Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki

Aku Yang Merawat Orang Lain Yang Memiliki
Pergi ke Malang


__ADS_3

Penerimaan Raport


"Akhirnya kita dapat libur lagi." ucap Leo.


"Lo ada acara?" tanya Hana pada Leo.


Leo mengedikkan bahunya, "Mama sih rencananya pengen ngajak gue ke tempat oma di Ausy. tapi belum pasti."


"Gue juga belum ada rencana." saut Lina.


"Gue ada pertandingan panjat tebing lagi." ujar Rangga.


"Berarti Kak Steve, kak Dion, Widi juga ikut ya?" tanya Hana.


"Iya... emang kak Steve gak bilang?"


"Enggak, sekarang kan dia lagi sibuk sama Cinta, jadi mana inget buat kasih tahu gue."


Rangga mengacak pucuk rambut Hana, "Gak usah jealous... gue kan selalu ada buat lo."


"Nanti gue bareng sama lo jemput gue waktu pas pertandingan tiba gue ngikut."


"Anwar mau lo kemanain? yang ada gue di gampar sama Anwar kalo lo berangkat bareng gue." cicit Rangga.


Hana terkekeh, "Gue lupa..."


"Han... emang lo belum bisa ngebuka hati lo buat Anwar?"


"Udah dikit." Hana mengatupkan jari telunjuk dan jempolnya.


"Sesulit itu Han? padahal sudah setahun lebih lo Han?"


"Gue juga gak tahu tapi nama jonathan masih memenuhi hati gue, lo sendiri kan tahu Ngga, kalo di titik manapun di kota ini ada kenangan Jonathan di sana, jadi gimana gue bisa melupakan semua itu dengan mudah."


Rangga merangkul bahu Hana, "Gue ngerti, tapi cobalah !! kasihan Anwarnya kalo lo kek gini terus."


"Gue juga dah berusaha Ngga." Hana menghela nafasnya, "Kalau memang dia jodoh gue, apapun yang terjadi dia akan tetap bersama gue."


"Lo ya emang gak mau ribet." Rangga menoel hidung Hana.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hari pertandingan pun tiba, Anwar, Robin dan Hana berangkat bersama ke lokasi panjat tebing.


Sesampainya di lokasi panjat tebing mereka sudah di tunggu oleh yang lainnya, karena mereka bertiga yangndatang paling akhir.


"Kita terlambat ya?" tanya Hana.sembari mendekati yang lainnya.


"Nggak beib... belum di mulai kok acaranya." jawab Dion.


"Kak panji mana kok gak kelihatan?"


"Dia lagi ada urusan keluarga, keluarga tunangan dia datang berkunjung di rumahnya." Dion menjelaskan.


Akhirnya panggilan untuk peserta lomba telah terdengar.


"Ngga semangat ya?" Hana.memberikan semangat untuk Rangga dan Rangga tersenyum manis.



Anwar hanya tersenyum kecut menatap Rangga.


Sementara Steve memeluk Cinta meminta do'a dan dukungannya.



"Yang dah punya cewek mah bebas." cicit Dion.


Steve dan Cinta hanya tertawa mengejek menanggapi cicitan Dion.


"Beib... gak ngasih semangat gue?" tanya Dion pada Hana sembari membetulkan tali sepatunya.



"Semangat kak Dion !" menekuk tangan kanannya dan mengepalkan tangannya

__ADS_1


Sementara Widi hanya menatap Hana tanpa berani mengucapkan kata kata apapun.



"Ayo lekas ke sana !" pinta Steve.


"Okey... " jawab Rangga, Dion dan Widi bersamaan.


"Semangat buat kalian semua." Hana memberikan semangat dan di jawab lambaian tangan oleh mereka berempat.


Sementara Hana, Cinta, Anwar, Leo, dan Robin menunggu di kantin, hingga nanti acaranya selesai.


"Lina mana Han... kok gak ikut?" tanya Cinta.


"Dia lagi di singapur, berlibur bersama keluarga besarnya."


"Wah... enak ya bisa berlibur bersama seluruh keluarga." ucap Leo


"La elo katanya mo ke Ausy? gak jadi?" tanya Hana.


"Gak jadi ! bokap tiba tiba harus ke bali," urai Leo.


Sementara Anwar dan Robin sama sama sibuk dengan laptop mereka, menyelesaikan pekerjaan mereka.


Setelah beberapa waktu menunggu di kantin, kini mereka berempat telah sampai di kantin dengan banyak peluh.


"Siapa yang menang?" tanya Hana.


"Widi...!" jawab mereka bertiga kompak, dan Widi hanya terkekeh.



"Selamat ya mas Widi." ucap Hana sembari mengulurkan tangannya pada Widi.


"Makasih Han..." Widi menyambut uluran tangan Hana dengan gembira.


aku bahagia Han... dapat kesempatan seperti ini, makasih tanpa kau sadari, kau telah mengobati rasa rinduku padamu. batin Widi.


Setelah melepas lelah sejenak di kantin mereka memutuskan untuk mampir ke warung bakso langganan mereka seperti biasanya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


"Han... kakak akan pulang ke malang." ujar Robin.


"Kapan?"


"Rencananya besok pagi Han... ini kakak baru berkemas."


"Gue ikut !" rengek Hana.


"Yakin... gimana dengan Anwar?"


"Gue telfon Anwar dulu." Robin menganggukkan kepalanya.


Drrttt...


Anwar mengangkat ponselnya dan tersenyum bahagia, saat melihat nama Hana yang menelfon.


πŸ“±"Hai... rindu ya... belum tidur?"


πŸ“² "Belum... War... aku nelfon cuma mau minta izin sama kamu."


πŸ“±"Izin untuk apa?"


πŸ“²"Kak Robin mau pulang ke Malang, aku pengen ikut! boleh ya?!"


πŸ“±"Tapi itu jauh lho Han... sebenarnya liburan ini aku pengen punya waktu untuk kita berdua."


πŸ“² "Kamu ikut aja kalo gitu."


πŸ“±"Gak bisa Han... kerjaan aku lagi banyak banget."


πŸ“² "Trus gimana? aku kangen sama bunda Rina dan ayah Reyhan."


πŸ“±Anwar menghela nafasnya, "Ya udah kalo gitu kamu berangkat aja, jam berapa berangkat?"

__ADS_1


πŸ“² "Jam 6 pagi."


πŸ“± "Ok besok habis subuh aku ke sana."


πŸ“² "Ok... see you... love you."


πŸ“±" Love you too, Han... and have a nice dream my dear."


πŸ“²" Have a nice dream too."


Hana menutup panggilan telfonnya


"Kak... Anwar kasih izin buat ikut kakak."


"Ya udah kalo gitu berkemaslah dan lekas istirahat, biar besok bisa bangun pagi, oh ya... kakak hampir lupa, besok Rangga juga ikut, sekalian dia mau ke tempat saudaranya."


"Wah... asyik... Rangga ikut." Hana melompat kegirangan.


Robin hanya terkekeh melihat tingkah Hana, "Dah sana istirahat! "


Hana memeluk Robin, "Makasih ya kak, have a nice dream."


"Have a nice dream too." Robin mengecup pucuk kepala Hana.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Selepas subuh Anwar benar benar sudah sampai di rumah Hana, saat Robin sedang menyiapkan mobil yang akan di bawanya pulang ke malang.


Tak berselang lama dari kedatangan Anwar, rangga pun sudah sampai di sana.


Anwar yang mendapati Rangga yang datang di sana dan membawa ransel.merasa terkejut.


"Lo juga mo ikut?" tanya Anwar pada Rangga.


"Iya... karena tujuan kita sama, kak Robin menawarkan untuk berangkat bareng."


"Iya... War sekalian nanti bisa gantian bawa mobilnya." saut Robin, Anwarpun manggut manggut.


"Hai... udah pada datang?" tanya Hana sembari melangkah mendekati Anwar dan memeluk pinggang Anwar.


"Aku pasti kangen banget sama kamu Han." ucap manja Anwar.


"Cuma seminggu War.."


"Sehari aja terasa sebulan apalagi seminggu Han."


Hana terkekeh, "Kita vicol aja nanti."


"Ok... janji?" Hana menganggukkan kepalanya.


"Ngga, War, masukin barang barangnya ke bagasi, dan Rangga masukkan motor lo ke garasi."


Mereka pun mulai mempersiapkan keberangakatan mereka ke malang.


Saat akan berangkat Robin dan Rangga berpamitan pada Anwar dan masuk ke dalam mobil.


Sementara Hana masih meminta waktu untuk berpamitan pada Anwar.


"Jaga diri baik baik ya? selama kamu di sana." pinta Anwar memeluk erat Hana.


"Iya aku akan menjaga diri dengan baik."


Anwar melepas pelukannya dan mencium kening Hana lama, "Aku pasti akan merindukanmu."


"Berangkatlah dan hati hati."


Akhirnya mobil Robin berlalu meninggalkan halaman rumah Hana, menembus jalanan yang belum begitu ramai untuk menuju ke malang.


Bersambung


Mohon


Like


Comment

__ADS_1


Saran dan Kritiknya


πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—


__ADS_2