekal, di makan ya!" Niken meletakkan bekal makanan di meja Rangga.
Rangga memberikan senyum terpaksanya, "Makasih ya! tapi lain kali gak usah repot repot kek gini."
"Hmmm... gue gak repot kok... gue malah seneng bisa buatin bekal lo tiap hari." celetuk Hana.
"Ikhsan... " panggil Rangga.
Ikhsan yang merasa di panggil pun menoleh ke arah Rangga, "Ya... !" jawab Ikhsan.
"Sini!" Ikhsan pun mendekati Rangga.
"Kenapa?" Rangga menyerahkan bekal yang di berikan Niken tadi pada Ikshan,
"Apa ini?" Ikhsan mengerutkan dahinya.
"Ambil! " titah Rangga.
Namun sebelum di ambil oleh Ikhsan, Niken merampas bekal tersebut, "Ngga ini buat lo bukan buat dia." Niken sewot.
Rangga merampas kembali bekal yang ada di tangan Niken, "Ini lo kasih buat gue kan?" Niken menganggukkan kepalanya.
"Ok... makasih ya! bekal udah gue terima dan sekarang karena bekal ini dah jadi milik gue suka suka gue kan mau di apain? dan sekarang mau gue kasih ke Ikhsan."
Rangga memberikan bekal tersebut ke tangan Ikhsan dengan kasar, "Ambil dan makanlah! "
Ikhsan mengambil bekal tersebut dengan senang hati, "Alhamdulillah... rezeki anak sholeh, makasih ya Ngga! kebetulan gue tadi gak sempat sarapan." celoteh Ikhsan sambil berlalu menuju tempat duduknya.
Niken melongo tak percaya, bekal yang dia buat dengan susah payah untuk Rangga, kini di berikan pada orang lain begitu saja oleh Rangga.
"Kamuuu..." Niken menunjuk pada Rangga namun hanya di balas dengan tatapan tajam dari Rangga dan Niken mengibaskan tangannya dengan kasar lalu berlalu keluar dari kelas mereka.
Selepas kepergian Niken, Hana terkekeh meledek Rangga, "Sok kecapkepan banget sih lo."
"Emang gue cakep... baru nyadar lo!"
"Narsis." beo Leo
"Ngiri bilang bos..." Rangga memukul pelan bahu Leo.
__ADS_1
"Heran gue sama lo... Niken itu dah cantik, pinter, tajir pula, kurang apa coba?" cicit Hana.
"Gak usah mulai deh Han! " jengah Rangga.
Tak berselang lama masuklah guru yang akan mengajar di jam pertama kali ini, karena bel tadi telah berbunyi.
Mereka dengan tekun mengikuti pelajaran demi pelajaran dengan sangat antusias hingga waktu berakhir, dan bel pulang sekolah telah memberi petunjuk.
Mereka pun kembali pulang ke rumah masing masing, dan saat mereka berempat melangkah ke tempat parkir, mereka di kejutkan dengan kedatangan ketiga siswi baru yang kemarin mengganggu Rangga.
"Kak rangga... nih coklat buat kakak." Siswi itu menyodorkan cokelat pada Rangga.
"Nama kamu siapa?"
"Angelica... tapi panggil gue Angel kak! "
"Ok Angel... maaf ya, tapi gue gak suka coklat." Rangga menepis pelan tangan Angel dan berlaku pergi meninggalkan mereka bertiga
"Pesonamu Ngga... Ngga." Cicit Hana.
"Kenapa baru nyadar gue cakep?" sewot Rangga dan Hana tergelak melihat kejutekan Rangga.
Mereka berempat meninggalkan halaman sekolah dengan formasi Rangga membonceng Hana dan Leo membonceng Lina, menuju ke rumah Hana.
Mereka memutuskan untuk mengerjakan tugas kelompok yang di berikan oleh guru di rumah Hana.
Sesampai di rumah Hana, di sana sudah ada Anwar yang menunggu kepulangan Hana.
Hana tergelak turun dari motor dan memberikan helm kepada Rangga, dan mereka berdua sudah di tatap tajam oleh Anwar.
cup
Anwar merasa kaget saat Hana yang datang mendekatinya langsung mencium pipinya, dan masih melongo melihat Hana berlalu masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh sahabat sahabatnya.
Mereka bertiga di minta Hana untuk ke gazebo di taman belakang rumah Hana. Sementara Hana menuju ke kamarnya untuk ganti baju.
Saat Hana menuruni tangga, sudah ada Anwar yang menunggu Hana di ujung tangga.
"Kalian mau ngerjain tugas bersama?" Anwar menggenggam tangan Hana.
"Iya... kamu mau nunggu apa mau ikut gabung di sana?"
"Gabung aja deh..." Hana tersenyum dan mengajak Anwar bergabung bersama sahabat sahabatnya.
💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Ke esokan harinya seperti hari hari biasa Anwar mengantar Hana ke sekolah terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolahnya sendiri.
Saat turun dari mobil, Hana di tatap sinis oleh Angel, dan setelah Anwar berlalu Angel mendekati Hana.
"Hebat ya... udah punya kak Rangga masih aja ganjen sama cowok lain." tunjuk Angel
__ADS_1
"Kenapa Ngel?" Hana mengernyitkan dahinya.
Saat Angel mau berkata lagi, datanglah Rangga dengan motornya, Rangga berhenti dan menatap ke duanya.
"Han... dia gak gangguin elo kan? ayo naik!" Hana menggelengkan kepalanya dan berlalu membonceng Rangga masuk ke dalam gerbang sekolah dan menuju tempat parkir, meninggalkan Angel yang melongo tak percaya dengan yang dia lihat.
Setelah memarkirkan motornya mereka berdu berjalan bersama menuju ke kelas mereka.
"Han ... kenapa tadi dengan Angel, kenapa dia nunjuk nunjuk lo?"
"Dia cuma bilang kalo gue ganjen dah punya lo masih dengan cowok lain, tadi dia ngelihat Anwar nganter gue."
"Sorry... karena ucapan gue waktu itu jadi masalah buat lo."
"Santuy brow."
Mereka tertawa bersama dan keakraban mereka membuat geram Niken dan Angel, tanpa mereka berdua sadari.
Dan saat istirahat Hana dan sahabat sahabatnya, seperti biasa pergi ke kantin. dan seperti biasa Leo yang akan memesan makanan.
Di sela mereka makan, datanglah Angel mendekati meja mereka berempat.
"Kak Rangga gue mau bicara berdua boleh?"
" kalo mo bicara... ya bicara aja ! kenapa harus berdua?" cuek Rangga.
"Soalnya..." belum sempat selesai ucapan Angel sudah di potong oleh Rangga.
"Soal Hana kan yang mau lo bicarain?"
"Ya iiii...yaa sih.." jawab Angel terbata.
"Kalo emang pengen ngebicarain Hana gak usah harus ketemu berdua, kita kita gak pernah ada yang di sembunyiin, jadi percuma kalo lo mo provokasi gue."
"Emang kakak, bisa terima kala kakak di duain, sama dia?" Angel menunjuk Hana.
"Hmmm... gue lebih tahu Hana dari pada lo."
"Whaaat...! sumpah deh kak, dia udah ngeduain kakak, dan kakak tutup mata gitu?"
Rangga tertawa karena melihat Leo dan Lina yang kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Kalian berdua ngapain natap gue kek gitu?"
"Jelasin apa yang terjadi! " Leo penasaran
"Dia kan ngertinya gue sama Hana itu pacaran dan tadi pagi dia lihat Hana di antar sama Anwar, dan nuduh Hana ngeduain gue."
"Oooo... gitu !" serempak jawab Leo dan Lina, dan mereka berdua tertawa.
Sementara Hana masih asyik dengan makanannya, dan gak terusik dengan kejadian di hadapannya.
__ADS_1
Akhirnya Rangga berdiri dan menepuk bahu Angel, "Lain kali kalo lo belum tahu kebenarannya gak usah fitnah orang, selidiki dulu yang bener baru ngomong."